Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Dia


__ADS_3

Setelah Laura dan Vero selesai makan,mereka menonton tv bersama.


Laura menjaga jarak dari pria itu karna sekarang status mereka bukan Kakak beradik lagi melainkan pasangan kekasih.


Laura menerima Vero bukan tanpa sebab,gadis itu mulai kehilangan harapan untuk bisa bersama Justin.


Pria itu benar2 tak mengabarinya sedikit pun,bahkan Laura tak tau Justin masih hidup atau tidak.


Laura merasa penantiannya tak akan membuahkan hasil,perempuan mana yang mau menunggu jika si pria tidak sedikit pun menunjukkan bahwa dirinya berarti.


Dengan hubungan yang baru dengan Vero,Laura berharap pria itu bisa memberinya sedikit cahaya kebahagiaan,Laura sudah lelah menahan hatinya.


Laura begitu merindukan Justin,tapi apa daya Justin tak ada bersamanya.


Gadis itu pun mencoba mengubur nama Justin dalam hidupnya,kini Laura sadar dia dan Justin benar2 berbeda.


Laura teringat akan nasehat David dan Cila untuk menyuruh berhati2 menaruh rasa kepada pria tampan dan kaya itu,menurut David pria seperti Justin tak akan sulit mencari gadis seperti putrinya bahkan dapat lebih dari itu pun bisa.


" Kenapa melamun ?" Tegur Vero menoleh kearah Laura yang menatap kosong televisi.


" Hah,ngak papa kok hehe " Kata Laura tersentak.


" Lagi mikir apa ?" Tanya Vero lembut.


" Ngak mikirin apa2 " Jawab Laura berbohong.


Gadis itu tak mungkin bercerita kepada Vero bahwa ia memikirkan pria lain.


" Oh iya,temenin aku ke ruko yuk " Ajak Laura mengalihkan topik.


" Mau ngapain ?" Tanya Vero mengernyit.


" Liat mereka kerja aja,habis itu kita jalan " Kata Laura semangat.


" Beneran ? tapi aku belum gajian " Kata Vero sedih.


Laura tertawa renyah,gadis itu lupa pria yang ia pacari sekarang sudah bekerja dipabrik sang Papa.


" Tenang aja aku ada kok " Kata Laura tersenyum.


" Heh ngak boleh,aku baca digoogle kalau jalan sama cewek,si cowok yang harus ngeluarin modal " Kata Vero polos.


" Hm ngak papa,kan baru permulaan,ntar kalau kamu gajian baru gantian " Kata Laura ramah.


" Hm ngak lah,mana bisa gitu " Kata Vero menolak.


" Masa ia kita dalam rumah mulu nungguin kamu gajian " Kata Laura mengkrucut.


" Apa aku pinjam uang Mama dulu ya ?" Gumam Vero polos.


Laura tertawa ngakak,sejak Vero hilang ingatan jiwa playboy lelaki itu hilang lenyap ntah kemana,Vero layaknya anak yang baru lahir tanpa dosa dan Laura sangat menyukai kepolosan adiknya saat ini.


" Ngak perlu,ayo cepetan " Ajak Laura menarik tangan Vero.


" Eh iya aku ganti celana dulu " Kata Vero tersenyum malu.


Laura melotot kaget,gadis itu baru sadar Vero hanya mengenakan bokser dan kaos saja dari tadi.


" Astaga,iya cepetan " Kata Laura bersemu merah.


Vero mengangguk dan langsung kabur kekamar.


" Aduhh,aku kenapa ngak ngeh sih dari tadi " Gumam Laura memukul pelan kepalanya.

__ADS_1


Laura terbiasa melihat Vero seperti itu jadi tak ada rasa canggung diantara mereka,tapi kali ini berbeda Laura kembali menyadari sttus mereka kini sudah berubah.


Laura bersiap siap dikamar,memoles sedikit bedak dan lipstik diwajahnya.


" Biar bagaimana pun ini ngedate pertama aku sama Vero jadi harus cantik " Gumam Laura tersenyum.


Gadis itu mengambil baju bagusnya agar Vero tak malu membawa dirinya jalan.


Tak lama mereka pun kini telah siap,Vero sangat tampan pria itu layaknya Vero yang dulu sering berdandan modis.


" Aneh ngak ?" Tanya Vero tak PD melihat Laura menatap dirinya tanpa kedip.


" Hah ngak " Kata Laura tersadar.


Gadis itu tersenyum,Laura merasa Vero sudah kembali meski nyatanya pria itu tak ingat apapun.


" Ayo berangkat " Ajak Vero menggandeng tangan Laura.


" Hm " Jawab Laura tersenyum.


Pasangan baru itu pun keluar rumah,mereka terpaksa mengenakan mobil David karna motor Vero sudah dibawa Cila dan David jalan2.


" Yah pake mobil " Desah Vero lesu.


" Iya,motor Mama juga kotor banget tuh " kata Laura lesu menunjuk motor Cila yang penuh tanah merah.


" Ngak papa lah pake mobil aja " Kata Laura tersenyum.


Vero mengangguk dan masuk kedalam mobil.


Kini Vero sudah bisa nyetir sendiri berkat ajaran David.


Mereka pun melaju dijalan raya,Laura mampir ke rukonya sebentar mengecek para pekerja.


" Ke taman aja yuk nikmatin angin sore " Ajak Laura semangat.


" Gaasssss " Kata Vero mengangguk setuju.


Pria itu pun kembali berkendara dengan hati2 dijalanan.


Kini mereka duduk di bangku taman,suasana cukup ramai dipenuhi pasangan lain.


" Kamu tunggu disini bentar aku beli makanan " Kata Vero menaruh tas Laura di kursinya.


" Eh ini uang nya " Kata Laura menahan pria itu.


" Ada kok tenang aja " Kata Vero tersenyum.


" Udah bawa aja takut kurang " kata Laura memberi dompetnya.


Vero menggaruk kepala malu,tapi apa daya dirinya memang sedang bokek akhir bulan.


" Dah sana aku tungguin disini " Usir Laura.


" Hm iya,tunggu bentar ya " Kata Vero tersenyum malu.


Laura mengangguk dan menghadap kedepan melihat anak2 berlarian.


" Hmmm sejuk nya " Gumam Laura menarik nafas dalam2 lalu menghembuskan.


Asik melihat lihat,manik Laura melihat seorang wanita berusaha menggendong gadis kecil yang berusaha kabur.


" Uhhh gemes banget anaknya " Gumam Cila seorang diri.

__ADS_1


Gadis kecil itu berlari lari kesana kemari menghindari tangkapan ibunya.


" Daddyyyyyyy......" pekik gadis itu memanggil seseorang.


Si ibu gadis itu tersenyum menggeleng dan duduk dibangku melihat anaknya berlari.


" Daddy " Panggil gadis kecil berkuncir 2 berlarian kearah seorang pria yang baru turun dari mobil.


" Dad,i miss yu " Pekik gadis itu langsung meloncat ke tubuh sang pria.


Laura menyelisik lebih dalam melihat lelaki besar tinggi yang sedang mengenakan kaca mata hitam.


Pria itu menggendong sang anak dan membawa kearah ibunya.


Jedderrrr...


Seolah ada geledek,Laura terbelalak melihat siapa pria itu.


" Kak Justin " Gumam Laura tak percaya.


Lelaki itu sangat mirip dengan Justin dan Laura yakin itu pria yang ia kenal.


" Ngak mungkin itu Kak Justin " Gumam Laura menggeleng pelan.


Lelaki itu memunggunginya membuat Laura tak bisa melihat langsung wajah sang pria.


" Kalau itu Kak Justin lalu,anak itu siapa ? dan perempuan itu siapa ?" Tanya Laura bertubi tubi.


Si wanita terlihat sangat bahagia,bahkan wanita itu mengusap rambut pria mirip Justin dengan lembut.


Laura masih terdiam dengan jantung berdegub kencang.


" Pantesan dia ngak ngabarin aku selama ini,ternyata Kak Justin udah punya keluarga " Gumam Laura menunduk sedih.


" Tunggu,kalau anak Kak Justin sudah sebesar itu,artinya Kak Justin udah lama nikah,terus rumah itu ?aku ?" Gumam Laura bingung sendiri.


Dor...


Kejut seseorang dari belakang.


" Astaga Vero !" Kata Laura kaget bukan main.


Gadis itu mengusap dadanya yang kian berdegub.


Keluarga kecil tadi sudah berlalu kearah lain,membuat Laura ingin mengejarnya.


" Kamu kenapa ?" Tanya Vero kaget melihat wajah Laura pucat.


" Hah aku em aku " kata Laura terbata sambil maniknya menatap punggung pria yang kian jauh.


" Ada apa ?" Tanya Vero bingung.


Laura mengusap wajahnya dan menyender kebelakang.


" Ngak papa " Jawab Laura lesu.


Vero duduk dibangku dan membuka kantung kresek yang ia bawa.


" ini minum dulu " Kata Vero memberi mineral kepada kekasihnya.


Laura mengangguk lemah dan mulai minum sedikit.


" Aku yakin itu Kak Justin,tapi kapan dia kembali dan kenapa dia membohongi aku,lalu janji itu,ah ternyata aku sangat bodoh !" Batin Laura berkecamuk.

__ADS_1


__ADS_2