Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mahakarya


__ADS_3

Disebuah kamar hotel,terlihat seorang wanita sibuk dengan ponselnya.


Beberapa kali Histi menelfon kerumah tapi tak ada jawaban.


Wanita itu terlihat khawatir hingga membuat sang anak merasa heran.


" Mama kenapa ?" Tanya Sutar mendekat.


" Hah " Kata Histi menoleh.


" hm ga papa " Jawab Histi mencoba tenang.


Sutar diam,bocah itu mengambil hape ditangan ibunya dan membaca nama disana.


" Mama nelfon Kak Sania ya ?" Tanya Sutar.


Histi menghela nafas dengan anggukan pelan.


" Kakak kamu ga jawab telfon Mama " Kata Histi tak bisa menyembunyikan lagi rasa takutnya.


" Kenapa Kakak ga jawab ya ?" tanya Sutar heran.


" Makanya,Mama ga tenang " Jawab Histi frustasi.


Sudah 5x Histi menelfon rumah,tapi sekali pun tak ada jawaban.


Histi begitu takut dengan kondisi anak gadisnya yg jauh dari pantauan.


Serkan belum pulang,pria itu masih ada urusan dengan para klaen.


" Mama " Panggil anak bungsu Histi mendekat.


" iya sayang " Jawab Histi mendekati putrinya tersebut.


Sutar diam melihat sang ibu mencoba menenangkan adiknya yg mulai rewel.


" Udah jam 9 " Ucap Sutar melihat jam dihape Histy.


" Aku coba telfon lagi,mungkin akan diangkat " Kata Sutar meyakinkan.


Dengan semangat bocah lelaki itu pun menghubungi nomor hape Sania.


Beberapa kali mencoba,hasil tetap nihil.


Sania tidak mengangkat telfon.


" Hm gimana ya,kalo Kak Sania ga ada kabar gini Mama pasti sedih " Ucap Sutar paham hati ibunya


Dari tadi Histy memang terlihat tidak tenang,beberapa kali wanita itu mondar mandir menunggu sesuatu,Sutar yg peka hanya bisa diam sambil menemani adik tersayangnya main.


" Oh Suci,aku telfon dia aja " Ucap Sutar teringat sepupu sengkleknya.


Tanpa tunggu lama,bocah itu segera mencari nomor Alexi disana.


Tuttttt....


Panggilan tersambung.


Sutar menunggu dengan seksama hingga suara masuk ketelinga.


" Halo Paman " Ucap Sutar cepat.


" Iya,ada apa Sutar ?" Tanya seorang wanita diseberang.


" Halo Bi,apa paman ada ?" tanya Sutar mengenali suara Salsa.


" Paman lagi diluar,mau apa sayang ?" Tanya Salsa..


" Bi,apa paman mengunjungi rumah kami ?" Tanya Sutar.


" Bibi rasa iya,ada apa Nak ?" Tanya Salsa lagi.


" Apa Kakak aku baik2 saja ?"


" Hah ?" Ucap salsa kaget


" Kakak ga angkat telfon aku Bi,aku mau tanya Paman,apa Kak Sania baik2 saja ?" Tanya Sutar dengan nada khwatirnya.

__ADS_1


" Hm tunggu bentar Bibi tanya paman kamu dulu " Jawab Salsa cepat.


Suara langkah pun terdengar cepat,Sutar setia menunggu sambil memainkan jemari kecilnya.


" Halo " Sapa seseorang diseberang.


" Paman " panggil Sutar cepat.


" Iya Sutar kenapa ?" Tanya Alexi tenang.


" Paman,apa Kak Sania baik2 saja ?" Tanya Sutar.


" Tadi sore baik2 saja,paman ajak kerumah tapi Kakak kamu ga mau " Jawab Alexi.


Sutar diam mendengar suara Alexi.


" Apa dia tidak menelfon ?" Tanya Alexi.


" Mama sudah berapa kali menelfonnya Paman,tapi tidak diangkat " Jawab Sutar sedih.


" Kenapa begitu ?" Tanya Alexi kaget


" Aku ga tau Paman " Jawab Sutar lesu.


" Mas,gimana kalo kamu cek kesana,nanti Sania kenapa napa " Ucap Salsa pelan dan masih terdengar oleh Sutar.


" Dia baik2 saja Yank,Salsa dirumah " Balas Alexi pelan.


" Ck,kasihan Mas,Sutar pasti ga tenang " Kata Salsa lagi.


Alexi diam,begitupun Sutar yg merasa sedih.


" Ya udah,habis ini Paman cek kerumah kamu ya " Kata Alexi mencoba menenangkan.


" Beneran paman ?" tanya Sutar semangat.


" Iya,ini sudah larut,mending kamu tidur aja " Jawab Alexi.


" Aku ga bisa tidur paman,nanti kalo Kak Sania udah ketemu,Paman telfon ya " Kata Sutar cepat.


" Iya,nanti dikabarin " balas Alexi hangat.


" Malam " Balas Alexi.


Tut.


Panggilan terputus,Sutar bisa tersenyum dan berlari mengejar ibunya yg akan menidurkan sang adik.


Sutar begitu perduli kepada Sania,karna hanya gadis itu menjadi teman keluh kesahnya setiap hari.


Dirumah Alexi,lelaki itu diam melihat Salsa.


" Kenapa Sania ga angkat telfon ya Mas " Tanya Salsa heran.


" Mungkin udah tidur " Jawab Alexi santai.


" Baru jam 9,ga mungkin Sania udah tidur " Balas Salsa.


" Ya kamu mana tau " Balas Alexi.


" Kenapa Lex ?" Tanya Romi mendekat.


" Aku mau kerumah Serkan dulu Yah " Jawab Alexi siap2.


" Ngapain ?" tanya Romi mengernyit.


" Sania ga angkat telfon Sutar,tuh bocil ga bisa tidur kalo ga tau kabar Kakaknya " balas Alexi.


" Loh kenapa Sania ga angkat ?" tanya Romi kaget.


" Ga tau Yah,makanya mau cek dulu " Balas Alexi.


" Ya udah,hati2 " Kata Romi mengizinkan.


Romi masuk kerumah,kini hanya tinggal Salsa dan Alexi saja diluar


" Aku pergi dulu " Pamit Alexi.

__ADS_1


" Iya hati2 " Balas Salsa.


" Saa masuk " Ucap Romi meminta menantunya masuk kerumah.


" Iya Yah " Jawab Salsa mengangguk.


" Yank,kamu hati2 ya aku masuk dulu byeeee " Kata Salsa buru2.


" ehhh Yankkkk,aku bukan pacar yg mau pamit pulanggg " Pekik Alexi tak terima.


" Udah sana,dadaahhh " Kata Salsa malah mengusir lelaki itu.


Jegger....


Pintu rumah tertutup rapat,Alexi melongo melihat dirinya seperti pria yg tak direstui orang tua diperempuan.


" Nasib gini amatttt,yg anak siapa yg menantu siapa " Ucap Alexi menghela nafas panjang dan menyeret kakinya keluar..


Pria itu pun langsung tancap gas menuju lokasi.


Dirumah Serkan,kondisi dapur cukup memprihatinkan.


Bekas sayur berserakan dimana mana,sampah belanjaan pun tak mau kalah.


" Aduhhhh,kalo Mama tau bisa meledak ini " Gumam Sania ngeri.


Gadis itu kebagian memungut sampah karna tak mau rumah orangtuanya kotor,sedangkan Angel dan Arshad sibuk depan kompor meracik nasi gorang antah berantah yg tak kunjung selesai.


" Kayaknya udah mateng Njel " Ucap Arshad dengan keringat sekening2.


" Coba aku cicip " Kata Angel mengambil alih pengiuk nasi..


Gadis itu mencoba sedikit lalu merasai setiap bumbu yg mereka masukkan.


" Wiiihhhh jago juga kita bikinnya " Kata Angel bangga.


" Kita,aku doang kamu cuma koment " Cibir Arshad


" Ya karna komenan aku nasi goreng kamu berhasil " Kata Angel sombong.


" Helehhh " Kata Arshad jijay.


Angel tersenyum dan mengambil piring untuk menyantap hasil karyanya.


Arshad berbalik badan dan melihat Sania berada dilantai memungut sampah bawang yg Angel hambur2kan.


Pria itu tersenyum melihat Sania yg begitu rajin.


" Jam berapa ini ?" Gumam Arshad teringat.


Lelaki itu melihat hapenya dan mengernyit menatap banyak panggilan tak terjawab.


" Kak Histi " Gumam Arshad pelan.


Tak ada pesan,lelaki itu memasukkan lagi ponselnya yg tak berdering sama sekali kedalam kantong.


" San " Panggil Arshad tenang.


" Iya Kak " Jawab Sania berbalik.


" Udah mateng,ayo makan dulu " Ajak Arshad tersenyum.


" Hm iya " jawab Sania merasa malu.


Lelaki itu membawa hasil masaknya menuju meja makan.


Angel sudah duduk manis menunggu Arshad menuangkan bulir2 nasi tersebut keatas piring.


" Wah ini namanya nasi goreng geregettt " Kata Angel takjub.


" Hehe iya Njel,kayaknya besok kita harus kepasar buat ganti bahan2 Kak Histi dikulkas " Balas Arshad terkekeh.


Semua bahan yg ada dikulkas habis dikeluarkan oleh Angel.


Tak heran nasi goreng mereka sangat special karna toping masakan tersebut bukan kaleng2.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa,Vote,like coment ya.


__ADS_2