
Disebuah mobil seorang gadis terlihat meringkuk dengan jaket tipis yg membalur tubuhnya.
Suasana dingin terasa menusuk tulang,suara angin berdayuh seolah ingin membangunkan gadis malang tersebut.
" Emm " Gumam Rania bergerak pelan.
Gadis itu menarik kain yg menutupi sebagian tubuhnya walaupun masih terasa dingin.
Beberapa saat gadis itu kembali terlelap.
Tak sanggup dengan hawa yg sangat dingin,perlahan gadis itu membuka matanya dan mengernyit.
" Aku dimana ?" Gumam Rania bingung.
Gadis itu duduk dengan benar melihat sekeliling.
" Pantai ?" Gumam Rania makin bingung.
Hanya dirinya sendiri didalam mobil tersebut.
Suasana masih gelap remang2 karna memang masih sangat pagi untuk bangun.
Tanpa pikir panjang,Rania turun dari mobil yg hebatnya tidak terkunci sama sekali.
" Siapa yg membawa ku kesini ?" Gumam Rania heran.
Angin sangat kencang membuat jilbab Rania hampir copot.
Tak ada siapa2 di depan sana,view mereka langsung menghadap air pantai yg cukup jernih.
" Kau sudah bangun ?" Ucap seseorang dari arah belakang.
Rania tersentak dan berbalik badan.
" Astaga kamu " Ucap Rania syok akut.
Yap,lelaki dengan topi hitam serta kaos putih itu berdiri menjulang seraya menyesap sebatang rokok.
" Kenapa kau ada disini ?" tanya Rania bingung.
" Kau tidur seperti kayu bakar " jawab Reka melihat gadis itu dari bawah hingga atas.
Rania terdiam,otak kecilnya mulai berpikir apa yg sudah terjadi.
" Kenapa kau membawa ku kemari ?" tanya Rania ngeri.
Reka diam saja dan berjalan menjauh.
" Rekaaa !" panggil Rania kesal.
Reka tak menjawab,pria itu terus berjalan mendekati air laut yg cukup pasang.
Rania mengejar tanpa alas kaki,gadis itu tak mau ditinggal sendirian dipantai yg sepi.
Reka berjongkok dan bermain air yg membasahi kaki serta tangannya.
" Sana mandi " Ucap Reka tenang.
" Ga !" Jawab Rania ketus.
" Kau bau " Kata Reka menoleh.
Rania diam,Reka menatap lagi air laut membuat Rania mengendus tubuhnya sendiri.
" Apakah tercium ?" Batin Rania ngeri2 sedap.
" Sana " Kata Reka lagi tanpa menoleh.
" Hei,jelaskan kenapa kau membawa ku kemari ?" Tanya Rania mengalihkan.
Reka menghela nafas dan bangun.
Pria itu berdiri didepan Rania membuat gadis itu mendongak.
Reka sangat tinggi membuat tubuh kecilnya tak bisa menjangkau.
__ADS_1
" Kau tidak malu tidur dirumah orang ?" Tanya Reka.
" Hah ?" Ulang Rania.
" Ck gadis sembarang " Decak Reka.
" Apa maksud mu ? Aku tidak seburuk yg kamu pikir !" Kata Rania kesal.
Reka diam saja tanpa membalas.
" Ck,tidak ada gunanya bicara dengan mu,aku akan pulang !" Kata Rania berbalik badan.
" Pulang saja " Balas Reka.
Deg...
Rania terdiam,tiba2 otaknya teringat akan kejadian malam kemarin dimana dirinya minggat tanpa membawa barang berharga.
" Kenapa diam,sana pulang kerumah mu dan tidur lelap seperti mayat !" Kata Reka santai.
Glek...
Rania menelan ludah kasar,gadis itu terlihat ragu dengan keputusannya tadi.
" Huhh aku harus gimana ? Bagaimana caranya aku pulang ?" Batin Rania mulai berkecamuk.
Reka tersenyum miring,pria itu berjalan duluan melewati Rania yg masih diam berperang dengan isi kepala.
" Hei " Panggil Rania ragu.
Reka tak menoleh,pria itu terus berjalan kearah mobilnya.
" Hah apa,dia akan meninggalkan aku disini ? Yg benar saja ?" Gumam Rania menganga tak percaya.
Reka masuk kedalam mobil,Rania melotot dan langsung berlari dengan kencang.
" Apa yg kau lakukan !" Pekik Rania setelah berhasil masuk kemobil.
Reka tak menjawab,pria itu menghidupkan mesin mobilnya dan mulai mundur.
" Kita mau kemana ?" Tanya Rania menelan ludah kasar.
Rania kembali terdiam,nyali gadis itu tiba2 menciut dengan sikap Reka yg membingungkan.
Mereka pun keluar dari area pantai,perasaan Rania masih tak karuan.
Ia tak tau akan jadi seperti apa dirinya bersama Reka saat ini,tapi jauh dari semua itu Rania tak berniat untuk pulang kerumah.
Keduanya sama2 diam melihat jalan lempeng diluaran sana.
" Kau yakin tidak ingin pulang ?" tanya Reka membuka suara.
Rania menoleh dan diam.
" Gimana ?" Tanya Reka lagi.
Rania menggeleng pelan.
" Apa yg terjadi ?" Tanya Reka mencoba mengurik informasi.
" Kau sudah tau,jangan bertanya lagi " Jawab Rania ketus.
Reka terkekeh geli,gadis disampingnya terlihat sangat garang.
" Apa kau punya minum ? Aku sangat haus " Ucap Rania hati2.
" Coba lihat dibelakang " Jawab Reka.
Rania menoleh kebelakang,terlihat ada sebotol kecil minuman di bangku.
Tanpa bicara Rania mencoba mengambilnya,gadis itu menyentuh tubuh Reka karna ruang yg sempit.
" Sulit sekali " Ucap Rania menjangkau.
" Bisa ga ?" Tanya Reka sambil fokus menyetir.
__ADS_1
Rania berusaha lebih dan brughhhh.
Gadis itu malah nyungsep didepan,Reka seketika ngerem mendadak dan makin membuat Rania nyungsep lebih dalam.
" Aaa Rekaa tolonggg " Pekik Rania panik.
" Aduh,kenapa malah nyosor sih " Ucap Reka menepikan mobilnya kesamping.
Kaki Rania sudah terangkat tinggi dilangit2 mobil membuat Reka tertawa geli.
" Reka tolongiiinnnn " Pekik Rania kesal.
" Wahahahahaha " Reka makin tertawa ngakak tanpa berniat membantu.
" Ck Rekaaaaaaaaa " Teriak Rania berusaha keluar meski sangat sulit.
Reka tertawa terpingkal2,gadis itu begitu kocak menurut pria dewasa tersebut.
Rania berusaha keras dan akhirnya bisa keluar sendiri.
" Tpaakkjk...
Lengan Reka ditampar keras oleh Rania yg sudah menahan emosi.
" Bukannya ditolongin malah ketawa ihgh !" Kata Rania emosi.
" Hahah habisnya kamu lucu " Balas Reka disela tawanya.
Rania merapikan jilbabnya yg semberawut.
Karna kesal yg menggebu gebu gadis itu membuka hijab tersebut membuat Reka langsung terdiam dan berpaling.
" Hei kenapa kau membukanya ?" Tanya Reka menghadap kebelakang.
Rania dengan seribu bayangan memperbaiki hijab tersebut meski asal2an.
" Jangan melihat ku !" Kata Rania bergerak cepat.
" Ck,emang gila ni anak " Gumam Reka kesal.
Rania selesai,nafasnya ngos2an seperti dikejar sesuatu.
" Sudah belum?" Tanya Reka.
" Hm " Jawab Rania malas.
Pria itu menoleh dan melihat Rania yg memasang wajah masam.
Gadis itu tanpa bicara langsung menggigit air kemasan tersebut tanpa sedotan.
" Aku sangat haus " Kata Rania menghilangkan dahaganya.
Reka diam,wajah Rania masih masih semberaut bahkan rambutnya pun masih kelihatan.
Pria itu tanpa sadar mendekatkan dirinya dan mengangkat tangan memperbaiki hijab Rania.
Rania yg sedang minum sontak mematung ditempat dengan pergerakan lelaki itu.
Reka tak bicara,tangannya mencoba memasukkan rambut2 Rania kedalam kain penutup itu.
Beberapa saat keduanya saling diam dengan Rania yg masih menggigit air kemasan itu.
Pletaaakkkkk.....
Kepala Rania disentil membuat gadis itu blagsiatana.
" auuu sakittr !" Pekik Rania menampar lengan Reka.
" Kau seperti anak2 " cibir Reka kembali ketempat duduknya.
Rania diam menatap tajam lelaki yg sudah mengatai dirinya tersebut.
" Ayo kita cari makan,aku sangat lapar " Ucap Reka menghidupkan lagi mesin mobilnya
Rania mengangguk dan menatap perut langsingnya yg dari semalam diamuki cacing.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya