Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Seorang Anak


__ADS_3

Sudah satu minggu berlalu,kini Laura mulai merasa kesepian bocah malang itu kadang memanggil ibunya meminta makan,seperti saat ini Laura menangis memeluk baju ibunya dikamar.


Rumah sudah sepi gadis itu berdiam seorang diri menangis terisak isak merindukan sang ibu yang selalu menyayanginya.


" Ibu hiks hiks Laura kesepian Bu,ibu pulang Bu huhuhu " Kata Laura meringkuk dikasur lantai yang biasa tempat mereka tidur.


Tak banyak barang disana karna Laura dan Ibunya hidup sangat sederhana selama ini.


Hanya ada lemari susun bergambar princes serta cermin disudut kamar.


Laura menangis seorang diri,gadis itu baru merasa sepi saat 7 hari telah berlalu.


Tetangga tak lagi berdatangan meramaikan rumah sederhananya.


Dirumah Cila,perempuan itu baru saja memandikan Vero yang asik bermain sabun saat ia mencuci tadi.


Cila masuk kekamar dan mengernyit melihat tak ada Laura yang tidur diranjang.


" Kakak kamu mana ?" Tanya Cila kepada Vero.


Bocah yang bersimpit handuk itu menggeleng tak tau.


Cila celingak celinguk mencari gadis malang itu kesegala arah seraya menggendong Vero tapi nihil,Laura tak ada dalam rumah.


Memang dari semalam Laura mulai tidur dirumah mereka karna Cila tak mau meninggal rumahnya begitu lama.


Biasanya Cila tak akan panik bila Laura tak ada dirumah tapi kali ini berbeda,Cila terlihat ketakutan tak mendapati gadis itu didalam rumahnya..


" Astaga jangan2 Laura...." Gumam Cila melotot kaget.


Perempuan itu dengan cepat membawa Vero kekamar dan menganti baju Vero dengan gerakan cepat.


Vero yang melihat wajah panik Cila hanya diam menurut saja.


Selesai berganti baju,Cila keluar rumah sedikit berlari krumah yang sedikit jauh dari rumahnya.


" Cila ada apa ?" Tanya seorang wanita sedang menjemur baju.


" Em ada liat Laura ngak Bu ?" Tanya Cila dengan nafas ngos2an.


" Laura,bukannya dia dirumah kamu " Kata Ibu2 berjilbab itu heran.


" Iya,tapi sekarang ngak ada Bu " Kata Laura mulai ketakutan.


" Astaga,kemana anak itu " Kata Ibu itu ikut panik.


" Aku cari Laura dulu Bu " Kata Cila kembali berjalan cepat.


Ibu2 itu mengangguk dan menghela nafas.


" Kasihan sekali Laura,dia gadis yang sangat malang " Gumam Ibu berjilbab itu iba.


Cila kini sudah sampai didepan sebuah kontrakan kecil yang belum di cat,tanpa basa basi Cila dan Vero langsung menerobos masuk.


" Lauraaaaa " Panggil Cila menggema.


Cila mencari ke dapur,tak ada siapapun disana,Cila kembali menyusuri rumah dan berdiri tepat di pintu kamar yang tertutup.


Dengan pelan Cila membuka pintu dan mengintip,Vero pun ikut mengintip kedalam.


" Laura " Gumam Cila menutup mulutnya saat melihat Laura meringkuk memeluk baju daster yang sering Siti gunakan.


" Ka kak " Panggil Vero langsung ingin turun.


Cila menahan tangis mendekap Vero menyuruh anaknya agar tenang.


Laura tak tau bahwa ia sedang diperhatikan oleh Cila,gadis itu tertidur setelah puas menangis.


Cila mendekat dengan air mata menetes deras,sungguh perempuan itu tak tega melihat gadis sekecil Laura merasakan hal pahit seperti ini.

__ADS_1


Cila duduk di kasur menurunkan Vero.


" Kakak " Panggil Vero menggoyangkan lengan Laura.


Gadis kecil itu berbalik dengan wajah sembab.


Perlahan Laura membuka matanya dan tersenyum.


" Ibu " Gumam Laura lirih.


" Laura pusing Bu " Kata Laura mulai menangis.


" Ya Tuhan " Kata Cila semakin menangis dan mendekap anak itu.


" Astaga,tubuh kamu panas Nak " Pekik Cila kaget saat merasa tubuh Laura sangat panas.


" Laura pusing Bu,bawa Laura ikut ibu hiks hiks " Kata Laura mengigau.


Cila mendekap anak itu dan memeluk Laura dengan erat,tangis Cila pecah.


Laura jatuh sakit karna sangat merindukan ibunya.


Memang setiap malam akan tidur,Laura selalu menanyakan ibunya tapi Cila atau David selalu berusaha mengalihkan pikiran anak itu,hingga Laura bisa tidur tanpa dekapan ibunya.


" Vero sayang,tunggu dsini ya jagain Kakak bentar ya Nak " kata Cila menghapus air matanya.


Vero menatap Cila dengar nanar,meski belum bisa bicara dengan baik,tapi bocah itu selalu mengerti apa yang orang2 bicarakan.


Vero mengangguk tersenyum,bocah itu ikut berbaring bersama Laura memberikan pelukan hangatnya.


Cila bangkit dan berjalan keluar meminta tolong kepada tetangga.


Tak lama Cila kembali datang dengan seorang lelaki remaja.


" Bisa tolong antar kami ke rumah sakit ngak ?" tanya Cila panik.


" Ya udah terserah,tolong anterin kami kesana ya soalnya saya ngak bisa gendong langsung 2 " Kata Cila memelas.


" Iya Mba,aku panggil Bapak dulu buat anter pake mobil "


Cila mengangguk dan kembali mengecek suhu Laura.


Gadis itu diam,keringat membanjiri tubuhnya bahkan Laura untuk bicara pun sangat lemas.


David hari ini keluar kota,jadi pria itu tak bisa menolong saat ini,Cila pun tak ingin memberitahu suaminya sekarang takut David khawatir nanti.


Mereka melesat pergi ke puskesmas terdekat dengan diantar tetangga.


Selama diperjalanan tak henti2 Cila berdoa dan menguatkan Laura yang berbaring dipahanya.


Vero sangat anteng,bocah itu seolah tau saat ini Mama nya tak sempat meladeni dirinya jika ingin bermain.


10 menit kemudian mereka sampai,petugas puskesmas bergerak cepat membantu Laura.


Gadis itu dibawa keruangan UGD untuk diperiksa.


Cila terlihat tak tenang,Vero yang melihat Mama nya mondar mandir pun menjadi ngantuk.


Bocah itu melihat kiri kanan lalu mulai berbaring dikursi tunggu.


Tak menunggu waktu lama dan tak ada drama minta ini itu,Vero tertidur dengan sendirinya.


Cila yang melihat putrnya kini sudah tidur pun tersenyum hangat.


" Makasih udah ngertiin Mama sayang,maaf Mama ngak fokus sama kamu " Kata Cila lembut seraya mengusap kepala anaknya.


Cila duduk diam menunggu dokter keluar memeriksa Laura.


" Gimana keadaan Laura Dok ?" Tanya Tetangga Laura yang masih menunggu.

__ADS_1


" Anak itu demam Pak,dan suhu tubuhya lumayan tinggi,jika tak segera ditangani mungkin dia akan terkena stip " Jelas Dokter serius.


" Beneran Dok ?" Tanya Cila kaget.


" Iya Bu,sekarang dia kembali tidur biarkan istirahat dulu "


Cila menghela nafas lega dan kembali duduk.


" Makasih Pak " Kata tetangga Cila tersenyum.


Malam harinya Cila dan David duduk bersama seraya menatap Laura yang tidur dengan kain kompresan di kening.


David sudah pulang sore tadi diantar Reno.


Cila menatap iba gadis malang itu,Laura tak banyak lagi menangis,gadis itu hanya memilih diam saat Cila dan David tak bisa membawa ia kepada ibunya.


" Mas,aku ngak tega loh liat Laura " Kata Cila membuka suara.


David mengangguk dan menyenderkan punggungnya ke dinding,saat ini pasangan itu duduk lesehan dilantai dilapisi karpet.


Vero masih bermain mobil2lannya seorang diri ditemani orangtuanya.


" Kamu udah cari panti nya ?" Tanya Cila hati2.


David menghela nafas.


" Aku ngak tega Cil " Kata David sedih.


" Maksud kamu ?" Tanya Cila kurang paham.


" Kamu mau ngak urus Laura ?" tanya David pelan.


Deg..


Cila tersentak.


" Ya mau lah kalo kamu izinin " Kata Cila menunduk.


" Jadi kamu mau ?" Tanya David girang.


Cila mengangguk cepat.


" Ya elah,tau gitu aku ngak capek2 cari panti Cilaaaa,aku pikir kamu keberatan urus Laura " Kata David terkekeh pelan.


" Hah kamu ngak ngomong sama aku kalo kamu mau adop dia " Kata Cila tak terima.


" Hahahahaha ternyata kita cuma salah paham epribadeh " kata David tertawa girang.


Cila ikut tertawa dan mencubit gemas paha David.


" Jadi anak kita nambah nih ?" Goda David.


Cila mengangguk malu.


" Jadi ngak perlu nambah lagi kan " Kata Cila girang.


" Et enak aja,nambah lah biar Laura banyak adik,iya ngak sayang " Kata David mentoel pipi Vero.


Bocah itu mengangguk setuju.


" Itu mah maunya eluuu " kata Cila mengkrucut.


David tertawa ngakak melihat expresi istrinya.


Ternyata pasangan gaje itu cuma salah paham,David kira Cila akan keberatan mengadopsi Laura karna ia pikir Vero masih kecil,begitu pun Cila yang hanya bisa mengikuti suaminya meski sebenarnya David butuh pendapat sang istri.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2