Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Ancaman


__ADS_3

Hari ini Vero berangkat bekerja seperti biasanya,lelaki itu sudah mendatangi kantor pengadilan untuk menyudahi pernikahannya dengan Yuna.


Lelaki itu tidak mau lagi pusing memikirkan nasib dirinya yg terombang ambing dengan perempuan tidak jelas.


Beberapa hari yg lalu keduanya berkelahi hebat membuat emosi Vero melambung tinggi apalagi wanita itu dengan berani meminta Sofia ikut dengan Yuna.


Vero tak terima anaknya diambil begitu saja mengingat Yuna melalaikan tugas sebagai istri dan anak.


Kasus Vero pun naik lagi dengan cerita perebutan hak asuh anak.


Yuna juga rupanya tak tinggal diam,wanita itu memberitahu semua orang bahwa Sofia bukan anak Vero membuat Vero kesal bukan main.


Rasa malu dan kecewa sungguh membuatnya emosi,bahkan disana Yuna tak memandang Cila yg juga hadir di persidangan.


" Papa " Panggil Sofia mendekat.


" Iya sayang " Jawab Vero sambil memakai sepatunya.


" Papa kerja ?" Tanya Sofia mengernyit.


" Iya " Jawab Vero.


" Inikan hari minggu " kata Sofia bingung.


Deg...


Vero tersentak,lelaki itu melihat jam ditanganny dan kaget.


" Iya,ini hari minggu " kata Vero pelan.


Sofia diam melihat expresi Vero yg bingung sendiri.


" Hehe " Vero cengengesan merasa malu dengan sang anak.


Sofia berlalu,gadis kecil itu masih menggunakan piyama tidur dan belum mandi.


Vero duduk dilantai dan terkekeh geli.


" Kayaknya aku terlalu bersemangat " Ucap Vero malu.


Pria itu membuka lagi sepatunya dan mengganti baju ke kamar.


Sejak rumah tangganya retak,Vero memang gila kerja.


Lelaki itu bahkan terkadang lupa dengan Sofia yg masih kecil dan butuh figur orang tua.


Jika Vero bekerja sibuk gadis itu akan dibawa Laura atau Cila kerumah mereka karna kasihan juga jika Sofia harus ikut Vero bekerja dikantor.


Seperti hari ini Vero belum punya planning,ia tak jadi bekerja karna semua karyawan libur.


Lelaki itu mendekati kamar anaknya dan mendapati Sofia sedang diam dikamar.


" Kamu gak mandi ?" tanya Vero mendekat.


" Nanti aja " Jawab Sofia.


" Kenapa nanti ? udah siang loh " kata Vero mengernyit.


" Buat apa mandi kalo gak kemana mana " Balas Sofia santai.


" Hah ?" Kata Vero kaget.


Pria itu diam sejenak menyerna kata2 anaknya.


" Emang harus keluar dulu baru mandi ?" tanya Vero balik.


" Ya " Jawab Sofia mengangguk.

__ADS_1


Lelaki itu terkekeh geli,pemikiran Sofia sama dengan pikiran gadis diluar sana yg tak memperhatikan penampilan jika didalam rumah.


" Ck bakal jadi pembohongan publik nih bocah " Gumam Vero menggeleng.


Pria itu duduk bersama anaknya dan memperhatikan gadis kecil itu.


Sofia masih sangat belia,gadis yg akan masuk SD itu terlihat sangat pintar dalam segi berpikir.


" Kenapa Papa liatin Via gitu ?" tanya Sofia merasa aneh.


" Gak papa,nanti kalo Mama datang kesini dan jemput Via mau gak ?" tanya Vero lembut.


" Mau " Jawab Sofia polos.


Vero mengkrucut,pria itu berharap anaknya mengatakan tidak..


" Tinggal sama Mama mau ?" tanya Vero lagi.


" Mau " Jawab Sofia.


" Kenapa ?" tanya Vero mulai kesal.


" Via gak ada temen Pa,Via mau Mama biar bisa temenin Via main " Jawab Sofia mengkrucut.


" Kalo bukan Mama Yuna mau gak ?" Tanya Vero asal.


" Mau asal jadi Mama " Jawab Sofia terkekeh.


Deg....


Vero melotot kaget dengan jawaban spontan gadis itu.


" Kalo Mama Yuna gak bisa bikin Papa seneng,Mama lain juga boleh " Kata Sofia tersenyum..


" Mama lainnya siapa ?" tanya Vero masih terkejut.


" Terserah,Mama Rafa juga boleh hehe " Jawab Sofia cengengesan.


" Hah aduhh Mama Rafa ada suaminya,nanti Papa digubukin " Kata Vero terbelalak.


" Hhee iya juga ya " Kata Sofia menggaruk kepala.


Vero tertawa geli,putrinya begitu lucu hari ini.


Keduanya diam lagi,Vero menangkap 1 clue yg memberitahu dirinya bahwa Sofia tak masalah jika ia kawin lagi.


Vero langsung tertawa,mood lelaki itu cukup baik hari ini.


Ditempat lain,2 orang perempuan saling bertemu disebuah resto yg sepi.


Yap,Laura menghubungi Yuna untuk berbicara dua mata.


Sebagai Kakak,Laura tak terima adiknya diperlakukan dengan semena2 oleh wanita itu.


Laura membohongi suaminya saat akan pergi tadi karna jika Justin tau Laura pasti akan dilarang.


Wanita beranak satu itu tak sanggup menahan gejolak dihatinya ingin menghujani Yuna dengan kata2 kasar.


Ia merasa keluarganya di tipu habis2an oleh wanita tersebut.


" Ada apa ?" Tanya Yuna dengan gaya malas.


" Aku pikir kamu sudah tau ada apa " Jawab Laura tenang.


Yuna diam melihat iparnya yg begitu anggun berbeda dengan biasanya.


Laura mengangkat tangannya dan perhiasan yg ia pakai cukup menarik perhatian Yuna.

__ADS_1


Laura tersenyum smirk,ia memang sengaja memakai beberapa perhiasan mahal yg dibeli Justin kepadanya bahkan Laura juga memakai baju dan Tas mahal yg belum pernah ia pakai sebelumnya.


" Ahh masih pagi tapi udah gerah " Ucap Laura sedikit mmebuka kancing bajunya membuat kalung yg dipakai Laura terlihat jelas.


Yuna lagi2 melihat dan pupil mata wanita itu tidak bisa dibohongi karna Laura memakai kalung terkenal yg berharga ratusan juta.


" Dia mau pamer apa gimana nih wanita kampung ?" Batin Yuna mulai kesal.


" Oh iya apa kamu sudah sarapan ?" tanya Laura tenang.


" Sudah " Jawab Yuna datar.


" Kalau begitu kita langsung ke intinya saja " kta Laura tegas.


Yuna mengangguk.


Laura mengeluarkan sesuatu dari tasny dan menyerahkan kepada Yuna.


" Apa ini ?" tanya Yuna.


" Ini surat tanah dan beberapa aset Vero yg kamu cari " kata Laura tenang.


Deg....


Yuna terkejut mendengar ucapan sang ipar.


" Maksud Kakak apa !" kata Yuna langsung mengebrak meja.


" Hahaha kamu terkejut ?" tanya Laura tertawa.


" Bukankah ini yg kamu cari2 ? saya sudah membantu cukup baik bukan ?" Kata Laura tersenyum.


" Aku tidak butuh ini semua " kata Yuna tajam


" Benarkah ?" tanya Laura meremeh.


" Kalau kamu tidak mau juga gak papa,saya tarik kembali " Kata Laura lagi.


Yuna menelan ludah kasar,tertulis disana beberapa aset berharga Vero yg ia incar.


" Dan soal Sofia,aku pikir kamu tidak perlu repot untuk mengurusnya " Kata Laura tenang.


" Sofia anak ku jadi aku akan menģambilnya " Kata Yuna tajam.


" Benarkah itu anak mu ?" Tanya Laura.


" Ya,dan Vero tidak berhak karna dia bukan Bapak biologisnya " jawab Yuna tersenyum smirk.


" Kau tau tindakan mu ini bisa membawa mu kepenjara jika kami bertindak " kata Laura tegas.


" Maksud Kakak ?" tanya Yuna bingung.


" Kau masuk perangkat " Kata Laura terkekeh.


Yuna melototkan matanya terkejut.


" Kami punya banyak bukti Yuna,kau membohongi Vero tapi tidak bisa membohongi aku dan Mama " kata Laura tersenyum licik.


" Aku memberi mu tawaran fantastis yg mungkin gak bakalan kamu dapat dari manusia manapun " Kata Laura memainkan alisnya.


" Bawa ini dan tinggalkan Sofia,atau kau berakhir dipenjara dengan membawa serta anak mu " Kata Laura tajamm.


Deg....


Yuna terdiam,wanita itu dibuat tak menyangka dengan akal licik iparnya yg terlihat kalem selama ini.


" Dan ya,jika kau kekeh ingin Sofia,kami tak melawan karna Vero bukan Papa kandungnya dan satu lagi,gadis kecil itu tidak mendapatkan sepeser hartapun dari kami dan kau akan dicap sebagai ibu terburuk sampai dia dewasa " Lanjut Laura tegas.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2