
Pertanyaan demi pertanyaan penyidik ajukan kepada Vero.
Sebagian bisa ia jawab dengan sempurna dan sebagian lagi Vero merasa sangat down.
Lelaki itu keluar ruangan dan dikagetkan dengan kehadiran seorang pria.
" Reka " Ucap Vero mengenali lelaki itu.
Yap...
Pria tersebut adalah Reka,sahabat Hani yg ia ketahui selama ini.
Reka diam melihat Vero apalagi lelaki itu salfok dengan baju yg Vero pakai.
Penyidik melihat Reka dan menghela nafas panjang.
Sejak Vero masuk penjara,setiap hari ada saja orang mendatangi mereka membuat para sipir terheran2.
" 10 menit " Ucap penjaga kepada Vero.
Vero mengangguk kecil.
Penyidik pun meninggalkan 2 lelaki itu untuk bicara.
" Hay " sapa Reka canggung.
" Gue bukan gadis,gak usah hay2an " Cibir Vero.
" Hehe iya " Balas Reka menggaruk kepala malu.
" Oh iya Pak,ini saya bawakan sesuatu " Kata Reka memberikan kresek yg ia bawa.
" Apa ini ?" tanya Vero mengernyit.
" Hm ini makanan ringan Pak,oleh2 dari luar kota " Jawab Reka malu.
Vero menatap lelaki itu dengan wajah aneh,sedikit menggelitik dengan jawaban polos Reka.
" Terima kasih "Balas Vero mengambil kresek.
Reka tersenyum mengembang dan duduk dibangku depan.
" Untuk apa kau kesini ?" tanya Vero dengan wajah seriusnya.
" Sebelumnya saya turut prihatin dengan kabar Bapak,makanya saya datang kesini " Jawab Reka kembali serius.
" Saya sangat berterima kasih karna Bapak sudah menolong Hani " Kata Reka menghela nafas.
" Seharusnya kamu selalu berada disamping dia !" Hujat Vero kesal.
" Ya,tapi karna perintah Bapak juga saya pergi " Balas Reka mengkrucut.
" Huh sudahlah " kata Vero tak mau membahas.
" Saya setelah ini mau ketemu Hani,saya dengar dia masuk rumah sakit " Kata Reka tenang.
" Dia masih trauma " Balas Vero pelan.
Reka tersenyum kecil,pria itu bisa menebak masih ada rasa kasih didalam hati Bosnya.
" Ya sudah sana pergi " Usir Vero bangkit.
" Pak " panggil Reka berdiri.
Vero diam melihat lelaki itu lagi.
" Saya akan bantu Bapak keluar dari sini,mungkin kesaksian Hani bisa membantu bapak " Kata Reka serius.
" Rawat saja gadis itu " Balas Vero tenang.
Reka diam,Vero pun langsung berjalan kedepan membawa keresek yg Reka berikan.
" Huhh kasihan sekali Vero,meski dia menjengkelkan tapi hatinya masih baik " Gumam Reka pelan.
__ADS_1
Sejak dirinya SMA dulu,pria itu sudah mengenali watak Vero yg sedikit keras dan gengsian,tapi lelaki itu tau bahwa Bosnya saat ini pria yg bertanggung jawab bahkan rela berkorban.
Reka pulang setelah mengucapkan terima kasih kepada Sipir yg membolehkannya bertemu dengan napi kaya tersebut.
Dirumah sakit,beberapa polisi menatap Hani dengan wajah yg tak bisa diprediksi.
Gadis itu dimintai keterangan dengan apa yg telah terjadi kepadanya dan isu berat yg sedang ia jumpa.
" Beneran Pak,ini bukan saya " Kata Hani terus mengelak foto.
" Kalo bukan kamu,terus siapa ? Dia mirip banget sama kamu " Kata salah satu aparat gemas.
Hani menggeleng,ia benar tidak tau siapa dibalik foto yg mirip dengannya tersebut.
" Han,jujur aja daripada kamu dikeluarin nanti dari kepolisian " Kata salah satu teman Hani memelas.
" Bang,sumpah ini bukan aku " kata Hani tegas.
" Dikantor sudah rame,karna kamu beberapa polwan kita dihujat saat berada dilapangan " Kata teman lain sedikit kesal.
Hani diam dengan helaan nafas panjang,ia terus dipaksa mengaku meski kenyataannya ia sudah menjelaskan secara detail.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,nampaklah seorang pria datang bersama seorang gadis dalam gendongan.
Semua orang menoleh dan langsung melihat gambar lagi.
" Ini pria itu " Ucap teman Hani memperhatikan.
Daniel mendekat dengan wajah anehnya.
" Pa " Ucap Zini mengeratkan tangannya dileher Daniel.
Hani membaringkan tubuhnya kebrangkar merasa lelah.
Kedatangan Daniel saat ini tidaklah pas,karna akan mengiring opini lagi.
" Ada apa ini ?" tanya Daniel dengan nada tegasnya.
" Kalian menuduh Hani yg tidak2 ?" tanya Daniel terlihat emosi.
" Papa " Panggil Zini mulai takut.
" Kamu sama Tante dulu ya Nak " Pinta Daniel lembut seraya menunjuk Hani.
Gadis kecil itu mengangguk pelan dan diturunkan oleh Daniel diranjang..
" Bisa bicara diluar Dok ?"
" Iya " Jawab Daniel tegas.
Para aparat itu keluar meninggalkan Hani dan Zini.
" Hallo " Sapa Hani mencoba menghibur gadis tersebut.
Zini melihat Hani dengan wajah menyelisik.
" Kenapa ?" tanya Hani mengernyit.
Zini menurunkan kakinya untuk turun.
" Eh eh mau kemana ?" Tanya Hani kaget.
Zini mengibas tangannya membuat Hani begitu terkejut.
" Jangan turun nanti jatuh " kata Hani mencoba menahan.
Gadis itu diam dan menatap Hani lagi.
Ada rasa ketidaknyamanan disana dan Hani bisa merasakannya dari tatapan manik tajam gadis kecil tersebut.
" Ya udah,kalo mau turun gak papa,tapi kalo jatuh Tante gak tanggung jawab ya " Kata Hani tenang.
__ADS_1
Zini melihat kebawah dan deg...
Jantung gadis itu berdetak,jika jatuh pasti sangatlah sakit pikirnya.
Hani mengulum senyum,wajah panik gadis itu sangat mirip dengan Daniel meski lelaki itu menyembunyikannya habis2an.
" Udah disini aja,udah makan belum ?" tanya Hani kembali melakukan pendekatan.
Zini mengangguk pelan.
" Siapa yg kasih ?" tanya Hani tertarik mengobrol.
" Papa " Jawab Zini polos.
" Ohhh gitu " Balas Hani tersenyum.
Gadis itu lalu mengambil rotinya dan menyerahkan kepada Zini.
" Buat kamu " Kata Hani lembut.
Zini melihat Hani dengan mata tajam lagi merasa begitu waspada.
" Dia mirip sekali seperti ibunya " Batin Hani menatap Zini dalam.
Jika dilihat sekilas,wajah Zini begitu berpadu dengan wajah Nial dan Daniel dibeberapa waktu.
Tak lama Daniel masuk lagi,pria itu terlihat kesal dengan wajah memerah.
" Papa " Panggil Zini meminta gendong.
Daniel mendekat dan menatap Hani dalam.
" Mereka nuduhin kamu juga ya ?" tanya Hani bisa menebak.
" Maaf " Ucap Daniel menunduk.
" Aku gak tau siapa yg udah fitnah kita,tapi semoga ini cepat terungkap " Balas Hani tenang.
" Iya " Jawab Daniel.
" Oh iya,apa kamu sudah tau Vero dipenjara ?" Tanya Daniel hati2.
Jdeerrr.....
Hani terbelalak seketika.
" Dia dipenjara karna membela mu " Kata Daniel menghela nafas.
" Vero dipenjara ?" Tanya Hani tak percaya.
" Hm,aku dengar minggu depan sidang pemutusannya,saat ini para polisi sedang mencari bukti kuat " Jawab Daniel.
Hani langsung melemah,Zini yg melihat wajah aneh Hani merasa bingung sendiri.
" Kamu mau kan jadi saksi nanti ?" Tanya Daniel hati2.
Hani diam tak menjawab.
" Han " Panggil Daniel menegur.
Hening,Hani masih diam.
" Hani " tegur Daniel menyentuh.
" eh em iya " Jawab Hani tersadar.
" Vero mungkin butuh kamu dan kalian saling membutuhkan " Kata Daniel menggigit bibir bawahnya.
Hani mendongak mendengar ucapan lelaki itu.
" Heheh bukan apa2,aku merasa bersalah sama dia " Lanjut Daniel terkekeh.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.