
Suasana rumah Cila makin ramai saat kedatangan besan nya.
Orang tua Justin berkunjung saat mengetahui David berulang tahun,tak luput hadiah kecil pun diberikan oleh pria yg hampir berkepala 5 tersebut.
" Wah2 jadi malu " Ucap David terkekeh geli.
" Selamat ulang tahun Paman,panjang umur sehat selalu " Ucap Amat adik sambung Justin.
" Hehe iya Mat,makasih " Jawab David tersenyum malu.
Mamat mengangguk dan kembali menganjak Boy bermain.
" Boleh buka kadonya gak ?" Tanya Cila menggaruk kepala.
" Hehe Boleh,buka aja " Jawab Nita.
Cila dengan semangat mengambil bungkusan dan membukanya.
" Waah kain sarung Pa " Kata Cila takjub.
" Hehe maaf ya cuma bisa ngasih itu soalnya bingung juga mau kasih apa dah umur segini " Sahut Abraham terkekeh.
" haha iya San,itu aja makasih banget " Kata David tersenyum.
" Nahh ini buat Papa dari aku dan Kak Justin " Kata Laura memberi kado juga.
David menerimanya,pria itu membuka kado dan...
Sebuah jaket tebal dan jam tangan mewah tersaji disana.
" Waw " Ucap Cila takjub.
Laura mengambil jam dari kotak dan memakainya ditangan David.
" Cakep " Ucap Laura tersenyum kecil.
David ikut tersenyum seraya mengusap kepala gadis kecil yg pernah ia selamatkan hidupnya.
" Dipake ya Pa,selama ini Laura gak pernah lihat Papa pake barang mewah " Ucap Laura ingin menangis.
" Gimana mau pake La,jam ada dimana2 tuh yg paling gede " Balas David menunjuk jam rumahnya.
" Haha itu beda Yank " Kata Cila tertawa.
Laura tersenyum geli,ia tau David memang tak pernah memakai barang2 yg sering dipakai para pengusaha,apalagi menunjukkan bahwa status sosial yg tinggi.
Pria itu masih seperti dulu tak ada yg berubah kecuali rejekinya yg makin melejit.
" Dan jaketnya dipake ya Pa,aku beli ini pas ke London kemarin hehe " Kata Justin malu.
" Waah jauh bangett " Kata Cila melotot.
" Iya kudu naik pesawat dulu baru bisa beli " Celetuk Nita sang ibu sambung.
" Buat aku mana Bang ?" Tanya Amat menadahkan tangan.
" Gak ada " Jawab Justin ketus.
" Yah kok gitu ?" tanya Amat mengkrucut.
" Kalo nilai kamu belum naik juga,Abang gak mau beli barang atau mainan " Jawab Justin tegas.
" Yahhh,Paaaa " Rengek Amat melihat Abraham.
Lelaki tua itu melongos menyetujui ucapan putranya.
Cila dan Nita tertawa ngakak,bocah itu terlihat kocak begitupun Justin dan Papanya.
" Makanya Mat belajar yg bener,jangan main kelereng mulu " Tegur Laura terkekeh.
" Kan Kakak yg ajak aku main " Kata Amat kesal.
" Loh ?" Pekik semua orang melotot.
__ADS_1
Laura menunduk malu,detik berikutnya semua orang lagi2 tertawa ngakak.
" Haissst ternyata kamu biang keroknya " ucap Justin menjitak kepala sang istri.
Laura terkekeh menutup wajah malu.
Mereka semua terlihat bahagia,hingga sepasang suami istri baru pulang dari perjalanan mereka.
" Loh ada acara apa nih ?" Tanya Vero terkejut.
Pria itu melihat ke meja dan mendapati adanya kue ulang tahun yg sudah terpotong dan beberapa bungkusan kado.
" Siapa yg ulang tahun ?" Tanya Yuna mendekat dan menaruh belanjaannya di lantai.
Laura dan Cila melihat belanjaan wanita itu dengan wajah sedikit terkejut.
" Kalian dari mana ?" tanya Laura tenang.
" Habis shoping Kak " Jawab Yuna polos.
Laura ber Oh ria dan melihat adiknya.
" Siapa yg ulang tahun ? Boy ya ?" tanya Vero duduk disofa.
" Kamu gak tau ?" tanya Abraham mengernyit.
Vero menggeleng pelan.
" Tadi aku sibuk jadi...
" Sibuk sampe lupa Papa mu bertambah usia ?" Lanjut Nita geram.
Vero terdiam dengan wajah terkejutnya.
Pria itu melihat David,tapi sang Papa bersikap tenang seraya menyeruput kopi panas.
" Papa ulang tahun ?" tanya Vero menatap nanar.
" Hm gak juga " Jawab David terkekeh.
" Gak ucapin sesuatu Vero ?" tanya Nita masih geram dengan anak sahabatnya tersebut.
" Mak udah " Tegur Abraham menyenggol sang istri.
Vero diam sejenak dan mendekati David.
" Selamat ulang tahun Pa,maaf Vero lupa kalo hari ini hari Papa dilahirkan " Ucap Vero memegang tangan lelaki itu.
" Iya gak papa santai aja " Balas David mengusap kepala putranya.
Laura mengepalkan tangan,wanita itu melirik Yuna dengan wajah emosi membuat Justin menahan tangan Laura agar wanita itu tak tersulut.
" waahh selamat ulang tahun Pa,maaf ya Yuna gak tau kalo hari ini Papa ulang tahun " kata Yuna heboh sendiri.
" Haha iya Yun,makasih " Jawab David tertawa kecil.
" Duh lupa beli kado lagi,tapi nanti deh Yuna ganti " ucap wanita itu santai.
" Hehe gak usah,lihat kalian kumpul gini aja Papa dah seneng " Kata David terkekeh.
" Lupa beli kado,tapi dia belanja seabrek " Cibir Nita emosi.
Abraham kembali menyepak kaki wanita itu,pria tersebut ngeri istrinya tak bisa menahan diri.
" Hm anu San,kita balik dulu ya dah larut juga " Ucap Abraham pamit.
" Yaah kok cepet " Kata Cila terkejut.
" Iya soalnya Amat dah ngantuk,besok mau sekolah " Jawab Abraham asal.
" Ehh " Pekik Amat terkejut namanya disebut.
Abraham melototkan matanya memberi kode kepada bocah itu.
__ADS_1
" Oh dah ngantuk ya Mat ?" Tanya Cila lesu.
" Hehe iya Bi,hoamm " Jawab Amat berpura2.
Abraham tersenyum kecil,bocah itu sangat mudah diajak kompromi.
" Kita juga mau pamit Ma,Boy juga kayaknya dah ngantuk " Kata Justin terkekeh.
Cila melihat cucunya,memang bocah lelaki itu sudah menyender didada sang Papa.
" Gak mau tidur disini ?" tanya David.
" Gak dulu Pa,soalnya besok mau kerja pagi " Jawab Justin tersenyum.
" Hm ya udah deh " kata Cila pasrah.
Justin dan Abraham bangun,mereka pun berpamitan.
" Sehat2 ya cucu Nenek yg paling ganteng sejagat raya " Ucap Cila kepada Boy.
" Iya Nek " Jawab Justin terkekeh.
" Kalo Papa kamu nakal sama cewek lain,tonjok aja hidungnya biar bengek " Kata Cila lagi.
" Hah " Pekik Justin melotot.
" Siap Nek " Jawab Laura mewakili putranya.
" Yaaankk aku gak gatelll " Kata Justin merengek.
Laura tertawa dan mendapat cubitan manis dari sang suami.
" Hati2 Kak " Kata Vero kepada Laura.
" Hm " jawab Laura cuek.
Wanita yg tadinya hangat berubah dingin dan sialnya Laura tak mau melihat wajah Vero.
Vero yg merasa perubahan sang Kakak hanya bisa tenang dan sabar.
" Baik2 Ver,Kita pulang dulu " Kata Justin menepuk bahu sang adik ipar.
Vero mengangguk,pasangan manis itu pun turun dari rumah menaiki mobil mereka.
Cila melambaikan tangan memberi kecupan jauh.
" Ma " Panggil Vero saat mobil Justin menjauh.
" Iya " Jawab Cila tenang seraya menutup pintu.
" Vero ada sesuatu buat Mama " Ucap Vero pelan.
" Apa ?" tanya Cila mengernyit.
Pria itu mendekati belanjaan istrinya dan mengambil plastik hitam disana.
" Ini buat Mama " Ucap Vero menunjukkan daster yg ia beli.
Cila terkejut dan membuka satu persatu.
" Waah cakep banget " Ucap Cila menyelisik kain tersebut.
" Mama suka ?" tanya Vero was2.
" Iya,makasih ya Mama suka,pas banget daster Mama banyak yg bolong " Jawab Cila terkekeh geli.
" Pasti kamu belinya mahal ya ?" Tanya Cila sedih.
" Hah " Ucap Vero terkejut.
" Ya Tuhan " Batin Vero tersentak dengan ucapan ibunya yg berbanding terbalik.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.