Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Perkelahian


__ADS_3

" Lalu apa yang terjadi dengan Bara Ren ?" Tanya Tomo berusaha tenang.


" Ada yang mengaku sebagai orang tua kandung Bara dan bilang kalo aku bukan Papa Bara " Kata Reno berubah kesal.


Deg...


Tomo dan Antoni kaget bukan main.


" Maksud kamu apa Ren ?" Tanya Antoni marah.


" Pria itu menemui Bara disekolah nya Pa,saat Nisa ngak jemput Bara karna Bara pulang bersama teman2 nya,lalu pria itu memberi foto kepada Bara yang memperlihatkan keintiman Siska dan pria itu "


" Ya Tuhannnn " Kata Tomo terduduk lemas.


Nisa terus menenangkan Bara yang tak henti hentinya menangis pilu.


" Jadi dia bilang Bara bukan anak kamu ?" Tanya Tomo lirih.


Reno mengangguk dan melihat iba putranya yang sedang di peluk Nisa.


" Ayah ngak tau lagi harus ngomong apa Ren,ini semua salah Siska,hingga Bara pun menanggung semua perbuatannya " Kata Tomo pasrah.


Antoni menghela nafas,seketika dada pria tua itu sesak mendengar kenyataan menyakitkan untuk cucu pertamanya.


" Maafkan Kakek Nak " Kata Tomo menangis.


Bara menghambur memeluk Tomo,menangis dipelukan lelaki tua beruban itu.


" Jika Bara benar bukan anak kamu,Ayah pasrah,Ayah tak bisa memaksa kamu untuk mengakui Bara,Ayah akan membawa Bara keluar dari rumah kamu " Kata Tomo pelan.


Deg...


Nisa dan Reno langsung melotot wanita itu langsung berdiri dengan wajah memerah.


" Ngak ada yang boleh ambil Bara dari aku,dia anak aku Om,Bara putra aku hiks hiks " Kata Nisa marah dan langsung menangis.


" Nisa " Gumam Reno lirih.


" Ngak boleh,Bara ngak boleh keluar dari rumah ini,meski Bara bukan anak Mas Reno,tapi Bara tetap anak aku,Kak Siksa nitipin Bara sama aku,jadi aku berhak atas Bara "


" Bunda hiks hiks " Bara semakin terisak melihat Nisa mengakui nya dengan lelehan air mata.


" Aku akan melakukan tes DNA " Kata Reno memutuskan.


Jeddeeerrrrr....


Bara terduduk lemas menatap Reno dengan wajah penuh tangisnya.


" Jadi Papa ngak percaya aku anak Papa ?" Tanya Bara lirih.


Reno menunduk dalam,Nisa berdiri menjulang di depan pria itu.


" Kamu ngak percaya Bara anak kamu Mas ?" Tanya Nisa garang..

__ADS_1


" Nis,aku bisa jelasin " kata Reno menenangkan Nisa.


" Apa yang bisa kamu jelasin,kamu mempertanyakan keaslian Bara,dia anak kamu Mas,dia darah daging kamu huhu " Bentak Nisa kepada suami nya.


Reno menunduk dalam,bingung harus bagaimana.


" Ngak papa Bunda,Bara terima agar semua jelas,dan jika Bara memang bukan anak Papa,Bara akan pergi dari rumah ini " Kata Bara penuh sesak.


Nisa menggeleng dengan lelehan air mata yang tak henti menangis.


" Ngak sayang,kamu ngak boleh keluar dari rumah ini,Bunda ngak mau kamu ninggalin Bunda hiks hiks " Kata Nisa memeluk remaja lelaki itu.


" Aku ngak mau Bunda,aku ngak mau menambah beban Papa,aku anak selingkuhan Mama aku ngak pantes lahir Bunda hiks hiks " Kata Bara menangis pilu.


Nisa semakin terisak sangat terkejut dengan perkataan lelaki itu.


" Ngak sayang,kamu tetap anak Bunda,dan Bunda akan memperjuangkan kamu,jika Papa kamu ngak mau menerima kamu,kamu tetap akan ikut bersama Bunda,kita keluar sama2 dari rumah ini " Kata Nisa serius.


Jeddeeeeeerrrrrr.....


Mereka semua kaget bukan main,Reno merasa dirinya disambar gledek saat ini mendengar perkataan istri nya barusan.


" Maksud kamu apa Nisa ?" Bentak Reno.


" Jika kamu mengkhawatirkan status Bara,maka aku akan pergi dari rumah ini bersama putra ku " Kata Nisa tajam.


" Ayo Nak " Ajak Nisa menarik Bara pergi dari sana.


" Nisa jangan Nak " Kata Tomo menangis menahan wanita itu.


Tomo langsung terdiam begitu pun Antoni yang terkejut tak menyangka menantu nya begitu mencintai dan menyayangi Bara,serta Mama nya.


Reno menyugar rambutnya kasar dan berusaha tenang.


" Jangan pergi Nis " Pinta Reno memelas.


" Aku ngak nyangka Mas,pikiran kamu sedangkal itu kamu tega2nya mau menDNA anak kamu sendiri " Kata Nisa menatap Reno tajam.


" Ini untuk kebaikan Bara Nis,agar kita punya bukti kuat " Kata Reno serius.


" Bukti apa ? Bara tak perlu dibuktikan Mas " Teriak Nisa marah.


Bara semakin takut melihat Bundanya sudah histeris.


" Bunda,sudah Bunda Bara ngak papa,mungkin dengan ini Bara bisa tau Bara anak siapa " Kata Bara bergetar.


Nisa masih dengan pendiriannya,perempuan itu tak mau Bara di tes,karna Nisa yakin anak itu pasti akan sangat terpuruk saat keluarganya sendiri mencurigai dirinya.


" Ngak sayang,Bunda ngak akan pernah membiarkan kamu di tes sama mereka,kamu harus nurut sama Bunda " Pinta Nisa memdekap anak itu.


Bara menangis pilu memeluk Nisa.


" Ayo,kita kekamar " Ajak Nisa menarik Bara lagi.

__ADS_1


Bara mengikuti langkah lebar Nisa menaiki anak tangga.


Sedangkan pria dewasa disana menghela nafas lelah,Reno menutup wajahnya dengan bahu bergetar.


" Maafkan Ayah Ren " Kata Tomo semakin merasa bersalah.


Reno diam saja menangis dalam diam.


" Kamu harus cepat mengurus ini semua Ren,karna ini juga membahayakan rumah tangga kamu " Nasehat Antoni.


" Iya Ren,kasihan anak2 kalian,Ayah tak bisa membawa Bara,karna Siska dulu memang menyerahkan Bara seutuhnya sama Nisa " Kata Tomo mengingat permintaan terakhir anaknya..


Reno mengepalkan tangannya kasar..


" Siapa lagi yang main2 sama aku " Gumam Reno tajam.


" Ayah akan bantu kamu usut kasus ini,kamu tenangkan Nisa dulu,istri mu itu sedang tak main2 saat ini " Kata Antoni..


" Iya Yah,aku akan mempertahankan rumah tangga aku,dan menyelesaikan masalah ini " Kata Reno mengangguk.


" Naik lah,dan bujuk Nisa " Titah Antoni.


Reno langsung bangkit dan melangkah lebar menuju lift rumahnya.


Antoni dan Tomo menghela nafas lelah,dan Tomo kembali meminta maaf kepada besan nya itu atas perbuatan Siska dulu.


Di dalam kamar Nisa sibuk memasukkan baju2 Bara kedalam koper.


Wanita itu tak main2 dengan ucapannya,Nisa benar2 akan membawa Bara pergi dari sana.


" Bunda huhuhu " Bara masih menangis terisak melihat Nisa menyusun semua bajunya dalam koper.


" Tenang lah Nak,kamu akan aman sama Bunda,Bunda akan merawat kamu sebisa Bunda,Bunda tak akan pernah meninggalkan kamu sendirian " Kata Nisa tenang.


" APA YANG KAMU LAKUKAN NISA ! " Teriak Reno dari luar kamar.


Bara langsung bersembunyi dibelakang wanita itu takut melihat Reno menatap Bundanya nyalang.


Nisa tak pantang takut,wanita itu kembali berbenah mengunci koper Bara dan menarik tangan putranya keluar.


" Mau kemana kaliah Hah!! " Tahan Reno mencekal tangan Nisa.


" Lepas !!,aku mau pergi dari rumah ini membawa Bara " Teriak Nisa mengibas tangannya.


" Pleas Nis,jangan tinggalin aku dan triplet Nis,kami butuh kamu Nis " Kata Reno duduk bersimpuh memegang kaki Nisa.


" Lepas,aku benci sama kamu Mas,jangan halangi aku " Kata Nisa mengibas kaki nya.


Bara sudah ketakutan bersembunyi dibalik tubuh Nisa.


" Jangan Nisa,aku mohon aku ngak akan tes DNA Bara,aku mohon jangan tinggalin aku dan anak2 " Kata Reno memegang kaki Nisa dengan erat.


" Aku kecewa sama kamu Mas,hiks hiks " Kata Nisa menangis pilu.

__ADS_1


" Maafkan aku,maafkan aku Nisa " Kata Reno menangis memeluk kaki istrinya.


__ADS_2