
Hari ini Hani kembali sibuk seperti biasanya,gadis itu pergi kepasar membeli stock kulkas yg sudah melompong.
" Umi aku ikut " Ucap Sofia baru bangun.
" Kamu dirumah aja,lagi gerimis " Kata Hani menyiapkan perlengkapannya.
" Terus Umi sendiri ?" Tanya Sofia mengkrucut.
" Iya,kamu disini aja ya,Umi sebentar " Jawab Hani.
" Baiklah " Kata Sofia mengangguk.
Hani tersenyum,gadis itu merapatkan jaketnya dan berjalan keluar.
Sofia hanya diam melihat dari kejauhan,diluar sana memang sedang gerimis,kini gadis kecil tersebut tidak terlalu menuntut lagi dan mencoba memahami situasi.
Hani mulai berkendara,sebenarnya Hani sedikit takut meninggalkan anak Vero tersebut sendirian,tapi mau bagaimana lagi ia tak mungkin membawa Sofia karna takut gadis itu sakit.
Selama diperjalanan,Hani fokus berkendara hingga ponselnya berdering.
" Siapa yg nelfon ya ?" Gumam Hani pelan.
Perempuan itu menepi kesamping jalan dan membuka tas.
" Reka " Ucap Hani membaca nama dilyar.
" Iya Rek ?" Sapa Hani.
" Dimana ?" tanya Reka.
" Mau kepasar " Jawab Hani.
" Oh sekalian aku ikut Han " Kata Reka cepat.
" Mau kepasar juga ?" tanya Hani.
" Iya Han,jemput ya " Jawab Reka terkekeh.
" Iya Tuan Putri " Balas Hani malas.
" Haha oke Besti,dadah " Kata Reka tertawa lalu mematikan panggilan.
Hani menggeleng gemas dan kembali berkendara.
Tak lama gadis itu pun sampai,Reka terlihat sudah menunggu didepan rumah dengan duduk diteras.
" Mau beli apa ?" tanya Hani.
" Beli lauk Han,mager aku makan nasi padang mulu " Jawab Reka.
" Ya udah hayo,kamu yg gonceng ya " Kata Hani turun dari motor.
Reka mengangguk,lelaki itu mengambil posisi dan siap berkendara.
Keduanya pun pergi menembus rintakan hujan yg tidak terlalu deras.
Sesampainya dipasar,terlihat para pedagang dan pembeli begitu ramai.
Reka berdiri menjulang membuat beberapa pasang mata menatap kearah pria tersebut.
Hani berjalan duluan mulai mencari cari bahan makanan.
" Mau masak apa Han ?" tanya Reka.
" Hm gak tau Rek,cuma harus beli ayam buat Sofia " Jawab Hani.
" Ya anak kecil suka itu " Kata Reka mangut2.
Hani mengangguk,keduanya terus berjalan hingga Reka menemukan apa yg ingin ia beli.
" Sekilo cabe kebanyakan gak ya ?" tanya Reka polos.
" Kamu mau hajatan ?" Tanya Hani balik.
" Jarang beli beginian Han " Jawab Reka.
" Beli dikit aja,nanti busuk " Balas Hani.
__ADS_1
" Ya udah kamu yg beliin,ini uang aku " Kata Reka menyerahkan uang 200 ribu.
Hani menerimanya dan kembali berjalan.
Reka manut saja seperti bocah yg mengintili ibunya..
Setiba di tempat ikan,Reka ikut melihat Hani yg sedang sibuk memilih.
Tatapan lelaki itu serius tanpa menyadari ada sosok mata yg juga memperhatikan.
" Lihat Han giginya lucu kayak kamu " Kata Reka terkekeh geli.
" Shuut diem ah " Kata Hani menyenggol.
Reka menahan tawa,pria itu merasa ikan yg dipilih Hani terlalu melawak.
" Ada gorengan Han,aku kesana dulu ya " Kata Reka berbisik.
" Hm " Jawab Hani masih sibuk.
Pria itu pun mundur dan mendekati lapak gorengan.
Saat akan membeli,manik lelaki itu tak sengaja melihat manik seorang gadis yg juga menatapnya dengan nyalang.
" Eh itu bukannya gadis garang ya ?" Gumam Reka pelan.
Pria itu mmebuang muka seolah tak melihat dan gadis tersebut juga melakukan hal yg sama.
" Sudah belum Ma ?" tanya Si gadis kepada sang Ibu.
" Bentar " Jawab wanita parubaya dengan wajah tenangnya.
" Bang,tambah lagi ini " Ucap wanita itu sedikit garang.
" Aduhh Miskaaa,jangan kebanyakan makan belacan nanti goblok " Kata penjual terkekeh.
" Ck,ya gak makan sekaligus Bang " Balas Miska memutar mata.
" Hahahah " Penjual itu tertawa melihat langganan nya yg lebih mirip preman..
" Nih Abang tambahin " kata penjual memotong lagi belacan didepannya.
Yap,gadis itu menemani Miska kepasar pagi ini lantaran Denis sudah berangkat kerja dan Tania harus menjaga adik kecil mereka.
" Kita beli apa lagi ya ?" Gumam Miska melihat plastik belanjaannya..
Wanita itu melihat kiri kanan hingga manik Miska melihat seorang gadis sedang menunggu dilapak ayam.
" Eh itu si Hani " kata Miska berjalana mendekat.
" Jangan Ma " Tahan Rania melotot.
" Kenapa ?" tanya Miska mengernyit.
Rania diam,gadis itu melirik Reka yg sedang asik makan gorengan.
" Pasti tu cowok sama Kak Hani " Batin Rania yakin.
" Udah lah,kamu gak boleh benci sama Hani,gak baik " Kata Miska menceramahi anaknya.
" Siapa yg benci,aku biasa aja " kata Rania kaget.
" Terus kenapa gak mau Mama negur dia ? Inget loh Ran,Hani itu istrinya Om kamu,jadi harus sopan " kata Miska serius.
" Ma aku gak benci sama Kak H..
" Udah Han ?" Tanya Reka menepuk bahu Hani.
Sontak manik Rania membulat dan melirik ibunya yg terlihat terkejut.
" Hani sama siapa ?" tanya Miska pelan.
" Itu temannya " Jawab Rania mencoba tenang.
" Teman ?" Ulang Miska.
" Iya itu temannya Kak Hani waktu masih kecil,mereka gak ada hubungan apa2 " Jawab Rania serius.
__ADS_1
Miska menoleh dan menatap wajah anaknya aneh.
" Kok kamu tau ?" tanya Miska.
" Hah " Ucap Rania kaget.
" em ya aku tau sedikit tentang mereka dan Om Vero udah tau juga sama Nenek juga " Kata Rania menelan ludah kasar.
" Kamu serius ? Itu mereka dekat loh ?" Kata Miska melihat kearah Reka yg mengambil belanjaan Hani.
" Iya " Kata Rania mengangguk cepat.
Miska diam sejenak melihat keakraban Hani dan temannya tersebut.
" Udah lah Ma,ayo kita kelain aja " Kata Rania menarik tangan Miska.
" Eh bentar,Mama harus temuin Hani dulu buat memastikan " kata Miska melepas tangannya.
" Eehhhh jangannn " Pekik Rania menggeleng cepat.
Smeua orang menatap kearah ibu dan anak itu termasuk Hani dan Reka juga.
" Eh Kak Miska " Ucap Hani mengenali.
Hani mendekat begitupun Reka juga mengikuti gadis itu dari belakang..
Rania terus menggeleng menghadap ibunya yg melihat gadis itu aneh.
" Aduhhhh " Batin Rania mulai degdegan.
" Halo Kak " Sapa Hani sopan.
" Belanja Han ?" Tegur Miska balik.
" iya Kak " Jawab Hani tersenyum.
" Ini siapa Han ?" tanya Miska menunjuk Reka.
" Oh ini Reka Kak,sahabat aku,tadi kebetulan dia mau kepasar juga " Jawab Hani.
" Hay " Sapa Reka tersenyum malu dengan lambaian alay.
Deg....
Ketiga perempuan itu sontak kaget dengan tingkah Reka yg mirip pria belok.
Reka mencolek punggung Hani seolah memberi kode.
" Hehe,em kakak belanja juga ?" Tanya Hani mengalihkan.
" Ya,beli buat stock " Jawab Miska.
Reka melihat Rania,gadis itu juga menatapnya dengan mulut sedikit menganga.
" Ck,terpaksa aku gaya bencong,pasti ini ibunya " Batin Reka melihat raut Miska yg sedikit sangar.
" Hm ya udah Han,kakak kesana dulu ya " Kata Miska pamit.
" Ah iya Kak,hati2 " Balas Hani tersenyum.
Miska pun berjalan menyeret tangan Rania yg mematung ditempat.
Setelah cukup jauh,Hani melirik Reka,lelaki itu sudah kembali normal lagi dengan gaya machonya.
" Kamu kenapa gitu ? Aku jadi takut " Kata Hani merinding
" Males,nanti dikira aku slingkuhan kamu lagi " Jawab Reka memutar mata.
" Hahaha ya ngga gitu juga kali Rek,gak lihat respon Rania tadi gimana ?" tanya Hani tertawa.
" Biarin aja,biar tuh cewek gak sinis liat orang " jawab Reka santai.
" Udah ah,mending lanjut lagi yuk,udah laper aku " Kata Reka melangkah.
Hani mengangguk kecil dan mengejar langkah kaki pria tersebut.
❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like coment ya