
1 bulan berlalu,tak banyak yg berubah.
Kehidupan masih berjalan seperti biasanya dari hari ke hari.
Disebuah rumah,seorang gadis makan dengan tenang bersama kedua orang tuanya.
" Jam berapa berangkatnya Bu ?" Tanya Salsa kepada Yuni.
" Jam 9 " Jawab Yuni sambil memasukkan beberapa bekal.
" Ibu yakin mau tinggal disana ?" tanya Salsa lagi.
" Iya Sa,kasihan Nenek gak ada temennya " Jawab Yuni.
" terus gak balik lagi ?" Tanya Salsa sedih.
" Ya kalian dong kesana " Jawab Yuni tersenyum.
Salsa menghela nafas dan melirik anaknya.
Suci tak bicara sama sekali,gadis itu hanya diam memakan nasi dan lauk didepannya saat ini.
" Papanya Ibu udah gak ada,harapan Mama hanya Ibu seorang,jadi ya mau gak mau " Kata Yuni menghela nafas.
" Adiknya iBu kan ada " Kata Salsa sedikit tak terima.
" Memang,udah bicara juga dan dia bilang kalo tiap hari itu gak bisa,dia kerjanya dikota dan istrinya juga kurang mau kalo hidup dikampung " Balas Yuni.
" Ish kenapa gitu sih " Kata Salsa kesal.
" Emang gini Sa,dulu waktu kita masih kecil,orang tua kita selalu jagain kita bahkan dititik terendahnya,nah sekarang giliran kita yg menemani mereka dihari tuanya " Kata Yuni lembut.
Salsa diam,gadis itu menunduk dalam karna masa kecilnya kurang bahagia.
" Gak usah inget masa lalu kamu lagi,itu udah berlalu sekarang ada Ibu dan Ayah,kalo kamu mau berbakti ya cuma kita pilihannya " Kata Yuni tersenyum.
Suci melirik ibunya,gadis itu tak mengerti apa maksud Yuni barusan.
" Ya aku cuma punya Ibu dan Ayah sebagai orang tua ku " Kata Salsa meneteskan air mata.
" Hm kamu juga anak bagi kami " Kata Yuni mengusap air mata menantunya.
Salsa memeluk sang ibu,dari dulu Yuni selalu ada untuknya bahkan disaat tersulit wanita tua itu tak pernah meninggalkan dirinya.
Berkelahi dengan Alexi pun,Yuni dan Romi tak pernah membela satu pihak,keduanya akan sama2 dimarahi dan dinasehati dengan baik.
" Kamu jaga rumah ini,terusin keturunan kamu,jaga anak2 suami dan semuanya " Pesan Yuni.
" Bu " Panggil Salsa berkaca kaca.
" Juga kamu Suci " Panggil Yuni melihat cucunya.
Suci mendongak,gadis itu diam melihat manik sang nenek.
" Selalu baik sama Mama kamu,bantu Mama kamu jika diminta tolong dan jangan nakal " Kata Yuni lembut.
Suci diam terus menatap wajah renta tersebut.
Yuni menghela nafas panjang,ini keputusan berat yg harus ia ambil.
Papanya sudah meninggal dan kini hanya Rena seorang dikampung.
__ADS_1
Wanita itu tak mau tinggal dikota dan ingin menghabiskan masa tuanya di kampung yg telah melahirkan mereka.
Bukan 1 dua hari untuk memutuskan hal tersebut,Yuni harus bernegoisasi dengan Romi karna ia juga tak bisa hidup tanpa suaminya.
" Nenek gak pulang lagi ya ?" tanya Suci membuka suara.
" Nanti kalian yg temui nenek disana " Jawab Yuni.
" Kalo aku kangen sama Nenek gimana ?" tanya Suci mulai gemetar.
Yuni menghela nafas panjang.
" Kan kita bisa vidio call " Jawab Yuni.
" Emang ada sinyal ?" Tanya Suci lagi.
Yuni dan Salsa saling melihat,mulut gadis itu begitu nyelekit jika sudah bicara.
" Ada dong Sayang " Kata Yuni gemas.
" Hmm ya udah " Kata Suci santai.
Salsa melototkan matanya,gadis itu begitu simple menanggapi sesuatu.
Diruang tamu,3 orang pria saling duduk bersebelahan.
Romi diam melihat kedua anaknya yg hanya menunduk.
" Maafin Ayah kalau selama menjadi orang tua kalian,merasa kurang nyaman atau banyak kurangnya " Ucap Romi setelah lama berdiam.
Alexi dan Serkan mendongak menatap lelaki itu.
" Ya siapa tau kalian gak suka sama perlakuan ayah,didikan ayah yg keras saat kalian kecil " Jawab Romi terkekeh.
" Itu memang seharusnya dilakukan bukan biar kita gedenya gak manja " Balas Serkan tenang.
" Ya,ayah senang karna kini kalian udah sama2 dewasa " Balas Romi tersenyum.
" Nanti kalau ada apa2,jangan sungkan untuk telfon Yah " Kata Alexi sedih.
" Ayah memang akan menelfon kalian,siapa lagi yg harus Ayah andalkan,kalian juga harus kirim duit tiap bulan ke Ayah biar ibu dan nenek gak kelaperan " kata Romi terkekeh
Serkan dan Alexi tersenyum dengan anggukan pelan.
Romi menatap wajah keduanya bergantian.
Lelaki itu masih ingat bagaimana wajah Serkan dan Alexi saat masih kecil.
Meski dirinya terkesan kejam saat masih muda tapi Romi bersyukur keduanya tak membenci dirinya terutama Serkan yg banyak sekali mengalami hal pahit.
" Sutar dan Histy gak bisa ikut ?" tanya Romi tak nampak menantu dan cucu.
" Ngga Yah,Sutar ada les dan Histy lagi jagain Adek sakit " Jawab Serkan tak enak.
" oh ya udah gak papa " kata Romi mengerti.
Yuni mendekat,barang2 mereka sudah siap semuanya.
Serkan dan Alexi langsung yg akan mengantar orang tua mereka kebandara.
" Serkan " ucap Yuni menatap lelaki itu.
__ADS_1
Serkan bangun,lelaki itu mendekat dan langsung memeluk ibu sambungnya.
" Makasih banyak Bu " Ucap Serkan sedikit.gemetar.
" Ibu yg makasih sama kamu Nak " Balas Yuni.
Serkan mengeratkan pelukannya,Salsa kembali menangis haru melihat keakraban mereka berdua.
" Mama " Ucap Suci memeluk kaki Salsa.
Gadis kecil itu ternyata bisa menangis juga melihat moment mengharukan.
" Makasih Ibu udah jadi orang tua aku sampai aku sekarang " Kata Serkan berkaca kaca.
" Iya Nak,Ibu juga makasih banget Serkan mau jadi anak Ibu " Ucap Yuni menangis sedih dan bahagia.
" Aku akan tetap jadi anak ibu kan ?" tanya Serkan nanar.
" Iya dong,kamu tetap jadi anak ibu,kakaknya Alexi " Jawab Yuni.
Serkan mengangguk tersènyum,perpisahan pun akan segera dilakukan.
Romi mendekati bocah lelaki yg kini sudah bisa duduk dilantai.
Bocah itu hanya diam melihat semua orang.
" Kamu baik2 ya,harus jadi anak yg soleh dan pengertian " Bisik Romi pelan.
" Kalo Papa kamu nakal,nyakitin mama kamu dan kakak kamu,hajar aja Kakek dukung sepenuhnya " Lanjut Romi.
Bocah itu sedikit melotot seolah terkejut dengan bisikan tersebut.
Romi tersenyum dan memeluknya lembut.
Mereka pun berangkat.
Salsa tak bisa menahan lagi,meski nanti yakin dirinya akan sangat merindukan sang mertua.
Disebuah rumah,seorang wanita hanya bisa menghela nafas panjang.
Anak bungsunya begitu rewel,bocah kecil itu demam tinggi.
Sudah Serkan obati dengan memberi obat,tapi panasnya belum juga turun.
" Mama sedih ya " Ucap gadis didepanya..
" Hm " Jawab Histi melihat gadis tersebut.
" Mama merasa ngga enak gak pergi,nanti dicap menantu gak perhatian " Kata Histi berkaca kaca.
" Kan adek lagi sakit Ma,mereka pasti mengerti " Kata Sania ikut kasihan.
Kini Sania sudah memanggil Histy dengan sebutan Mama karna desakan Ana yg kurang suka dengan panggilan Tante.
" Harusnya begitu,cuma Mama masih gak enak,padahal nanti mertua Mama itu gak pulang ke kota lagi,mereka udah memutuskan untuk disana selamanya sampai akhir hayat " Kata Histi mulai menangis.
Sania menghela nafas panjang,gadis itu bisa merasakan rasa kecewa ibu angkatnya.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1