
Disebuah rumah seorang gadis terlihat asik menikmati jambu yg sudah bersih dan bagus yg dipetik langsung dari pohonnya.
" Kamu gak ikut Juna pergi ?" Tanya Histi menegur.
Sania berbalik badan dan tersenyum kecil.
" Gak Te " Jawab Sania.
" Kenapa ?" Tanya Histi mengernyit.
" Aku gak enak,dia mau pulang " Jawab Sania.
" Kenapa gak enak ? Orang tua Juna baik kok " Kata Histi serius.
" Hehe ya tentu baik,kan mereka orang tua Tante juga " Balas Sania terkekeh
" Oh Iyaa " Kata Histi tersadar dan ikut terkekeh.
Wanita itu lupa bahwa Juna adiknya.
Sania menggeleng pelan melihat tingkah sang ibu angkat.
" Kamu mau selesai kan kuliahnya ?" tanya Histi.
" Belum,masih semester 6 " Jawab Sania menggigit jambu.
Keduanya kini bisa bercengkrama enak karna anak bungsu Histi sudah tidur dan Juna tadi pamit pulang karna ada temannya dirumah.
" Bearti bentar lagi mau tugas ya ?" Tebak Histi.
" iya Te,aku bingung nanti mau praktek dimana dan gimana cara kerjanya ?" Jawab Sania mengkrucut.
" minta bantu Juna aja " jawab Histi santai.
" Aku gak enak Te " Balas Sania.
" Kenapa ? Kamu belum terima pinangan Juna ya ?" Tanya Histi penasaran.
" Pinangan apa orang cuma temen,kejauhan deh Tante mikirnya " Jawab Sania kesal.
" Wkwkw ya gak papa,jadi ipar sekaligus anak " Kata Histi geli sendiri.
Sania mengkrucut,Histi sangat suka menggoda dirinya yg belum pernah ada pengalaman dalam menjalin asmara..
" Tapi ya itu terserah kamu,Tante gak mau paksa atau mencegah,semua keputusan ada dikamu " kata Histi tersenyum.
" aku belum mau pacaran Te " kata Sania jujur.
" Kamu udah dewasa,masa gak mau kayak orang2 ?" tanya Histi gemas.
Sania menggeleng pelan.
" Sania mau kayak Tante aja,gak pacaran tapi langsung nikah " kata Sania terkekeh.
" hah " Pekik Histi terbelalak.
Wanita itu tak jadi menggigit jambunya mendengar ucapan Sania barusan.
" Kayak Tante sama Om ?" Ulang Histi.
Sania mengangguk cepat.
" Aduhh jangan San " Kata Histi kelabakan.
" kenapa ? Aku suka kisah percintaan Tante sama Om " Balas Sania.
" Hadeeh nih anak,gak tau apa masa lalu aku kelam " Batin Histi gemas.
" Iya kalo kamu jadi Tante,coba kalo kamu diposisi Om Serkannya,bakal sakit kepala " Kata Histi ngeri
" Emang kenapa Te ?" Tanya Sania bingung.
" Bukan apa2,pokoknya kamu harus menemukan jodoh yg bisa bikin kamu seneng aja udah " Jawab Histi tak mau panjang lebar..
" Kayak Om Serkan gitu ya,sabar,adem " Balas Sania menghayal.
__ADS_1
" Iya " Jawab Histi berdehem.
Sania terkekeh geli,ntah siapa yg ada diotaknya saat ini..
Ditempat lain,Angel n the genk sampai dirumah besar Bara Salders.
Ketiganya turun dengan semangat.
Jack sudah berlari duluan masuk tanpa mengucapkan salam.
" Jaacccckkk " Pekik Zaiva yg sedang keluar dari kamar.
" Bibii " sapa Jack dengan gaya coolnya.
" Salam dulu Jack gak sopan " Tegur Zaiva gemas.
Brugh....
Zaiva dipeluk bocah itu dengan semangat.
" Jack terlalu rindu sama Bibi " Ucap Jack manja.
" Helehhh alasan gak mau dimarahi " Balas Zaiva.
" Gakk beneran aku rindu Bi,tuh saking rindunya kita bawain sesuatu buat Bibi " Kata Jack menunjuk Angel dan Arshad.
" Assalamuaikum Bi " Sapa Angel sopan.
" Waalaikumsalam " Jawab Zaiva tersenyum.
" Buat Bibi dari Mama dan semuanya " Kat Angel menyerahkan kantong.
" Paman kemana Bi ?" tanya Arshad.
" Tadi bilangnya mau kerumah kalian " Jawab Zaiva.
" Oh mungkin ikut Kakek " Balas Angel.
Zaiva mengangguk kecil.
Disana ada gadis kecil yg asik memakan snack dilantai.
" Wahh lagi ngapain nih?" tanya Angel menegur.
Bocah itu menoleh dan tersenyum.
" Udah gede ya Bi " kata Arsyad takjub.
" Iya udah mau 2 tahun " Balas Zaiva.
" Kakak kembarnya gak pulang Bi ?" tanya Angel teringat.
" Mereka betah sama Helend diluar sana " Jawab Zaiva.
" Iya Bi,jangan banget lihat mereka disini " Balas Angel.
" Iya,apalagi sekarang Helend anaknya udah gede juga,jadi temannya banyak,si kembar juga betah meski sering disuruh Papanya pulang " Kata Zaiva menghela nafas.
" Bang Juna mana Bi ?" tanya Arshad tenang.
" Oh si Juna dikamar,gih sana temuin " Jawab Zaiva tersenyum.
Arshad mengangguk pelan,lelaki itu pun berjalan menjauh.
Angel dan Zaiva masih bercerita tentang si kembar.
Memang anak kembar Zaiva tersebut sejak lulus SMA langsung kuliah diluar.
Bara mengizinkan keduanya pergi karna percaya Helend anak angkat Bara sudah berjanji akan merawat adik2nya dengan baik dan memang terbukti kini salah satu kembar sudah bekerja meski hanya pelayan restoran seraya kuliah.
Bara tak menentang keinginan anaknya,selagi bisa dipantau dan baik kelakuan mereka Bara akan terus mensuport dan Zaiva sebagai ibu hanya bisa mendoakan yg terbaik untuk buah hati mereka.
Dikamar,Arsyad sedikit deg degan.
Sejak menerima kabar kemarin,pria itu merasa canggung kepala sepupunya,lelaki itu seolah punya perasaan tersendiri yg tidak bisa diucapkan dengan kata2.
__ADS_1
Tok tok...
Pintu kamar mulai diketuk,Arshad menarik nafas panjang berusaha bersikap biasa.
2x ketukan pintu akhirnya Juna muncul dengan celana pendek dan baju oblong.
" Eh Arshad " Kata Juna kaget.
" Iya Bang " Jawab Arshad menggaruk kepala.
" Kapan kesini Syad ? Ayo masuk " Ajak Juna.
" iya Bang " jawab Arshad.
Lelaki itu masuk dan langsung disambut kamar yg tak terlalu rapi.
" Sorry Syad,lagi males bersihin " Kata Juna tak enak hati.
" Gak papa Bang,aku juga biasa gini " Balas Arshad.
Juna tersenyum,lelaki itu duduk diranjangnya dan mengambil hape.
" Sama siapa kesini ?" tanya Juna sambil menscroll.
" sama Angel dan Jack " Jawab Arshad.
" Oh,abang barusan aja temen pulang,si Jack mau less ya dirumah gurunya ?" tanya Juna.
" katanya gitu " Jawab Arshad lagi.
Juna diam,lelaki itu mulai sibuk sendiri dengan ponsel.
Arshad melihat sekeliling hingga maniknya tak sengaja melihat apa yg sedang Juna scrol dihape.
" Baju ?" Batin Arshad mengernyit.
Lelaki itu maling2 melihat lagi dan makin merasa aneh dengan sepupunya tersebut.
Yap Juna sedang menyekrol baju perempuan disosial media.
Nampak beberapa gaun bersliweran dilayar hape lelaki tampan tersebut.
" Cari apaan Bang ?" Tegur Arshad penasaran.
" Hah ?" kata Juna kelabakan.
Lelaki itu menaruh hapenya sedikit menjauh dan tersenyum aneh kepada Juna.
" Jangan bilang kalo Abang....." Ucap Arshad menggantung.
" Gakk bukan buat aku " Ptong Juna cepat.
Arshad makin mengernyit dan terkejut mendengar ucapan lelaki itu.
" Ini Buat Sania Syad " Kata Juna menghela nafas.
Deg...
Manik Arshad membulat tapi pria itu merubahnya dengan cepat.
" Sania ?" Ulang Arshad.
" Ia,minggu depan kan Kakak kamu ultah tuh si Azura,abang rencananya mau ajak Sania pergi " Jawab Juna
" Apa ?" Pekik Arshad kaget.
" Oh iya kamu sama Azura kan kembar,bearti kamu juga ulang tahun dong haha " kata Juna tertawa geli.
Arshad terdiam,lelaki itu mencoba mengingat kapan ia dilahirkan.
" Astaga Syaaddd,masa yg ulang tahun lupa sih,Papa kamu bilang sama Papa Abang kalo tahun ini kalian dirayain karna anaknya Azura juga lahir ditanggal yg sama " Jelas Juna menggeleng pelan.
Arshad terus diam tak merespon.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.