Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Waktu


__ADS_3

Hani dan pria itu duduk dibangku.


Sejenak helaan nafas lega terdengar dari mulut gadis tersbut.


Ia sedikit trauma dengan kejadian barusan karna selama tinggal dikota Hani baik2 saja.


" Are you okey ?" Tanya pria disampingnya menepuk pelan tangan Hani.


" Iya aku baik Kak " Jawab Hani menoleh.


" Kenapa ambil ditempat yg gelap ?" tanya Pria tersebut.


" Aku takut ada yg mengenali Kakak nanti " Jawab Hani.


Pria itu tersentak dan mengusap lembut kepala gadisnya.


" Seperhatian itu kamu sama aku ?" Tanya Daniel.


" Hm,Kakak sudah menikah dan aku harus menjaga ini " Jawab Hani lesu.


" Maafin aku Han " Balas Daniel sedih.


" Gak papa,oh iya kapan Kakak balik ?" tanya Hani mengalihkan.


" Sore tadi,makanya langsung hubungin kamu " Jawab Daniel.


" Istri gak ikut ?" tanya Hani lagi.


" Gak,dia mulai sibuk lagi sama kerjaannya " Jawab Daniel.


" Sebagai apa ?" tanya Hani.


" Dokter bedah " jawab Daniel jujur.


Hani diam,mendengar jabatan istri pria itu sudah membuat mental Hani down.


" Gimana kerjaan kamu ? jadi dipindahnya ?" tanya Daniel mengalihkan.


" Iya,aku pulang kampung " Jawab Hani lesu.


" Hah maksud kamu kota itu lagi ?" tanya Daniel kaget.


" Iya,mana lokasinya dekat rumah lagi,duh bingung " Jawab Hani mengkrucut.


Daniel diam,sedikit banyak ia sudah tau cerita hidup Hani yg sangatlah miris.


" Aku harus gimana Kak ?" Tanya Hani bingung.


" ya udah gak papa " jawab Daniel tenang.


" Nanti kalo ketemu gimana ?" tanya Hani mengkruvut.


" Gak gimana gimana,temuin aja " Jawab Daniel.


Hani mengkrucut,jawaban Vero tak membuat dirinya puas.


Gadis itu diam tak bicara,Daniel ikut diam dan melirik gadis yg sedang galau tersebut.


Dengan lembut lengan Daniel mulai merangkul bahu Hani.


Hani diam tak mengubris.


" Nanti kalo Vero minta nomor hape kamu,bilang aja udah ada yg punya " Bisik Daniel menggoda.


" Mana ada yg punya " Balas Hani.

__ADS_1


" Gak anggep aku ada ?" tanya Daniel terkekeh.


" Mana bisa gitu Kak,kan Kakak dah punya istri,masa iya aku jadi selingkuhan " Jwab Hani kesal.


" Kakak gak suka kamu bilang gitu,kamu bukan slingkuhan " kata Daniel tegas.


" Kan faktanya gitu,kalo istri Kakak tau pasti bakal sakit hati banget " kata Hani menoleh.


Daniel menghela nafas panjang,ia tau jalan yg mereka tempuh tidaklah baik untuk keduanya.


Tapi lelaki itu tak mau Hani dicap sebagai orang buruk,ia ingin gadis itu mendapat tempat yg istimewa karna Daniel tau Hani gadis yg sangat luar biasa.


" Ya udah gak usah bahas itu lagi,ayo makan Kakak bawa oleh2 buat kamu " Ajak Daniel mengalihkan.


" Kakak bawa apa ?" tanya Hani.


" Bawa makanan khas kampung Kakak sama baju baru buat kamu,nanti dipake ya " Jawab Daniel lembut.


Hani mengintip sedikit dan senyum manisnya langsung mengembang.


Ia hanyalah gadis biasa yg akan luluh jika diberi sedikit hadiah.


Daniel diam memperhatikan,wajah imut gadis itu sangat menggemaskan.


" Kamu mulai item " goda Daniel melihat wajah belang Hani.


" Iya dijemur mulu tiap hari " Jawab Hani tanpa menoleh.


" Ya udah nanti kita beli alat make up biar kamu gak buluk " balas Daniel tertawa.


Hani mengangguk setuju,keduanya pun makan dengan tenang.


Hani sangat bahagia dengan kedatangan lelaki itu,hanya Daniel yg ia punya.


Pria itu pun tak menyianyiakan waktu,meski hanya 2 hari menyelesaikan pekerjaan tapi Daniel menyempatkan waktunya untuk bertemu sang pujaan.


Kebesokan paginya,Hani harus pergi.


Daniel mengantarnya sampai didepan saja sama seperti dulu,meski keduanya harus berpisah tapi Daniel tau Hani gadis yg kuat dan sehat.


" Baik2 anak manis,jika kita berjodoh Tuhan akan mempermudahkannya " Gumam Daniel lirih.


Pria itu menjauh dari lokasi dan menuju tempatnya sendiri.


Rombongan Hani melakukan apel pagi sebelum pelepasann.


Kemarin sempat tertunda lantaran banyak anggota yg belum siap bahkan ada yg mengundurkan diri sebelum berperang..


Gadis itu berdiri tegak dengan wajah tenang.


Ntah apa yg dipikirkan Hani,hanya Tuhan dan dirinya yg tau.


Menuju sore,mereka tiba di ibu kota.


Sama seperti sebelumnya,tak ada waktu untuk main2.


Gadis itu dididik dengan keras oleh komandan yg mendampingi anak baru.


Hani sampai detik ini belum punya teman,beberapa gadis memilih tak dekat dengannya ntah dengan alasan apa Hani pun tak tau.


Tiba jam istirahat,gadis itu berbaring disebuah tempat yg sudah disediakan.


" Kau akan tidur disini ?" tanya seorang gadis berambut pendek sama dengan Hani.


" Iya " Jawab Hani mengangguk.

__ADS_1


" Aku sudah mengecop tempat ini sebelumnya,jadi kau bisa cari tempat lain " Ucap gadis itu datar.


Hani diam mengernyit,padahal kasur itu tak dimiliki siapapun karna tak ada tanda2 adanya kepemilikan.


" Jadi aku harus tidur dimana ?" tanya Hani polos.


" Kau bisa tidur diujung sana " Jawab si gadis menujuk pojokan.


Hani diam sejenak dan mengangguk pelan.


" Ya udah ambil saja tempat ini " kata Hani mengalah.


Gadis sombong itu mengangguk dan meñaruh tasnya dengan cepat.


Hani berjalan ke pojokan dengan wajah datar,gadis itu duduk sejenak menarik nafas.


" Sampai kapan pun mungkin aku tak akan punya teman perempuan " Gumam Hani terkekeh.


Gadis itu tak tau apa yg kurang darinya,sejak sekolah Hani selalu dibuli dan tak ditemani orang.


" Gak papa Han,kamu harus kuat " Ucap Hani membentengi dirinya.


Gadis itu mulai berkemas karna malam nanti akan berkumpul lagi.


Waktu terus berlalu,keseharian Hani banyak dihabiskan untuk kerja,belajar dan kerja lagi.


Tanggung jawab yg tak pernah ia emban kini harus ia tanggung dengan sekuat hati.


Tàk boleh ada kesalahan jika dirinya tak mau dihukum oleh senior.


Tak terasa sudah 3 tahun berlalu,selama itu juga ia tak tau kabar Daniel.


Hanya Reka saja teman onlinenya,dan Reka pun sangat bahagia saat tau Hani ditugaskan dikota sendiri.


Seperti saat ini,keduanya bertemu dan duduk ditepi pantai.


Reka tak lepas menatap sahabatnya yg sudah lama tak jumpa apalagi Hani sekarang terlihat lebih tegas dan kuat.


" Han,waktu merubah segalanya " Ucap Reka nanar.


" Iya Rek,seru juga hidup gini " Jawab Hani terkekeh.


Gadis itu menyeruput es kelapa sambil menikmati air pantai yg bergoyang2.


" Keuangan kamu aman gak ?" Tanya Reka hati2.


" Aman,aku udah bisa jajan dan gak pusing soal makan " Jawab Hani.


" Apa kamu sering berkomunikasi dengan pria itu ?" Tanya Reka.


" Maksud mu Daniel ?" tanya Hani.


" Ya,aku rasa sekarang dia mungkin sudah punya putri " Jawab Reka pelan.


Hani terkekeh geli mendengar ucapan sahabatnya.


" Iya,dia akan punya putri jika dia sudah melupakan aku " jawab Hani sambil melihat seorang gadis sedang bermain pasir didepan air.


Reka menghela nafas,ntah mengapa ia merasa Hani masih punya beban dipundak walau terlihat baik2 saja..


" Kau lihat anak itu,dia bermain ditepi pantai tanpa takut ombak akan menyeretnya masuk kedalam air " Ucap Hani menunjuk gadis dengan kuncir 2 tersebut.


Reka ikut melihat dengan wajah nanarnya,ia tak maksud ucapan sang sahabat.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coemnt ya.


__ADS_2