
Rumah yg tadinya sepi kini berubah ramai setelah kedtangan Laura dan keluarganya.
Yap berita kembalinya Cila langsung menyebar luas,Cila pun langsung mendapat telfon dari Nisa dan dimarahi habis2an.
" Iya Kak,nanti gak gitu lagi " Ucap Cila memutar mata.
"......"
" Iyaaa udah ah bawel " balas Cila mulai jengah.
Nisa masih marah2 kepada adik angkatnya tersebut karna Cila membuat heboh keluarga.
" tut.
Panggilan terputus sepihak,Cila menaruh hape dimeja dan menghela nafas panjang.
Laura dan Justin diam melihat expresi ibu mereka yg masih memendam dendam.
" Permisiii " Ucap seseorang dari luar.
" Waaahh pizzanya datanggg " Pekik Boy heboh.
Bocah itu bangun dari duduknya dan langsung menyambut sang pengantar.
" Pa minta uang " pekik Boy.
" Ini " Kata Justin mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
Boy mengambil dompet tersebut dan menyerahkan beberapa lembar uang didalamnya.
" Ambil aja Om kembaliannya,makasih banyak ya " Ucap Boy dengan sopan.
" iya terima kasih kembali " Balas si Abang2 tersebut dengan senyum mengembang.
Boy membawa 2 bungkus pizza jumbo tersebut dengan wajah bahagia.
Cila diam memperhatikan Cucu nya yg tak punya beban sama sekali.
" Kamu mau ?" tanya Cila melihat anak bungsu Laura yg menatap Abangnya dengan mulut hampir mengences.
Bocah itu melihat Cila dan tersenyum malu.
" Minta sama Mak mu " Kata Cila ketus.
Seketika raut wajah gadis belum genap setahun tersebut langsung mengkrucut seolah paham dengan ucapan jahat Neneknya.
" Mama ih jangan gitu sama Bintang " Kata Laura jengkel.
Cila membuang muka dan bangkit dari duduknya.
" Loh katanya mau makan " Kata David terkejut.
" Kenyang " Jawab Cila judes.
" Beneran Nek gak mau ? Pizzanya enak loh Boy habisin nanti " Celetuk Boy dengan mulut penuh.
Cila diam sejenak sambil menelan ludah kasar.
Perutnya sangat lapar,tapi rasa gengsinya menahan segala keinginan.
" Jangan,tinggal sama Nenek gak boleh rakus " Kata Justin menegur.
" Kan Nenek gak mau Pa,mumpung masih anget Pa,mana kejunya lumerrr uhh Boy suka " Ucap bocah lelaki itu dengan girang.
Justin melihat Cila lagi,wanita parubaya tersebut masih diam ditempatnya sedang berpikir keras
Laura menahan tawa,Cila seperti anak kecil yg sedang merajuk.
Wanita itu juga terlihat sangat menggemaskan.
" Udah makan aja Boy,habisin " kata David makin memanasi Cila.
" biarin !" Kata Cila mengangkat bahu dan berjalan masuk kekamar.
__ADS_1
Brakkkkkk.....
Pintu kamar terbanting dengan kuat membuat anak bungsu Cila melonjak kaget.
" Uhh Mama bener2 deh,jantungan anak aku !" Ucap Laura kesal sambil mengusap dada putrinya.
Gadis kecil itu melihat Laura dan tersenyum seolah mengatakan kepada ibunya bahwa ia tak apa2.
" Biarin aja dulu,ntah juga baik sendiri " Kata David santai.
" Pa aku khwatir loh,nanti Mama aneh2 lagi " kata Laura ngeri.
" Gak,mulai sekarang Papa bakal awasi Mama kalian,jangan khawatir " Balas David.
" Terus si Hani gimana Pa ? Dia sama Sofia cuma berdua dirumah " Kata Justin teringat.
" Nanti pelan2 Papa ketemuin Mama sama Hani,ini mungkin gak mudah tapi yah kita harus mencoba " Kata David dengan wajah bijaknya.
" Iya Pa,kasihan juga Hani merasa bersalah terus " Celetuk Laura.
" Kamu gak benci sama dia ?" tanya David melihat sang putri.
" Ya awalnya kesel Pa Vero masuk lagi karna dia,tapi mau gimana lagi Vero nya yg bodoh " Jawab Laura jujur.
" Iya makanya Papa kawinin mereka biar impas " Balas David terkekh.
" Tapi apa Hani bakal setia nungguin Vero Pa ? Aku rasa kali ini Vero bakal dihukum lama " Kata Laura serius.
" Kamu pendekatan terus sama Hani dan Justin coba kamu cari pengacara yg handal buat nanganin kasus Vero " Titah David.
" Aku lagi cari Pa dan ajuin banding tapi belum dikonfirmasi " Balas Justin.
" Ya udah nanti Papa cari solusi lain " Balas David..
Hening.....
Ketiga orang dewasa itu terlihat berpikir dengan isi kepalanya masing2.
Ditempat lain,seorang pria terlihat termenung dibawah sinar rembulan malam.
Tak ada banyak suara,beberapa anak anjing menggonggong di belakang rumah.
Tak lama sebuah sinar menyilau mata pria tersebut..
Daniel mengernyit menutup stengah wajahnya.
Silau tersebut semakin mendekat hingga memadam setelah mesin dimatikan.
Suara bukaan pintu terdengar,nampaklah sepasang kaki turun dari kereta besi dengan cat merah terang.
" Itu siapa ?" gumam Daniel mengernyit.
" Helooo Om " Sapa seorang gadis lain yg turun terakhir dari mobil.
" Angel " ucap Daniel mengenali gadis tersebut.
" Om,sibuk gak tolongin kita dong " Kata Angel mendekat.
" kenapa ?" tanya Daniel bangkit dari duduknya.
" Sini " kata Angel melambaikan tangan kepada gadis lain yg bersama dirinya.
Daniel melihat gadis tersebut dengan kernyitan aneh.
" Kenapa dia nangis ?" tanya Daniel heran.
" ini Om,Kucingnya keseleo gak bisa jalan " Jawab Angel mengkrucut.
" Hah keseleo ?" ulang Daniel melotot.
" Iya Om,coba Byan turunin " Titah Angel.
Gadis dengan rambut menutupi wajah tersebut tersedu sambil menurunkan anak kucingnya.
__ADS_1
" tuh Om,gak bisa kan,lemes gitu " kata Angel sambil menunjuk.
" Dia kenapa ?" tanya Daniel tenang.
" Gak tau Om,tadi siang masih lari2 eh malam nya udah gak bisa jalan huhu " jawab gadis asing tersebut dengan wajah terluka.
Daniel menghela nafas dan mendekati anak kucing kampung tersebut.
" Lu kenapa Cing ?" tanya Daniel melihat manik si Kucing.
" Eongggg...." jawab Kucing tersebut lemas.
Daniel memegang salah satu kaki kitten tersebut dan Roaaaarrerrr.....
Bayi kucing itu melonjak kaget mengatakan bahwa kakinya sedang sakit.
" Malah dipegang " Kata Angel gemas.
" Kemungkinan patah ini Jel " kata Daniel menerka.
" hah kok patahh huaaaaaaa " Kata gadis asing itu syok dan makin menangis.
" Gak Byan,Om nya bercanda " kata Angel menenangkN.
" Huhuhu Ziko gak mungkin patah Kak huhu " Kata Byanca terus menangis.
Yap,gadis tersebut adalah anak bungsu Romi yg kini sudah mulai tumbuh dewasa.
Gadis itu begitu cengeng membuat Daniel heran apalagi Angel yg berubah jadi sok dewasa didepannya.
" Terus ini solusinya gimana Om ?" tanya Angel bingung.
" amputasi " jWab Daniel asal.
" Apa !" Teriak Byanca dan Angel bersamaan.
Daniel mengulum senyum,kedua gadis didepanny saat ini terlihat begitu kocak dan heboh.
" Jangan Om,, kalo diamputasi nanti dia jalannya gimana ?" tanya Byanca dengan wajah kecewa.
" Pake kursi roda " jawab Daniel makin menjadi.
Angel melongo sedangkan Byanca sudah menangis kejer memeluk anak kucingnya yg kebingungan.
" Ayo sini Om potong " Kata Daniel mengulurkan tangan.
" Gakkkkkk " Pekik Byanca menggeleng cepat.
" Periksa dulu lah Om,nanti memutuskan nya " Hujat Angel.
" Apa yg mau diperiksa,udah gitu aja " kata Daniel jahil.
" Kak,Dokter ini gak jelas aku gak mau berobat sama Om ini Kak,ayo pulang aja " Kata Byanca menarik tangan Angel..
" Gak Byan,Om ini Dokter beneran gak boong " Kata Angel meyakinkan.
" Gak mauuu,ayo pulang aja nunggu besok aja kedokter lain " kata Byanca kekeh.
Angel menarik nafas dan melihat Daniel dengan mata elangnya.
" Hehe becand Njel " kata Daniel mengusap asal rambut gadis itu.
" Omm ihhh aku kecup nih !" kata Angel kesal.
" Ehhh " Pekik Daniel dan Byanca bersamaan.
Gadis cantik itu langsung masuk kedalam rumah tanpa pikir panjang.
" A ayo,saya obati " kata Daniel langsung kaku.
Byanca mengangguk kecil dan mulai melangkah masuk.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.