Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bandara


__ADS_3

Suasana bandara terlihat begitu ramai,para penumpang kebingungan dengan informasi yg mereka terima saat ini.


Bukan hanya penumpang saja,anak buah Vero juga bingung dengan pemberitahuan tersebut.


" Apa Pak Vero yg melakukannya ?" Tanya bodyguard kepada temannya.


" Ntah lah,mungkin saja " Jawab Bodyguard lain kurang paham.


" wah2 Pak David memang keren " Kata pria tersebut takjub.


Para pria badan besar tersebut mengira David yg melakukan dibalik layar karna lelaki itu punya kuasa yg tak banyak orang tau.


Mereka kembali mencari karna kali ini waktu mereka cukup banyak.


Ditempat lain,seorang pria melongo dibawah salon pemberitahuan bersama seorang satpam.


" Kenapa delay ?" tanya Vero kebingungan.


" Mungkin cuaca Pak " jawab Penjaga pintu tersebut positif.


Vero melihat keluar,sinar matahari begitu terang tanpa menunjukkan akan datangnya hujan.


" Kalo terlalu cerah juga gak bisa terbang ya ?" tanya Vero polos.


" Ntah lah,mungkin saja Pak takut silau " jawab penjaga terkekeh.


Vero ikut terkekeh,lelaki itu diam sejenak dan berubah serius lagi.


" Saya harus cepat menemukan gadis itu Pak,tolong kalau ada yg mencurigakan langsung ditahan !" Pinta Vero.


" Iya Pak " jawab penjaga pintu mengerti.


Vero kembali masuk kedalam dan melihat wajah penumpang satu persatu.


Pencarian terus dilakukan,waktu mereka tak banyak lagi.


Pagi sebelum pergi kantor tadi Reno ditelfon oleh David.


Orang tua Vero tersebut meminta Reno untuk menolong Hani karna David tau Vero sangat lelet dan sulit diandalkan.


Diam2 David begitu khawatir,bahkan saat mendengar Hani diculik ia langsung meminta anak buahnya bergerak cepat meski hingga siang belum mendapat kabar dan baru terkabar setelah Denis menelfon lebih dulu.


Reno duduk dimeja Viip bersama Bentley seraya melihat para penumpang yg mulai rusuh.


" Sebentar lagi waktunya habis " Ucap Bentley tenang seraya menyesap kopi panasnya.


" Iya,semoga gadis itu segera ditemukan " Balas Reno berharap.


" Apa hubungan lo dengan gadis itu ?" Tanya Bentley mengernyit.


Reno menghela nafas panjang dan menyenderkan tubuh tuanya ke sofa.


" Dia mainan Lo ?" Tanya Bentley menebak.


" Eh enak aja " Jawab Reno kaget dan hampir tersedak.


" Terus,kenapa lo rusing banget gadis itu diculik ?" Tanya Bentley aneh.


" Ya sebenarnya gak ada urusan sama gue,cuma gadis itu berhubungan juga sama Angel " Jawab Reno tenang.


" Angel ? dia kenapa ?" tanya Bentley lagi.


" Lo lupa ingatan apa gimana ?" Tanya Reno gemas.


" Hah " Kata Bentley belum sadar.


" Ck,kayaknya selain muka lo tua lo juga pikun akut ya " Cibir Reno.


" Eh gila lo,gue masih inget kali " Kata Bent tak terima.


" Angel diculik bego,hari ini ketemu,tuh bocah juga lagi tidur dirumah sakit " Kata Reno kesal.


" Oh iyaaa astaga " kata Bent menepuk jidatnya.


Pria beruban itu lupa sesaat bahwa Reno juga meminjam anak buahnya semalam untuk mencari Angel.


" Pikun " Cibir Reno lagi.


" Ck,,lupa dikit " Kata Bent mencebik.


Keduanya diam dan kembali menyesap kopi.

__ADS_1


Para penumpang mulai memadati stasiun,ada yg marah2 protes dan sebagainya.


" 5 menit lagi " Kata Reno melihat jam mewah melingkar ditangannya.


" Hm,kalo gak ketemu juga gue gak bisa bantu lagi " kata Bent serius.


" Iya,bakal diamuk massa nanti " Kata Reno ngeri.


Bent mengangguk pelan,keduanya kembali diam dan melihat keadaan.


Di ramainya kerumunan seorang gadis menghela nafas panjang.


Delay pesawat membuat dirinya sedikit tenang daripada tadi.


" Haistttt ada apa lagi ini " Gumam pria disamping Hani terlihat kesal.


Mereka sudah menunggu dari tadi,keringat besar kecil terlihat dikening pria tersebut yg menandakan dirinya tak tenang.


" Eh lo gak usah macem2 ya,berani lo teriak disini,habis nyawa lo sama keturunan lo nanti !" Ucap pria tersebut tajam kepada Hani.


Hani diam dengan manik tajamnya.


" Ngelawan lo hah !" Bentak pria itu menarik rambut Hani.


Hani meringis sakit membuat Para penumpang melihat kearah mereka dengan wajah terkejut.


" Gak papa sayang,kita tetap pulang " Ucap lelaki itu langsung pura2 mengelus rambut Hani.


Hani menjauhkan kepalanya merasa jijik melihat lelaki yg sedang bergimick tersebut.


" Awas lo !" Kata pria itu mengancam Hani.


" Huhh aku harus bagaimana ini ? Vero tidak akan menemukan aku kalo aku gak bergerak " Batin Hani bingung.


Ia ingin sekali berteriak dan minta tolong tapi Hani takut karna lelaki itu membawa senjata api yg kapan saja bisa menembaknya.


" Vero kamu dimana ?" Batin Hani berharap.


Vero terus mencari,beberapa kali salah orang membuat lelaki itu menggaruk kepala malu.


Ucapan maaf pun berkali kali terlontar saat dirinya dengan sengaja membalik wajah gadis yg ia pikir mirip dengan Hani.


" Duhh Hani dimana ini ?" Gumam Vero mulai kesal.


Vero berdiri disebuah pintu,mencoba menarik nafas tenang.


" Huh mana haus lagi " Gumam Vero merasa kerongkongannya kering.


Lelaki itu melihat kiri kanan dan berjalan kedepan.


" Ver o " Ucap Hani terkejut saat lelaki yg sempat berhenti didepannya tadi.


" Ehh lo !" Ucap lelaki didepannya langsung mengeluarkan senjata dan mengarah keperut Hani yg tertutup jaket.


Hani langsung bungkam dan terdiam sesaat.


" Lo mau manggil siapa hah !" Kata lelaki itu melihat kiri kanan.


" Bu bu ukan s siapa siapa " Jawab Hani terbata.


" Lo gak usah ngebacot ya ! gue lagi kesel ini !" Kata pria itu geram.


" I i i ya " jawab Hani ketakutan.


Sungguh jiwa aparatnya lenyap seketika,Hani masihlah gadis polos yg takut akan mati konyol.


Ia hanya bisa bersabar saat ini karna Hani yakin pertolongan akan datang kepadanya.


Vero membeli air putih,saat ia akan menegak minuman tersebut tiba2 informasi kembali berbunyi yg memberitahukan bahwa pesawat akan berangkat sebentar lagi dan semua penerbangan normal.


" Astaga delaynya selesai " kata Vero terkejut.


Bukan hanya Vero,Daniel yg sedang mencari pun sama kagetnya.


" Pa !" Ucap Daniel terbelalak.


" Sudah kembali normal " Kata Surya juga melihat sang mantan menantu.


" Gimana ini,Hani belum ketemu " Kata Daniel panik.


" Coba minta waktu lagi "

__ADS_1


" Gak bisa Pa,bisa diamuk massa nanti " Kata Daniel ngeri.


Surya diam,memang benar ucapan Daniel mereka tak bisa egois hanya karna 1 nyawa.


Keduanya terus mencari cari hingga dari arah yg cukup jauh suara tembakan terdengar.


" Pa " Tegur Daniel terkejut.


" Disana " kata Surya menunjuk.


Daniel langsung berlari begitupun Surya yg ketinggalan.


Dan saat mereka sampai,beberapa polisi terlihat memenuhi lokasi tersebut.


" Ada apa ?" tanya Surya kaget.


" Itu siapa ?" Gumam Daniel melihat seorang pria berkaos hitam menodongkan senjata api kearah penumpang.


" Angkat tangan mu atau peluru ini tembus ke kepala !" Ucap pria dewasa itu tegas.


" **** !" Umpat pria yg sedang merangkul leher seseorang dengan wajah tertutup.


Daniel terus melihat hingga maniknya terbelalak saat melihat baju yg gadis itu pakai.


" Haniiii !" Teriak Daniel langsung berlari.


Hani yg mendengar namanya dipanggil tersentak dan menoleh kiri kanan.


" Mas hati2 Mas " Kata Miska takut melihat raut membunuh suaminya.


" Cepat !" Bentak Denis melihat pria itu masih menodongkan senjata ke kepala Hani.


" Haniiii " Pekik Vero membelah kerumunan.


" Verooo,tolong Hani Vero,itu Hani " kata Miska menarik tangan Vero.


" Hani " Ucap Vero lemah melihat keadaan gadis tersebut.


Penculik tersenyum,dirinya dikepung oleh aparat dan kemungkinan kecil itu bisa kabur.


" Maju !" Ucap penculik menyeret Hani melangkah.


Gadis itu melangkah sedikit dan....


" Aaaa " Pekik Miska kaget Hani melakukan perlawanan.


Keduanya adu gelut dengan Hani menangkap tangan pria itu yg akan menembak kepalanya.


" Hani awasss " Pekik Miska ketakutan.


Denis dan tim nya terus melakukan siaga takut salah sasaran.


" Sialan nih anak,lepasin tangan gue !" Kata penculik geram dengan Hani yg terus melawan.


Hani dengan sekuat tenaga mengalahkan lelaki itu tapi tenaganya terlihat kurang kuat.


Brughhhh....


Sekali kibasan Hani langsung terjatuh kelantai.


Gadis itu meringis dan ingin bangun tapi belum sempat bangkit tiba2.


Dooorrrr.....


Satu tembakan melesat di perut gadis itu membuat Hani langsung tumbang.


" Haniiiiiii " Teriak semua orang terbelakak.


Vero mengambil pistol yg masih Denis pegang begitupun Daniel yg juga merebut pistol dipegang aparat lain yg juga terbelalak.


Dor


Dor....


2 tembakan melesat sempurna menghantam penculik Hani ditempat yg berbeda.


" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa " Teriak Miska heboh sambil menutup matanya ketakutan.


" Vero !" Bentak Denis terkejut dengan aksi sang ponaan.


Penculik terkapar seketika dengan bersimbur darah.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2