
Dijalan,pikiran Reka terbang jauh.
Keduanya sedang berada diperjalanan menuju kantor.
Tania begitu bahagia,bagaimana tidak lelaki yg ia sukai rela menjemputnya jauh2 hanya untuk pergi bersama.
" Kak Reka beneran udah sarapan ?" Tanya Tania khwatir.
Reka diam tak menjawab.
" Kak Reka ?" Ulang Tania.
" Hah iya,ada apa ?" Tanya Reka.
Tania mengkrucut,lelaki itu terlihat tidak fokus.
" hehe maaf ya,aku lagi banyak pikiran " Kata Reka tak enak.
" Mikirin apa Kak ?" Tanya Tania.
" Hm,bukan apa2,sebentar lagi sampai " Jawab Reka.
Tania mengangguk,motor pun melaju.
Saat sampai disana,terlihat seorang lelaki parubaya baru keluar dari mobilnya.
" Eh Pak David udah pulang " Ucap Reka pelan.
" Iya,aku juga baru tau nya,pasti Bibi seneng banget " Sahut Tania terkekeh geli.
Reka ikut tersenyum,lelaki itu cukup mengenal David apalagi Hani juga sering mencritakan kekocakan mertuanya.
Hidup Reka benar2 berubah,usaha tidak pernah mengkhianati hasil benar adanya.
Jika dulu untuk makan pun sulit,kini lelaki itu mampu memberi makan orang lain.
" Rek " Panggil David.
Reka tersenyum dan menghampiri David.
" Kapan pulang Pak ?" Tanya Reka menyalami.
" Malam tadi,gimana aman nggak ?" tanya David
" Aman " jawab Reka.
" Hm bagus,nanti ikut saya makan siang bersama ya,ada klain juga " Ujar David.
Reka melirik Tania,gadis itu mengangguk tanda setuju meski sebelumnya mereka janjian akan makan siang bersama.
" iya Pak " Balas Reka.
Kedua lelaki itu berjalan masuk,Tania diam memperhatikan.
Gadis itu tak kecewa,ia senang melihat Reka bisa diandalkan oleh atasan apalagi orang itu adalah pamannya sendiri.
" Ga papa lah,toh masih ada hari lain yg penting udah jalan sama Kak Reka " Ucap Tania girang.
Tania berjalan masuk dengan ceria,gadis itu memang bukan tipe gadis pendiam seperti kakaknya dan nasib baik juga Tania diterima baik dikantor.
Siang hari,David dan Reka beneran pergi.
Keduanya terlihat akrab meski mempunyai perbedaan usia yg cukup jauh.
" mau kemana kita Pak ?" tanya Reka.
" menurut mu ?" Tanya David balik.
Reka diam mencoba menebak.
" Kita beli makanan dulu ya Pak Ujang " Ucap David menegur supirnya yg sigap membuka pintu mobil.
" Siap Pak Bos " Jawab Ujang hormat.
David tersenyum,lelaki tua itu pun masuk dan duduk tenang.
__ADS_1
Reka ikut masuk dari pintu sebelahnya,meski tak tau akan diajak kemana tapi Reka yakin David pasti menyimpan sesuatu.
Mobil pun berlalu,David diam dengan ipad ditangannya sedangkan Reka juga sibuk dengan isi kepala.
" Huh apa gadis itu beneran kembaran Tania ?" Batin Reka melayang mengingat kejadian pagi tadi.
" Jika benar,kenapa dia berbeda sekali dengan Tania ?" Lanjut Reka.
Hening...
Hanya ada kesunyian dimobil mewah tersebut.
" Rek mikir apa ?" tanya David menegur.
" Hah,mm gak papa Pak " jawab Reka menoleh.
" Jangan bengong,ntar jodoh kabur " Balas David terkekeh.
Reka tersenyum mengangguk.
" Oh iya Rek,sekarang kamu tinggal sendiri ya ?'" tanya David menganjak ngobrol.
" Iya Pak,sendirian aja " Jawab Reka.
" Kenapa ga nikah aja Rek biar ada yg urusin " Balas David.
" Belum nemu " Balas Reka.
" hm belum nemu apa gak mau ?" Goda David lagi.
" Hehe,siapa sih pak yg gak mau nikah " Jawab Reka.
" Ya siapa tau kan kamu dah enak sendiri,tapi saran saya nih mending nikah Rek,biar malam2 kalo cape ada yg pijit " Ujar David pelan diakhir kalimat.
" Haha bapak bisa aja " Kata Reka merasa malu.
" Beneran Rek,saya aja ya kalo pulang keluar kerja tu rasanya capeeeekkkk banget,tapi pas sampe rumah liat istri dasteran rambut cepol beeeehh langsung semangat apalagi diseduhin kopi panas huhh langsung On " Kata David sambil membayangkan wajah istrinya.
" Masa sih Pak ?" tanya Reka merasa tertarik.
" hahah bapak ini ada2 aja " kata Reka tertawa geli.
" hehe aduh jadi malu saya " kata David terkekeh.
Reka kembali tertawa begitupun David yg merasa malu membicarakan keromantisan rumah tangganya.
Tak terasa mereka sampai dirumah makan.
David langsung turun dan memesan makanan.
" Kita duduk dimana Pak ?" tanya Reka melihat kursi warung itu sudah dipenuhi pengunjung.
" Gak makan disini " jawab David.
" Hah terus makan dimana ?" tanya Reka bingung.
David diam,selesai semua dibungkus mereka kembali masuk mobil dan melaju kejalan raya.
Reka masih mencoba menebak,lelaki itu kurang paham dengan cara pikir David yg sulit ditebak.
Hampir setengah jam mereka sampai.
" kantor polisi " Ucap Reka pelan.
" ya kita akan makan disini " Celetuk David.
" Vero " Batin Reka teringat akan satu nama.
David keluar duluan,sama seperti tadi ia membawa bungkusan makanan tanpa meminta supirnya.
Reka mengikuti dari belakang,David mendekati penjaga dan bicara serius.
" Sebelah sana " Ucap sipir yg menjaga di administrasi.
David mengangguk,langkah tegapnya terasa menghempas lantai.
__ADS_1
Dari kejauhan,terlihat beberapa orang berpakaian baju bertulis tahanan berkeliaran sedang bergotong royong mencabut rumput.
" Mana Vero Rek ?" tanya David.
" Sepertinya disana " Jawab Reka menunjuk.
" Bisa kau panggilkan dia kemari ?" Tanya David lagi.
Reka mengangguk,lelaki itu berjalan cepat menghampiri seorang pria yg sedang menimba air sebuah sumur.
" Verooo "Panggil Reka lantang.
Yg dipanggil pun menoleh dan terkejut.
" Reka,ngapain dia kesini ?" Gumam Vero mengernyit.
Reka mendekat dan menepuk bahu Vero.
" Ada Pak David disana " Ucap Reka menunjuk.
" Papa " Ucap Vero melotot.
" iya,ayo " Balas Reka.
Vero mengangguk,lelaki itu berjalan cepat.
" Paaa " panggil Vero.
David menoleh dan tersenyum hangat.
Grebbb..
Keduanya saling berpelukan melepas rindu.
" Papa apa kabar ?" Tanya Vero terharu.
" Baik,bagaimana dengan mu ?" Tanya David balik
" Baik Pa,Mama mana ?" tanya Vero lagi.
" Mama gak ikut,ini Papa dari kantor " Jawab David.
" Ohh,ayo makan bersama,Papa udah beliin tunjang sapi buat kamu " kata David menunjukkan belanjaannya tadi.
" Waah beneran ?" tanya Vero heboh.
Reka membantu menyipkan makanan.
Ketiganya pun makan dengan lahap dibawah atap rindang.
" Pa,Hani apa kabar ?" tanya Vero disela makannya.
Deg...
David tersentak mendengar nama sang menantu disebut.
" Baik " jawab David.
" Anak kami ?" tanya Vero lagi.
David menghela nafas dan mengangguk pelan
" Mereka semuanya baik2 saja " Balas David.
Reka diam saja,lelaki itu tau yg sebenarnya bahwa kemarin Hani hampir kehilangan buah cintanya,tapi saat ini Reka tak ingin bersuara karna David juga terlihat menyembunyikan.
" Udah kamu makan aja,nanti juga Hani kesini jenguk kamu " Ujar David.
Vero mengangguk pelan.
Mereka lanjut makan lagi meski Vero sedikit tak tenang saat mengingat anak dan istrinya dirumah.
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1