Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Berani


__ADS_3

Kedatangan Angel membuat Daniel sedikit kelabakan.


Gadis itu langsung masuk kerumahnya tanpa permisi.


" Dimana obatnya Om ?" tanya Angel celingak celinguk.


" Dikamar " jawab Daniel tenang.


" Sebelah mana ?" Tanya Angel lagi.


Daniel menunjuk sebuah ruangan dan gadis itu tanpa pikir panjang langsung berjalan kearah telunjuk.


" Astaga anak ini gak ada sopan2nyal" Gumam Daniel heran.


Gadis itu membuka pintu kamar dan terdiam sejenak.


" Kenapa ?" tanya Daniel mendekati Angel.


" Om " panggil Angel berbalik badan.


" Hm " jawab Daniel.


" ini kamar siapa ?" tanya Angel.


" kamar saya " jawab Daniel.


" Kok bersih ?" tanya Angel merasa aneh.


" Emang harus kotor ?" tanya Daniel mengernyit.


" hm gak juga sih,cuma kamar Om rapi banget,berbanding terbalik sama kamar aku " jawab Angel.


" Masa ? emang kamar kamu gimana ?" tanya Daniel lagi.


" Ya em berantakn maskudnya em gak serapi ini gitu Om " Kata Angel malu mengungkapkan.


" Pasti males bersihin ya ?" Tebak Daniel seraya masuk kekamarnya.


Angel menggaruk kepala malu dan ikut masuk.


Ruangan yg cukup luas dengan cat abu2 itu terlihat begitu enak dipandang,bahkan disana juga tersusun buku2 rapi dan bersih.


Angel terus masuk kedalam hingga bajunya ditarik dari belakang.


" Mau kemana ?" tanya Daniel terkejut.


" Lihat buku itu Om " Jawab Angel menunjuk.


" Solat dulu " kata Daniel menarik gadis itu keluar.


" Emang udah azan ?" tanya Angel polos.


" Udah mau subuh ini " hujat Daniel.


" heheh yah lupa tidur dong kita " Kata Angel terkekeh.


Daniel menggeleng pelan dan keluar dari kamar.


Angel membuntuti lelaki itu melangkah.


" Oh iya obatnya mana Om ?" tanya Angel teringat tujuan awal.


" Bentar saya ambilkan,kamu solat aja dulu disana " Jawab Daniel menunjuk tempat ibadah.


Angel mengangguk kecil,gadis itu pun menurut.


Daniel tersenyum,gadis itu tidak terlalu buruk juga menurut Daniel.


Angel benar2 solat,gadis itu tidak main2 dengan ibadahnya.


Hampir 10 menit,gadis itu pun selesai.


Ia kembali bergegas keluar dan mencari Daniel.


Tujuan utamanya adalah kamar dan benar saja saat membuka pintu itu perlahan terlihat Daniel sedang duduk terakhir.


" MasyaAllah,ini laki kok keren banget " Gumam Angel menggeleng pelan.

__ADS_1


Daniel terlihat begitu khusuk,lelaki itu juga tak menampakkan wajah tuanya,ia terlihat mirip seperti sang Papa dirumah yg tak pernah gagal dalam outfit dan tingkah laku.


Angel terus melihat seraya memeluk pintu,hingga Daniel selesai dan menoleh.


" Kenapa lagi nih bocah melamun disana " gumam Daniel heran.


Manik Angel tak berkedip bahkan gadis itu membuka sedikit mulutnya membuat Daniel ingin tertawa.


" Bisa2nya Prito punya anak beginian " Batin Daniel geli sendiri.


Menurut Daniel,Prito merupakan pria pendiam dengan kewibawaannya yg mendarah daging tapi pria itu tak tau bahwa dalam diri Angel mengalir darah Ibunya yg terkenal sengklek.


" Ehm " Dehem Daniel keras.


Angel yg melamun langsung tersentak dan kelabakan sendiri.


" Eh udah ya ?" Tanya Angel mencoba tenang.


" Hm,obatnya disana " jawab Daniel berjalan kearah lemarinya.


Angel mengikuti lelaki itu dan berhenti didepan lemari.


Daniel membuka lemari tersebut dan deg....


Pria itu terhenti saat ia menyadari sesuatu.


" Mana Om ?" tanya Angel mencari2.


Daniel masih diam melirik gadis cantik tersebut dibawahnya.


" Gak ada Om " ucap Angel tiba2 berbalik badan.


jedderrr.....


Jantung Daniel langsung terhenti seketika,Angel mengerjap2kan matanya melihat Daniel diam tak bersuara.


" Om " ucap Angel menarik pelan baju Daniel.


Glek...


" Om mana ?" rengek Angel.


" Bentar " jawab Daniel mencoba tenang.


" Cepetan Om,temen aku mungkin udah mati nungguin obatnya " Kata Angel mengkrucut.


" Shitt !" Umpat Daniel dalam hati.


Gadis tersebut berhasil membangunkan singa dalam dirinya dengan bersikap seperti itu .


" Ya ampun anak Prito kenapa menggoda sekali ?" Gumam Daniel dalam hati.


" Ooommm " Rengek Angel mulai jengah.


" iya2 Jel,sabar " Kata Daniel sedikit menjauh.


Angel mengkrucut,gadis itu keluar dari kukungan Daniel dan bersedekap dada dibelakang pria tersebut.


" Huuuuuffftttt " Daniel menghela nafas panjang.


Pria itu kembali melangkah dan mencari obat yg dibutuhkan anak sahabatnya tersebut.


Setelah mendapatkan obat itu,Daniel berniat memberi obat itu kepada Angel,tapi apa yg dilihatnya membuat manik lelaki itu membulat seketika.


" Astaga apa yg dia lakukan ?" gumam Daniel pelan.


Angel malah asik berbaring diranjangnya dengan bertopang dagu menatap Daniel.


" Udah ketemu Om ?" Tanya Angel santai.


" Udah " jawab Daniel mendekat.


Pria itu duduk disamping ranjang dan terkekeh geli.


" Kau tidak takut ?" tanya Daniel.


" Takut apa ?" tanya Angel mendongak.

__ADS_1


" Ya takut gitu sama Om " jawab Daniel hati2.


" Ngapain takut ? kan Om temannya Papa " Balas Angel.


" Ya kan Om ini laki2 Njel " kata Daniel gemas.


" Terus kenapa ?" tanya Angel malah semakin menjadi.


Daniel tak menjawab,pria itu tertawa pelan dan bangun dari duduknya.


" Ayo keluar " Kata Daniel berjalan duluan.


" Om gak ada makanan ? aku laper " Rengek Angel.


" Katanya mau cepet ketempat temen " Kata Daniel mengembangkan hidung.


" Biarin lah,dia gak nelfon lagi " Balas Angel santai.


Daniel menggeleng pelan,lelaki itu merasa begitu takjub dengan tingkah gadis absurd didepannya.


" Ya udah ayo kedapur " Ajak Daniel mengalah.


Angel tersenyum cerah,gadis itu langsung bangun dan bergegas mengejar Daniel.


Daniel banyak dibuat tertawa oleh gadis tersebut,Angel selalu banyak tingkah membuatnya kelabakan.


Pria itu melihat isi kulkas dan menghela nafas panjang.


" Beneran gak ada bahan makanan " Gumam Daniel mengingat kata2 adiknya.


" Gimana Om apa yg harus kita makan ?" tanya Angel dengan banyak harapan.


" Gak ada Jel,kosong semua " Jawab Daniel menggaruk kepala.


" Yaahhh masa gak ada yg bisa dimakan sih Om " kata Angel mengkrucut


" Kita beli aja gimana ?" tanya Daniel.


" Gak ah,kelamaan,aku pulang aja " Jawab Angel merajuk.


" Katanya mau makan " Kata Daniel mengembangkan hidung.


" Gak jadi " Balas Angel bersiap.


Daniel menggeleng dan mengacak asal rambut gadis itu membuat Angel makin kesal.


" Aku pulang ya Om " Kata Angel pamit.


" Iya hati2 " Kata Daniel tenang.


Gadis itu pun keluar dengan jalan yg begitu selay.


" Angeeeell " Tegur Daniel menghela nafas.


" Hahaha,terpesona gak Om ?" tanya Angel tertawa.


Daniel melototkan matanya,gadis itu pun berlari keluar sebelum disembur.


" Kebangetan banget tuh bocah,gak ada takut2nya sama pria " Gumam Daniel heran.


" Aku kasih tau Prito gak ya ? tapi kalo Ana yg jawab telfon gimana ? Duh kayaknya jangan deh " kata Daniel tak jadi menelfon temannya.


Angel berhasil membuat pria itu bingung sendiri.


Ditempat lain,seorang gadis mengernyit melihat seorang gadis remaja keluar dari apartemen Daniel.


" Itu siapa ?" Gumam Hani pelan.


Gadis remaja itu melewati Hani dengan santainya seraya menenteng bungkusan.


Hani menatap gadis itu dengan wajah heran.


Angel menghilang saat kakinya memasuki lift.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2