
Angel sudah bersiap begitupun Jack yg sudah rapi dengan baju kaos dan celana pendekny serta tas untuk ia belajar.
Kakak beradik itu turun dari tangga dengan tangan saling gandengan.
" Nah ginikan enak lihatnya " Ucap Ana menunggu dibawah sambil memegang loyang kue.
" Mama mau ngapain ?" Tanya Angel mengernyit.
" Main rebana " jawab Ana asal sambil menepuk loyang
" Hahahaha " Jack langsung tertawa ngakak sedangkan Angel mengkrucut kesal.
" Dah,pergi kedapur dulu bawain oleh2 buat Bibi kalian " Kata Ana berjalan.
Keduanya mengangguk,Jack berjalan duluan dengn semangat.
Sesampainya di dapur terlihat suasana sudah ramai.
Ada Azura,Ana dan Lulu didalam serta Nisa dan Bibi irt yg bergotong royong membuat sesuatu.
" Waah ada acara apa nih ?" Tanya Angel menarik kursi.
" Gak usah duduk disini " Tahan Lulu membuat Angel tak jadi duduk.
" Gak ada acara apa2 " Jawab Azura tersenyum.
" Kamu kapan sampe ?" Tanya Angel mengernyit.
" Belum lama " Jawab Azura.
" Terus anak kamu mana ?" tanya Angel lagi.
" Sama Papanya "
Angel ber Oh ria,Jack sudah mendapatkan sepotong kue yg masih hangat dari Neneknya.
Ana dan Lulu tak bisa diganggu,kedua wanita itu sibuk dengan Oven.
" Mana Ma oleh2 nya ?" tanya Angel.
" Itu dimeja,Bi tolong siapin " Jawab Ana.
" Siap Non " Jawab Bibi mengerti.
Angel sedikit mundur,ntah mengapa dapur yg tadinya besar kini menjadi kecil dan sempit karna dipenuhi Ibu2 rempong dan Oven besar.
" Sekalian mampir kerumah Paman Romi kamu ya " Kata Nisa memberikan satu kantong lagi.
" Loh kita gak kesana Nek " Kata Angel kaget.
" Pergi aja " Balas Nisa dengan wajah tegasnya.
" Iya Nekkk " Jawab Jack girang.
Ana mendengus pelan sedangkan Lulu terkekeh geli.
" Waahh Jack bakal ketemu pujaan hati " Olok Lulu terkekeh.
" Mana mau Suci sama tuh bocah " kata Ana mencibir.
" ya mana kita tau Na,kan hati gak ada yg tau hehe " Balas Lulu makin geli.
Ana merinding,wanita itu tak bisa membayngkan jika Jack berjodoh dengan Suci yg mereka tau tak kalah bar2.
Dan yg paling Ana takutkan adalah gadis kecil itu membuat patah hati anak bujangnya.
Tak lama Arshad turun,semua mata teralihkan oleh lelaki tampan tersebut.
" Masyaallahhh anak ku ganteng banget " Gumam Lulu takjub.
Arshad melihat ibunya lalu mengernyit aneh.
" Ada yg salah ?" tanya Arshad bingung.
" Munduran Syad " Titah Ana.
" Hah ?" Ulang Arshad tak mengerti.
__ADS_1
" Munduraannnn " Ulang Ana lagi.
Arshad sontak mundur membuat Nisa dan Bibi terkekeh geli.
" Gantengnya kelewatan tuh sama Anak Bibi " Lanjut Ana lagi.
" Wahahahahhaha " Semua orang langsung tertawa kecuali Arshad yg melotot kaget.
" Ih kamu ada2 aja " Kata Lulu menampar gemas lengan sahabatnya.
" Kasihan Jack kalo gantengnya diambil Arshad semua " Kata Ana iba melihat sang putra.
Arshad melihat Jack dan terkekeh geli.
Bocah kecil itu bersedekap dada menatap tajam dirinya dan membuat semua orang kembali tertawa.
" Haduhhh cucu2 ku pada ganteng semua,sudah pas porsinya " Kata Ana gemas.
Arshad tersenyum kecil,Jack yg ingin merajuk pun tak jadi membuat para orang tua ingin mencubit pipi lelaki itu.
" Udah sandiwaranya,sekarang ayo kita pergi " Kata Angel mengalihkan.
Arshad mengangguk,lelaki itu mendekati Lulu dan mengecup pipi sang ibu dengan lembut.
" Aku pergi dulu Ma " Ucap Arshad sambil menyalami.
" Iya sayang,hati2 ya " Balas Lulu mengecup pipi Arshad.
Azura melihat saudara kembarnya dan keduanya pun bertos ria dengan gepalan tangan.
Jack tak mau kalah,bocah kecil itu memanggil Ana dan menerbangkan Love butterfly kepada ibunya.
" Gak sopan !" Cibir Ana.
" hahaha gak bisa lewat,Mamanya kelewatan jauh " jawab Jack tertawa.
Kini Ana yg mengkrucut membuat orang2 kembali tertawa.
Anak2 menggemaskan itu pun pergi dari rumah.
Hari ini para suami tak ada dirumah,ntah mengapa pagi tadi satu persatu meninggalkan pekarangan dengan wajah serius.
Ana,Nisa dan Lulu berusaha tidak negative thinking karna mereka tau sang suami tak akan tega berbuat macam2 diluaran sana.
Dimobil,Arshad mulai berkendara dengan tenang.
Jack duduk didepan sedangkan Angel dibelakang.
Ketiga nya sama2 diam dengan jalan pikir masing2.
" kita kemana dulu Kak ?" Tanya Jack membuka suara.
" Kerumah Paman Romi aja " Jawab Angel
" Yaaah gak lama dong " kata Jack sedih.
" emang mau berlama lama ?" tanya Angel aneh.
" Mau main dulu gitu sama Suci " Jawab Jack.
" Gak bisa,kamu harus belajar " Jawab Ana.
" Ya udah " Jawab Jack pasrah.
Angel menggelengkan kepala,kadang gadis itu heran dengan bocah jaman sekarang yg mudah sekali jatuh cinta.
Angel milihat hapenya dan tertarik pada satu status seseorang.
" Yaaahhhh Zini beneran pergi " Ucap Angel lemah menatap sebuah foto tangan anak kecil dibandara.
" Kenapa Njel ?" Tanya Arshad melihat dikaca spion.
" Kamu tau anaknya Om Daniel gak ?" tanya Angel serius.
" Temen Papa kamu itu ?" Tanya Arshad mengingat.
" Iya yg sekarang jadi Dokter hewan sama manusia " Jawab Angel.
__ADS_1
" Dia kenapa ?" Tanya Arshad lagi.
" Anaknya sakit,tapi aku gak tau sakit apa soalnya Ibu Om Daniel gak mau beritahu dan aku gak enak bertanya " Jawab Angel dengan cepat.
" Kamu tau Ibunya ?" tanya Arshad mengernyit.
" Iya aku sering main temenin Zini " Jawab Angel polos.
" Kamu deket sama mereka ?"
" Gak juga cuma aku seneng sama mereka " Jawab Angel jujur.
Arshad mengangguk mengerti meski nyatanya lelaki itu belum paham.
Angel kembali diam,ibu Daniel membuat suatu perpisahan kepada gadis kecil itu dan Angel bisa merasakan apa yg mereka saat ini rasakan.
" Kasihan Zini,masih kecil harus melawan sakit " Gumam Angel sedih.
" Semoga dia cepet sembuh dan kembali " Lanjut Angel lagi.
Lama berkendara akhirnya mereka tiba dipekarangan rumah Romi.
Terlihat pagar terbuka lebar membuat Arshad dengan mudah masuk kedalam.
Dari jauh,manik Jack sudah berbinar melihat seorang gadis kecil yg tengkurap di teras rumah bersama seorang bayi dalam gendongan Neneknya.
" Tuh si Suci dah nyambut kamu " Tegur Arshad kepada Jack.
" Iya hehe " Jawab Jack malu.
Mobil berhenti,Yuni dan Suci saling melihat seolah mengenali mobil mewah tersebut.
" Siapa Nek ?" tanya Suci.
" Keluarga Pak Reno " Jawab Yuni pelan.
Suci bangun dari duduknya dan Yuni bangkit menyambut.
Ketika mobil terbuka nampaklah beberapa pasang kaki turun ke tanah.
" waah Bang jack " gumam Suci mengenali lelaki paling muda tersebut.
" Assalamualaikum " Sapa Arshad sopan.
" Waalaikumsalam " Jawab Yuni dan Suci bersamaan
" Halo Bibi " Sapa Angel tersenyum hangat.
" Tumben kesini gak bilang2 ?" Tanya Yuni.
" Iya Bi,ini dari rumah " Jawab Angel menyerahkan kantong.
" Apa ini Jel ?" tanya Yuni mengernyit.
" Kue Bi,Mama sama yg lain lagi demo bikinin kue hehe " Jawab Angel menggaruk kepala.
" Oh iyaa " Jawab Yuni terkekeh.
" Saaaannnnn " Panggil Yuni kearah dalam rumah.
" Sann ?" Ulang Arshad dan Angel kaget.
" Saniaaa " Panggil Yuni lagi.
Deg...
Seketika manik Angel dan Arshad terbelalak.
" Syad,Sania disini " Kata Angel begitu terkejut.
" Iya Nyonyaa " Jawab seseorang dari dalam.
" Nyonya ?" Ulang Angel kembali melotot.
Arshad seketika diam tak bersuara menunggu orang keluar.
❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.