
Selesai drama permintaan maaf,kini mereka semua duduk dimeja makan.
Ridho juga ikut disana karna lelaki itu dilarang David pulang sebelum menghabiskan menu dipiringnya.
" Ini minumnya Kak " Ucap Hani kepada lelaki itu.
" Makasih Han " Balas Ridho tersenyum kecil.
Hani mengangguk dan mendekati Sofia yg duduk disamping David.
Wajah gadis kecil itu masih bengkak lantaran habis menangis di jahili oleh Neneknya,bahkan Sofia tidak mau duduk disamping Cila saat ini karna masih trauma.
" Kamu makannya dikit banget,yakin gak mau nambah ?" tanya David kepada Sofia.
" Gak Kek " jawab Sofia pelan.
" Beneran ?" Celetuk Cila membanting sedikit sendok ke piring.
Glekkk....
Sofia tersentak dan menelan ludah kasar.
Gadis itu takut melihat aura Cila yg akan mencekiknya.
" Boleh Kek,tambah nasinya " kata Sofia pelan.
David menyunggingkan senyum kecil dengan anggukan.
Ridho diam menahan tawanya,lelaki itu merasa Cila begitu receh mengerjai Sofia malam ini dan Ridho tak menyangka gadis sepemberani Sofia begitu takut kepada Cila.
" Kamu mau susu ?" tanya Hani dengan senyum ramahnya.
" Mau Te " Jawab Sofia.
" Tante lagi ?! " Kata Cila menyeletuk.
" M amau Mi " Ulang Sofia bergetar.
" nah gitu dong " kata Cila tenang lagi.
Hani memejamkan matanya menahan tawa dan malu yg bersamaan.
Kini Cila meminta Sofia memanggil Hani dengan sebutan Umi,sebenarnya Hani sangat2 malu apalagi disana ada Ridho yg harus menyaksikan segalanya.
" Duhh Verr,masa iya aku dipanggil Umi " Batin Hani bersemu.
" Dah sana bikinin susu dulu buat Sofia " kata Cila kepada sang menantu.
" Iya Ma " Jawab Hani manut.
Perempuan itu pun berjalan kedapur membuatkan susu hangat.
" Ayo dimakan Do,jangan malu2 " Tegur David melihat Ridho senyam senyum sendiri.
" iya Pak " jawab Ridho mengangguk.
Mereka pun mulai makan,sesekali Sofia mendongak melirik Cila yg sudah memasang wajah aman.
Gadis kecil itu terlihat jera untuk kabur2 dari rumah apalagi Cila berencana akan mengadukannya kepada Vero.
Gadis itu tak mau Papa tercintanya tau akan kenakalan dirinya selama ditinggal.
Mereka makan tanpa bicara,Ridho terlihat kushyuk,lelaki itu begitu tenang membuat David sesekali memperhatikan gerak gerik Ridho.
Setelah selesai makan,mereka kembali lagi ke sofa.
" Jadi kamu tinggal sendiri saat ini ?" tanya David.
" Iya Om,Ibu dan Abang saya lagi keluar negeri " Jawab Ridho jujur.
" tinggal disana ?" Tanya Cila.
" nggak Bu,mereka kesana buat rawat keponakan saya yg lagi sakin " Jawab Ridho.
__ADS_1
" Sakit apa ?" tanya Cila.
" Leukimia " Jawab Ridho menghela nafas.
" Astagfirullahalazim " Ucap Cila kaget.
" Dia masih kecil,lebih kecil dari Sofia " Kata Ridho mengingat.
" Ya Tuhan,itu pasti berat " Kata Cila perhatian.
" Iya " Jawab Ridho tersenyum.
" ibu nya ?" tanya Cila lagi.
" Ibunya gak ada " Jawab Ridho hati2.
" Maksud mu ?" tanya David.
" Kakak saya sudah berpisah dengan istrinya,jadi istrinya juga mungkin gak tau anaknya sakit " Jawab Ridho.
" Kenapa gak dikasih tau ?" tanya Cila antusias.
Ridho membalas dengan senyuman,lelaki itu sepertinya enggan bercerita masalah sang kakak.
" Saya dengar kakak mu dokter " kata David mengalihkan.
" Iya Pak,dia dokter umum dan dokter hewan juga " Balas Ridho.
" Langsung ambil 2 ?" tanya Cila kaget.
" Dia ikut temannya yg dokter hewan,jadi ya belajar otodidak " Jawab Ridho.
Cila dan David mangut paham,pasangan itu terlihat tertarik dengan cerita keluarga Ridho dan David bisa menyimpulkan bahwa orang tua Ridho merupakan orang yg baik dan cukup terpandang.
Didapur,terlihat Hani sibuk mencuci piring sedangkan Sofia mengangkut piring kotor dimeja makan.
Keduanya diperintahkan Cila untuk bersih2 dapur.
" Gak usah Via biar Tante aja " Kata Hani tak tega.
Hani menelan ludah kasar,gadis sekecil itu sudah dididik keras oleh neneknya,Hani takut nanti jika Vero sudah kembali Sofia akan mengadukan segalanya kepada Vero.
Sofia masih sibuk sendiri mondar mandir,sebenarnya Sofia bukan gadis yg rajin tapi tuntutan neneknya tak bisa ditolak karna gadis itu tak mau tidur diluar.
Ridho berpamitan pulang,lelaki itu mengucapkan banyak terima kasih karna telah menerima dirinya dengan sangat baik.
" Jangan sungkan main kesini " Kata David menepuk bahu lelaki itu.
" Iya Pak,kalo ada waktu insyaallah saya main kesini " Balas Ridho.
" Iya Do,Ibu juga gak larang kalo kamu mau ketemu Sofia,tapi kami harus tau dulu " Sahut Cila.
" iya Bu,makasih " Balas Ridho senang.
Lelaki itu pun turun dari rumah dan pergi dengan mobilnya.
Ditempat lain,seorang pria terlihat diam tak bersuara setelah diboncengi gadis ingusan.
" Sudah sampai " ucap Byanca dengan senyum cerahnya.
Gadis itu membuka helm dan berbalik badan.
" Mengerikan " ucap lelaki dibelakangnya.
" Hah ?" Kata Byanca bingung.
" Kau seperti kesetanan " Ucap Satria lagi dengan wajah kesalnya.
" Kenapa ?" tanya Byanca makin bingung.
" Don't you realize there are other people behind you? " Tanya Satria dengan logat cepatnya.
" Duh jangan bahasa inggris Bang,aku gak ngerti " Kata Byanca gemas.
__ADS_1
" Dom " (Bodoh) gumam Satria.
" Dom ? Apaan tuh ?" tanya Byanca lagi dengan wajah polosnya.
Satria memutar mata dan merapikan rambutnya yg cukup berantakan.
Pria itu tak memakai helm dan sepanjang jalan ia merasa orang2 melihat kearahnya dengan wajah kaget dan bingung.
" Byanca " Panggil seseorang dari belakang.
Gadis itu menoleh dan melihat iparnya berdiri diambang pintu.
" Kenapa gak masuk ?" tanya Salsa mengernyit.
" Ini mau masuk " Jawab Byanca.
" Yok Bang,masuk " Ajak Byanca.
" dont touch me " Ucap Satria tak ingin disentuh.
" Ih si abang,jual mahal " Kata Byanca terkekeh.
Satria diam,lelaki itu melihat Salsa dan bingung kenapa Salsa begitu memperhatikannya.
Siapa yg tak bingung,bayangkan saja seorang gadis membawa pulang seorang bule tampang dengan mata kebiruan,siapapun pasti terpesona melihatnya.
Byanca berjalan duluan seraya menenteng rantang.
Saat masuk,terlihat seorang lelaki dengan bokser sepaha dan baju kutang duduk disofa sambil makan gorengan.
" Astaga Bang Alexii " Ucap Byanca melotot
Alexi yg fokus menonton menoleh dan terkejut melihat ada orang asing.
" Ihh abang bikin malu " Kata Salsa kesal.
Alexi mengambil bantal dan menutup dirinya sambil cengengesan.
" Haloo " Sapa Satria sopan.
Alexi melihat lelaki itu dari ujung kaki hingga kepala.
" Halo " Sapa alexi balik.
" Saya Satria " Ucap Satria menyodorkan tangan.
" Hm ya Alexi,kamu pacarnya Byan ya ?" tanya Alexi to the point.
" hah ?" Ulang Satria mengernyit.
" Boyfriend " Jawab Alexi.
" No,i don't know her " Jawab Satria.
" Apa ! Terus kenapa kamu bisa ikut Byanca ?" Tanya Alexi bingung.
" Eyang Bara " Jawab Satria ambigu.
" Eyang Bara ?" Ulang Alexi.
" Yes " Jawab Satria.
Alexi diam sejenak mencoba berpikir keras apa maksud lelaki didepannya saat ini.
" Cucunya Om Bara Yank " Celetuk Salsa keluar dari dapur.
" kamu tau dari mana ?" Tanya Alexi melihat sang istri.
" Tuh si Byan yg bilang " Jawab Salsa menunjuk Byanca yg masih sibuk didapur.
Ohhhhhh.....
Alexi mengangguk paham meski masih bingung.
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.