
Matahari mulai menampakkan sinarnya,dibalik gorden seorang pria melenguh merasa sedikit silau.
Vero perlahan membuka matanya dan mengernyit.
" Udah pagi hoaaammmm " Ucap Vero masih mengantuk.
Pria itu mencoba bangun meski begitu lelah dan ingin tiduran lagi.
Vero merebahkan lagi tubuhnya kekasur dan melihat atap2 kamar.
" Astaga Sofia " Ucap Vero terbelalak saat mengingat sang anak.
Dengan gerakan cepat Vero menghambur dari ranjangnya dan berlari keluar.
" Aku telat,gawat Sofia harus sekolah " Ucap Vero panik bukan main.
Pria itu masuk kekamar sang anaknya dan kembali kaget.
" Mana Sofia ?" Tanya Vero melihat diranjang sudah tak ada lagi.
" Sofiaaaaa " Panggil Vero mencari.
Vero mendekati kamar mandi dan tak mendapati siapapun.
" Kemana anak itu ?" gumam Vero bingung.
Vero keluar lagi dan aaaa...
Pekik lelaki itu bersamaan dengan anaknya yg akan masuk kamar.
" Ihhh Papa ngagetinnn " Kata Sofia melonjak kaget
" Kamu juga ngagetin " Balas Vero mengusap dadanya.
Lelaki itu melihat sang anak,Sofia sudah cantik dan rapi dengan seragam sekolah.
" Kamu sudah makan ?" tanya Vero.
" Udah " Jawab Sofia masuk kedalam kamar.
" Makan apa ? Papa belum siapin makanan " Kata Vero mengernyit.
" Tante yg siapin " Jawab Sofia mengambil tas sekolahnya.
" Tante ? Siapa ?" tanya Vero kaget.
" Tante Hani Pa,duh Papa pagi2 udah pikun aja " cibir Sofia.
" Hani ?" Ulang Vero bingung.
" Iyaaaa " Jawab Sofia kembali melewati lelaki itu.
Vero mengikuti langkah kaki putrinya sambil terus mikir.
Gadis kecil itu masuk kedapur dan bertemu ibu tirinya lagi.
" Astaga " Ucap Vero tersadar.
Hani yg sedang mencuci piring berbalik badan melihat bapak dan anak itu sedang melihatnya.
" Sudah bangun ?" Tegur Hani tenang.
Vero mengangguk pelan.
" Maaf aku bangun terlambat " Jawab Vero tak enak.
" Duduklah " Kata Hani santai.
Vero kembali mengangguk dan mendekati kursi.
Pria itu duduk dengan tenang melihat menu semalam yg sudah dipanaskan.
" Mau makan ?" tanya Hani.
" aku bisa sendiri " Jawab Vero.
" Aku bisa ambilkan kalau kau mau " balas Hani.
Vero diam sejenak melihat wajah Hani yg masih sembab.
__ADS_1
" Ya sudah " Balas Hani tak ingin memaksa.
Gadis itu pun mengambil tempat nasi dan menyiapkan makanan.
" Kau masak lagi ?" Tanya Vero melihat ada telur mata sapi dan sosis meja dekat kompor.
" Iya,untuk Sofia bawa bekal " Jawab Hani.
Vero melihat anaknya,Sofia terlihat sibuk memasukkan botol minum dengan air.
" Mau bawa bekal ?" tanya Vero tersenyum.
" Iya Pa,temen2 aku pada bawa bekal " Jawab Sofia.
Vero mengangguk dengan wajah terharunya.
Pria itu kadang merasa kasihan,Sofia sungguh kurang kasih sayang dan perhatian.
Biasanya Sofia diberi uang jajan atau Cila yg mengirimkan makanan,tapi untuk bawa bekal ke sekolah sangat jarang gadis itu lakukan.
" Ini Sofia udah selesai " kata Hani membawa tempat makan tersebut kepada pmiliknya.
" Iya Te,makasih ya udah mau siapin bekal aku " Jawab Sofia tersenyum bahagia.
" Iya nanti bilang aja mau bekal apa,Tante siapin " Kata Hani mengusap kepala gadis itu.
" Oke " Balas Sofia girang.
Vero yg melihat interaksi keduanya menghela nafas lega.
Vero pikir akan sulit menyatukan ibu tiri dan anak tersebut tapi keduanya terlihat cepat akrab apalagi sebelumnya Sofia juga sudah mengenali Hani.
" Aku akan pergi setelah mengantar Sofia sekolah " Kata Vero memberitahu.
Deg...
Hani tersentak mendengar ucapan lelaki itu.
" Selama aku pergi,baik2 lah dirumah ini " Lanjut Vero lagi.
" Berapa lama ?" tanya Hani.
" Hm disana " jawab Hani tak enak.
" Ntah lah,keputusan belum final,tapi tenang saja selama aku disana kau tetap ternafkahi " Kata Vero tersenyum.
" Bagaimana caranya ? kau saja tidak bekerja " Balas Hani.
" Aku punya kartu yg bisa kau pakai untuk beberapa tahun kedepan " Balas Vero.
" Apa ?" pekik Hani kaget.
" Ya,dan aku harap kau bisa menggunakannya dengan bijak " Jawab Vero lagi.
" Vero " Ucap Hani serius.
" Tak usah khawatir Han,semuanya sudah aku siapkan,kau hanya perlu menjaga diri dan Sofia tolong urus dia dengan baik sampai aku kembali " Pinta Vero.
Hani menunduk,ntah mengapa ucapan Vero saat ini menyayat hatinya.
" Semua akan baik2 saja " Lanjut Vero lagi.
" Papa mau kemana ?" Celetuk Sofia yg mendengar ucapan Vero.
Vero melihat sang anak dan tersenyum kecil.
Wajah gadis itu sangat polos,bahkan hingga kini Sofia tak tau apa yg terjadi kepada Ibu bapaknya.
" Papa mau kerja sayang,jadi selama Papa pergi Via sama Tante ya " kata Vero tersenyum.
Sofia mendekat dan memeluk perut Vero.
" Papa mau pergi lagi ?" tanya Sofia sedih.
" Iya kerjaan Papa banyak Nak,Via jangan nakal ya " Jawab Vero bergetaŕ.
Hatinya begitu sesak melihat expresi sedih Sofia,meski bukan anak kandung tapi ikatan keduanya begitu kuat.
Hani menatap keduanya dengan manik berkaca kaca,siapa pun yg melihat moment saat ini pasti merasakan apa yg sedang Vero dan Sofia rasakan.
__ADS_1
" Tapi Papa baru pulang,Via masih mau ketemu Papa " kata Sofia mulai menangis.
" Nanti ketemu Nak,Papa bakal pulang jangan takut " balas Vero mencoba tegar.
" Kenapa kerjanya jauh Pa,biasanya Papa gak kerja jauh ?" tanya Sofia masih begitu kepo.
" Iya soalnya ini penting Nak,jadi ya mau gak mau Papa harus pergi " Jawab Vero mencari alasan.
" Apa Via boleh lihat Papa kerja ?" tanya Sofia lagi.
Deg...
Vero tersentak dan langsung menggeleng cepat.
" Gak boleh,Sofia gak boleh ketemu Papa " Jawab Vero tegas.
" Kenapa ?" tanya Sofia lagi.
" Nanti Sofia dimarahin orang2 " Jawab Vero.
" Kan Papa Bos nya " Balas Sofia heran.
Vero menelan ludah kasar,pertanyaan anaknya membuat lelaki itu harus pintar mencari alasan.
" Hmm Sofia kayaknya udah waktunya sekolah,Ayo Tante antar " Kata Hani memotong pembicaraan keduanya.
Sofia menoleh melihat Hani yg masih mengenakan baju tidur.
" Aku mau pergi sama Papa Te " jawab Sofia.
" Oh ya em baiklah " Balas Hani bingung harus bagaimana.
" Ya sudah kalau gitu Papa mandi dulu " kata Vero tersenyum manis.
" Makan dulu " Potong Hani.
Vero menoleh melihat gadis itu kembali mengingatkannya.
" Aku ambilkan " kata Hani langsung buru2 mengambil piring.
Vero mengulum senyum dengan anggukan pelannya,terlihat Hani begitu canggung berinteraksi.
Beberapa detik kemudian,sepiring nasi dengan lauk pauk pun tersaji didepan Vero.
Lelaki itu langsung makan tanpa menunda2 lagi.
Hani menghela nafas panjang,gadis itu bingung juga harus bersikap bagaimana.
Disisi lain ia belum mau terlalu dekat dengan Vero,tapi disatu sisinya lagi Vero seolah butuh dirinya.
Setelah selesai,Vero langsung bersiap.
Hani hanya melihat dan menyiapkan Sofia untuk siap berangkat mencari ilmu.
Beberapa menit berlalu,tiba2 suara klakson mobil terdengar diluar.
Hani berjalan cepat melihat siapa yg datang.
Deg...
Seketika manik gadis itu melotot melihat sebuah mobil polisi terparkir didepan.
" Mereka sudah datang ?" tanya Vero dari belakang.
Hani berbalik badan dan deg...
Suaminya sudah terlihat tampan dengan kemeja hitam dan topi senada.
" Siapa yg datang Pa ?" tanya Sofia mendongak.
Tess.....
Air mata Hani tiba2 turun dengan sendirinya melihat senyum mengembang Vero.
" Siapa sih yg datang ?" Gumam Sofia penasaran.
Gadis itu berlari kedepan dan langsung membuka pintu rumah.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.