
Kini mereka sudah dijalan menuju pulang krumah,David dengan santai mengemudi motor nya seraya menggenggam tangan Cila dengan sebelah tangan,perempuan itu menyenderkan kepala nya di punggung kekar pria itu,mereka persis seperti sepasangan kekasih yang sedang berpacaran.
" Beb beli bubur " Kata Cila pelan.
" Loh bukannya kamu dah makan di hotel ?" Tanya David heran.
" Iya tapi aku masih laper,aku ngak enak tadi makan banyak disana " Kata Cila jujur.
David terkekeh pelan dan mengeratkan tautan tangan mereka.
" Ya udah aku beliin "
Pria itu sedikit lebih cepat mengemudikan motor nya,jalanan sedikit sepi karna masih pagi sekali.
Cila tersenyum kecil meski tadi dirinya kesal bukan main,David tak membeli apa yang dia mau,bahkan lelaki itu membeli ukuran yang besar cocok untuk ibu2 melahirkan dan yang parahnya pria itu membeli banyak hingga membuat perempuan itu ingin mengamuk tapi tak jadi karna kasihan melihat wajah polos suami nya yang memelas.
" Mas,bubur ayam 1 " Kata David kepada penjual dipinggir jalan.
Pria bertopi itu mengangguk dan membuatkan pesanan,Cila duduk diatas motor memperhatikan David yang duduk di kursi plastik.
Cila terkagum2 melihat aura suaminya,meski sangat sederhana pria itu mampu memikat kaum wanita.
Cila merasa sangat bahagia dirinya yang menjadi pasangan pria dingin itu,apalagi jika mengingat kelakuan David diatas ranjang membuat otak Cila selalu konslet.
" Jangan melamun hei masih pagi " Tegur David heran melihat wajah melongo Cila.
Perempuan itu dengan cepat menggelengkan kepalanya dan melihat kearah lain.
David tersenyum kecil dan menatap tubuh istrinya sejenak.
Tak ada yang menarik dari Cila sebenarnya menurut David,perempuan itu sama sekali bukan tipe nya,Cila yang hanya setinggi dada,wajah biasa,penampilan biasa,tapi ntah mengapa perempuan itu mampu mempikat dirinya ingin selalu dekat,meski David dulu sering menghindar tapi perasaan nyaman itu selalu mendekati nya saat Cila menampakkan senyum manis dan kelakuan absurd.
" Mas mas " Panggil pedagang itu menegur David yang melamun melihat punggung istrinya yang menatap jalan raya.
" Oh em udah ya ?" Tanya David kaget dan langsung berdiri.
" Lamunin pacar ya Mas " Goda lelaki itu.
" Ah dia istri saya Mas " Kata David tersenyum kecil.
" Oh,tak kirain pacar Mas,soalnya si Neng nya mungil " Kata lelaki itu tertawa.
" Iya Mas,kecil2 licik " Kata David terkekeh pelan.
Cila yang mendengar pun melotot kesal kepada suami nya itu.
" Berapa Mas ?"
" 10 ribu "
" Ya udah nih,makasih ya " Kata David memberikan uang di dompet pink Cila.
Pria bertopi itu menerima dan tersenyum hangat.
" Yuk pulang " Ajak David menaiki motor.
" Uh ngomong apa tadi kamu sama orang itu " Kata Cila mengelek leher suaminya.
__ADS_1
David terkekeh pelan dan cuek saja.
Mereka pun pulang kerumah dengan wajah Cila berubah masam.
Tak lama mereka pun sampai dirumah sederhana.
" Hoaaaaammmm aku ngantuk Mas " Kata Cila manja.
" Terus ?" Tanya David mengangkat sebelah alisnya.
" Gendong la,aku capek gara2 kamu tau " Kata Cila kembali menyalahkan suaminya.
" Huh selalu aja " Kata David gemas.
Cila merentangkan kedua tangannya meminta David menggendong didepan.
Mereka masih didepan rumah dengan Cila duduk diatas motor..
Pria itu melihat kiri kanan takut2 ada yang melihat.
" Ck,biarin napa kalo emang ada yang lihat,toh kita dah halal " Decak Cila malas..
" Malu Beb "
" Cepetan dong,aku mau tiduurr nih " Rengek Cila lagi.
David mengangguk dan menggendong istrinya di depan.
Cila tersenyum hangat membelitkan kaki dan tangannya ditubuh pria itu..
Dengan susah payah David membawa bungkusan minimarket dan bubur tadi dengan tangannya.
" Kuncinya dimana ?" Tanya Cila bingung.
" Saku depan "
Cila mengangguk dan meraba kantong depan pria itu.
" Jangan disitu tangannya " Pekik David kaget Cila malah memegang senjatanya.
" Ngak sengaja " Kata Cila cuek dan mencari lagi.
Perempuan itu tidak mau turun dari tubuh tinggi suaminya.
" Mana sih " Kata Cila pura2,padahal perempuan itu ada kunci cadangan di kantong nya..
" Beb ahh jangan dong " Kata David blangsiatan Cila merem*s milik nya.
Perempuan itu mengulum senyum melihat David menggigit bibir bawahnya kelu.
" Kamu kenapa sih Mas,aneh banget " Kata Cila terus meraba2 disana.
" Beb tangan kamu emmgmhh " Kata David tak tahan.
Cila tersenyum geli dan mengambil kunci cadangan dikantong nya dan langsung membuka pintu.
David menggerutu kesal dirinya di permainkan istri liciknya itu.
__ADS_1
Dengan kesal David meletakkan Cila dikasur dan langsung menindihnya.
" Aau Mas sakitt " Kepala perempuan itu kepentok lantai.
" Kamu harus tanggung jawab " Kata David menindih nya bertumpu dengan siku.
" Apa aku ngak ngapa2in kamu " Kata Cila dengan tampang tanpa dosanya.
" Kenapa kamu rem*s2 punya aku tadi hmm "
" Aku kan mau cari kunci " Kata Cila polos.
" Dia udah bangun Beb huhu " Kata David pura2 menangis dan menjatuhkan kepalanya di leher perempuan itu.
Cila tertawa renyah mengusap rambut belakang suaminya.
David pusing karna adiknya tak bisa masuk sangkar untuk seminggu kedepan.
Mereka terdiam,hanya Cila yang terus bergerak mengusap lembut rambut pria itu,David terlihat sangat manja dengan istrinya itu.
Hampir beberapa menit terdiam,Cila merasa aneh tak ada lagi pergerakan dari pria itu.
" Mas " Panggil Cila lembut.
Masih diam tak ada jawaban.
" Mas,minggir ih berat " Kata Cila mendorong pria itu.
David bergerak dan menyingkap rambut dileher Cila dan menyelusupkan kepalanya disana..
" Aku mau tidur bentar Beb,nanti bangunin ya aku kerja " Kata David lirih.
Cila menghela nafas dan mengangguk kecil.
Perempuan itu sedikit iba dengan suami nya,memang kemarin David kurang istirahat karna habis bekerja langsung tanding basket,bukan nya menang malah kalah,malam nya dilanjut lagi dengan adegan 21+,jadi tubuh pria itu membutuhkan banyak istirahat.
" Iya tidur lah suami ku " Kata Cila merengkuh manja tubuh suami nya.
Perempuan itu menepuk2 bokong suaminya pelan,menidurkan bayi besar itu.
David terlihat sangat nyaman berada dipelukan istrinya.
Hingga beberapa menit berlalu David kembali tidur,Cila memindahkan pria itu kesamping menaruh guling disana,pria itu langsung memeluk guling dengan erat.
Cila tersenyum hangat mencium kening suami nya lembut..
Hilang sudah rasa mengantuk nya melihat wajah polos pria itu.
" Aku mencintai kamu Mas,maaf ya aku belum bisa kasih kamu bayi sebagai pelengkap rumah tangga kita " Kata Cila menitikkan air mata.
Sudah 1 bulanan ini Cila mengharap ada calon bayi di perutnya, karna mereka hampir setiap malam melakukan,tapi apa daya dirinya belum diberi tanggung jawab.
Meski David tak pernah memaksa tapi Cila ingin memberi keluarga yang lengkap untuk suami nya itu.
" Aku masak dulu ya,biar kamu bisa bawa bekal " Kata Cila lirih mengusap lembut rambut tebal suaminya.
Perempuan itu bangkit menuju dapur.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guysss jangan lupa Vote,Like,Coment yaa