
Disebuah studio terlihat seorang pria begitu bahagia saat kedatangan kekasih hatinya.
Sore ini Laura datang menjemput Justin ditempat kerja pria itu,Justin yang sedang pemotretan pun begitu girang dan tak sabaran lagi ingin menyelesaikan semua pekerjaannya.
" Maaf ya Kak,kalo aku ganggu datang kesini " Kata Laura menunduk sopan kepada Dimas.
" Iya gak papa La,itu Justin masih pemotretan " Jawab Dimas ramah.
Laura mengangguk,perempuan itu pun disuruh duduk disamping lelaki itu.
Justin berpose sambil matanya melirik sang istri yang juga melihat kearahnya.
" Fokus Tin,istri lo gak bakal kemana !" Pekik Dimas gemas.
" Hehe iya " Jawab Justin menggaruk kepala.
Laura menunduk malu dioloki sahabat suaminya tersebut.
Pria itu mulai fokus menghadap kamera dan berpose dengan elegant.
Laura menggeleng pelan melihat lelaki itu begitu tampan,perempuan itu merasa sedang melihat artis papan atas yang sedang syuting film.
Hampir 1 jam menunggu akhirnya Justin selesai,lelaki itu langsung berlari mendekati sang istri dan memberi kecupan dikening Laura.
" Ehmm masih ada gue " Sindir Dimas malas melihat keuwuan mereka.
" Hehe maaf Kak " Kata Laura malu.
" Gue langsung pulang ya " Kata Justin semangat.
" Ngak mau lihat hasil dulu ?" Tanya Dimas.
" Lo aja,kan lo bosnya " jawab Justin santai.
Dimas meninju lengan lelaki itu dengan senyum malu.
Pasangan tersebut berjalan menjauh setelah berpamitan.
Justin menggandeng lengan istrinya dengan manja,Laura terkekeh geli melihat tingkah kekanakan lelaki itu.
" Lepasin ah malu diliat orang " Kata Laura menarik tangannya.
" Gak mau,pokoknya mau gandengan kayak gini " Jawab Justin menyatukan tangan mereka.
" Ihh dasar gak tau malu " Cibir Laura.
" Biarin uwek " kata Justin menjulurkan lidah.
Laura tertawa geli,keduanya berjalan keluar saat mendekati motor Justin,Laura terdiam melihat sebuah mobil mahal berhenti didepan mereka.
Justin yang melihat istrinya berhenti bergerak mengernyit bingung.
" Ada apa sayang ?" tanya Justin mendekat.
Seseorang keluar dari mobil dengan pakaian mahal serta perut besarnya.
Justin menatap perempuan hamil itu dengan manik elang.
" Ayo,jangan hiraukan dia " Kata Justin menarik tangan Laura.
Laura menarik pelan tangannya dan mendekati wanita yang sedang melihat mereka.
Justin terkejut dan langsung mengejar istrinya tersebut.
Laura dan Bela berhadapan langsung,wanita itu terlihat sangat angkuh membuat Laura muak.
" Kenapa ?" Tanya Bela santai.
" Cih " Decih Laura tersenyum smirk.
Bela menatap gadis itu nyalang.
__ADS_1
" Sampai kapan pun,Kak Justin tetap akan menjadi milik ku,sekeras apapun kau mencoba dia tidak akan berpaling !" kata Laura tajam.
" Waw percaya diri sekali anda Nona " Balas Bela santai.
" Ya,karna aku istrinya dan kamu hanya perempuan tak tau malu yang ingin menghancurkan pernikahan orang lain !" Ucap Laura tegas.
Plakkkk...
Gadis itu mendapat tamparan keras dari Bela.
" Bela !" Bentak Justin terkejut.
Plakkk....
Laura membalas tamparan perempuan hamil itu tak kalah keras membuat Bela tertoleh kesamping.
" Jangan kau kira aku diam karna tak berani melawan mu,aku tidak perduli kau punya berbagai macam cara untuk memisahkan kami,yang jelas Kak Justin sudah memilih ku bukan perempuan seperti mu !" Kata Laura geram.
" Laura " Gumam Justin menganga lebar dengan keberanian perempuan pendiam itu.
" Sekali lagi kau mengganggu suami ku,kau akan menerima balasan yang tak terduga !" kata Laura penuh ancaman.
" Hahaha kau mengancam ku perempuan bodoh ?" Tanya Bela terkekeh.
" Aku ingin kau membuka mata lebar2 melihat fakta yang sebenarnya ! dan asal kau tau aku sudah menggandung anak lelaki yang kau sukai ini !" Kata Laura mengusap lembut perut datarnya.
" Apa !" Pekik Justin kaget.
Bela tersentak kaget dengan ucapan Laura barusan.
" Dia akan menjadi seorang Ayah,aku harap kau tidak mengambil ayah dari bayi ku jika kau punya hati yang juga akan melahirkan seorang anak !" Kata Laura tegas.
Setelah mengucapkan itu dengan lantang,Laura langsung pergi berjalan cepat kearah motor suaminya.
" Kak Justinnnn !" Teriak Laura geram lelaki itu masih mematung ditempat.
" Hah i iya sayang " Jawab Justin kelabakan.
" Sial !" Umpat Bela kesal.
Justin mengendarai motornya melewati perempuan hamil besar itu,Laura tersenyum miring seraya memeluk Justin dengan erat.
" Perempuan sialan !" Umpat Bela kesal.
" aaaaakkkkhhhhh " Teriak wanita itu mengamuk.
Sang sopir langsung keluar dari mobil menenangkan Nona muda tersebut.
Dijalan,Justin memakai motor dengan wajah tegang bahkan tubuhnya pun mengeras membuat Laura kesal.
" Kakak kenapa sih ?" Tanya Laura heran.
" Ka kam mu beneran hamil ?" Tanya Justin gugup.
" Ngak !" Jawab Laura ketus.
" Hah !" Pekik Justin mengerem mendadak.
Jedug...
Helm Laura langsung menghantam helm lelaki itu hingga menimbulkan bunyi yang kuat.
" Kakak,kenapa ngerem mendadak !" Pekik Laura membenarkan helm yang sudah menutupi sebagian wajahnya.
" Jadi kamu gak hamil ?" Tanya Justin terbelalak.
" Hehe ngak " Jawab Laura cengengesan.
" Lah tadi kenapa bilangnya hamil ?" Tanya Justin bingung.
" Biar dia gak gangguin kamu lagi " Jawab Laura santai.
__ADS_1
Justin menganga lebar mendengar jawaban singkat istrinya.
" Ohh jadi Kakak mau dia deket2 terus ?" Tuduh Laura melotot.
" Ehh ngak ngak,aku emang gak deket sama Bela dia aja yang ngejer2 aku " Jawab Justin kelabakan.
" Huh bikin kesel aja,udah tau hamil gede kayak gitu masih mau ngejar suami orang dasar gak tau malu " Hujat Laura kesal.
Glek...
Justin menelan ludah kasar,hari ini mood gadis itu sedikit bar2 membuat Justin tak berani menjawab.
" Cepetan pulang ngapain nunggu tengah jalan kayak gini udah bosen hidup ?" Kata Laura kesal.
" I ya ya kita pulang em mau beli jajan dulu gak ?" Tanya Justin mencoba mengalihkan.
" Iya lah,aku belum makan " Jawab Laura ketus.
" Iya sayang,tapi jangan marah2 ya " kata Justin menciut.
" Hm " Jawab Laura mendengus.
Justin menghela nafas,lelaki itu pun kembali tancap gas dengan wajah mengkrucut karna Laura hanya mengeprank nya saja tadi.
" Huh belum rejeki " Gumam Justin lesu.
Pasangan itu pun berhenti dibeberapa tempat untuk membeli makanan,apalagi tadi Cila sudah riquest ingin makan martabak manis.
Ditempat lain,seorang pria terlihat sangat lesu bahkan tak bersemangat sama sekali.
Vero sudah lelah mencari Hani yang sampai sekarang belum juga bertemu.
Waktunya tinggal sedikit membuat lelaki itu hilang harap bisa bertemu lagi dengan gadis dalam pikirannya.
Vero duduk dipinggir trotoar sambil menandak minuman dibotol,keringat bercucuran.
Keadaan sangat ramai dilalui para pengendara roda dua dan empat.
" Huh aku harus cari kemana ?" Gumam Vero sedih.
Lelaki itu mengusap wajahnya kasar,pikirannya sudah kalut,bahkan hari ini Vero hampir kecelakaan karna tak konsen lagi berkendara.
Saat lagi galau2nya,tiba2 sebuah mobil hitam yang terparkir ditrotoar berjalan menjauh,terlihat seorang gadis dengan pakaian sangat kumuh sedang memilih barang bekas yang sudah ia kumpulkan sejak pagi tadi.
Vero yang tak sengaja melihat gadis itu seketika mematung dengan mata melotot.
" Hani " Gumam Vero berdiri perlahan.
Gadis itu tersenyum melihat barang yang ia kumpul sudah sangat banyak.
" Uh syukurlah,aku bisa menjualnya hari ini dan dapat makan malam lagi " Gumam gadis malang itu bahagia.
" Haniiiii " Teriak Vero dengan suara lantang.
Gadis itu mendongak melihat siapa yang memanggil namanya yang sudah lama tak terdengar.
Hani terdiam melihat seorang lelaki melambaikan tangan kearahnya.
" Hani,tunggu disana " Teriak Vero.
Hani menelan ludah kasar,gadis itu tak terlalu jelas melihat pria tersebut karna motor mobil menghalang penglihatannya.
" Aduh gawat,jangan2 dia suruhan Bapak " Gumam gadis itu kelabakan.
" Haniii " Teriak Vero panik melihat Hani yang bergerak cepat mengumpulkan barang2nya.
Hani berdiri dan langsung berlari saat lelaki itu berhasil menyebrang.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1