
Hari terus berlalu,kehidupan Hani berjalan dengan lancar teratur.
Gadis itu menurut apa yg Daniel perintahkan kepadanya.
Hani ingin berubah,ia tak ingin terus terusan menjadi orang lemah.
Benar kata Daniel sekarang status sosial begitu diutamakan apalagi jika berad dilingkungan yg tingkat sosialnya sangat tinggi.
Seperti saat ini,gadis itu selesai menyerahkan berkas yg diinginkan oleh pihak kepolisian.
Hani harus bolak balik demi mendapatkan apa yg Daniel harapkan kepadanya.
Hani menunggu diluar sesekali mengintip kedalam.
Daniel bilang pria itu minta ditunggu karna ia masih ada sedikit pekerjaan didalam.
Hani awalnya tak mau memberitahu lelaki itu tapi saat penyerahan tadi ia ternyata kekurangan berkas dan hal hasil Daniel lah orang yg dihubungi.
" Dia mana ya kenapa lama sekali ?" Gumam Hani tak sabaran.
Hari sudah sore,gadis itu harus bergegas pulang sebelum magrib karna rumahnya sangat berantakan.
" Huh mana belum nyuci lagi ? apa aku pulang duluan ya ?" Gumam Hani bimbang.
Gadis itu bangun dari duduknya,ia masih melihat kedalam dan belum ada tanda2.
" Ya udah lah mending aku pulang sendiri aja " Gumam Hani memutuskan.
Gadis itu pun merapikan tasnya dan berbalik badan.
Saat berjalan keluar dari parkiran,manik Hani tak sengaja melihat seorang wanita dengan baju kemeja yg dimasukkan kedalam celananya.
Hani diam memperhatikan style wanita keren tersebut.
" Huh kapan bisa kayak gitu ?" Gumam Hani terkekeh geli.
Jika dibandingkan,Hani hanyalah upik abu karna ia sangat kalah dengan wanita dikota tersebut.
Bahkan untuk sekarang saja ia hanya memakai celana bahan dan kemeja putih yg sudah berubah warna.
Hani belum mampu membeli baju baru lantaran ia harus berhemat.
Tersadar akan dirinya yg mulai iri dengan kehidupan orang lain,gadis itu melangkah cepat keluar.
Gadis cantik dengan hills 5cm meter yg Hani lihat tadi menatap gadis itu sejenak.
Ia tau sedang diperhatikan,tapi gadis cantik itu pura2 tidak perduli.
" Kenapa dia menatap ku seperti itu ?" Gumam gadis tersebut heran.
Tak mau ambil pusing gadis cantik itu pun melangkah.
Dari dalam gedung seorang pria berlari kencang menyusuri lorong.
Beberapa anggota dan perawat terlihat kebingungan dengan tingkah dokter tampan tersebut.
Bahkan ada yg menyapa Daniel tapi tak direspon sama sekali.
" Aduhh dia masih ada gak ya ?" Gumam Daniel sambil melihat jam.
Beberapa panggilan Hani tadi tak bisa ia angkat lantaran Daniel sedang memeriksa salah satu komandan.
Ia tak bisa kabur meski jam kerjanya sudah habis dari tadi.
Daniel terus berlari hingga secercah harapan sudah terlihat didepan mata.
Langkah pria itu semakin cepat,saat akan meloncat tiba2 Daniel seketika mengerem saat maniknya melihat seseorang.
" Nial !" Ucap Daniel terbelalak.
__ADS_1
Gadis yg ditegur pun tersenyum kecil dengan lambaian tangan.
" Kenapa kamu ada disini ?" tanya Daniel masih dengan wajah syoknya.
" Menurut kamu ?" Tanya Nial balik.
Glek...
Daniel menelan ludah kasar,gadis bernama Nial itu sangat ia kenal lantaran ada suatu hubungan diantara mereka.
" Aku kangen " Ucap Nial ingin memeluk Daniel.
Daniel sontak mundur dan menahan tangannya.
" Kenapa ?" tanya Nial mengkrucut.
" Ini kantor polisi,jangan macam2 " Jawab Daniel pelan.
" Ihh aku kangen tau,kamu sulit banget dihubungi " Kata Nial merajuk.
Daniel diam memperhatikan wanita yg sudah 6 bulan ini tak ia lihat.
" Hm apa Papa ada didalam ?" tanya Nial lagi.
" Sudah pulang tadi " Jawab Daniel.
" Ohh kalo begitu ayo pulang " Ajak Nial semangat.
" Hah ?! " kata Daniel kaget.
" Kenapa ? gak mau pulang ?" Tanya Nial heran.
" Em ya mau tapi aku...." Ucap Daniel menggantung.
" Apa ?" tanya Nial berkacak pinggang.
" Mana Hani ? apa dia masih menunggu ku ?" Batin Daniel melihat kiri kanan.
" Gak bukan siapa2 " jawab Daniel berusaha tenang.
" Dah ah,aku kangen pengen peluk kamu lama2 " Ucap gadis tersebut merangkul lengan Daniel dan menganjak lelaki itu berjalan.
Daniel menurut,hati lelaki itu tak tenang.
Maniknya melihat sekeliling apakah Hani masih menunggu atau tidak.
" Astaga bagaimana ini ?" Batin Daniel bingung.
Setibanya didepan mobil,Daniel langsung melepas tangannya dari genggaman wanita tersebut.
" Aku bawa kendaraan sendiri " Kata Daniel tenang.
" Yaah aku juga " Balas Nial.
" Em ya udah,kita terpisah ya nanti ketemu dirumah atau dimana gitu " Kata Daniel tersenyym.
" Aku lngsung kerumah kamu aja ya " Rengek Nial manja.
" Jangan dong,nanti dimarahin Papa kamu " Kata Daniel ngeri.
" Kalo sama kamu Papa setuju2 aja,kan dia minta kita buat nikah " Kata Nial terkekeh.
Daniel diam,lelaki itu tau orang tua Nial sangat percaya kepadanya.
Bahkan sebenarnya mendesak mereka untuk segera menikah,tapi Daniel merasa ia belum siap meski waktu lalu keduanya sudah bertunangan.
" Ya udah yok pulang dulu " Ajak Nial menyadarkan.
" Iya " jawab Daniel.
__ADS_1
Pria itu masuk kedalam mobil dan meninggalkan pekarangan kerjanya.
Didalam mobil,otak lelaki itu mulai kacau.
Sesekali Daniel melihat kiri kanan menyusuri jalan yg mungkin Hani lalui.
" Duh kemana anak itu ?" Gumam Daniel khwatir.
Pria tersebut melihat spion,dibelakangnya Nial mengikut bahkan jarak keduanya begitu dekat membuat Daniel tak bisa tergerak bebas.
" Apa dia udah pulang ya ? apa masih menunggu disana ?? duhhh gimana nih ?" Ucap Lelaki itu kabut.
Daniel mencoba menelfon tapi baru mencoba operator sudah memberitahu bahwa nomor yg dituju tak bisa dihubungi.
" aiisssttt dah lah pulang dulu,semoga dia ada dirumah " Ucap Daniel berharap.
Mobil melaju dengan kencang,Nial yg mengikuti dari belakang melihat glagat aneh dari kekasihnya.
" Dia kenapa ? tadi pake mobil pelan sekarang ngebut ? ada masalh apa ya ?" Gumam Nial heran.
Nial baru pulang dari luar kota,beberapa bulan ini mereka Ldr an karna gadis tersebut menemui ibunya disana.
Papa Nial bekerja sebagai pejabat tinggi dikepolisian,bahkan Daniel dapat bekerja disana juga sedikit banyak ada bantuan dari orang tua gadis tersebut..
Sesampainya dirumah,Daniel langsung berlari kebelakang rumah membuat Nial kembali bingung dengan sikap pacarnya.
" Aku harus mengecek langsung " Ucap Daniel terus berlari.
Lelaki itu terlihat sangat khawatir dan penasaran.
Sesampainya didepan rumah yg dituju,pria tersebut menghela nafas karna rumah itu terbuka lebar..
" Mas Daniel,cari Hani ya ?" Tanya seorang wanita sambil menyuapi anaknya makan diteras.
" Apa dia sudah pulang ?" tanya Daniel berusaha tenang.
" Sudah Mas,tapi dia lagi ke toko katanya beli rinso buat nyuci " Jawab Wanita itu tersenyum.
" Huuhhhh " Daniel menghela nafas lega.
Ia baru bisa tenang mendengar Hani sudah pulang apalagi melihat rumah kost tersebut terbuka.
" Ya udah Bu,saya permisi dulu " Kata Daniel pamit.
" hehe iya Mas,tenang aja calon istrinya aman kok " Kata Wanita itu menggoda.
Deg...
Manik Daniel melotot mendengar guarau sang tetangga.
Didepan rumah,2 orang gadis saling berhadapan.
Hani menenteng rinso dalam kresek sambil menguyah snack 5 ratusan yg ia beli.
Keduanya terlihat saling melihat dengan wajah bingung.
" Ini kan gadis di kantor polisi tadi " Gumam Hani pelan.
Gadis itu melihat kearah kostnya dan kembali melotot saat seorang pria yg ia kenal berdiri ditengah jalan setapak tersebut.
Manik keduanya saling melihat hingga Daniel berlari kearah lain membuat Hani tersentak.
" Dia kenapa ?" Gumam Hani bingung.
Nial mengalihkan pandangannya melihat kearah yg Hani lihat,tapi naas tak ada siapapun disana.
Karna semakin bingung dengan keadaan,Hani berlalu begitu saja sambil melanjutkan makannya.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.