Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Acara


__ADS_3

David pulang kerumah saat matahari sudah hampir tenggelam.


Lelaki itu masuk dan melihat rumah terdengar ramai.


" Assalamualaikum " Sapa David diambang pintu.


Hening...tak ada jawaban.


" orang2 pada kemana ?" Gumam David bingung.


Tadi diluar ia merasa rumah sangatlah ramai bahkan terdengar suara lari2an.


Pria itu terus masuk sambil celingak celinguk.


Rumah itu beneran sepi seperti tak berpenghuni.


David menaruh tasnya di ruang tamu dan melangkah mendekati dapur.


Pria itu menyingkap tabir dan....


Supriseeeeeee.......


Teriak orang2 membuat lelaki itu terkejut.


" kejutannn " Pekik kedua bocah sambil memegang kue bertabur lilin menyala.


" Apa ini ?" tanya David bingung.


" Happy Anniversary Papa " Ucap Laura dengan senyum lebarnya.


" Hah " kata David terkejut.


" Hehe happy annive Yank " Ucap Cila malu2.


David menganga lebar melihat satu persatu anggota keluarganya.


" Papa kok kayak gak suka gitu ?" Tanya Vero mengernyit.


" Hah " Kata David tersentak.


Semua orang melihat lelaki itu menyelisik.


" Kapan kuenya mau diptong,lilinnya mau padam " Tegur Sofia melihat lilin yg hampir meleleh dikue yg sedang dipegang Boy.


" Iya,pegel " Kata Boy polos.


" Ahh iya sayang,duh kasihannya putra ku " kata Laura langsung mengambil alih.


Cila melihat David tajam,lelaki itu menelan ludah kasar dan mendekati Cila.


" Hehe ayo tiup lilinnya " Ajak David takut2 berani.


" Didepan aja " Balas Cila cuek


David mengangguk pelan.


Laura dan Cila maju kedepan sedangkan Hani,Vero dan Justin masih didapur.


" Pa,bawa kado kan ?" tanya Vero.


" Hah,mana ada,ini aja Papa gak tau " Jawab David polos.


" Wah2 bakal perang nih " Kata Justin ngeri.


" Ck,kalian gak bilang sih mau kasih beginian " Kata David kesal.


" Namanya juga supries " Balas Justin terkekeh.


" Tenang Pa,aku udah bawa serepnya " Celetuk Hani.


" Hah serep apa ?" tanya David kaget.


" Hehe hadiah buat Mama " Jawab Hani malu.


" Loh kapan ?" tanya Vero terkejut.


" Ada deh,aku siapin karna takut Papa gak bawa,ternyata beneran " Kata Hani menggeleng.


" Aduhh Hani,kamu emang top deh,mana kadonya cepetan ambil " kata David buru2.

__ADS_1


" Oke " Balas Hani dan langsung berlari mengambil tasnya diatas meja makan


" Paaaa " Panggil Laura.


" iya bentar " Kata David berlari mendekati Hani yg sibuk merogoh tasnya.


" Tuh lihat Bang,udah tua tapi takut istri " kata Vero kepada Justin.


" Emang kamu gak takut sama Hani ?" tanya Justin.


" hehe lagi bucin dia,jadi aman " Balas Vero terkekeh.


" Huh,kakak mu juga bucin tapi kalo udah marah beh gak bisa dijinakin " Kata Justin ngeri.


" Haha nurun sifat emaknya " Balas Vero tertawa.


Justin ikut tertawa,kedua lelaki itu mendekati Ibu mereka yg sudah bersiap.


" Nanti motongnya Sofia !" Tegur Cila kesal melihat Sofia sudah siap dengan pisau kue.


" Cepetan napa Nek,aku mau kuenya " Kata Sofia tak sabar.


" Iya nanti,tunggu kakek dulu " Kata Laura lembut.


" Kekkkk " Pekik Sofia memanggil David.


Tak lama David datang dengan sesuatu dibelakangnya.


Cila mengernyit dan mencoba bersikap biasa.


" ini buat kamu sayang " Kata David menyerahkan kado berbentuk kotak tersebut.


" Cieeeeee " Goda Boy dan Laura bersamaan.


" Ih kamu bisa aja " Kata Cila menerima dengan malu.


David menggaruk kepala gatal,pria itu tak tau apa isi hadiah didalamnya karna Hani tidak mau memberitahu.


" Buka Ma " kata Laura kepo.


" Nanti " Kata Cila mencoba tenang.


Wajah Cila bersemu,wanita tua itu menatap David malu2 seperti pasangan yg baru anget2 tai ayam.


" Ayo cepetan " Kata Boy tak sabar lagi.


" Doa dulu napa " kata Cila gemas.


Boy mengangkat tangannya dan melihat sekitar.


" Aku harus doa apa nih ?" tanya Boy polos.


" Terserah " Jawab Vero.


" Semoga aku naik kelas,amin " Kata Boy cepat.


" What ?" Pekik vero kaget.


" Hahahahaha " Semua orang langsung tertawa ngakak mendengar doa nyeleneh bocah tersebut.


" Ini bukan doa buat kamu sayang " kata Laura gemas mencubit pipi bocah itu.


" Kata Om Vero bebas,ya udah aku doain yg ada aja " kata Boy lugu.


" Iya2 aminn,semoga Boy jadi anak yg pinter dan banggain orang tua " Kata David mengerti.


" Aminnnn " kata Boy tersenyum lebar.


" Aku doanya apa ?" tanya Sofia melihat semua orang.


" Hm,kamu doain orang tua mu aja semoga cepat dapat adik " Jawab Laura terkekeh.


" Eh " Kata Hani kaget.


" Aminnnn " Ucap Vero lantang.


Hani melihat Vero dengan mata melototnya,Vero tak perduli dan malah mengedipkan sebelah matanya.


" Wah boleh tu Bi,biar aku ada temennya " Kata Sofia tersenyum.

__ADS_1


Laura menahan tawa dan mendapat senggolan dari Justin yg gemas kepada sang istri.


" Ck,ini tuh acaranya Papa sama Mama,kenapa malah doain kalian sih " kata Cila kesal.


" hehe terbawa suasana Ma " kata laura tertawa.


Cila mengkrucut dan melihat David nyalang.


" Hehe semoga rumah tangga kita selalu langgeng dan kompak " Kata David tersenyum manis.


" Iya,semoga selalu dilancarkan segalanya dan dijauhkan marabahaya " Balas Cila ikut tersenyum.


" Dan semoga punya anak lagi amin " lanjut David cepat.


" eeehh Nggaaakkk,nggak aminnn " pekik Vero heboh.


" Kenapa ngga,ini doa orang tua loh,hàrus diaminin " kata David heran.


" No no,gak ada anak2 lagi,capekkk " kata Vero tak terima.


" Kita yg besarin kok " Sahut Cila heran.


" Gak usah kegatelan,malu sama tetangga,tua2 masih punya baby " Cibir Vero.


" iya Ma,biar kita aja kasih cucu " kata Justin terkekh.


" Ehh " Pekik Laura langsung melihat Justin melotot.


" Si Adek udah gede Yank,dia harus punya teman bermain " Kata Justin beralibi.


" Gak ada,si Boy bisa temenin si Adek main " kata Laura ketus.


Justin terkekeh geli,keduanya sudah sepakat untuk tidak punya anak lagi meski tak tau rejeki kedepan.


" Ya udah kalian gak usah,biar kita aja yg kasih,iya gak Yank " Celetuk Vero menyenggol Hani.


" Hah em " kata Hani tersentak dengan rasa malu.


" Tancap gas nih,waktu tinggal 2 hari " Ucap Justin terkekeh.


Deg....


Semua orang skeetika terdiam.


Justin pun ikut diam tersadar dengan perkataannya.


" Iya,makanya kudu dimanfaatin waktu tersisa " Balas Vero mencoba santai.


Hani diam dengan wajah menunduk membuat Laura menyenggol lengan Justin yg asal bicara.


" Gak papa,emang harus gitu " Kata David menengahi.


" Kamu siap kan ?" tanya Vero kepada Hani.


" Siap apa ?" tanya Hani mendongak.


" Punya anak dari aku " Jawab Vero.


Glek....


Hani menelan ludah kasar,bisa2nya Vero bertanya demikian didepan para keluarganya.


" Kamu udah tau kalo aku bakal lama,jadi ya dengan waktu tersisa aku harap kamu em segera gitu " Kata Vero tak enak.


Hani melirik Cila,wanita tua itu diam menunggu jawaban.


" iya Han,kamu tenang aja kalo pun nanti beneran hamil,ada aku sama Mama yg bakal jagain kalian " Kata Laura lembut.


Hani menghela nafas panjang seraya menatap wajah Vero.


" Kalo dikasih ya aku mana bisa nolak " Jawab Hani serius.


" Jadi udah pecah telor nih ?" tanya Justin heboh.


" Pecah telor apaan Bang ?" tanya Sofia membuat para orang2 dewasa itu melihat kedua bocah yg asik dengan kue mereka.


" Hm gak tau,nanti aku cari di ggogle " Jawab Boy santai.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2