Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kabar Duka


__ADS_3

Justin datang kerumah orang tuanya,terlihat rumah besar itu sangat sepi,Justin masuk dan terbelakak melihat rumah sangat berantakan Vas bunga berhamburan dilantai.


" Ma " Panggil Justin memanggil ibunya.


Tak ada yang menjawab lelaki itu menaiki anak tangga menuju kamar.


Saat Malvin masuk,alangkah terkejutnya lelaki itu melihat ibunya bunuh diri dengan tali terikat dileher.


" Mamaaaaaaaaaaaaaaaaaa " Teriak Justin histeris.


" Mamaaaaaa " Pekik Justin langsung berdiri diatas ranjang dan membuka ikatan tali.


" Ma bangun Ma " Kata Justin dengan tangis berderai menepuk pipi ibunya tapi tak ada respon.


Malvin meraba pernafas dan ternyata ibunya sudah tak bernyawa.


" Mamaaaaaaaaaaaaaaaaa " Teriak Justin melengking menggemparkan rumah besar itu.


Praaaaaaaaangggggggg....


Bunyi pecahan gelas terdengar nyaring saat Laura sedang mengambil gelas untuk ibunya minum.


Cila yang sedang makan pun terkaget kaget dan melihat kebelakang.


" Astaga Laura ada apa Nak ?" Tanya Cila hampir tersedak.


" Ngak tau Ma,perasaan aku tiba2 ngak enak " Jawab Laura dengan wajah paniknya.


Cila menelan habis makanannya dan mendekati wanita itu.


Cila juga ikutan panik,wanita itu mengambil gelas dan memberi Laura minum.


" Ayo habiskan " Titah Cila sambil menyebu ubun2 Laura.


" Jantung aku berdebar Ma,aku takut " kata Laura menangis.


" Ya Tuhan kamu kenapa sayang,jangan bikin Mama takut " Kata Cila ikut tak tenang.


Tring tringg....


Hape Laura tiba2 berbunyi mengangetkan ibu dan anak itu.


" Ada yang nelfon kamu " kata Cila menegur Laura.


Laura bangkit sedikit berlari mengambil hapenya.


" Kak Justin Ma " Kata Laura memberitahu.


" Angkat " Titah Cila cepat.


Laura mengangguk dan memencet tombol hijau.


" Halo " Sapa Laura berusaha tenang.


" Laura hiks hiks " Ucap Justin terdengar menangis.


" Kakak kenapa ?" Tanya Laura berubah panik.


" Laura,Mama hiks hiks " Kata Justin terus menangis.


" Mama kenapa kak ?" Tanya Laura benar2 panik.


" Mama meninggal huhuhu " Kata Justin tersedu sedu.


" Apa !" Pekik Laura syok.


" Kenapa Laura ?" tanya Cila ikut panik.


" Sekarang Kakak dimana ?" tanya Laura pucat.


" Dirumah Mama,aku tidak tau harus bagaimana,aku aku...

__ADS_1


" Iya Oke,Kakak harus tenang ya,aku kesana sekarang " Kata Laura berusaha tenang.


" Iya " Jawab Justin.


Tut.


Panggilan terputus,Laura melihat Cila yang kembali makan gorengan nya yang belum habis.


" Ada apa Laura ?" Tanya Cila.


" Mama Kak Justin meninggal " Jawab Laura pelan.


" Apa !!! uhuk uhuk " Cila langsung tersedak bala2 nya mendengar kabar tersebut.


" Kita harus kesana Ma,Kak Justin sendirian " Kata Laura cepat.


" i i ya " Kata Cila memasukkan semua gorengan kedalam mulutnya dan berlari mengejar langkah sang anak.


Mereka berdua pun bergegas cepat melaju kerumah Mama Justin dengan mengendarai sepeda motor.


Laura berkendara seperti kesetanan,membuat Cila sangat takut dan beberapa kali mengangkat kakinya bahkan hampir terjungkal saat gadis itu menabrak gubangan air dijalan.


Tak berapa lama mereka pun sampai disebuah rumah gedung 3 tingkat yang sangat mewah.


Terlihat garis polisi mengelilingi rumah itu dan 1 mobil ambulan.


" Uawaahhh " Gumam Cila langsung melongo melihat rumah besar itu.


Belum sempat Cila melihat2,tangannya disudah ditarik Laura masuk kedalam.


Mereka celingak celinguk di lantai dasar,Cila sangat udik membuat Laura beberapa kali harus menegur ibunya agar bergerak cepat.


Suara tangisan terdengar dari lantai atas,Laura menarik tangan Cila lagi menaiki anak tangga.


Setibanya di kamar terbuka dengan beberapa orang berada diluar kamar.


Laura masuk dan terbelalak melihat Justin terduduk dipojokan ruangan dengan tangisan berderai.


" Laura hiks hiks Mama Laura huhu " Kata Justin menangis dipelukan istrinya.


" Ada apa Kak ?" tanya Laura sangat panik.


" Mama bunuh diri huhu " Jawab Justin terisak.


Deg...


Laura melotot kaget begitu pun Cila yang sama melototnya dengan mulut terbuka.


" Yang bener ?" Tanya Cila syok.


" Iya Ma,aku melihatnya sendiri " jawab Justin sambil menangis.


" Innalillahiwainnalillahirojiun " Ucap Laura ikut berduka.


Justin terus menangis memeluk tubuh istrinya.


Para perawat membawa keluar tubuh ibu pria itu.


Cila dengan tangan bergetar menghubungi suaminya.


Laura terus menenangkan Justin yang hampir tak sadarkan diri.


" Kakak,hei lihat aku " Pinta Laura menepuk pipi Justin.


Melihat Justin yang sangat lemah membuat Laura begitu terpukul.


Daddy Justin datang dengan wajah yang sama paniknya,Ayah dan anak itu pun saling berpelukan menangis terisak.


Justin pun kini menjadi anak yatim setelah ibunya dikuburkan.


1 bulan kemudian,Justin terlihat masih trauma bahkan lelaki itu terlihat kurus membuat Laura sangat menderita.

__ADS_1


Mereka belum jadi pindah rumah karna David dan Cila melarang takut Justin tak bisa mengontrol diri.


Dengan sabar Laura terus menemani suaminya memberi semangat dan suport,Laura tau Justin begitu menyayangi orang tuanya apalagi kini kesehatan Daddy Justin pun mulai menurun karna keluarga itu benar2 sudah bangkrut.


Beruntung Justin bergerak cepat dulu hingga sebagian harta masih bisa di pertahankan.


" Sayang,ayo makan lagi " Pinta Laura menyuapi Justin.


Cila dan David serta Vero terlihat sangat iba melihat lelaki itu.


Dulu Justin sangat bersemangat tapi kini semangat lelaki itu kian menghilang.


Justin menganga menerima suapan Laura.


" Besok kita periksa ya " Kata David tersenyum.


" Maafin Justin Pa,Justin banyak merepotkan kalian " Ucap Justin berkaca kaca.


" Its Okey " Kata David terkekeh.


" Iya,kan kita keluarga Kak jadi harus saling suport " Kata Vero menimpali.


" Hehe iya,duh anak bujang ku sekarang udah pinter ya " Kata Cila mengusel wajah Vero.


" Ihh Mama tangannya bau bawang " Kata Vero kesal..


" Kalo Mama ngak bau bawang kamu ngak bisa makan enak " Cibir Cila.


Vero mengkrucut sedih membuat David gemas mengacak rambut anak pertamanya.


Justin ikut tersenyum kecil,hari2nya berlalu dengan penuh perjuangan.


Banyak yang dipikirkan pria itu,Justin masih punya sang Daddy yang harus diperhatikan.


Usaha nya pun belum bisa berjalan karna kondisi mentalnya sedikit terganggu saat ini.


Mereka bercengkrama dengan hangat mencoba membuat Justin merasa nyaman dengan mereka.


Suatu malam,Justin pamit untuk keluar dari rumah,Laura sangat khawatir karna lelaki itu tidak mengizinkannya ikut.


" Aku akan pulang,tunggu lah dirumah jangan mencemaskan aku " Ucap Justin tenang.


" Tapi Kakak mau kemana ?" tanya Laura sudah berkaca kaca.


" Aku akan menemui teman ku " Jawab Justin tenang.


" Aku ikut lah " Rengek Laura.


" Ngak usah sayang,ini udah malam " Kata Justin menghela nafas.


Lelaki itu berpakaian sangat rapi dan wangi membuat Laura curiga.


" Kamu ngak boongin aku kan ?" Tanya Laura tajam.


" Ngak,aku ngak bisa terus diam seperti ini,aku sudah baikan " Kata Justin serius.


Laura terdiam dan memperhatikan lelaki itu.


" Baiklah,aku harap kamu ngak berbuat yang aneh2 " kata Laura pasrah.


Justin tersenyum dan mencium pucuk kepala perempuan itu.


" Tunggu aku ya,pake baju sexy " Goda Justin mencolek dagu Laura.


Laura mencubit gemas perut lelaki itu dengan wajah merahnya.


Justin pun keluar dari rumah sang mertua.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2