Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kabar


__ADS_3

Cila baru saja mendapat kabar dari suami nya bahwa orang tua Rehan sudah meninggal.


Tak dipungkiri perempuan itu pun ikut menangis sedih,masih jelas diingatan Cila bagaimana perempuan tua itu mendampingi sang suami saat mereka menikah dulu,serta tak malu meminta maaf atas keterlambatan mereka saat ijab akan dilaksanakan.


" Udah Neng jangan nangis lagi,kasihan Vero " Kata Siti iba melihat Cila.


" Ibu Rehan itu orang baik Bi,Mas David sangat menyayanginya " Kata Nisa tersedu sedu.


" Iya,tapi kita tak bisa merubah takdir,mungkin sudah waktunya Ibu itu pulang ke pangkuan ilahi " Kata Siti paham.


Laura hanya diam saja melihat Cila menangis,bocah kecil itu masih setia dengan raket nyamuk nya untuk menghalau nyamuk mendekati Vero.


Pretet prretet...


Bunyi raket nyamuk Laura berbunyi ketika bocah itu mengibaskannya di depan Vero yang berbaring.


Bahkan bayi kecil itu ikut kaget mendengar bunyi nyamuk terpanggang disana.


" Hehe kaget ya Dek,maaf ya Nyamuknya bandel sih udah kakak bilangin jangan deket2 " Kata Laura cengengesan.


Vero terlihat tertawa melihat gadis itu sangat lincah melindunginya dari serangan nyamuk.


" Awas Ra ntar kena Vero " Kata Cila ngeri.


" Hehe tenang Te,aku udah plo " Kata Laura cengengesan.


Cila dan Siti tersenyum geli,Luara sungguh bisa diandalkan.


Jika ada gadis itu dirumah mereka,dipastikan nyamuk2 tak berani mendekat karna raket nyamuknya selalu disamping gadis kecil itu.


" David bilang kapan mau pulang ?" Tanya Siti sambil membuat ramuan untuk Cila.


" 2 hari sih,tapi kalo kejadiannya gini mungkin lebih lama " Kata Cila menghela nafas.


" Emang David ngak kerja ?" Tanya Siti heran.


" Sekarang udah resign dari kantor Kak Reno,Mas David lagi cari tempat buat buka usaha sendiri " Kata Cila tersenyum.


" Oh bagus lah,emang mau kerja apa ?" tanya Siti kepo.


" Usaha mabel,kebetulan aku kenal pt yang memproduksi barang2 gitu jadi ntar gampang ngelobi nya,Bang Rendi juga bantu "Kata Cila tersenyum.


" Rendi siapa ?" Tanya Siti tak tau.


" Suami nya Clara saudara tiri aku " Kata Cila jujur.


" Oh,Papa nya Zaiva ?" Tanya Siti tringat.


" Iya,Papa nya bocah sengklek " Kata Cila tertawa.


" Hiks huaaaaa " Anak Cila tiba2 menangis.


Dengan cepat perempuan itu menggendong anaknya.


" Uluh2 dah cape ya main sama Kak Laura ?" Tanya Cila tersenyum.


Bocah itu mengusel wajahnya ke dada Cila seolah memberi kode,perutnya lapar.


" Ouuu pintel nya anak Mama mau mimik " Kata Cila paham dan membuka bajunya.


" Uuhh aulat " Kata Laura menutup mata melihat dada Cila menyembul keluar.

__ADS_1


" Hahaha,kamu juga punya Laura " Kata Cila tertawa.


" Tapi ngak gede kayak Tante " Kata Laura melihat dadanya sendiri.


" Ya ntar juga punya kamu gede sendiri " Kata Cila terkekeh geli.


" Haha oke ditunggu " Kata Laura memberikan jempolnya.


Cila pun fokus memberi asi kepada anak lelakinya.


Ditempat lain,David terlihat sibuk menerima tamu yang datang membaca yasin dirumah Rehan.


Acara pemakamam sudah selesai siang tadi,kini saat malam tiba mereka pun mengadakan pengajian selama tujuh hari berturut turut.


" Han " Panggil David kepada Rehan yang terlihat melamun.


" Hah iya " Kata Rehan kaget.


" Jangan melamun " Tegur David.


" Iya,gue ngantuk " kata Rehan mengelak.


David menghela nafas lelah,Rehan masih terpuruk dan memang tak mudah mengikhlaskan begitu saja kepergian orang tua dalam hidup selama ini.


Rehan bangun dan menepuk pundak David seraya tersenyum hangat.


" Makasih ya Vid,lo udah bersedia selalu di berada samping gue " Kata Rehan terharu.


" Iyaa,saat gue terpuruk juga lo selalu disamping gue,semangantin gue " Balas David merangkul pria itu.


" Lo boleh pulang kok besok,kasihan Cila dan anak lo mereka pasti butuh lo buat jagain " Kata Rehan tersenyum.


" Tapi lo gimana ?" Tanya David.


" Beneran lo ?" Tanya David bimbang.


" Iya,gue ngak tega lah biarin Cila sendirian jagain anak kalian " Kata Rehan mengiba.


" Iya,makasih lo udah mikirin anak bini gue " Kata David terharu.


" Iya,maaf ya gue repotin lo " Kata Rehan cengengesan.


" Hehe biasa aja lagi " Kata David menampar gemas lengan pria itu.


Mereka pun tertawa bersama.


Mood Rehan mulai lumayan baik,David selalu mendukungnya.


" Ntar kalo usaha gue udah jalan,gue bakal hubungin lo " Janji David.


" Iyaa " Kata Rehan tertawa.


Ditempat lain,Cila termenung dirinya merasa ada yang kurang.


Siti dan Laura sudah tertidur begitupun Vero yang lebih dulu tidur setelah kenyang.


" Huuuffftt " Cila kembali menghela nafas dan melihat putranya tertidur dengan nyaman.


Laura terlihat memeluk lembut Vero,mereka layaknya Kakak beradik yang saling menyayangi.


Siti tidur di kasur lantai,sedangkan Cila,Vero dan Laura tidur diranjang.

__ADS_1


Kini Vero tak mau lagi tidur di box,karna bayi itu merasa tak leluasa bergerak.


" Hiks hiks...." Rengek Vero mulai terdengar.


Laura yang tidur pun ntah sadar atau tidak,reflek menepuk pelan bokong anak itu.


Cila tersenyum menghangat melihat Laura yang sangat siaga melebihi dirinya.


Cila merasa beruntung bertemu dengan Siti dan Laura dulu,perempuan itu tak menyangka Laura dan Siti sangatlah baik dan tak sungkan untuk tolong menolong.


Meski awalnya ragu,tapi kini Cila yakin dirinya membuat suatu kebenaran,setelah tak sengaja menolong ibu dan anak itu.


Beberapa bulan lagi Laura akan sekolah,dan Cila sangat antusias menyambutnya apalagi melihat semangat Laura yang terus belajar meski dengan alat seadanya.


" Cup cup,tidur lah " Kata Cila menepuk pelan bokong Laura yang memeluk anaknya.


" Mas,kapan pulang aku kangen " Rengek Cila sedih.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam,tadi sempat bertelponan dengan David tapi rasa rindu tetap saja menyerang perempuan itu.


Cila tak biasa di tinggal David,apalagi kini mereka punya buah hati yang harus dilindungi.


" Semoga kamu baik2 aja ya Mas,cepat kembali aku dan Vero membutuhkan kamu " Gumam Cila pelan.


Perempuan itu pun mulai berbaring menatap putra nya yang tidur dengan nyaman.


" Selamat malam jagoan Mama " Kata Cila lembut.


Perempuan itu pun berusaha untuk tidur meski maniknya tak mengantuk.


Kebesokan paginya,Cila mendapat kabar dari Nisa bahwa Bara akan pergi kuliah keluar negeri.


Perempuan itu sangat syok,Cila tak menyangka Bara akan menuntut ilmu sejauh itu.


" Jadi Bara beneran mau pergi Kak ?" Tanya Cila khawatir.


" Iya,doain ya semoga dia selamat " Kata Nisa diseberang.


" Clara datang kesana ngak ?" Tanya Cila hati2.


" Ngak,Romeo lagi sakit,Rendi juga diluar kota jadi ngak bisa datang " Kata Nisa terdengar sedih.


" Yaahh,Mas David juga keluar kota Kak,hari ini rencananya mau pulang " kata Cila lesu.


" Ngak papa,santai aja kamu dirumah aja nungguin suami mu pulang " Kata Nisa mengerti.


" Salam buat Bara ya Kak,maaf aku dan Vero ngak bisa nganter " Kata Cila merasa bersalah.


" Oke,kalo gitu Kakak matiin dulu ya teleponnya,Bara minta sesuatu nih " kata Nisa cepat.


" Iya Kak,Assalamualaikum " Kata Cila ramah.


" Waalaikum salam "


Tut.


Panggilan pun terputus,Cila kembali menghela nafas.


" Pasti Kak Nisa sedih banget " Gumam Cila paham akan sosok Kakak nya itu.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya biar author semangat Up..


__ADS_2