
Kabar mengejutkan yang baru saja terjadi langsung menggemparkan keluarga besar Cila.
semua orang ikut panik mendengar kabar anak tunggal wanita itu menghilangkan nyawa orang lain.
Disebuah rumah seorang wanita tua menangis terisak saat mendapat telfon dari menantunya,Sintia tak kuasa menahan tangis mendengar suara menantunya bergetar memberi info tersebut.
Beni yang baru pulang dari luar kota ikutan panik,meski sangat lelah lelaki itu langsung tancap gas kekantor polisi.
Di hadapan beberapa aparat,seorang wanita muda memeluk adiknya.
Laura mengamuk saat polisi melihat tangan adiknya terborgol meski belum menemukan bukti.
Wanita yang baru saja pingsan itu tak memperdulikan dirinya,Laura benar2 sudah diluar kendali.
Justin terlihat kewalahan menahan istrinya yang menghambur semua yang ada dimeja polisi.
Pihak polisi seketika heboh menangkan 2 wanita yang mengobrak abrik kantor tersebut.
Cila sedikit pun tak melepas tangan anaknya meski David menarik tubuhnya dari tadi.
" Lepas Mas,aku tidak mau meninggalkan Vero !" Bentak Cila mendorong David dengan kuat.
Brugh...
Lelaki itu jatuh kelantai,bukan hanya sekali David tersungkur mendapat perlawanan dari wanita itu,Cila benar2 seperti kerasukan singa betina.
Abraham yang melihat Besan dan Menantunya merasa sangat sedih,Abraham masih tak percaya bahwa Vero akan melakukan hal gila itu.
" Tolong jangan penjarakan dia dulu Pak,kalian belum punya bukti bahwa Vero yang membunuh lelaki itu " Kata Abraham mendekati polisi yang diam melihat kegaduhan.
" Kami menemukan barang bukti sebuah pistol revolver tepat disamping tubuh tersangka " Ucap polisi tenang.
" Dan pelurunya berada dikepala lelaki yang ia bunuh " Lanjut pria berpakaian coklat tersebut.
" Astaga " Kata Abraham kaget.
" Tapi Pak,Vero melakukan itu untuk menyelamatkan seorang gadis " kata Abraham tenang.
" Kami akan meminta keterangan korban setelah ia sadar " Jawab Polisi.
Abraham mengangguk,lelaki itu tak bisa berbuat banyak sekarang karna akan menyalahi aturan pemerintah.
Drama seret menyeret masih berlangsung,polisi terlihat kesal dengan 2 perempuan beda usia masih menghalangi mereka.
" Jika kalian masih menghalangi jalan aparat,kalian juga akan kami masukkan kedalam sel !" Ucap aparat tegas.
" Eh maksud lo apa hah,mau masukin bini gue penjara !" Bentak Justin emosi.
Abraham langsung menahan tubuh anaknya yang mendekati aparat.
" Kami hanya bekerja sesuai peraturan " Ucap Aparat tenang.
" Ya gak usah bawa2 bini gue dong,dia hanya ingin melindungi adiknya !" Bentak Justin.
" Sudah Nak,jangan cari masalah " Kata Abraham menarik tubuh Justin.
" Gak bisa Dad,kurang ajar nih orang !" kata Justin masih emosi.
__ADS_1
" Tenang Justin,jangan gegabah " Kata David menasehati.
" Gimana bisa tenang Pa,mereka mau masukin Mama dan Laura juga " Kata Justin meledak ledak.
David menarik nafas panjang,lelaki itu juga tidak ikhlas anak dan istrinya dimasukkan kesana,hati pria itu begitu hancur tapi David tidak mau menambah masalah makanya lelaki itu berusaha tenang.
" Veroooooo huhuhu " Tiba2 suara tangisan terdengar.
Dari arah luar,Sintia dan Beni baru saja sampai disusul Rendi bersama Romeo.
" Apa ini ? apa yang terjadi ?" Tanya Beni berusaha tenang.
" Nenek" ucap Vero melihat wanita tua itu mendekatinya dengan air mata berderai.
Beni menggebrak meja polisi dengan kuat saat mendengar penjelasan David.
" kurang ajar !" Bentak Beni geram.
" Jangan Yah " Kata David sangat tau perangai lelaki itu.
" Dia hanya ingin melindungi,jika Vero tak melakukan itu maka Hani yang akan mati,apa kalian buta melihatnya !" Bentak Beni emosi.
Polisi diam,semua orang membela Vero tapi aparat tak bisa melakukan hal lebih mereka hanya mengikuti perintah.
" Kami akan meminta keterangan korban " Jawab Polisi sedikit harus menjelaskan bagaimana lagi.
" Mana Hani ?" tanya Beni masih emosi.
" Dirumah sakit Yah,dia terluka parah " Jawab David menunduk.
" Astaga gadis malang itu " Gumam Beni tak percaya.
Kasus pria itu pun dibuka.
Dirumah sakit,Hani dijaga 2 orang polisi didepan ruangan.
Wajah gadis itu dibalut perban karna banyak bekas luka disana.
Hani terbaring lemah seorang diri diranjang disertai tabung oksigen.
keadaan gadis itu benar2 memprihatinkan,2 jam sekali perawat akan mengunjungi gadis malang itu untuk mengecek kondisi.
Saat tengah malam,seorang wanita datang keruangan setelah mendapat izin dari aparat yang berjaga.
Laura mendekati brangkar dan menutup mulutnya tak percaya melihat calon adik iparnya terlihat tak berdaya dengan mata tertutup.
" Hani " Panggil Laura bergetar.
" Sayang,kamu harus kuat ya " Kata Justin menguatkan istri tercintanya.
Laura mendekat dan duduk disamping gadis itu melihat penampilan Hani yang banyak perban.
" Malam sekali nasib kamu Dek hiks hiks " Ucap Laura tak kuasa menahan tangis.
" Kamu tau sekarang Vero harus dipenjara,dia begitu menyayangi kamu hingga rela berkorban " Kata Laura terus menangis.
Justin menarik nafas berusaha tenang,lelaki itu ikut sedih dengan masalah yang menimpa keluarga istrinya tersebut.
__ADS_1
" Baru siang tadi kita ketawa sama2,makan,cerita,tapi kenapa sekarang...." Ucap Laura tak sanggup melanjutkan.
" Sayang tenanglah " Kata Justin ikut berkaca kaca.
" Hiks hiks "Tangis wanita itu pun pecah.
Laura sudah menyayangi gadis kecil didepannya,meski Hani masih muda untuk Vero tapi pasangan itu benar2 menunjukkan arti cinta sejati.
Hani rela melakukan untuk Vero begitu pun lelaki itu,kedua sama2 ingin berjuang memantaskan diri tapi jalan keduanya tak selalu mudah.
Pasangan itu harus merangkak berdarah2 karna Hani punya masa lalu yang buruk tentang keluarga.
" Apa yang harus aku jelaskan ke Vero tentang Hani Kak,dan apa yang harus aku jawab saat Hani bertanya tentang Vero ?" Tanya Laura kepada Justin.
" Sayang " Panggil Justin lembut.
Lelaki itu mendekap istrinya dengan hangat,Justin sangat menyangi Laura begitu pun keluarga istrinya.
Meski Hani baru masuk kedalam keluarga itu tapi Justin menyetujui hubungan adik iparnya dengan sang gadis karna menurut Justin,Hani bisa membuat Vero bahagia meski gadis itu banyak kekurangan.
Hani masih terpejam dengan damai,kebesokan paginya kasus Vero langsung diusut.
Semalam Cila dan David tak tidur,pasangan itu berpikir keras bagaimana caranya mengeluarkan sang putra.
Didalam ruangan,Vero masih duduk sendirian lelaki itu terlihat sangat tenang.
Vero merasa puas sudah menghilangkan nyawa lelaki berengsek yang telah menghancurkan hidup kekasihnya itu.
Vero tak memikirkan hukuman yang akan ia jalani,Vero hanya ingin Hani selamat dan ceria seperti biasanya.
Ceklek..
Pintu ruangan terbuka masuklah 2 orang aparat mendekati lelaki itu.
" Ayo keluar " Ucap aparat tenang.
Vero mengangguk,dengan tangan terborgol lelaki itu melangkahkan kaki jenjangnya keluar dari ruangan.
Saat berjalan Vero melihat kedua orang tuanya menatap dirinya nanar.
Baju Orange terpasang dibadan lelaki itu membuat hati Cila sangat hancur.
" Vero " Gumam Cila tak kuasa melihat putranya.
Vero mendekat dan memeluk wanita itu hangat.
" Aku gak papa Ma,tolong jaga Hani untuk ku " Ucap Vero dengn suara gemetar.
" Anak ku hiks hiks " Cila semakin menangis mendekap putranya.
Cila tak menyangka cinta Vero kepada Hani begitu besar.
" Papa akan mengeluarkan kamu dari sini,jangan takut " Kata David menepuk bahu putranya.
" iya Pa " Jawab Vero tersenyum haru.
Lelaki itu pun dibawa aparat ke ruangan lain untuk investigasi lanjutan.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.