Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Malam harinya,sepasang suami istri itu sibuk dengan urusan masing2,Cila sibuk dengan pekerjaan dan kuliahnya begitu pun David yang mengerjakan soal2 kuliah online nya dengan serius.


" Beb laper " Kata David mengusap perutnya.


" Bentar Mas " Kata Cila berkutat dengan laptop.


David mengintip sedikit dan menghela nafas ternyata istrinya juga penuh soal latihan disana.


Pria itu bangkit berjalan kedapur mencari apa yang bisa dimakan.


" Yah beras aja udah habis " Gumam David lesu melihat tempat penyimpanan beras mereka kosong.


Pria itu melihat lagi ke ricecooker,masih ada sedikit nasi,David teringat Cila pun belum makan malam.


" Maafin aku Cila " Gumam David sedih melihat istrinya di ruang tamu.


Pria itu duduk diam disana,ntah mengapa air mata pria itu turun membasahi wajah tampannya,David merasa tak berguna menjadi kepala keluarga,jangan kan untuk hal lain,makan saja mereka susah.


" Mana gajian masih lama " Gumam David mengusap kepalanya kesal.


Otak pria itu berpikir jauh,dirinya kembali teringat akan warisan orang tuanya,David ingat betul banyak harta orang tua nya yang tak dia dapati dulu,semua diambil paksa oleh bibi dan paman nya sebagai dalih karna menghidupi dirinya saat masa berkabung dulu.


" Kalo gue maju,nanti Cila bagaimana ? gue ngak mau Cila ikut terluka " Gumam David bingung.


" Ya Tuhan,cobaan apalagi ini tak bisakah hamba hidup dengan damai " Gumam David melihat atap rumah.


David bangkit dari duduk nya setelah mengambil minum untuk sang istri yang sibuk belajar.


" Nih minum dulu biar ngak setres " Kata David lembut.


Cila mengangguk tanpa melihat sang suami.


Perempuan itu tak menyadari raut wajah suaminya sedang galau saat ini.


David pergi kekamar memeriksa tiap kantong celana nya,ada uang keselip atau tidak.


" Huh alhamdulillah masih ada 4 ribu " Gumam David tersenyum cerah.


Pria itu tak meminta uang kepada istrinya karna David tau,uang yang dia beri ke Cila pasti sudah habis,untuk bayar hutang saja sudah hampir semua gajinya,kini David tak bekerja diluar kota lagi karna tak tega meninggalkan Cila sendirian dirumah saat malam hari.


" Mau kemana Mas ??" Tanya Cila mendongak saat David melewati nya.


" Kewarung sebentar " Kata David tersenyum.


" Beliin aku coklat ya " Pinta Cila tersenyum.


David terdiam,bingung harus bagaimana uang nya hanya cukup membeli indomie saja.


" Kenapa Mas ?" Tanya Cila heran.


" Em uang nya ngak cukup " Kata David tak enak.


" Emang berapa yang kamu punya ?" Tanya Cila terkejut.


" Cuma 4 ribu " Kata David menunduk.

__ADS_1


Cila tersenyum dan mengangguk.


" Ya udah ngak usah beli,kamu mau makan ?" Tanya Cila lembut.


" Iya,tapi nasi kita masih sedikit,beras kita habis jadi aku beli indomie aja buat kamu,besok aku cari pinjaman " Kata David serius.


Deg..


Cila terkejut,maniknya berkaca kaca.


Perempuan itu bangkit dari duduknya,menghampiri sang suami yang berdiri menjulang.


" Maafin aku ya " Kata Cila lirih.


" Kamu ngak salah sayang " Kata David mengusap kepala istrinya.


" Maafin aku yang banyak maunya huhuh " Kata Cila menangis sedih.


" Cup cup,ngak papa nanti kalo aku udah gajian kita beli coklat yang banyak " Kata David menenangkan perempuan itu.


" Aku ngak mau coklat lagi " Kata Cila semakin kencang menangis.


" Loh tadi katanya mau coklat ?" Tanya David bingung.


" Kamu beli indomie aja biar kita bisa makan bareng,kamu kan belum makan juga " Kata Cila sedih.


David tersenyum mengangguk.


" Ya udah,aku kewarung dulu "


Cila mengangguk dan melepas tangan suaminya.


Pendapatan Cila juga disetor ke Reno untuk bayar pinjaman mereka,karna Cila tak ingin menambah hutang,


Dan juga untuk balik modal lagi,mana uang kuliah David sudah menunggak dan harus segera dibayar,Cila hanya bisa pasrah dengan keadaan.


Cila tak tega melihat David diam2 mendapat telepon dari pihak kampus dan juga sms yang sering masuk ke hp Cila,karna perempuan itu menyadap hp David tanpa sepengetahuan pria itu.


" Kita akan berjuang bersama Mas,aku janji ngak akan ninggalin kamu seperti perempuan2 lain yang kamu kenal sebelum nya " Gumam Cila yakin.


Perempuan itu semakin semangat belajar agar dirinya bisa segera lulus,Cila sedikit beruntung karna biaya kuliahnya ditanggung Reno semua.


" Tunggu aku sebentar lagi Mas " Kata Cila tersenyum semangat.


Tak lama David datang dengan 1 bungkus mie kuah isi double.


" Sini biar aku masakin " Kata Cila mengambil bungkusan itu dari tangan suami nya.


David mengangguk dan duduk melihat pekerjaan istrinya tadi.


Pria itu tersenyum ternyata Cila lumayan pandai dalam mengerjakan soal2.


" Bentar lagi Cila lulus,dan gue masih aja begini " Gumam David tertawa miris.


Pria itu mengambil lagi ponsel nya dan melihat soal2 yang membuat otaknya pusing,meski David dulu pintar sampai dapat beasiswa tapi kini otak nya sedikit terkontaminasi oleh masalah2 yang timbul.

__ADS_1


" Gue harus fokus,pokok nya tahun ini harus lulus" Target David.


Tak lama Cila datang dengan semangkuk besar indomie kuah dengan nasi dan ada irisan sayur di disana.


" Ayo Mas,makan dulu " Ajak Cila tersenyum menata makanan itu di lantai.


Mereka duduk lesehan karna memang tak ada kursi disana.


David mengangguk dan mendekati istrinya.


Dengan telaten Cila mengambil mie kuah dan nasi untuk pria itu,tak lupa sayuran.


" Bismillah " Gumam David membaca doa makan.


Mereka pun mulai makan dengan tenang meski hanya semangkuk indomie dan nasi bagi 2.


Disela makan pria itu tak henti2nya bersyukur melihat Cila makan dengan lahap.


" Nih tambah lagi " Kata David memberi mangkuk nya kepada perempuan itu.


" Aku dah kenyang Mas eeekkkk " Kata Cila pura2 bersendawa.


David tersenyum mengira itu benar dan kembali makan.


Cila tersenyum ingin menangis melihat suaminya,tanpa mereka sadari mereka sama2 menghargai pasangannya.


Cila tak butuh pria kaya untuk membahagiakan nya,karna pria sederhana, bertanggung jawab dan bekerja keras seperti David sudah cukup untuk nya saat ini..


Setelah selesai makan mereka kembali berkutat dengan kegiatan masing2.


*


Kebesokan pagi nya,saat David sudah berangkat bekerja,rumah sederhana mereka di ketuk dari luar,Cila yang sedang bersiap2 bekerja pun mengernyit bingung siapa yang bertamu pagi2.


Perempuan itu pun bergegas membuka pintu rumahnya.


" Siapa ya ?" Tanya Cila kepada seorang wanita parubaya memakai pakaian modis berdiri diambang pintu.


" Apa benar ini rumah David ?" Tanya Wanita itu sedikit jijik berpegangan pada tembok rumah Cila.


" Iya,Anda siapa ?"


" Saya Tante nya David,kamu istrinya ??" Tanya wanita itu lagi melihat Cila dari kaki hingga kepala.


Cila sedikit kaget mendengar kata Tante.


" Iya saya istrinya " Kata Cila tegas.


Perempuan itu tersenyum miring dan langsung nyelonong masuk.


Cila mengernyit heran melihat wanita tua itu tak ada sopan santun bertamu,yang membuat Cila makin kesal adalah sepatu wanita itu tak dilepas sama sekali masuk kerumah nya.


" Oh maaf,habis lantainya kotor " Kata Wanita itu santai,peka kepada Cila yang menatap kebawah dengan wajah kesal.


Cila menghela nafas berusaha sabar.

__ADS_1


❤❤❤❤


hay guysss jangan lupa Vote,Like,Coment ya🤧


__ADS_2