
Cila masih diam saat manik perempuan seumuran Sintia itu melihat rumah mereka dengan tatapan yang sulit dimengerti.
" Em maaf Tante kedatangan Tante kesini mau ngapain ya ?" Tanya Cila memberanikan diri.
" Ehm,saya datang kesini mau bilang bahwa tanah milik orang tua David bermasalah " Kata wanita itu menatap Cila dengan datar.
" Maksud nya gimana ya,stau saya Mas David ngak ada tanah dimana pun " Kata Cila ingin mengetes perempuan itu.
" Itu memang bukan tanah dia,tapi tanah saya,karna berhubung itu masih nama orang tua David jadi dia yang harus bertanggung jawab sebagai anak"
" Kenapa bisa begitu,emang dulu ada serah terimanya ?" Tanya Cila mulai geram.
" Ya em ada lah,tapi David masih kecil dulu " Kata wanita itu mulai gugup.
Cila tersenyum miring dan melangkah kedepan.
" Setau saya,sejak David jadi suami saya dia cuma bilang bahwa harta orang tuanya diambil bibi dan paman nya dengan paksa saat dia kecil,bahkan kalian tidak memperlakukan suami saya dengan baik " Kata Cila mengungkap kekesalannya.
" Tau apa kamu,kalo bukan kami yang urus David dulu,mungkin ngak bakal hidup anak itu " Kata wanita itu sombong.
Deg...
Cila terkejut bukan main,dirinya tak menyangka perempuan itu tega berkata seperti itu terhadap suaminya.
" Pokok nya kalian harus urus tanah itu,karna uang dari penjualan itu sudah habis,jika tidak maka siap2 saja David masuk penjara karna itu masih nama orang tuanya,jadi dia yang wajib menanggung" Kata wanita itu ketus dan keluar dari rumah sederhana Cila.
Cila mematung mendengar kata penjara,perempuan itu berjalan keluar ingin membentak wanita itu,tapi sayang nenek sihir itu sudah masuk kedalam mobilnya,Cila tak bisa bersuara karna tetangga kiri kanan nya sedang duduk diteras memperhatikan mereka.
" Huuuuufftttt,ini ngak bisa dibiarin " Gumam Cila menutup pintu rumahnya.
Perempuan itu terduduk di kasur lantai mereka memikirkan cara untuk membalas wanita tadi.
" Aku ngak bisa diam,ini bahaya,aku ngak mau suami ku dipenjara " Kata Cila kesal.
Perempuan itu mengambil hp nya dengan cepat dan mencari nama Ayah disana.
Lama Cila menunggu tapi tak mendapat respon dari sang Ayah,Cila melihat jam dan benar ini sudah jam kerja sang ayah tiri.
" Ya udah lah,nanti aku hubungi lagi,aku harus bekerja sekarang " Gumam Cila bangkit mengambil tasnya dan langsung keluar dari rumah.
Ditempat lain,David bekerja seperti biasa,pikiran nya melayang buana dengan masalah keluarga itu.
" Bu " Panggil David kepada bos nya yang sedang menghitung uang dikasir.
Keadaan masih sepi belum ada pelanggan,para karyawan pun banyak dibelakang membersihkan gudang.
" Iya kenapa Vid ?" Tanya wanita itu membenarkan kaca matanya.
" Em aku boleh pinjam uang ngak Bu ?" Tanya David menunduk.
" Uang buat apa ?" Tanya wanita itu bertopang dagu.
" Buat beli beras dirumah Bu,kasihan istri aku ngak bisa masak " Kata David jujur.
__ADS_1
Perempuan itu menghela nafas dan tersenyum lembut.
" Mau pinjam berapa ?"
" 250 ribu aja Bu,nunggu gajian " Kata David menggaruk kepalanya malu.
" Emang cukup segitu ?"
" Dicukup cukupin Bu "
" Ya udah,nanti ibu potong dari gaji kamu ya " Kata wanita itu tersenyum.
" Iya Bu,makasih " Kata David menyunggingkan senyuman nya.
Perempuan itu mengambil dompet dan memberi uang 250 ribu kepada David.
" Kasih ke istri kamu ya " Kata wanita itu ramah.
" Iya Bu,makasih ya " Kata David menerima uang itu dengan suka hati.
" Iya,gih kerja lagi hari ini banyak pesanan masuk "
" Siap Bu " Kata David hormat dan langsung berbalik menyimpan uang itu dikantong nya.
Ditempat lain,Cila bekerja dengan sangat giat,perempuan itu tak malu memasarkan dagangannya melalui media sosial.
Cila belum bisa mengambil karyawan baru karna pengeluarannya bulan ini benar2 banyak,dan sudah mentok tak bisa bergerak lagi,keuangannya pun tak stabil bahkan didompet Cila masih ada 50 ribu untuk makan dia hari ini.
" Iya Non " jawab wanita itu mendongak melihat Cila.
" Em,gini Cila belum bisa bayar gaji ibu hari ini, mungkin akan Cila rapel nanti,ibu masih punya uang simpanan ngak buat makan ?" Tanya Cila to the point.
Siti tersenyum dan mengangguk.
" Masih ada Non,tenang aja saya ngerti kok mungkin Non banyak pengeluaran bulan ini " Kata Siti ramah.
" Iya Bu,banyak banget malah,buat bayar hutang Bu " Kata Cila jujur.
" Ngak papa Non,nanti2 aja dibayar nya,saya masih ada kok uang buat belanja " Kata Siti maklum.
" Makasih ya,aku ngak enak sebenarnya sama Ibu,tapi ya mau gimana lagi aku benar2 ngak punya sekarang " Kata Cila malu.
" Iya santai aja "
Laura tersenyum mengangguk seraya memakan snack nya.
Cila menghela nafas,perempuan itu mau memaklumi nya saat ini.
Sore pun tiba,Cila pulang dengan wajah lesu hari ini penjualan mereka sedikit,dan itu pun tak bisa dia dapatkan langsung karna masih ada proses dari pengiriman..
" Masak apa ya ?" Gumam Cila membuka kulkas.
Tak ada isi lagi disana,semua sudah kosong hanya ada air dingin dan es batu saja.
__ADS_1
Cila memeriksa sakunya,terdapat 30 ribu disana sisa uang makan dan angkotnya tadi.
" Beli telur aja lah "Gumam Cila tersenyum dan berjalan keluar.
Langit terlihat kekuningan tanda magrib akan datang.
Saat keluar dari warung dengan 2 butir telur dan sekantung beras,Cila melihat suaminya melintas didepan dengan membawa sayur didepan.
" Waah Mas ku pulang " Pekik Cila girang dan langsung berlari kearah suaminya.
" Kamu dari mana ?" Tanya David kaget melihat Cila menepuk pundaknya.
" Beli lauk " kata Cila tersenyum memamerkan 2 butir telur.
David tersenyum dan menunjukkan apa yang dia bawa.
" Wah ada ikannya " Pekik Cila girang.
" Yuk masuk udah magrib " Kata David tersenyum.
Cila mengangguk dan mengikuti langkah suaminya masuk kerumah.
Tetangga mereka tersenyum melihat pasangan itu,mereka mengira Cila dan David hidup berkecukupan karna tak pernah mendengar Cila marah2 soal uang.
" Aku masak ikan aja kali ya,telur nya besok pagi aja buat sarapan " gumam Cila pelan.
Wanita itu langsung dengan gesit membersihkan ikan kecil yang dibeli suaminya,Cila akui sejak menikah dengan David hidupnya berubah drastis,semua serba kekurangan bahkan Cila tak pernah lagi merasakan enaknya makan pizza yang biasa Reno beli dulu saat sedang bosan.
David bergegas mandi karna sebentar lagi solat magrib dimulai.
Beberapa menit kemudian,lelaki itu keluar dengan wajah fresh.
" Ayo solat dulu " Ajak David.
" Iya Mas,aku mandi dulu " Kata Cila melepas pekerjaan nya dan mengambil handuk.
Mereka pun solat magrib berjamaah dan setelah itu makan malam bersama dengan lauk seadanya.
" Nih buat kamu " Kata David memberi sisa uang yang dia pinjam tadi.
" Kamu dapat uang dari mana ?" Tanya Cila terkejut.
" Aku minjem sama Bos,terus ada juga dikasih costumer tadi " Kata David seraya memisahkan tulang ikan,dan memberi kepada Cila isi yang sudah bersih.
" Makasih ya Mas " Kata Cila tersenyum haru.
" Iya,sama2 " Kata David tersenyum.
Mereka kembali makan dengan lahap,dengan sabar David menarik 1 persatu tulang ikan kecil itu agar tak melukai tenggorokan istrinya,karna dulu Cila sempat tersedak karna tulang ikan kecil itu menyangkut,dan membuat Cila menangis karna merasa sakit.
❤❤❤
Hay guys mana nih dukungannya buat author,mau lanjut ngakk ??
__ADS_1