
Justin mengantar Laura pulang,tapi sebelumnya mereka kembali berhenti di toko kue membeli beberapa camilan untuk Vero juga untuk orang tua Laura,Justin pikir tak enak kalau hanya tangan kosong kerumah orang apalagi membawa anak gadis orang keluar.
" Aduh Kak ini mah kebanyakan " Kata Laura kaget melihat tentengan Justin melebihi kapasitas.
" Ngak papa biar adik kamu seneng " kata Justin tersenyum.
" Vero itu udah gede Kak,bentar lagi juga lulus sekolah " Ujar Laura.
" Iya,tapi kan saat ini dia lagi sakit,sifatnya juga pasti berubah " Sahut Justin menaruh makanan dikursi belakang.
" Iya sih,Vero berubah banget aku sampe ngak ngenali dia lagi " Kata Laura menunduk sedih.
Justin menghela nafas,pria itu ikut kasihan dengan nasib Vero,apalagi tadi Justin sempat mendengarkan suara Vero yang meminta makanan yang ditayang di iklan.
" Ngak papa,nanti juga sembuh,Vero juga ngak bakalan mau kayak gitu " Kata Justin mengusap kepala Laura lembut.
" Aku selalu berdoa agar Vero kembali seperti semula,dia pria yang sangat riang kalo ngak ada dia rumah berasa sepi " curhat Laura.
Justin mengangguk mendengarkan.
" Ya udah sekarang kita pulang ya " Ajak Justin.
Laura mengangguk patuh dan duduk dengan tenang.
Mereka pun keluar dari area parkir menyusuri jalan raya.
Selama dijalan,Laura mulai curi2 pandang kepada pria itu.
Laura bingung dengan perasaannya,Justin dengan cepat membuat dirinya nyaman ditambah pria itu sangat lembut dan melindungi.
" Jangan diliatin mulu,nanti kita nabrak akunya ke gr an " Celetuk Justin tak menoleh.
Deg...
Laura tersentak kaget dan mengerjab2kan matanya.
" Ih siapa yang liatin,orang nengok jalan kok " Kata Laura ngeles.
" Oh ya ??" Goda Justin mengulum senyum.
" Iya lah,ngapain lihat Kakak " Kata Laura membelakangi lelaki itu.
Justin terkekeh pelan dan mencubit pinggang gadis itu.
" Ya udah kalo ngak liatin,jangan nyesel ya " kata Justin tertawa.
Laura menutup wajahnya malu.
" Aduuhh aku kenapa sih,kenapa harus ketahuan sama dia,kan jadi malu " Batin Laura memukul kepalanya.
Justin menggeleng pelan melihat tingkah absurd gadis itu.
Tak lama mereka pun sampai,terlihat seorang pria berjalan mondar mandir sambil menggigit jarinya.
" Tuh kan,apa aku bilang Vero udah nungguin " Kata Laura melihat Vero dari kejauhan.
" Iyaa,maaf ya lama " kata Justin merasa bersalah.
Laura menghela nafas dan membuka sabuk pengamannya.
Setelah mobil berhenti gadis itu langsung turun.
Vero mengernyit kesilauan dengan lampu mobil Justin.
" Verooo " Panggil Laura berlari kearah pria itu.
" Laura " Gumam Vero menyunggingkan senyumnya.
Pria itu berjalan cepat dan
Greebbb...
Vero memeluk Laura dengan erat,Laura yang mendapat serangan tiba2 pun kaget apalagi Vero yang memeluknya saat ini.
" Kamu kemana saja,aku kangen " Bisik Vero mengkrucut.
" Hehe Kakak ada kerjaan tadi diluar " Kata Laura ikut memeluk lelaki itu.
Justin hanya melihat dari dalam mobilnya,pria itu sedikit kaget melihat Vero langsung menyerbu Laura tadi.
__ADS_1
" Laura " Panggil David dari arah belakang.
" Eh Papa " kata Laura melepaskan pelukannya.
Vero menyelidik seseorang yang masih berdiam didalam mobil.
" Maaf Pa,aku pulangnya malam " Kata Laura menyalami David.
" Iya ngak papa,tadi Mama kamu udah kasih tau " Kata David tersenyum.
" Itu siapa Nak ?" Tanya David melihat kearah luar.
" Oh itu Kak Justin Pa yang nolongin aku dulu " Kata Laura teringat akan lelaki itu.
Laura melambaikan tangannya menyuruh Justin keluar.
Lelaki itu mengangguk dan keluar dari mobil membawa banyak bungkusan.
David melihat Justin menyelidik,pria itu kaget melihat Justin banyak membawa kantong.
" Permisi Om " Sapa Justin hangat.
" Ah iya Justin,ayo masuk " Ajak David ramah.
Justin mengangguk.
" Vero,bantuin Kak Justin bawa ini mau ?" Tanya David kepada anaknya.
Vero menatap.Justin dengan tajam seolah tanda tak suka.
Vero langsung masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan.
David dan Cila menghela nafas melihat kelakuan Vero yang tak sopan.
" Maaf ya Justin,Vero ngak sopan sama kamu " Kata David canggung.
" Hehe iya Om ngak papa kok,aku bisa bawa sendiri " Kata Justin tersenyum mengerti.
" Maaf ya Kak,ayo aku bantu " Ujar Laura tak enak hati.
" Ngak papa,ayo masuk " Kata Justin tersenyum.
Justin dipersilahkan duduk diruang tamu,Vero kembali menonton televisi tanpa melihat mereka semua.
" Mama mana Pa ?" Tanya Laura mencari Cila.
" Lagi didapur,bentar Papa panggilin " Kata David bangkit dan berjalan kedapur.
Justin menyelisik rumah orang tua Cila,meski tak sebagus rumah dan juga apartemennya tapi nuansa kekeluargaan sangat terasa disana.
" Kamu nyaman tinggal disini ?" Tanya Justin pelan.
Laura tersenyum mengangguk.
" Sangat nyaman,dari kecil aku udah ikut Papa dan Mama dari mereka belum punya apa2 " Kata Laura tersenyum.
" Maksudnya ?" Tanya Justin tak paham.
Laura tersenyum hangat dan menatap manik lelaki itu.
" Mereka mengadopsi aku dari kecil " Kata Laura pelan.
" Hah !" Pekik Justin kaget.
Laura tersenyum getir,gadis itu sudah menduga Justin akan terkejut mendengarnya.
" Jadi kamu bukan anak mereka ?" Tanya Justin pelan.
Laura menggeleng lemah.
" Orang tua ku sudah meninggal saat aku masih kecil,lalu Tuhan mempertemukan aku dengan 2 orang manusia yang berhati malaikat serta adik yang luar biasa " Kata Cila bergetar dengan mata berkaca kaca.
Gadis itu sangat rapuh jika membicarakan perihal orang tuanya,makanya Laura jarang bergaul,Laura takut teman2nya tak menerima dirinya yang yatim piatu,apalagi dulu Laura sempat dijauhi2 teman2 sekolahnya karna tak punya orang tua dan terus dijahili,membuat trauma berat selalu menimpanya saat ingin berteman dengan orang lain,hanya Vero dan keluarga nya saja yang menjadi sahabat hingga kini.
" Sudah jangan menangis " Kata Vero mengusap pipi gadis itu.
" Maaf Kak,aku cengeng kalo bahas itu " kata Laura menutup wajahnya malu.
" Iya,ngak usah bahas itu lagi" Kata Justin paham.
__ADS_1
Laura mengangguk dan berusaha tersenyum.
Tak lama datang David dan Cila yang membawa nampan berisi minuman.
" Eh ada teman Laura ya " Sapa Cila hangat.
Perempuan itu mengenakan daster andalannya jika didalam rumah..
" Ah iya Tante,maaf bertamu malam2 " Kata Justin menggaruk kepalanya..
" Oh ngak papa,malah Tante seneng Laura ada temennya mana ganteng lagi " Kata Cila tersenyum genit.
David memasang wajah malas mendengar gombalan emak2 berdaster itu.
" Hehe Tante bisa aja " kata Justin malu.
" Jadi kapan nih rencananya ?" Tanya Cila semangat.
" Rencana apa Te ?" Tanya Justin bingung.
" Pernikahan " Kata Cila tersenyum lebar.
" Hah " Pekik Laura kaget begitupun dengan Vero yang langsung menoleh.
" Kamu apa2an sih Yank,Justin kesini nganterin Laura pulang bukan mau ajak nikah " Cibir David.
" Hehe aku pikir Justin mau lamar Laura,kan anak kita udah 18++ Pa " Kata Cila mengedipkan matanya sebelah.
Justin terasa tercekek dengan ucapan perempuan itu.
" Mama ih " kata Laura mencubit gemas lengan perempuan itu.
" Tunggu apa lagi La,kan uda gede,tenang aja Tin anak Tante uhh masih seger " kata Cila semakin menjadi.
David menepuk jidatnya kelu dengan ucapan absurd istrinya itu.
Justin menatap Laura,gadis itu sudah memerah layaknya kepiting rebus.
" Haha emang boleh Te ?" Goda Justin.
Laura menampar lengan pria itu kesal,dirinya sudah sangat malu dipermalukan malam ini.
" Ngak boleh !" Sahut seseorang dari belakang.
Deg...
Semua orang terdiam dan menoleh kebelakang.
" Vero " Gumam Laura melihat Vero sudah sangat emosi.
" Ngak boleh,Laura milik aku ngak boleh ada yang berani bawa dia !" Kata Vero marah.
Justin terdiam,begitu pun Cila dan David.
" Vero " Panggil David pelan.
Vero melempar vas bunga kedinding dengan kesal.
Pyaaarrrrrr...
Vas bunga pun berhamburan kelantai,Vero langsung terjatuh.
" Aaaaaaaaaakkkkhhhhhhh sakiitttt " Teriak Vero terduduk memegang kepalanya.
" Verooooooooo " Teriak Laura histeris.
Suasana yang tadinya tenang kini berubah panik dengan keadaan Vero yang terus mengamuk.
" Veroo maafin Mama Nak,Mama cuma bercanda " Kata Cila memegang tubuh anaknya.
Vero terus berteriak sakit,David menahan tubuh pria itu sekuat tenaga.
Laura berlari kekamar mengambil obat penenang yang biasa Vero minum.
Justin terdiam melihat situasi tersebut.
❤❤❤❤
Hay guys masih mau lanjut ngak ?
__ADS_1
Banyakin VOTE,LIKE,COMENT nya dong biar author semangat Up