
Siang menjelang,disebuah rumah terlihat seorang wanita sibuk memasukkan beberapa baju kedalam tas anaknya.
" Mama mau kemana ?" Tanya Sania melihat Histi sibuk sendiri.
" Mama mau pergi kerumah Bibi " jawab Histi menoleh sebentar.
" Bibi mana ?" tanya Sania lagi.
" Bibi dari Nenek " Jawab Histi dengan sabar.
Sania ber oh ria,gadis itu baru selesai mandi karna seharian dirinya mengurus rumah bersama Histi.
" Kamu ga mau ikut ?" tanya Histi melihat gadis tersebut.
Sania tersenyum tanpa menjawab.
" Ga papa ikut Mama San,mereka semua baik kok dan kamu kenal juga " Ujar Histi.
Sania diam,dirinya dulu memang mengenal banyak keluarga Histi,tapi sejak kecelakaan Sania hampir melupakan semua orang yg pernah singgah sebentar dihidupnya,apalagi gadis itu juga suka mengurung diri.
" Nanti mereka takut liat aku " Kata Sania pelan.
Histi menghela nafas dan menarik tangan gadis itu untuk dudul bersamanya.
Sania melihat wajah sang ibu,Histi masih sangat muda dan cantik.
" Ga ada yg takut lihat kamu sayang,mereka semua bahkan bangga sama kamu kalo tau cerita awalnya " Kata Histi mengusap rambut Sania.
" aku seram Ma " Ucap Sania lagi.
Histi menggeleng pelan.
" Kalo kamu seram,Adek pasti udah jerit2 lihat kamu,tapi nyatanya dia ga nangis,malah seneng dan ajak kamu main terus " Kata Histi menunjuk anak bungsunya yg sedang tidur lelap.
Sania sedikit terhibur,Histi selalu bisa menguatkan dirinya jika sedang melemah.
" Kamu harus percaya diri San,kamu punya banyak kejaiban didunia ini " Lanjut Histi lagi.
" Aku ga tau hidup ku akan seperti apa jika aku ga ketemu Mama dan Papa " Kata Sania memeluk Histi lembut.
" Yg jelas,kita saling menemukan " Balas Histi tersenyum.
Keduanya saling berpelukan,sebisa mungkin Histi selalu memberi harapan kepada gadis malang itu karna jika bukan dirinya siapa lagi yg bisa mensuport Sania sekarang.
Setelah berberes dan bisa meyakinkan Sania.
Mereka pun berangkat,Sutar masih sekolah dan nanti akan dijemput oleh Serkan.
Histi sudah mengantongi izin sang suami tercinta,maklum Histi kemana mana harus memberi kabar kepada lelaki itu agar suaminya tidak khwatir.
" Kita naik Bis Ma ?" Tanya Sania kaget.
" iya,ga papa ya,mobil 1 lagi dibengkel " Jawab Histi.
Sania menelan ludah kasar,bukannya gadis itu ilfil naik bis melainkan ia kasihan dengan adik kecilnya dan dirinya sendiri yg takut bertemu orang banyak.
" Kalo naik taxi,mahal bangett bisa 4x bolak balik kita pake bis " Jelas Histi.
" Ya tapi adek gimana ? Nanti kepanasan " Kata Histi melihat adik kecilnya yg anteng.
" Ga papa,Mama bawa kipas listrik " Jawab Histi santai.
Sania mengangguk paham,keduanya pun naik mobil panjang itu yg berhenti didepan rumahnya.
Jarak memang cukup jauh meski masih 1 kota,biasanya Histi menggunakan mobil mereka tapi kali ini mobil sedang diservice Serkan dan belum bisa digunakan.
__ADS_1
Menempuh jarak cukup jauh membuat Sania mengantuk,gadis itu hanya diam saja selama di mobil begitupun Histi yg fokus memperhatikan bayi dalam gendongannya tersebut.
Hampir 3 jam perjalanan,akhirnya mereka sampai di terminal.
Histi bergerak cepat meminta Cila untuk menjemput.
Tak menunggu lama,mobil sedan berwarna putih menghampiri Histi dan mempersilahkan masuk.
Sania manut saja mengikut ibu angkatnya tersebut.
" Itu perusahaannya Om David " ucap Histi menunjuk satu bangunan cukup tinggi.
" Punya dia sendiri ?" tanya Sania hati2.
" Iya,dia mulai dari nol " Jawab Histi.
Sania mangut2 mengerti,supir hanya diam fokus berkendara mengantar tamu agung tersebut ke lokasi.
Setelah beberapa menit,akhirnya mereka pun sampai.
Terlihat Cila sedang menutup rumahnya dan akan pergi.
" Loh kamu disini ?" tanya Cila syok.
" Hehe iya Bi,aku nginep sini ya " kata Histi semangat.
" Lah,,aku mau ke kota kerumahnya Denis,kan udah dibilangin mau kesana " kata Cila bingung.
" Ck,aku udah kesini jauh2 naik bis " Kata Histi mengkrucut.
" Terus gimana dong ? Masa iya batal,Denis sama miska nungguin " Balas Cila.
" Rumahnya ga jauh kan ?"
" Hm lumayan,1jam an " jawab Cila.
" Astagaaaa,kamu ini bikin lelah anak mu saja " Kata Cila gemas.
" Kamu capek ?" tanya Histi melihat Sania.
Sania menggeleng pelan.
" tuh,anak2 aku tuh kuat kk emakny,ayo berangkat " Kata Histi membuka pintu mobil.
Cila menghela nafas panjang dan melihat Sania.
Sania diam menunduk diperhatikan oleh Cila.
" Ayo " Kata Cila tersenyum
Sania mengangguk,mereka semua pun masuk kedalam mobil mewah Cila dan Histi bisa membiarkan putri bungsunya untuk merebahkan diri dengan nyaman.
Selama diperjalanan,Histi dan Cila cerita banyak hal.
Maklum jarang bertemu dan efek emak2 yg suka gosipan.
" Jadi bener Arshad dijodohin terus nolak ?" Tanya Cila penasaran.
" Iya Bi,Arshad juga dibawa kerumah sakit karna dikroyok anak buahnya cewek itu " Jawab Histi kesal.
" Astagaaa yg benar aja,cinta ditolak preman bertindak " Kata Cila ngeri.
" Makanya Om Aktam marah banget dan minta tanggung jawab,tapi aku denger2 lagi pihak mereka ogah2an " Balas Histi.
" Terus Kakek kamu diem aja ?" Tanya Cila.
__ADS_1
" Hmm kurang tau sih Bi,cuma aku denger dari Bi Lulu,Kakek ambil tindakan cuma ga tau apa " Jawab Histi.
Cila mangut2 paham,wanita itu cukup terkejut dengan berita heboh dirumah besar apalagi Cila tau bahwa Arshad anak yg tak banyak tingkah.
" Bang Vero gimana ?" tanya Histi teringat.
" Akan bebas bentar lagi " Jawab Cila.
" Udah lama banget ya Bi,kasihan istrinya " Balas Histi.
" Ya,Hani udah lahiran,anaknya cowok " Balas Cila.
" Terus yg ngurus siapa ?" Tanya Histi penasaran
" Dia sendiri sama Sofia " Jawab Cila.
" Bibi ?" Tanya Histi mengernyit.
" Urus juga cuma ya,dirumah juga banyak yg kudu diurusin " jawab Cila terkekeh.
" Masih ternak ?" Tanya Histi menebak.
Cila mengangguk kecil dan tertawa.
" Mayan kan bisa dijual buat beli cincin 5 mata haha " Ujar Cila tertawa.
Drt drt...
Asik bercengkrama tiba2 hape Cila berdering.
Wanita itu melihat nama dilayar dan merubah posisi duduknya.
" iya Ra " Ucap Cila.
" Kamu udah sampe ?" tanya Clara sang adik.
" Masih dijalan,kamu udah sampe ?" Tanya Cila balik.
" Udah nih,aku dirumah Denis " Jawab Clara.
" Hm ya udah aku bentar lagi sampe " Jawab Cila asal.
" Oke hati2 " Balas Clara percaya.
Tut.
Panggilan terputus,Cila menepuk bahu supirnya dan mengangkat alis.
" Nanti dimarahin Bapak Bu " Ucap Supir ngeri.
" Ck,yg jadi majikan kamu sekarang itu aku bukan Mas David " kata Cila protes.
" Tapi bapak yg gaji Bu " Kata Supir takut.
" Uang bapak itu dapatnya dari aku,udah kamu tenang aja tambah 20 " Kata Cila membujuk.
Glek...
Supir menelan ludah kasar,Cila sangat senang dibawa ngebut meski David melarang.
" Pelan2 Pak sopirrr,ada anak dibawah umur nih " Ucap Histi ngeri2 sedap.
Cila tertawa geli dan duduk dengan tenang
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.