Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Hasil Tes


__ADS_3

Disebuah rumah seorang pria terbangun dari tidurnya.


Pagi ini Vero harus terpaksa mendengar suara cempreng Cila yg marah2.


Wanita itu menggemparkan isi rumah sampai membuat David buru2 mandi sebelum disemprot juga..


" Cepetan bangun Veroooo " Teriak Cila dari luar


" Paaaa bangun kita mau kerumah sakittt " Teriak Sofia ikut membantu neneknya.


Cila melirik bocah itu aneh,padahal hari ini sedikit menegangkan bagi Cila karna tes Dna mereka keluar,tapi raut wajah Sofia begitu girang seolah mereka akan pergi ke taman hiburan.


" haissttt Mama kebiasaan deh " Ucap Vero mengacak rambut kesal.


Pria itu bangkit dari tempat tidurnya berjalan sempoyongan.


"Ceklek"


Pintu terbuka,nampaklah 2 wajah beda usia didepannya.


" ckckc lihat Papa Nek,jam segini baru bangun " Kata Sofia menggeleng pelan.


" Papa kamu ini malesnya kebangetan " Kata Cila bersedekap dada.


" Ma baru setengah 6 tauuu,masih pagi bangett " Kata Vero kesal.


" Ck jamnya mati itu,udah jam 8 " Kata Cila berlalu.


" Mati apanya itu berdetak " Kata Vero gemas.


Cila menghilang dibalik tabir,Sofia yg melihat aksi gokil neneknya tertawa cekikan.


" Seneng kamu ya Papa di zolomin Nenek " Kata Vero mengacak rambut putrinya.


" Hehehe Papa sama Nenek lucu banget " Kata Sofia tertawa.


" Haistt lucu apanya,tekanan batin iya " Balas Vero.


Pria itu masuk kedalam kamar lagi dan mendapat teriakan dari dapur.


" Iyaaaaaaaaaaaa " Teriak Vero balik.


Sofia kembali tertawa ngakak sambil berlari kearah Dapur.


Vero berjalan lesu menuju dapur menemui sang ratu kayangan.


" Makan " kata Cila sibuk membuat kopi.


" Pagi banget Pa udah mandi ?" Tanya Vero melihat rambut David basah.


" Pembersihan diri " Jawab David santai.


" Ck mentang2 semalam malam jum'at sok2 pembersihan " Cibir Vero.


" Kenapa dengan malam jum'at Pa ?" tanya Sofia polos.


" Hah ?" Tanya Vero kaget.


David langsung mengunci mulutnya yg tidak melihat ada anak dibawah umur disana.


" Cepat makan Sofia,habis itu mandi " Sahut Cila mengalihkan.


" Pa " Rengek Sofia meminta jawaban.


" Bukan apa2 sayang " balas Vero pelan.


" Kakek " Rengek Sofia melihat David.


" Aduhh dinginn " kata David pura2 menggigil dan pergi dari dapur.


Sofia mengkrucut,gadis kecil itu begitu penasaran dengan apa yg dimaksud Vero tadi.


Sseketika ruang makan itu menjadi sunyi.

__ADS_1


Menuju siang,Laura datang kerumah Cila karna mengetahui Vero berada disana.


" Udah diambil Ma ?" Tanya Laura kepada Cila.


" Vero udah jalan " Jawab Cila tenang.


" Terus gimana ?" tanya Laura lagi.


" Keputusan ada di Vero,Mama gak mau ikut campur " Jawab Cila.


" Yuna keterlaluan Ma,dia lepasin Sofia demi uang " Kata Laura kesal.


" Kita gak tau apa yg sedang dia hadapi Laura " Kata Cila tenang.


" Aku kesel aja Ma,gak nyangka gitu ada modelan ibu kayak Yuna " Kata Laura heran.


Cila diam,anak angkatnya memang sudah sangat sakit hati kepada mantan istri Vero tersebut.


Laura terus mencurahkan isi hatinya dan didengar Cila dengan seksama.


Dirumah sakit,Vero baru sampai.


Dari kejauhan pria itu melihat Yuna berdiri didepan rumah sakit bersama seorang pria.


" Itu Mama " Ucap Sofia heboh.


" Gak usah kemana mana !" Titah Vero tegas.


" Pa itu Mama " Kata Sofia menunjuk keluar.


" Diam ditempat mu !" Kata Vero tajam.


Sofia seketika terdiam mendengar suara keras lelaki tersebut.


Vero keluar dari mobil dengan perasaan tak menentu.


" Apa itu orangnya ?" tanya Lelaki disamping Yuna.


Ridho melihat Vero berjalan tegap kearah mereka,tampang lelaki itu sedikit berbeda hari ini.


" Mana Sofia ?" Tanya Yuna menegur.


Vero diam tak menjawab.


" Ayo ambil hasilnya " Kata Vero melangkah.


" Hasilnya sudah ada " Jawab Yuna mengeluarkan sesuatu ditasnya.


Vero diam hingga Yuna menyerahkan kertas tersebut.


Dengan hati deg degan,Vero membuka map dan..


" Sofia " Ucap Vero lirih.


Hancur sudah hati pria itu melihat keterangan disana bahwa Dna Vero dan Sofia berbeda yg artinya Vero bukan ayah kandung gadis tersebut.


Yuna yg melihat expresi Vero menelan ludah kasar.


Lelaki itu begitu terlihat sedang mengumpul amarahnya yg akan meledak2.


" Berani2nya Kauuuu !!" Ucap Vero mengepal tangannya hingga kertas tersebut berantakan.


Yuna mundur dan mendekati Ridho yg diam melihat kemarahan Vero.


" Dasar wanita bajngan !! " Ucap Vero geram.


Pria itu ingin menampar Yuna tapi terhalang oleh badan Ridho.


" Kau boleh marah,tapi bukan disini " Kata Ridho tenang.


Vero menahan diriny yg siap melebur.


" Kau pilih saja,uang atau anak mu ?" Tanya Vero tegas.

__ADS_1


Yuna diam,perlahan air mata wanita itu menetes melihat kekecewaan mantan suaminya.


" Cepattt !!!" Teriak Vero kencang.


Beberapa pengunjung rumah sakit melihat kearah mereka bertiga dengan wajah terkejut dan heran.


" Jika aku memilih Sofia,aku tak bisa merawatnya dengan baik " Kata Yuna pelan.


" Ya karna kau ibu yg buruk !!" Bentak Vero emosi.


" Ya kau benar Vero,aku begitu buruk untuk putri ku " Balas Yuna mencoba tegar.


" Jadi kau memilih uang ?" Tanya Vero lagi.


" Ya,penjarakan aku sesuai hukum dan jika sudah selesai tolong jangan ganggu hidup ku lagi " Pinta Yuna serius.


Vero kembali diam melihat nyalang gadis tersebut.


" Apa yg kau lakukan yuna !" Bentak Ridho kesal.


" Vero bisa menjaga Sofia dengan baik " Kata Yuna menahan tangis.


" Aku bisa menjaganya !" Kta Ridho tegas.


" Kau bisa tapi bagaimana dengan keluarga mu,apa mereka akan lapang dada menerima Sofia ?" tanya Yuna berkaca kaca.


Deg...


Ridho terdiam,memang sekarang keluarganya sedang kacau apalagi dengn masalah rumh tangga sang Abang yg ternyata masih berbelit.


Vero terus diam melihat Ridho nyalang.


" kau ayahnya Sofia ?" Tanya Vero tersenyum smirk.


" Iya Ver,ini ayahnya Sofia " Jawab Yuna jujur.


" Kalian sama2 pecundang !" Cibir Vero.


Ridho yg merasa tak terima mencoba memukul Vero tapi ditahan Yuna.


" Aku mohon jangan " kata Yuna memelas.


Vero kembali tersenyum sumbang dan melempar hasil Dna tersebut kewajah Ridho.


Dengan langkah tenang Vero mendekati mobilnya.


" Aku mohon jangan sakiti Vero,dia sudah terllau baik " kata Yuna memelas.


" Kau dilecehkan oleh lelaki sialan itu !" Kata Ridho geram.


Yuna diam tak mengubris,beberapa saat kemudiam mobil Vero lewat dan Yuna seketika melemas saat melihat bayangan anaknya disana sedang melihat kearahnya juga.


" Sofiaaa " Ucap Yuna mulai menangis.


Mobil Vero semakin jauh meninggalkan lokasi.


Ridho menarik nafas dengan mengacak rambut kesal.


" Apa yg harus kita lakukan ?" tanya Ridho kesal sendiri.


Yuna terus menangis memanggil nama putrinya.


" Uhh kau harus bersiap2 untuk dijemput aparat " Ucap Ridho menepuk bahu Yuna.


" Ya aku akan menerima hukuman dari Vero,dan uang yg Laura kasih tolong kamu pegang untuk masa depan Sofia " Pinta Yuna lirih.


Ridho diam melihat wanita itu begitu pasrah akan hidupnya.


" Aku yakin dengan Vero,Sofia akan baik2 saja " Batin Yuna ikhlas.


❤❤❤


Hay Guys jangN lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2