
Pagi ini Laura berkutat di dapur apartemen Justin,meski sedikit kebingungan menggunakan kompor listrik akhirnya gadis itu berhasil juga dan tak jadi meledakkan dapur mewah tersebut.
Karna disana serba instant gadis itu hanya membuatkan mie goreng dicampur beberapa sayur dan sosis seperti yang biasa ia lakukan dirumah.
" Uh akhirnya selesai " Gumam Laura tersenyum cerah melihat piring besarnya kini sudah terisi.
Gadis itu celingak celinguk mencari rice cooker,Laura berencana memakan mie tersebut dengan nasi.
" Dimana rice cookernya ?" Gumam Laura kebingungan.
Gadis itu bangkit dan mencari sekeliling tapi tak menemukan juga.
" Apa Kak Justin ngak makan nasi ?" Gumam Laura heran.
Jangankan nasi,beras sebutir pun tak ia dapatkan begitu pun dengan bumbu dapur.
Karna yang dicari tak juga ditemukan,Laura pun kembali duduk dimeja kecil seperti bar dan memakan masakannya disana.
Didalam kamar,Justin terbangun dengan bunyi alarm yang cukup nyaring ditelinga.
" Hm " Lenguh Justin merenggangkan otot2 tubuhnya.
Pria itu meraba ke bantal sebelah dan langsung melotot merasa tak ada siapapun disana.
" Laura ? kemana dia ?" Gumam Justin kelabakan.
Pria itu langsung bangkit dan melihat sekeliling.
" Laura " Teriak Justin nyaring.
Pintu kamar mandi terbuka dan tak ada Laura disana,Justin terdiam mencoba mengingat kejadian semalam.
" Balkon " Gumam Pria itu saat bayang Laura melihat salju terlintas dipikirannya.
Dengan cepat Justin berjalan kearah balkon dan langsung disambut dinginnya udara luar.
" Dimana dia ? apa jangan2 dia loncat dari sini ?" Gumam Justin menelan ludah kasar dan melihat kebawah melalui pagar pembatas.
" Ngak ngak mungkin Laura loncat dari sini,dia ngak mungkin mati " Kata Justin memegang kepalanya yang mulai pusing.
Pria tersebut kembali berjalan masuk membuka pintu kamar mencari ketempat lain,saat Justin masuk dapur lelaki itu terdiam melihat dari kejauhan seorang gadis sedang makan sesuatu dengan sangat lahap.
" Kak Justin uhuk uhuk " kata Laura kaget dan langsung tersedak melihat Justin berdiri diambang pintu melihat dirinya.
" Uh ternyata disana " Gumam Justin menghela nafas lega.
Justin berjalan kedepan dengan tatapan yang sulit dimengerti.
Laura langsung bangun menunduk takut melihat manik tajam pria itu.
" Apa yang kamu lakukan ?" Tanya Justin dingin.
" Ak ku lagi makan Kak " Jawab Laura gugup.
Justin mengintip sedikit dan mengernyit.
" Apa itu ?" Tanya Justin heran.
" Ini indomie,maaf aku mengambilnya satu tanpa memberi tau Kakak dulu " kata Laura merasa bersalah.
Justin tersenyum kecil dan mengangguk.
" Untuk ku mana ?" tanya Justin berkacak pinggang.
" Hah ?" Kata Laura mendongak heran.
" Kau hanya membuat untuk mu saja ?" tanya Justin menyelisik.
__ADS_1
" Iya Kak,maaf aku kira Kakak ngak suka makan beginian " kata Laura ketakutan.
Justin tersenyum dan melangkah mendekati gadis itu.
Justin sedikit heran kenapa kini Laura sangat canggung dan takut kepadanya,beda sekali dengan Laura dulu yang tak takut menantang.
" Aku juga mau sayang,aku sangat kelaparan " Kata Justin sedikit berbisik.
Deg...
Kaki gadis itu langsung mundur selangkah merasa ada gelayar aneh menusuk badannya.
" Kenapa takut ?" tanya Justin mengernyit.
Laura menggeleng dan meremas bajunya.
" Aku sangat tergoda melihat mu seperti ini,bersikap seperti biasa jika tak ingin aku serang " kata Justin tersenyum mesum.
Laura mendongak dan terbelalak mendengar penuturan lelaki itu.
" Jangan,aku mohon " kata Laura mengatupkan kedua tangannya.
" Kamu harus bersikap baik dan patuh kepada ku Laura " kata Justin menyentuh dagu gadis itu.
Laura mengangguk cepat tanpa pikir panjang.
Aura Justin sungguh membuat kaki Laura gemeteran,Laura sangat takut lelaki tersebut membuat hal aneh kepadanya.
" Suapi aku " Pinta Justin santai.
" Hah ?" Pekik Laura kaget
" Kau tak mendengar ?" Tanya Justin datar.
" I iya tapi ini em sisa aku " Kata Laura menelan ludah kasar.
Laura mengkrucut kesal mendengar olokan tak bermartabat lelaki itu.
Justin tertawa renyah dan duduk dibangku.
" Sini " Kata Justin menepuk pahanya.
" Ngak mau,aku duduk disini aja " Tolak Laura cepat.
" Beneran ngak mau ?" tanya Justin mengangkat sebelah alisnya.
" Hm " Jawab Laura yakin.
" Kau tau,banyak sekali gadis2 ingin duduk dipangkuan ku apalagi menyuapi ku makan,dan kau gadis bodoh yang menolak pria tampan seperti ku " kata Justin narsis.
" hm " Jawab Laura dingin dan memutar mie dengan garpu.
" Kau yakin tak mau,aku hanya memberi satu kesempatan " kata Justin menawar.
" tidak terima kasih " kata Laura menunduk sopan.
Justin mengulum senyum meski sedikit dongkol karna gadis itu menolaknya terang terangan.
" Ayo buka mulut,pesawat tempurnya akan masuk " kata Laura datar.
" Ppfffff " Justin kaget dan langsung ingin tertawa dengan recehan gadis itu.
" Ada yang salah ?" tanya Laura mengernyit.
" Aku bukan bayi yang bisa kau olok seperti itu " Kata Justin gemas.
" Kau memang bayi,bayi badak " kata Laura langsung tertawa ngakak.
__ADS_1
Justin memasang wajah datar melihat gadis itu menertawainya.
" Haha oke2,maaf jangan marah aku hanya bercanda " kata Laura merapikan rambut Justin yang sangat acak2an.
Justin tersentak saat tangan mungil itu menyentuh rambutnya dengan lembut.
" Kakak seperti bayi tua " kata Laura tersenyum sambil menyampirkan rambut Justin kebelakang.
" Hm,dan aku ingin dimanjakan oleh ibu ku yang belia " Balas Justin lembut.
Laura tersentak dan langsung melepaskan tangannya.
" Kenapa berhenti ?" tanya Justin sedih.
" Aku tidak sengaja " kata Laura tak enak.
" Ngak papa,aku suka kamu lembut kepada ku " Kata Justin tersenyum mengusap pipi gadis itu.
Laura melihat Justin,rasa hangat tangan pria itu membuat darah Laura berdesir.
Mereka bertatapan sejenak.
" Em ayo makan nanti keburu dingin " Kata Laura melepaskan tangan Justin dari wajahnya.
" Aku merindukanmu Laura " Kata Justin menatap Laura penuh penghayatan.
" Jangan bahas ini " Kata Laura dingin.
" Apakah kamu tidak bisa menerima ku lagi ?" Tanya Justin sedih.
" Kakak sudah membawa ku kemari dan aku tak tau caranya untuk pulang " kata Laura kesal.
" Hahah,ya aku melakukannya agar kamu tak bisa lagi kabur dari ku " kata Justin tertawa.
Laura menghela nafas dan mulai menyuapi Justin,pria itu menerima suapan kekasihnya dengan manik tak lepas memandang wajah polos Laura tanpa make up.
Laura terus menyuapi Justin hingga mie dalam piringnya habis tak tersisa.
" Sudah habis " kata Laura sedikit lega.
" Masih lapar " rengek Justin.
" Jangan makan mie terlalu banyak,tidak baik " kata Laura dingin.
" Lalu apa yang harus aku makan pagi ini ?" Tanya Justin sendu.
" Aku akan bekerja sebentar lagi " Lanjut Justin melihat jam didinding.
Laura diam menatap lelaki itu dalam,wajah kelelahan Justin terlihat jelas disana,Laura tak tau apa pekerjaan Justin disini tapi ia sadar Justin bukan orang biasa.
" Baiklah,aku akan membuatkan mu sarapan dengan benar,Kakak mau makan apa ?" tanya Laura pasrah
" Terserah,aku akan makan segalanya " kata Justin tersenyum.
" Oke,tapi sebelum itu tunjukkan pada ku apa fungsi peralatan didapur ini dan dimana letak2 alat penanak dan bumbu dapur " kata Laura tegas
" Oke,aku akan tunjukkan " Kata Justin tersenyum dan bangkit dari duduknya
Pria itu pun mulai menjelaskan 1 per 1 fungsi yang ada didapur dan bagaimana cara penggunanaanya.
Saking mewahnya apartemen pria itu semua serba modern membuat Laura terbelalak.
" Laur biasa,untuk mengambil garam saja aku harus pakai kode yang sulit " Batin Laura mulai pusing.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya
__ADS_1