
Dokter dan David datang bersamaan keruangan Vero.
Terlihat Cila dan Laura sedang menenangkan Vero yang mengamuk sambil memukul kepalanya.
" Astaga Vero " Teriak David kaget.
" Mas,tolong Mas " Teriak Cila melihat David.
Dokter langsung berlari begitu pun David yang langsung menahan tangan Vero yang terus memukul kepalanya.
" Aaaaakhhhh siapa kaliaann lepassss " Teriak Vero saat David menahan dirinya dengan keras.
" Tenang lah Vero ini Papa Nak " Kata David masih menangkap tangan lelaki itu.
Vero menggeleng dan berontak.
Laura terkena tendangan Vero pas diperutnya,seketika gadis itu terjengkang kebelakang.
" Laura " Pekik Cila kaget melihat putrinya terjatuh kelantai.
" Tahan tubuhnya Pak,biar saya beri obat penenang " Kata Dokter menahan tiang impuls Vero agar tak lepas.
David dan Cila mengangguk,Laura kembali bangun mengesampingkan sakit diperutnya.
" Tolong Dokter " Pinta Cila sudah tak tahan.
Pria itu bukan Vero yang mereka kenal,Vero benar2 berubah layaknya monster,lelaki itu terus mengamuk histeris.
Dokter dengan cepat menyuntikkan sesuatu ditiang impuls Vero.
Dalam beberapa menit saja,rontakan Vero mulai melemah,pria itu terlihat mengerjab ngerjabkan matanya.
David yang melihat putra yang hampir jatuh pun langsung menahan tubuh Vero.
" Biarkan dia berbaring,sebentar lagi anak Bapak akan tidur " Kata Dokter tenang.
" Apa yang terjadi sama anak saya Dok ?" Tanya Cila khawatir.
" Tenang saja Bu,ini hanya obat penenang saja " Kata Dokter menghela nafas.
Vero mulai mengantuk,wajah lelaki itu sudah sayu dan detik berikutnya Vero memejamkan mata dan tertidur.
David dan Cila melepas pegangang mereka saat Vero benar2 sudah tertidur.
Laura langsung bergerak cepat mengambil selimut Vero yang teronggok di lantai dan menyelimuti tubuh adiknya.
" Tolong jelaskan Dokter " Kata David sudah benar2 tenang.
Pria berjas putih itu mengangguk dan meminta David dan Cila keruangannya.
Pasangan itu setuju dan mengikuti langkah si Dokter parubaya.
" Kamu tunggu adik kamu ya " Pinta Cila mengusap kepala Laura.
" Iya Ma " Kata Laura patuh.
Gadis itu sengaja bolos kuliah agar bisa menyambut kesadaran adiknya,tapi apa yang terjadi kembali membuat gadis imut itu tak bisa menahan laju air mata.
Laura menangis memeluk Vero saat kedua orang tuanya sudah keluar ruangan.
" Apa yang terjadi sama kamu Dek hiks ?" Tanya Laura sangat sedih.
Vero tertidur tenang tanpa beban,luka di area alis lelaki itu terlihat berdarah.
__ADS_1
Dengan hati2 Laura mengusap darah segar itu dengan tisu agar tak menyakiti kepala adiknya lebih dalam.
Diruangan,David dan Cila terlihat serius mendengarkan penjelasan Dokter.
" Ini hasil ronsen anak Bapak dan Ibu " Kata Dokter memberikan kertas hitam menggambarkan kepala Vero.
" Ini apa Dok ?" Tanya David melihat seperti ada gumpalan.
" Ini gumpalan darah yang tak mengalir lancar di otak anak itu,karna benturan yang keras membuat Vero mengalami hilang ingatan,tapi tenang saja kami sudah memberikan obat sesuai dosis dan tubuh Vero merespon dengan baik,hingga gumpalan itu perlahan bisa lancar " Jelas Dokter tenang.
" Hilang ingatan Dok ?" Tanya Cila terbelalak..
" Iya Bu,menurut pengalama kami mendalami kasus ini,itu merupakan hal biasa yang terjadi jika ada benturan keras yang langsung mengarah ke kepala "
" Bisa sembuh kan Dok ?" tanya David takut.
" Ingatan dapat kembali dengan berangsur2 tergantung si penderitanya,saya sarankan jangan memaksa Vero mengingat sesuatu,nanti jika lukanya sudah sembuh Vero bisa dibawa pulang dengan syarat harus selalu kontrol "
" Akan berapa lama anak saya seperti itu ?" Tanya Cila serius.
" Saya tak bisa memprediksikan,itu bisa berjangka panjang atau pendek tergantung Vero dan kalian yang mensuport "
David dan Cila menghela nafas lelah dan terlihat sangat pasrah.
" Baiklah Dok,tolong berikan yang terbaik untuk anak saya " Kata David memohon.
Dokter mengangguk tersenyum,pasangan itu pun keluar dari ruangan.
Malam harinya mereka semua menunggu diruangan Vero,pria itu sudah sadar dan hanya diam seharian.
" Laura,pulang lah kerumah Nak besokkan kamu mau kuliah " Kata Cila mengusap lembut kepala Laura yang berbaring dipahanya.
" Aku mau nungguin Vero Ma,Mama dan Papa aja yang pulang ngak baik disini lama2 " Kata Laura mendongak.
David hanya diam melihat Vero yang tak menoleh kepada mereka sama sekali,pria itu hanya fokus kedepan melihat televisi yang menyala.
" Mas " Tegur Cila lembut.
" Hm " Jawab David tersentak.
" Kamu kenapa ?" tanya Cila memegang tangan David.
" Ngak papa,kamu mau pulang atau tidur disini ?" Tanya David.
" Aku maunya disini aja,tapi Suster bilang cuma 1 orang yang boleh jagain Vero kalo malam " Adu Cila mengkrucut.
Laura bangun dari tidurannya dan duduk tegak.
" Papa dan Mama pulang aja biar Laura yang jaga Vero " Kata Laura tersenyum.
" Nanti kalo Vero ngamuk gimana,kamu ngak akan kuat ladenin tenaga Vero " Kata David khawatir..
" Papa tenang aja,kan ruangan dokternya deket " Kata Laura semangat.
David terlihat berpikir keras antara setuju dan tidak.
" Kamu juga ada meeting sama pihak produsen besok Mas " Kata Cila layaknya kalender berjalan pria itu.
Cila tau setiap menit detik kegiatan suaminya,makanya perempuan itu selalu menegur David dalam situasi apapun.
" Aku tunda aja kali ya " Kata David bimbang.
" Jangan dong,ini kan proyek baru kamu masa kamu mau ninggalin gitu aja,kasihan anak buah kamu yang lain mati2an kerja " Bujuk Cila lembut..
__ADS_1
" Iya Pa,kan ada aku dan Mama yang jaga Vero,kalo semua jagain Vero terus yang bayar rumah sakit siapa ?" Tanya Laura menguatkan tekad lelaki itu.
David tersenyum mengangguk2an kepalanya merasa Laura ada benarnya juga.
" Ih anak Papa bisa aja " Kata David menoel pipi Laura.
Cila tersenyum geli melihat wajah merona suaminya.
" Ya udah gih,dah malam juga kesehatan Mama juga kan lagi ngak stabil " Kata Laura baru teringat akan kondisi Cila yang demam sudah 3 harian.
Karna tak ada alasan lagi untuk menolak,pasangan itu pun menuruti keinginan putri mereka..
" Ya udah kamu jaga Vero baik2 ya,kalo ada apa2 cepat hubungi Papa " Kata David serius.
Laura mengangguk tersenyum.
Pasangan itu mendekati Vero yang masih dengan posisi tadi,lelaki itu bahkan tak bergerak hanya matanya saja yang berkedip teratur.
" Sayang,Papa dan Mama pulang dulu ya " Kata Cila memegang lengan Vero.
Pria itu menoleh dan memasang wajah datar.
Hati Cila kembali sakit melihat tatapan asing putranya.
" Kamu baik2 sama Kakak kamu ya " Kata Cila berusaha tegar.
David hanya diam,lelaki itu juga tak kalah sakitnya melihat Vero seperti mayat hidup.
Tak mendapat respon apapun dari anak mereka,pasangan itu pun pulang.
Hening.
Tak ada suara apapun setelah Papa dan Mama nya pulang,Vero masih seperti tadi begitu pun Laura yang hanya menatap dari jauh kondisi adiknya.
" Mhh " Lenguh Vero mulai mengantuk.
Jam sudah menunjukkan pukul setngah 12 malam,sebenarnya Laura sudah sangat mengantuk tapi melihat Vero masih menonton tv membuat gadis itu menahan matanya agar tak tidur.
" Vero,mau apa Dek ?" Tanya Laura kaget melihat Vero akan turun dari ranjang.
Pria itu melihat Laura dan tiang impulsnya bergantian..
" Toilet " Kata Vero dingin.
Laura langsung bangun dan mendekati adiknya..
" Ayo Kakak bantu " Ajak Laura semangat.
Gadis itu mengulurkan tangannya agar Vero berpegangan.
Vero hanya melihat tanpa menyambut,pria itu langsung turun sendiri.
Laura menggigit bibir bawahnya menahan tangis dicueki lelaki yang biasa sangat ramai dan merecoki hidupnya.
Dengan tertatih tatih,Vero berjalan seraya mendorong tiang impuls ke kamar mandi.
Laura kembali berlari dan membuka pintu untuk Vero.
Pria itu langsung masuk setelah menutup pintu.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT YA
__ADS_1