Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Draft


__ADS_3

Seharian Hani berada dirumah sakit,gadis itu selalu diawasi oleh perawat yg ntah kapan berjaga diruangannya.


Tak ada yg bisa ia lakukan,gadis itu merasa aneh lantaran kenapa dirinya diisi diurangan yg cukup besar dengan peralatan medis yg memadai.


" Suster " Panggil Hani pelan.


" Iya " jawab Suster menoleh.


Wanita berpakaian putih itu mendekati Hani dan berdiri tenang.


" Kenapa ?" Tanya Suster lagi.


" Kenapa saya di isi disini ?" tanya Hani.


" Ini ruang Vip bukan ?" Tanya Hani lagi.


" Iya,anda di isi disini sesuai perintah " Jawab Suster.


" Perintah siapa ?" Tanya Hani mengernyit.


" Direktur rumah sakit " Jawab Suster.


" hah aduhhh " Kata Hani kaget dan merasa kesakitan.


" Iya Nona,pihak rumah sakit yg menaruh anda disini,makanya peralatan medis pun harus berada disini " Jawab Suster.


" Tapi saya merasa udah baikan Sus " Kata Hani melihat lukanya.


" Iya tapi kami harus waspada karna luka itu bisa sobek kapan saja " Jawab Suster


Hani diam sejenak melihat wajah suster cantik didepannya.


" Kamu butuh sesuatu ?" Tanya Suster lagi.


Hani menggeleng pelan dan memulai berbaring.


Suster kembali bekerja hingga sebuah pintu terbuka.


Nampaklah seorang lelaki dengan baju kebanggaanya mendekati Hani.


" Pak Komandan " Ucap Hani kaget.


" Selamat siang " Sapa pria itu tenang.


Hani mengangguk tersenyum meski sedikit gugup dengan lelaki besar tinggi didepannya saat ini.


" Bisa tinggalkan kami berdua ?" tanya lelaki itu kepada Suster.


" Maaf,apa anda...." Ucap Suster menggantung saat lelaki itu menunjukkan nametag.


" Dia akan baik2 saja " Ucap lelaki itu lagi menaruh barang tersebut ke saku celana.


Suster mengangguk dan undur diri.


Kini tinggallah Hani dan pria tersebut diruangan yg sunyi.


" Saya ikut berduka dengan apa yg terjadi kepada kamu " Ucap pria itu yg dikenal Hani sebagai komandan tinggi di aparat.


" Terima kasih Pak " Jawab Hani sopan.


Pria itu duduk menarik kursi memperhatikan Hani yg masih pucat.


" Saya gak tau masalah apa yg sedang kamu alami " ucap pria itu memulai pembicaraan.


" Mendengar kamu di culik membuat saya cukup iba dan ingin membantu " Lanjut pria bernama Pranomo teesebut.


" Terima kasih " Jawab Hani menunduk.

__ADS_1


" Tapi Hani " Kata Pranomo pelan.


" Ada apa Pak ?" tanya Hani mendongak.


" Massa sangat ramai dikantor polisi,mereka mencari kamu " Jawab Pranomo hati2.


Deg....


Hani tersentak mendengar ucapan pria tersebut.


" Maksud Bapak ?" tanya Hani dengan jantung berdegub.


" Mereka menuntut kamu Han,mereka ingin kamu keluar dari kepolisian " Jawab Pranomo lagi.


" Kenapa begitu ?" Tanya Hani begitu syok.


" Karna skandal kamu menyebar luas dan mereka demo dikantor membuat para staff harus turun tangan " Jawab Pranomo menghela nafas.


" Ya Tuhan " Ucap Hani tak percaya.


" Maka dari itu saya datang langsung kesini ingin mendengar kesaksian kamu "


" Apa yg bapak inginkan ?" tanya Hani mencoba tenang.


" Semuanya,jika pun kamu dijebak semua asa sebab juga " Jawab lelaki tersebut.


" Apa ini ulah Nial lagi " Batin Hani menebak.


" Saya terpaksa harus memberikan sanksi tegas untuk kamu,dan sekali lagi kamu melakukannya maka saya harus mengeluarkan kamu " Kata Pranomo tenang.


" Pak saya tidak berbuat apa2 " Kata Hani serius.


" Saya tidak tau Hani,tapi ini berdampak pada semuanya,kasihan para teman yg lain yg juga mendapat cemooh masyarakat "


Hani diam tak membalas,sungguh ia tak menyangka masalahnya akan berdampak begitu jauh sampai ke masalah kerjaan.


" Apa yg harus aku hentikan ?" Gumam Hani nanar.


" Saya tau kamu gadis yg baik dan jujur dan saya juga sedang mencari siapa dalang semuanya,tapi saat ini atasan kita meminta saya untuk menegur keras kamu " Jawab Pranomo.


" Baiklah Pak,saya siap " Jawab Hani lesu.


" Baiklah,saya doakan kamu untuk segera sembuh dan datang kekantor " Kata Pranomo tersenyum.


Hani mengangguk kecil dengan wajah tertunduk.


Lelaki parubaya itu pun berpamitan pergi.


Hani terdiam dibrangkarnya dengan mata berkaca kaca.


Sungguh gadis itu tak menyangka nasibnya semakin buruk setelah kejadian kemarin.


" Apa yg harus aku lakukan ?" Gumam Hani meremas kepalanya.


Hani tak tau apa yg telah terjadi,ia pikir penculik hanya akan membawa dirinya tanpa melibatkan orang lain tapi nyatanya ia dibawa sangat jauh dan sulit untuk pulang.


" Mba Hani " Panggil perawat kaget melihat Hani menarik rambutnya sendiri.


Wanita itu berlari dan langsung menyelamatkan Hani yg sedang melukai diri sendiri.


" Apa yg terjadi ? Jangan banyak bergerakk Mba " Ucap perawat panik.


Hani terus berontak,pikirannya begitu kacau dan rasa sakitnya seolah menghilang begitu saja.


" Mba mbaaa " Ucap perawat melotot melihat baju Hani basah dengan warna kemerahan.


Hani diam tanpa perlawanan lagi melihat perawat.

__ADS_1


" Mba Hani " Sapa wanita itu mencoba menyadarkan.


Hani masih diam,perlahan matanya mulai terpejam dan Bregkkk...


Gadis itu jatuh pingsan.


" Mba Haniii " Pekik Perawat kelabakan.


Ditempat lain,seorang pria tua terlihat tak tenang setelah mendapat kabar kurang mengenakkan dari anak buahnya.


" Kakek " Panggil Zini pelan.


Pria itu menoleh dan melihat cucunya yg duduk diam dengan potongan buah apel yg sudah kecil.


" Iya sayang " Jawab Pria itu mendekat.


Zini mendekat dan tersenyum manis.


" Kenapa cucu Opa sayang ?" Tanya Surya lembut.


Zini menggeleng pelan dan memasukkan lagi buah kedalam mulutnya.


" Duh aku harus taruh dimana anak ini ?" Gumam Surya bingung.


Pria itu berencana akan pergi ke kantor untuk menyelesaikan kerusuhan yg terjadi,tapi Surya tak bisa pergi begitu saja membawa Zini karna dilokasi sedang dalam darurat.


Surya diam mencoba memikir siapa yg bisa menolongnya saat ini.


" Ridho " Ucap Surya teringat satu nama.


Nial tidak tau berada dimana,Surya pun sudah kewalahan mencari wanita itu yg menghilang tanpa jejak.


" Iya aku harus minta tolong sama Ridho,Daniel pasti sibuk " Ucap Surya pelan.


Lelaki itu mengambil lagi hapenya dan mencari nama.


Belum selesai berdering tiba2 suara pintu terbuka.


Keduanya menoleh kebelakang dan mendapati seorang pria membawa bungkusan makanan di tangannya.


" Papa " Ucap Zini dengan riang gembira.


Daniel menatap sang anak dan tersenyum.


Gadis kecil itu terlihat begitu ceria dengan kehadirannya bahkan Zini mencoba bangun dan dibantu oleh Surya.


" Untunglah kau disini,jaga Zini " kata Surya cepat.


" Papa mau kemana ?" tanya Daniel mengernyit.


" Papa mau ke kantor,ada kerusuhan " Jawab Surya memasang baju aparatnya.


" Kerusuhan apa ?" tanya Daniel mengernyit.


" Ntahlah,Papa belum tau pasti tapi ini ada sangkut pautnya sama Hani " Jawab Surya menatap sang mantan menantu.


" Apa !" Pekik Daniel terbelalak


" Kamu tenang saja,Papa akan mencari tau dulu " Kata Surya menepuk bahu Daniel.


Daniel diam masih dengan keterkejutannya.


Surya pun bergegas pergi dan meninggalkan sang Cucu tercinta.


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2