Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pasar


__ADS_3

Kebesokan paginya,suasana masih sangat sunyi.


Seorang wanita terbangun dari tidurnya karna merasakan sesuatu yg aneh.


" Enghhh " Lenguh Hani kaget.


" Apa yg kau lakukan ?" Tanya Hani serak.


" Apa kau lelah ?" tanya Vero tersenyum.


" Hm ?" kata Hani membuka matanya.


" Kau sangat imut " Ucap Vero gemas


" Ahh Geli " kata Hani menjauhkan kepala Vero dari lehernya.


" Ingin rasanya aku mencabik mu lagi tapi kau pasti lelah " Kata Vero mengkrucut.


" Kau sangat buas " kata Hani mencubit pipi Vero.


" Ya sayang,sudah lama dikandangin,jadi pas keluar malah girang " Balas Vero terkekeh.


Hani ikut terkekeh geli.


Keduanya saling berpelukan dibawah selimut tebal.


Pergelutan malam tadi sungguh membuat pasangan itu tepar,Vero benar2 menunjukkan jati diri yg sesungguhnya membuat Hani kelabakan.


Meski begitu tapi Vero masih sangat menghormati Hani dan beberapa kali memberi jeda untuk wanita itu bernafas lega.


Peperangan malam yg panjang tersebut menunjukkan bahwa keduanya sudah siap dan mantap menjadi sepasang kekasih,bahkan Hani tak ragu memberikan yg terbaik untuk sang suami.


Asik bergelut dibawah selimut tiba2 pintu kamar terbuka membuat keduanya panik seketika.


" Papaaa " panggil Sofia mendekat.


" waduhh " Ucap Vero panik.


" Gimana ini Ver,aku gak pake baju " kata Hani sama paniknya.


" kamu yg tenang,biar aku yg alihin " Kata Vero mencoba enjoy.


Hani mengangguk,wanita itu bersembunyi dibawah selimut.


" Iya sayang " Balas Vero membuka selimut dan memperlihatkan kepalanya.


" Papa ngapain ?" tanya Sofia mengernyit.


" Papa lagi tidur,hoaammm " Jawab Vero.


" Umi mana ?" tanya Sofia celingak celinguk.


" Umi em Umi lagi kepasar " Jawab Vero asal.


" Hah " kata Sofia kaget.


" Iya,kamu udah mandi ? Mau sekolah ya " Kta Vero bersikap aneh.


Sofia mengangguk meski menampakkan wajah bingungnya.


" ya udah,kamu keluar dulu ya Papa siapin nanti " Kata Vero tersenyum.


Sofia mengangguk kecil,gadis itu pun berbalik badan.


" Emhhh " Pekik seseorang tertahan.


Sofia terkejut dan membalik badannya.


" Haaacimmm " Kata Vero tiba2 bersin.


" Uhh gatalnya hidung ku " Kata Vero pura.


Sofia kembali berjalan dan menutup pintu kamar.


Merasa sudah aman,Vero membuka selimut dan kaget melihat Hani sudah bermandikan keringat.

__ADS_1


" Astaga Han,kamu gak papa ?" tanya Vero panik.


" Sofia udah pergi ?" tanya Hani balik


Vero mengangguk pelan.


" aku mau keluar dulu,kasihan Sofia gak ada sarapan " Kata Hani buru2.


" Mandi dulu yuk " Ajak Vero tanpa dosa.


" Ishh kamu ih,kasihan tuh si Sofia mau makan !" Kata Hani heran.


" Hehe aku juga laper Yankk " Kata Vero mengkrucut.


" ck,itu udah kenyang,udah sakit pinggang aku tau " Kata Hani gemas


Vero tertawa geli,Hani langsung berlalu kekamar mandi dan bersiap untuk membuatkan sarapan untuk sang anak.


Didapur Sofia sudah menunggu.


Gadis dengan berseragam merah putih itu sudah siap untuk berangkat mencari ilmu.


" Umi kenapa pergi gak bilang sih,kan aku bisa ikut dulu " Ucap Sofia sedikit kesal.


Gadis kecil itu suka pergi kepasar bersama ibunya karna disana Sofia senang bertemu orang banyak.


Tak lama Hani muncul,dengan wajah sembab Hani langsung mengambil roti dan selai lalu memoleskannya disana.


" Udah pulang ?" Tanya Sofia kaget.


" Hm " Jawab Hani terus mengoles selai.


" Umi gak beli apa2 ?" tanya Sofia lagi.


" Ngga,pasar lagi tutup " Jawab Hani asal.


" Hah emang pasar ada liburnya ?" tanya Sofia kaget.


" Mau susu putih atau coklat ?" Tanya Hani mengalihkan.


Hani mengangguk dan bergegas mengambil gelas.


Sebagai ibu sambung,wanita itu harus aktif dan melakukan pendekatan apalagi disana juga ada Vero yg tiap hari memantau.


Hani tak ingin memberikan kesan buruk kepada suaminya mengingat waktu mereka sangatlah singkat.


Sofia mkan dengan tenang,hanya mereka berdua didapur karna Vero sedang sibuk mendiamkan adik kecilnya yg sedang rewel.


Siang hari,Hani baru pergi kepasar kali ini dirinya ditemani Vero untuk mencari bahan makanan.


" Kamu suka nya apa ?" Tanya Vero seraya membawa keranjang kosong Hani.


" Suka semuanya " jawab Hani melihat lihat.


" Ya udah,beli apa yg kamu mau " balas Vero tersenyum.


Hani mengangguk kecil,wanita itu membeli apa yg sedang kosong di kulkasnya.


Keduanya terlihat kompak,sesekali Vero menggoda wanita itu mmebuat Hani bersemu malu.


" Itu Reka " Ucap Vero menunjuk seseorang.


" Mana ?" tanya Hani melihat kiri kanan.


Vero berjalan dan menepuk bahu seorang pria yg sedang menunggu di lapak ayam potong.


" Eh " kata Reka kaget.


" Hay Rek " Sapa Hani tersenyum manis.


" Belanja juga ?" Tanya Reka basa basi.


Vero mengangguk pelan.


" Sama siapa ?" tanya Vero lagi.

__ADS_1


" Sendiri aja Bang " Balas Reka santai.


Vero melihat keranjang Reka terlihat ada beberapa bahan disana.


" Suka masak ?" Tanya Vero.


" Gak juga,kadang " Jawab Reka jujur.


" Iya,kadang aku yg anter masakan buat Reka " Kata Hani polos.


" Ehh " Ucap Reka terbelalak memberi kode kepada Hani yg kecoplosan.


" Dikasih apa kamu sama istri saya ?" tanya Vero tenang.


" Hah em ya kadang ayam tepung,sayur " Jawab Reka ngeri ngeri sedap.


" Bener ?" tanya Vero kepada Hani.


Dengan wajah polos,Hani mengangguk membenarkan.


Vero menepuk jidat nya dengan helaan nafas panjang.


" Cari istri Rek,jangan nyusahin istri saya terus " Kata Vero gemas.


" Hehe iya Bang lagi otw " Jawab Reka menggaruk kepala.


Hani tertawa geli,wanita itu tak takut sama sekali dengan ucapannya tadi yg bisa membawa boomerang dirumah tangga.


Beruntung Vero bukan lelaki yg gampang menyimpulkan sesuatu apalagi Vero tau Reka begitu berjasa kepada dirinya dan terutama Hani.


" Ya udah,aku pulang dulu ya mau kerja " kata Reka melihat jam ditangannya.


" Iya,hati2 Rek " Balas Hani manis.


Reka mengangguk,lelaki itu segera pergi dari sana sebelum menimbulkan hal yg tak diinginkan.


" Ayo cari lagi " Ajak Hani merangkul Vero.


" Hm " Jawab Vero mengangguk.


Keduanya berjalan beriringan menyusuri pasar yg sangat ramai.


Setelah dari pasar,Vero kembali bergerak.


Lelaki itu membantu Hani mencuci semua bahan sebelum dimasukkan kedalam kulkas.


Hani merasa sangat bahagia,sikap kecil Vero benar2 meluluhkan hatinya dimana lelaki itu tak melepas tanggung jawab.


Keduanya saling membantu,Vero tak ingin Hani melakukan pekerjaan rumah sendirian karna dirinya sudah berjanji akan hidup susah senang bersama wanita itu.


" kalo aku udah balik kesana nanti,kamu jangan sedih2 ya " Kata Vero lembut.


Deg...


Hani yg sedang menyiang ikan langsung terdiam.


" Besok aku kembali,tolong kamu jaga diri baik2 dan jaga sofia juga " kata Vero berharap.


" Yankk " Panggil Hani lemah.


" Aku sebenarnya masih ingin disini sama kalian tapi ya apa boleh buat kehendaknya berbeda " Kata Vero terkekeh.


" Kalo tebus pake uang yg banyak,kamu bisa keluar gak dari sana ?" Tanya Hani nanar.


" Kita gak boleh menyalahi aturan sayang,aku gam nyesel kok masuk kesana demi keselamatan kamu saat itu " Kata Vero serius.


" Vero " Ucap Hani berkaca kaca.


" Jadi kamu pun harus kuat dan sabar menanti aku pulang lagi,anggap aja aku lagi diluar berlayar buat menuhin jemari kamu pake berlian mahal hehe " Kata Vero mencoba mencairkan suasana.


Hani bukannya senang malah meneteskan air matanya mendengar lawakan sang suami.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2