
Didalam gedung sepasang suami istri kelimpungan mencari anaknya yang tiba2 menghilang.
Cila baru tersadar bahwa anak bontotnya tidak ada dalam gedung bahkan semua tempat prasmanan makanan dicari oleh wanita itu takut2 Vero nyangkut bersama gadis2 penjaga.
" Ada gak Yank ?" Tanya Cila kepada David yang juga terlihat panik.
" Ngak ada Ma,Vero kemana ya ?" Ucap David bingung.
Cila terlihat sangat khawatir,meski Vero sudah dewasa tapi perempuan itu tetap saja ngeri2 sedap karna Vero dulu sempat hilang ingatan.
" Udah kamu telfon ?" Tanya David.
" Ngak aktif hapenya " Jawab Cila mondar mandir menggigit kukunya.
Cila berlari mendekati seorang pelayan yang sedang bertugas memungut sampah.
" Mas2,ada liat anak saya ngak ?" Tanya Cila kepada pria bertopi itu.
" Ciri2 nya gimana Bu ?" Tanya pria itu sopan.
" Hm wajah nya tampan Mas,terus badannya bagus bertotot tinggi dari Masnya pake jas warna biru,agak serem emang Mas tapi aslinya baik " Kata Cila memberi kisi2.
Pria bertopi itu melongo dengan ciri2 yang disebutkan wanita didepannya.
David yang mendengar sang istri menjelaskan pun menggeleng kepala tak percaya.
Dengan cepat David menarik tangan Cila membawanya menjauh.
" Maaf Mas,istri saya bercanda " Kata David cengengesan.
" Hehe iya Pak " jawab Pria bertopi itu sedikit syok.
David mendekati Cila menjitak kepala perempuan itu.
" Aduhhh " Ringis Cila memegang keningnya.
" Kamu apa2an sih Yank " Kata David marah.
" Apanya ? aku hanya bertanya " kata Cila bingung.
David menepuk jidatnya sangat gemas kepada perempuan cantik itu.
" Kalo kamu sebutin ciri2 kayak tadi,dia pikir Vero itu kurang waras kalo sampe ilang !" kata David gemas.
" Hah ya ngak lah anak aku sehat kok " Kata Cila kaget.
" Huh dia pikir Vero anak kecil apa " Gumam David tam percaya.
" Terus ini gimana Veronya ?" Tanya Cila kembali panik.
" Mungkin dia pulang duluan ke hotel " Jawab David berusaha tenang.
" Kenapa ngak bilang ?" Tanya Cila kesal.
" Ya mana aku tau " jawab David mengangkat bahu.
" Huh ya udah,ayok pulang " Ajak Cila menarik tangan pria itu.
Mereka berdua pun pergi dari gedung meski acara belum selesai.
Disebuah kamar,seorang pria berdiri didepan pintu kamar mandi yang tertutup.
Pria itu menyelamatkan gadis asing yang ia lihat di taman,jiwa sosial Vero memaksa lelaki itu harus membawa sang gadis ke hotel tempat ia menginap karna tak tega melihat gadis itu sangat ketakutan digelapnya malam.
" Heii apa yang kau kerjakan,buka pintunya " Pekik Vero mengetuk pintu dengan kuat.
__ADS_1
Hening tak ada sahutan apapun,semenit dua menit,Vero masih diam pria itu pikir mungkin sang gadis sedang mandi.
Tapi sudah 10 menit berlalu masih tak terdengar apapun.
" Woiii ngapain didalam,cepetan keluar " Teriak Vero mulai deg degan.
Vero terus menggedor hingga suara ceklekan pintu terdengar.
Sreeetttt...
Pintu terbuka,tampilah seorang gadis dengan cd dan bra mendekati lelaki itu dengan wajah tertunduk.
" Aa astaga apa yang kau lakukan !" Pekik Vero mundur menutup matanya.
gadis itu mendongak melihat Vero yang terlihat ketakutan dengannya.
Vero mengintip sedikit disela jari dan kembali melotot melihat gadis itu masih diam disana.
" Kemana baju mu,astaga kau pornografi " kata Vero berbalik badan memunggungi sang gadis.
Vero berjalan cepat saat maniknya melihat handuk yang disediakan pihak hotel.
" Ini pakailah " Kata Vero memberi sambil memejamkan mata.
Gadis itu mendongak melihat pria yang menolongnya.
Dengan pelan gadis itu mengambil lalu menutup tubuhnya.
" Sudah kau pakai ?" tanya Vero.
Gadis itu mengangguk pelan tanpa suara,Vero mengintip sedikit dan menghela nafas lega.
" Uhh kau membuat jantung ku berdebar " Kata Vero jujur.
Gadis itu terus menunduk melihat lantai dengan rambut panjangnya menjuntai kebawah.
Gadis itu mendongak melihat Vero lalu menunduk lagi.
Vero duduk diranjang meminum air putih.
" Kau haus ?" Tanya Vero melihat gadis itu meliriknya.
Gadis itu menggeleng pelan.
" Bisa kau jawab pertanyaan ku dengan mengeluarkan suara,aku seperti berbicara dengan orang bisu " Kata Vero malas.
Gadis itu tak menjawab.
Vero menarik nafas berusaha sabar,lelaki itu menarik tangan sang gadis duduk disofa.
Vero pun duduk disana sambil melihat penampilan gadis asing itu.
" Are you okay ?" Tanya Vero pelan.
Gadis itu tersentak dengan pertanyaan yang Vero ajukan.
" Kenapa terkejut ?" Tanya Vero ikut kaget.
" Darimana kau berasal ? maksud ku dimana rumah mu ?" Tanya Vero belibet.
" Maaf aku membawa mu ke hotel,aku menginap disini beberapa malam bersama orang tua ku " Kata Vero lagi.
Gadis itu berdiri dengan gerak tubuh panik.
" Kenapa ?" Tanya Vero menahan bahu gadis itu.
__ADS_1
" Aakhhh " Pekik gadis itu kesakitan.
Vero langsung melepaskannya dengan cepat.
gadis itu menunduk dengan air mata mulai turun.
Vero terlihat bingung dan penasaran siapa gadis asing itu,tapi Vero tak bisa memaksa karna gadis itu terlihat sangat trauma dan kesakitan.
" Baiklah,aku tidak akan bertanya,sekarang kau tidurlah disini aku akan pindah kamar,jangan takut kepada ku aku bukan orang jahat " Kata Vero serius.
Lelaki itu pun bangun berjalan keluar.
Tep...
Tangan Vero ditahan saat lelaki itu akan membuka pintu kamar.
Vero menoleh mengernyit,gadis itu mendongak menatap Vero dengan mata berkaca kaca.
" Astaga wajah mu kenapa ?" Tanya Vero syok melihat wajah gadis itu penuh luka dan kemerahan.
" Hiks hiks " Gadis malang itu làngsung menangis memeluk Vero.
Deg...
Vero tersentak kaget bingung harus memberi respon apa.
" Hiks hiks tolong aku " Ucap gadis itu terisak dalam.
" Kau kenapa ?" Tanya Vero gugup.
Gadis itu terus menangis,Vero mengunci pintu kamar dan mendekati ranjang.
" Sepertinya kau mengalami banyak hal sulit " Tebak Vero.
Gadis itu mengangguk lemah dengan isakan tak henti.
" Oke no problem,sekarang kamu aman istirahat lah disini " Kata Vero menghela nafas.
" Jangan pergi " Ucap gadis itu dengan wajah memohon.
" Aku tidak bisa jika kau berpakain seperti ini,aku takut tangan ku merayap " Kata Vero terkekeh.
Gadis itu langsung mundur sedikit ngeri dengan ucapan mesum Vero.
" Haha tenang saja,sekarang masih santai,gantilah baju mu " Kata Vero bangun.
" Aku tidak punya " Kata gadis itu pelan.
" Baiklah,kau tunggu disini aku akan mencarikan baju untuk mu " Kata Vero tersenyum.
Gadis itu mengangguk patuh,Vero berjalan keluar menuju kamar ibunya..
Gadis itu menatap Vero dengan tatapan yang sulit dimengerti.
Gadis itu pun memutuskan untuk mandi karna selama didalam kamar mandi tadi dia hanya merenungkan nasib.
Dikamar sebelah Vero mencari daster sang Mama yang pasti dibawa oleh perempuan itu.
Vero tidak tau bahwa orang tuanya sakit kepala mencari dirinya.
" Huh Mama bener2 dah ngapain bawa lingeri mau bulan madu apa,ngak sadar tua !" Cibir Vero melihat lingeri seksi di koper ibunya.
Pria itu melempar asal lingeri mahal Cila diranjang dan mengambil Daster legend Cila yang berulang kali keluar masuk mesin cuci.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.