Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Drg degan


__ADS_3

Cila mendengar semua cerita anaknya yg memilukan,wanita itu tak menyangka sang mantan menantu tega melakukan kejahatan mental untuk putra tersayangnya.


David yg juga mendengar merasa begitu geram apalagi Yuna mengklaim bahwa Vero bukan lah Ayah kandung Sofia padahal David tau Vero begitu menyayangi gadis kecil tersebut.


" Ya sudah kalo dia maunya begitu,kita laporkan saja ke polisi " Ucap Cila kesal.


" Kalo Yuna dilaporkan bagaimana nasib Sofia Ma ?" Tanya Vero lesu.


" Kita bawa anak itu pulang,bila perlu renggut paksa " Jawab Cila.


" Gak bisa Ma " Celetuk David tiba2.


" Kenapa ?" tanya cila menoleh.


" Yuna bisa melapor balik kita " jawab David.


Vero mengangguk setuju,lelaki itu tau Yuna bukanlah wanita sembarangan.


" Jadi apa yg harus kita lakukan ?" tanya Cila.


David diam sejenak mencoba berpikir.


" Tes Dna " Ucap David lirih.


" Hah ?" Ulang Cila kaget.


" Ya Tes Dna Ma,kita harus tau kebenarannya sendiri " Jawab David.


Cila melihat Vero,wanita itu menatap anaknya penuh selidik.


" Vero kamu selama menikah,sering gaulin Yuna gak ?" tanya Cila asal ceplos.


" Hah !" pekik Vero kaget.


" Jawab aja biar jelas " kata Cila merasa sedikit tak enak.


David diam saja meski juga merasa tak enak dengan pertanyaan sang istri.


" ya em sering lah Ma " Jawab Vero merasa malu.


" Kamu yakin Sofia anak kamu ?" tanya Cila lagi.


Glek....


Vero menelan ludah kasar,lelaki itu kembali menerawang masa lalunya.


Dengan anggukan kecil lelaki itu yakin.


" Sebelum menikah apa pernah juga ?" tanya Cila lagi.


" Ma " Tegur David.


Vero kembali menelan ludah kasar,Cila penuh intimidasi.


Lelaki itu terlihat takut menjawab lantaran jika ia jujur maka siap2 akan mendapat hantaman panas bumi terrsebut.


" Vero " Panggil Cila lagi.


" iya Ma " jawab Vero menunduk.


" Ck pletakkkkjj..." Satu tabokan mendarat dikepala lelaki tampan tersebut.


Vero mengkrucut dan mengusap kepalanya yg terasa sakit.


" Makanya gak usah main2 kamu sama perempuan !" kata Cila marah.


David menggeleng pelan,lelaki itu sudah menduga bahwa Vero tidaklah sepolos yg Cila pikirkan.


" Sekarang udah gini siapa yg mau tanggung jawab hah " bentak Cila geram.

__ADS_1


" Aku yakin Sofia anak aku Ma " kata Vero kekeh.


" Ck,Yuna aja bilang bukan anak kamu,dia pasti tau lah siapa terakhir main sama dia " kata Cila gemas.


Vero kembali diam dan mengepalkan tangan.


Lelaki itu merasa kesal sendiri dengan Yuna yg telah membohonginya habis2an.


" Kamu tau sekarang Yuna tinggal dimana ?" tanya Cila kembali serius.


" Gak tau Ma,tapi akan aku cari tau hari ini " jawab Vero.


Cila mengangguk kecil,wanita itu bangun dari duduknya dan kembali berjalan menuju dapur.


Kini tinggallah Vero dan David yg masih dengan isi kepala masing2.


" Maafin Vero Pa " Ucap Vero menunduk.


" Untuk apa ?" tanya David mengernyit.


" Vero gak bisa jadi seperti Papa " Jawab Vero sedih.


David diam melihat wajah anaknya.


" Vero pikir dengan menikah bisa menjadikan Vero bertanggung jawab seperti Papa,tapi Vero gagal " Ucap Vero dari lubuk hatinya.


" Gak papa Nak,ini pelajaran buat kamu biar gak salah dalam memilih kedepannya " Kata David tenang.


" Vero ingin mendapatkan wanita seperti Mama,Papa begitu beruntung " Kata Vero tersenyum usang.


" Dulu Papa pernah seperti kamu Vero,buang berlian tapi bedanya berlian itu Papa pungut lagi " Kata David terkekeh.


" Hah maksudnya ?" tanya Vero bingung.


David terdiam menerawang masa lalunya yg penuh lika liku bersama sang istri,dimana dulu David pernah ingin meninggalkan Cila karna perasaannya yg tak menuntu.


" Papa bahagia sekarang udah gitu aja " Kata David tak mau membahas kebodohannya.


" Ya,kalo gak sama Mama kamu,Papa gak tau sekarang bakal jadi apa,dan kamu pastinya gak akan ada disini " Jwab David terkekeh.


Vero mencebiik,lelaki itu terlihat geli mendengar penuturan David.


" Ya sudah,kamu pulang sana " Kata David bangkit.


" Aku mau dirumah ini aja Pa,sepi dirumah gak ada Sofia " Kata Vero merebahkan diri.


" Ya udah terserah " Kata David berlalu.


Vero menghela nafas panjang,masalah yg ia hadapi cukup membuatnya sakit kepala.


Vero berjalan kedapur dan meminta makan untuk mengisi tenaga.


Siang harinya,disebuah tempat seorang gadis dihadang oleh seorang wanita cantik.


Gadis itu diam memperhatikan wanita tersebut.


" Kau bernama Hani ?" tanya si wanita tenang.


" Iya " Jawab Hani.


" Bisa bicara sebentar diujung kafe sana ?" tanya Wanita itu lagi.


Hani kembali diam.


" Saya istri Daniel " ucap si wanita.


Deg....


Hani tersentak mendengar nama lelaki yg akhir2 ini kembali menghubungi dirinya.

__ADS_1


" Aku akan menunggu mu disana " Ucap Nial lagi.


Wanita cantik itu berlalu keluar dari mini market.


" Itu istrinya Kak Daniel " Gumam Hani pelan.


Secara bersamaan,telepon wanita itu berdering.


Hani merogoh saku jaketnya dan melihat nama dilayar.


" Huh dia menelfon " Gumam Hani menghela nafas.


Mencoba tenang Hani pun mengangkat panggilan.


" Iya Kak " Sapa Hani.


" Kamu dimana ?" tanya Daniel.


" Aku di em luar " jawab Hani melihat sekeliling.


" Baiklah,kita bertemu ya aku merindukan mu " kata Daniel semangat.


Hani diam tak menjawab.


" Hani " Sapa Daniel lembut.


" Iya Kak em aku em akan menunggu dicafe X " kata Hani deg degan.


" Wah2 sudah bermain dicafe ?" Goda Daniel terkekeh.


" Hm ya aku mau makan siang " jawab Hani ambigu.


" Baiklah,Kakak kesana sekarang " Kata Daniel tertawa.


Hani mengangguk kecil,panggilan telpon pun terputus.


" Huhh sekarang apa yg harus aku lakukan ?" gumam Hani bingung.


Wanita itu tau mungkin ini akan menjadi gempar bahkan merenggut pekerjaannya mengingat Nial dan Daniel bukanlah orang biasa.


Hani merasa bersalah tapi ia juga merasa berat jika harus melepaskan lelaki baik yg sudah berbuat banyak untuknya.


Hani melihat ke sebrang jalan,disana Nial sudah menunggu seorang diri.


Wanita cantik itu menatap dari kejauhan dengan tatapan yg sulit dimengerti.


Hani mulai bimbang,sedikit ragu dihati gadis malang tersebut.


Disebuah toko bunga,seorang pria terlihat bersemangat memilih bunga2 yg indah dan harum.


Yap Daniel ingin memberi kejutan kepada gadis pujaan hatinya apalagi ia sudah bebas dalam perkara rumah tangga yg tak ia jalani dengan bahagia.


" Huh dia pasti menyukainya " Gumam Daniel terkekeh.


Dibantu oleh pemilik toko,pria itu berhasil mendapatkan rangkain bunga yg cantik sempurna.


Daniel langsung menuju lokasi,ia tau tempat itu karna tau Hani sering melewati jalan tersebut.


" Ahhh aku merasa ingin terbang,bahagia sekali hari ini " Ucap Daniel terkekeh.


Di lokasi,Hani dan Nial duduk berhadapan.


Keduanya saling diam dan melihat.


" Kau gadis yg cantik " Ucap Nial sambil menyeruput es kopinya.


" Terima kasih " Jawab Hani menunduk.


Nial tersenyum meski Hani tau dalam senyuman wanita itu menyimpan sesuatu yg mungkin akan membahayakan dirinya.

__ADS_1


❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2