
Siang hari Yuna datang kekantor,para pekerja menunduk sopan melihat wanita dengan dres hitam itu berjalan tegak seperti seorang nyonya.
" Kalo nanti Pak Justin udah balik tlong kasih ini ya sama dia " ucap seorang wanita sopan kepada receptionist yg menjaga
" Iya Mba " Jawab Receptionist tersenyum.
Wanita itu mengangguk dan berlalu.
Saat akan masuk lift,wanita cantik itu terkejut melihat iparnya berada disana.
" Yuna " Tegur Laura tersenyum.
Yuna yg sedang bermain ponsel mendongak melihat siapa yg menegurnya.
" Eh Kak Laura " Sahut Yuna tersenyum.
" Mau ketemu Vero ?" Tanya Laura menebak.
" Iya Kak mau antar makan siang " Jawab Yuna menunjukkan barang ya ia bawa.
Laura melihat dan diam sejenak.
" Beli ?" tanya Laura pelan.
" Iya Kak,gak sempet masak " jawab Yuna tersenyum malu.
Laura ber Oh ria dan ikut tersenyum.
Lift terbuka,Yuna berpamitan duluan mendekati ruangan sang suami.
Laura diam melihat Yuna yg berjalan lenggak lenggok dengan sepatu hilsnya yg tinggi.
" Dia kan sedang hamil,kenapa pake sandal tinggi,kalo keseleo gimana ?" Gumam Laura ngeri.
Wanita itu terus memperhatikan hingga bahunya ditepuk seseorang.
" Papa " Ucap Laura melihat David.
" Kenapa Nak ?" tanya David ikut melihat arah manik anak angkatnya tadi.
" gak papa Pa,tadi ketemu Yuna " Jawab Laura jujur.
" Si Boy gak ikut ?" tanya David mengalihkan.
" Gak Pa,dia dirumah Mama Nita hehe " Jawab Laura terkekeh.
" Oh kerumah Nenek nya ya ?" Goda David.
Cila mengangguk malu.
" Oh iya apa Papa sudah makan ?" tanya Laura teringat.
David menggeleng pelan.
" Mama gak masak ?" tanya Laura mengernyit.
" Hm mungkin sekarang masak,tapi Papa lagi males pulang " Jawab David tersenyum.
" Kenapa Mama gak masak pagi ? biasanya kan gitu buat bekal ?" tanya Laura merasa aneh.
David tak menjawab,lelaki itu mengusap kepala anak angkatnya dengan lembut.
" Kamu cari Justin ?" tanya David menebak.
__ADS_1
" Iya soalnya Kak Justin bilang dia bakal makan siang disini " Jawab Laura tersenyum.
" Hm ya udah,Papa mau beli makan siang dulu kalo gitu " kata David pamit.
" Ehhh " Pekik Laura melotot menahan tangan David.
" Kenapa ?" tanya David mengernyit.
" Gak usah,biar Laura yg beliin,Papa diam diruangan aja " Jawab Laura cepat.
" Tapi Pa...
" Gak ada tapi2an,Papa makan nasi padang aja ya biar Laura beliin " kata Laura cepat.
David diam hingga kepalanya mengangguk setuju.
" Ya udah,gih sana masuk " kata Laura mengusir lelaki itu.
" Iya,sama es teh juga ya hehe " kata David malah riquest.
" Iyaaaa,daah cepetan sana " kata Laura mengibas tangannya.
David mencubit pelan pipi anaknya dan masuk keruangan.
Laura tersenyum malu,wanita itu masih memperhatikan wajah David yg berhasil membuatnya menjadi anak yg baik.
" Kasihan sekali Papa " Ucap Laura sedih.
Wanita itu menarik nafas panjang dan berlalu dari sana.
Diruangan lain,seorang pria duduk tenang melihat istrinya menyiapkan makanan diatas meja.
Vero hari ini tak bisa kemana pun karna pekerjaannya begitu banyak dan tak bisa ditinggal begitu saja..
" Gak,ngapain masak " Jawab Yuna santai.
" Ya buat makan lah,daripada beli terus " Balas Vero.
" Ck,uang kamu kan banyak,jangan dibawa ribet deh " Kata Yuna heran.
Vero diam,Yuna terus bergerak menyiapkan piring dan lauk pauk yg ia bawa.
" Dah makan sana " kata Yuna memberikan piring yg sudah terisi.
" Kamu gak makan ?" tanya Vero.
" Gak,aku kenyang tadi habis makan sama temen " Jawab Yuna mengambil hapenya.
" Temen mana ?" tanya Vero.
" Itu temen model aku dulu,oh iya dia juga nawarin kerjaan sama aku " Jawab Yuna semangat.
" Kerja apa ?" tanya Vero seraya makan.
" Jadi model lagi,mumpung perut aku belum gede masih bisa lah " Jawab Yuna memainkan alisnya..
" Kamu gak kasihan sama anak kita ?" Tanya Vero mengernyit.
" Ck aku kuat Ver,gini doang mah kecil " Jawab Yuna enteng.
" Kalo kuat kenapa gak bantu Mama aja dirumah ?" tanya Vero lagi.
" Bantu ngapain ? kasih Ayam makan ?" tanya Yuna merinding.
__ADS_1
" Ya bantu2 gitu,ntah nyapu atau nyuci biar Mama ada temennya " Jawab Vero.
" Astaga,aku mana bisa begituan Ver " kata Yuna terkekeh.
" Makanya belajar,kasihan kan Mama dirumah ngerjain semuanya sendiri " kata Vero melemah.
" Duhh gak deh Ver,uang kalian kan banyak,masa sekelas Papa kamu gak mampu nyewa pembantu ?" Tanya Yuna heran.
Vero lagi2 terdiam,memang benar yg diucapkan istrinya,sekelas David memang seharusnya tak susah lagi tentang pekerjaan rumah,tapi yg jadi masalahnya adalah Cila yg tak mau rumahnya dimasuki orang asing..
" Lagian ya,buat apa Mama urusin ayam sama bebek,aku rasa penghasilan Papa kamu sangatlah besar,toh buktinya kamu juga bisa jadi seperti sekarang " kata Yuna heran.
" Itu kemauan dia,Papa gak pernah maksa " Balas Vero.
Yuna menggeleng tak percaya,sungguh ia bingung dengan jalan pikir Cila yg sangat kampungan menurutnya.
" Ya udah terserah kalian,kamu makan aja nanti aku mau cek rumah baru kita habis ini " Kata Yuna kembali sibuk dengan ponselnya.
Vero menghela nafas dan kembali lanjut makan.
Kadang Vero ingin sekali marah,tapi mengingat istrinya sedang hamil membuat lelaki itu tak berani mengeluarkan kata kasar.
Ditempat lain,Laura,Justin dan David makan bersama.
Beruntung Laura membawa banyak lauk untuk suaminya dan bisa berbagi dengan David.
Sungguh wanita beranak satu itu tidak tega melihat Papanya makan hanya berlaukkan nasi padang saja.
" Pa gimana keadaan Hani ?" tanya Laura teringat.
" Dia baik " Jawab David tenang.
" Apa Papa akan memberi dia pekerjaan atau..." Ucap Laura menggantung.
Justin diam mendengarkan seraya melihat respon mertuanya.
" Papa akan membiarkan dia hidup semampunya tanpa bantuan " jawab David.
" Apa !" Pekik Laura dan Justin kaget.
" Maksud Papa ?" tanya Laura melotot.
" Ya,Papa melepaskan dia" Jawab David tenang.
" Pa " Tegur Justin tak percaya.
" Papa yakin Hani gadis yg kuat dan dia bisa melewati semuanya seorang diri " Ucap David tegas.
" Pa,Hani itu perempuan dan dia sebatang kara Pa " kata Laura masih sangat syok.
" Papa tau Nak,tapi dengan begitu Hani akan menjadi gadis tangguh,Papa tidak mau dia terpuruk mengenang Vero " Kata David serius.
Laura dan Justin saling melihat,keduanya tidak mengerti jalan pikir David saat ini.
" Pa,kasihan sama Hani " Bujuk Laura melas.
" Papa juga kasihan Laura,tapi jika terus seperti ini dia akan merasa hidupnya tak berguna karna selalu mengharapkan orang lain,Hani masih sangat muda,masa depannya begitu cerah dan ia harus menggapai itu dengan tangan sendiri " ucap David panjang lebar.
Laura diam,ntah mengapa hatinya sakit mendengar kenyataan bahwa David juga membiarkan Hani menjadi gadis asing sekarang.
" Papa begitu yakin anak itu punya power yg kuat dan nanti kita lihat bagaimana takdir berjalan " Ucap David menghela nafas panjang.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.