Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Laki


__ADS_3

Malam harinya disebuah rumah sepasang kekasih sedang duduk santai diayunan setelah makan malam.


Hani dan Vero terlihat akur,keduanya main game bersama dihape masing.


Cila dan David menghabiskan waktu menonton televisi edisi ikan terbang.


Seperti biasa Cila akan ngomel2 tak jelas saat melihat adegan perempuan2 yang disakiti atau diselingkuhi suaminya.


David hanya diam seraya menyeruput kopi panas,kini lelaki itu tak aktif seperti dulu lagi,selain tubuh yang sudah lelah David harus punya tenaga extra untuk menghadapi Cila yang biasanya tiba2 minta pijit.


" Yank ganti aja chanelnya bikin aku esmosi " Kata Cila kepada sang suami.


" Ganti film bola ya ?" tanya David semangat.


" Gak mau ah,cape " jawab Cila.


" Kok cape,kan kamu gak ikut lari " kata David kaget.


" Males Yank,bola sebiji direbutin orang rame,mending cakep " Cibir Cila.


David melongo mendengar jawaban tak masuk akal istrinya.


" Mana remot ?" Pinta Cila.


" Gak tau " Jawab David menyelipkan remot ke bawah bokongnya.


" Gak usah bercanda deh,tadi kamu yang pegang " Kata Cila datar.


" udah hilang " jawab David cuek.


" Mas,cepetan ih aku mau nonton Andin " Kata Cila gemas.


" Ck,males ah sinetron mulu,kamu dibohongin film Yank " Kata David gemas.


" Biarin lah,daripada dibohongin kamu " Sindir Cila.


" Jahara kamu Yank " Kata David terkekeh.


Cila menyelipkan tangannya ke kursi David dan mengambil remot keramat itu.


" Kamu kentutin ya ?" tanya Cila mengendus.


" Dikit " jawab David asal.


" Ihhh jorok banget sih " Pekik Cila ingin muntah.


" Biasa juga kamu hirup Yank " goda David.


" Ueeeeeeekkk ogaah " kata Cila pura2 muntah.


David tertawa ngakak.


Pasangan gesrek itu pun menonton sinetron yang tak pernah absen tsb.


Diluar Vero terlihat kesal saat skornya beda jauh dari Hani.


Lelaki itu merasa tak terima dengan kemenangan kekasihnya.


" Yeye aku menang,kamu kalah " Kata Hani bergerak riang.


" Kamu mah curang " kata Vero mendengus.


" Curang apanya,aku main jujur " Jawab Hani.


" Gak mau main lagi ah,turun tahta aku " kata Vero merajuk.


" Cih,bilang aja takut " Cibir Hani.


Vero tak menjawab,lelaki itu menaruh hapenya dilantai dan berbaring ria di ayunan,Hani melakukan hal yang sama kedua nya berbaring dengan lengan Vero sebagai bantalan.


" Yank " panggil Vero.


" Hm " Jawab Hani.

__ADS_1


" Bosen nih "


" Terus ?"


" Ciuman yuk " ajak Vero terkekeh.


" Hah uhuk uhuk " Hani langsung terbatuk mendengar ajakan santai lelaki itu.


" Heheh " Vero cengengesan.


" Gak mau ah,gila kamu ya !" Tolak Hani.


" takut ya ?" Goda Vero.


" Ya iyalah,gak usah ngadi2 deh " kata Hani gemas.


" Becanda sayang " Kata Vero memeluk Hani.


" Gak usah macem2 ya,ntar keciduk Mama tidur dikandang ayam kita " kata Hani memperingati.


" Iya " jawan Vero menciut.


Hani bangkit dari ayunan tapi Vero menahan tangannya.


" Mau kemana ?" tanya Vero.


" Ambil air " Jawab Hani.


" Beli makanan yuk " Ajak Vero.


" Makanan apa ?" tanya Hani.


" Cemilan gitu,aku habis gajian " Jawab Vero malu.


" Cieee yang habis gajian " Olok Hani terkekeh.


" Hayuk sebelum aku berubah pikiran " Kata Vero bersedekap dada.


Vero terkekeh geli melihat semangat gadis itu,meski kadang Hani bersikap dewasa tapi adakalanya gadis itu menampakkan kepolosan yang membuat Vero menghangat.


Vero masuk kedalam rumah mengganti celananya.


" Mau kemana ?" tanya Cila saat pria itu menyusul Hani kedapur.


" Tau aja aku mau keluar " Jawab Vero heran.


" Ya iyalah,kan aku emak kamu " Balas Cila.


" Hm ya " jawab Vero malas.


" Kalo ditanya orang tua itu dijawab !" Kata Cila gemas.


" Mau jalan sama Hani " Jawab Vero memutar mata.


" Oh beli jajan ya ? nitip dong " kata Cila dengan tampang modusnya.


" Beli apa ?" tanya Vero.


" Pizza " jawab Cila malu2.


" Uhuk uhuk " Tiba2 David batuk mendengar permintaan istrinya.


" kenapa ? salah aku mau makan pizza ?" tanya Cila kesal menghadap David.


" Gak,cuma ketinggian aja biasanya kan gorengan dan kawan2 " Kata David terkekeh.


" Ya kali2 beda lah,ngalih rasa " Kata Cila mendengus.


" Gayaan banget sih Ma " Cibir Vero.


" Oh gak mau nurutin permintaan orang tua ?" tanya Cila mode garang.


" Iya2 aku beliin sama kotak2 nya !" Jawab Vero kesal.

__ADS_1


" Nah gitu dong,2 kotak ya isi ayam sama kornet " Kata Cila kembali ceria.


" Papa mau pesan apa ?" tanya Vero kepada David.


" Punya Mama mu aja " Jawab David tersenyum.


" Cih,tadi menghujat sekarang minta juga punya aku !" Cibir Cila.


" Hehehe pengen nyoba juga Yank " Jawab David malu.


Vero mengulum senyum,saat melihat Papanya menciut didepan Cila,Vero selalu ingin tertawa bagaimana tidak lelaki itu terkadang sangat tegas tapi terkadang begitu lemah hingga menjadi santapan kemarahan ibunya.


" Dah sana cepetan " Usir Cila kembali berbaring di kasur tipis.


" Haisttt udah minta dibeliin orang,ngusir lagi " Kesal Vero akut.


Cila hanya cuek saja sambil membesarkan tv mahalnya.


David tertawa geli melihat wajah Vero berubah masam.


Vero pun melangkah ke dapur dan menganjak Hani segera.


Keduanya menaiki mobil,sebenarnya Vero ingin naik motor saja tapi berhubung cuaca mendung membuat lelaki itu khawatir akan hujan dijalan.


" Mau beli apa sayang ?" tanya Vero memegang tangan Hani.


" Kamu beli apa ?" Tanya Hani balik.


" Aku pengen makan seblak sih " jawab Vero.


" Ya udah aku seblak juga " Balas Hani.


" Kok samaan ?" tanya Vero mengernyit.


" Ya gak papa,pengen sama aja biar klop " Jawab Hani bergelayutan manja.


" Ya udah hayok " kata Vero tersenyum menambah kecepatan mobilnya.


Ditempat lain seorang pria baru saja sampai disebuah lokasi yang sedikit sepi.


Banyak anak tongkrongan disana tapi bukan teman2 pria itu.


Reka menarik nafas berusaha tenang,Reka datang memenuhi tantangan Sandri yang ingin menganjaknya duel malam ini.


Sebenarnya pria itu malas meladeni anak pejabat tersebut tapi Reka pikir lagi jika ia tak datang maka Hani yang akan menjadi taruhannya,dan ia akan menjadi bulyan Sandri seumur hidup.


Selama ini Reka sudah sangat sabar saat Sandri dan teman2nya menggangu Hani disekolah,bukan karna punya rasa cinta tapi Reka mengkasihani gadis malang itu apalagi Reka tau perjalanan hidup Hani tidak lah mudah.


" Huh gue gak boleh takut,ini bukan masalah gue memperebutkan Hani atau apapun,ini soal kegentelan seorang lelaki tangguh !" Gumam Reka meyakinkan dirinya.


Lelaki itu pun berjalan ketempat dimana para teman Sandri sering nongkrong.


Reka memang bukan termasuk pria baik2,lelaki itu sering melakukan hal yang negativ termasuk berkelahi,tapi kali ini ia tak menganjak komplotannya karna ingin melawan Sandri sendirian.


" Woi " Panggil seseorang dari arah belakang.


Reka berhenti berjalan dan menoleh.


Sebuah kayu balok dilemparkan kearah lelaki itu.


Reka diam menatap pria berbaju navi itu tajam.


" Besar juga nyali lo datang sendirian !" Ucap Sandri dengan gaya songongnya.


Reka masih diam menatap Sandri tak datang sendirian.


" Cih hanya anj*ng yang datang menggonggong !" Balas Reka tersenyum miring.


Sandri melotot kaget dan menatap Reka nyalang.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2