Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Film


__ADS_3

" Bi " panggil Rania menegur.


Cila yg masih haru dengan kedatangan Hani menoleh sejenak.


" Lanjutin dalam rumah napa,gak enak diliat tetangga " Ucap gadis remaja itu menggaruk kepala.


Hani mengusap air matanya merasa malu dengan kedua gadis yg ia kenal.


" Iya,ayo Han masuk kedalam " Kata Cila memegang tangan Hani.


Gadis itu mengangguk dan mulai melangkah.


" Apa dia ada dirumah ?" tanya Hani hati2.


" Siapa ? Vero ?" Tanya Cila.


Hani mengangguk pelan.


" Tenang aja,anak itu sudah berangkat nguli" Jawab Cila malas.


Hani mengangguk pelan,Cila sangat bisa membuat suasana menjadi hangat.


" Halo " Sapa Hani sopan kepada dua gadis kembar yg melihat kearahnya.


" Halo Kak " sapa gadis itu serempak.


" Oh iya Hani,apa kamu sudah makan ?" tanya Cila teringat.


" Em belum Ma " Jawab Hani menunduk malu.


" Wahhh kebetulan,Mama kemarin masakin rendang " Kata Cila semangat.


" Ehhh tadi katanya gak masak,gak ada makanan " Sahut Dinda kaget.


" Iya tadi Bibi bilangnya gak masak " Sahut Rania juga.


" Ya memang gak masak hari ini,tapi kan kemarin masak " Jawab Cila enteng.


Rania dan Dinda saling melihat dengan wajah syoknya.


Cila mengulum senyum dan menyeret Hani kedapur.


" Bibiiiiiiiii " Teriak gadis kembar itu melengking.


" Bibi curangggggg kita laper juga Bi mau makannnnn " Teriak Dinda kesal.


" Ma " Tegur Hani tak enak hati.


" Udah anggap mereka tuyul " Kata Cila santai.


" Ehhh " Pekik Hani melotot.


Rania dan Dinda masih kocos2 ditempatnya menggerutui Cila yg sangat pelit.


Tak lama kemudian,bunyi ketekan kompor terdengar membuat kedua gadis kelaparan itu berlari menyusul.


Jadilah Cila sibuk mengurusi makan tamu dadakannya.


Hani merasa terharu,meski sudah lama tak bertemu tapi Cila tetap seperti dulu hangat dan kocak.


" Makanya sebelum kabur itu bawa beras sama bahan makanan biar gak nyusahin orang !" Cibir Cila seraya menuangkan kuah rendang ke nasi para keponakannya.


" Ck,yg ada malah kita dimarahin Mama ngabisin berasnya " Jawab Rania mengkrucut.


" Iya,kita itu bukan kabur tapi diusir " Sahut Dinda kesal.


" Udah tau Mama kalian ada jiwa setannya,malah dipancing buat keluar ya kena batunya kalian " Kata Cila heran.


" Kita gak berkelahi Bi,cuma debat sepatu aja sedikit " Kata Rania mengingat.


" Iya tapi debatnya dah kayak orang mau perang kan ?" Tebak Cila.


Rania diam seraya melirik Dinda yg asik makan tanpa bicara.

__ADS_1


" Huh dah lah,nanti minta jemput sama Papa kalian,Bibi gak terima anak pungut lagi " Kata Cila tegas.


" Ishhh Bibi !" Rengek Dinda melepas sendok makannya.


Hani yg mendengar kata pungut sontak kaget.


Tiba2 bayangan ia pertama kali hadir dirumah Cila berasal dari pungutan Vero juga.


Cila yg bicara tak sadar terlihat tenang dengan tangan aktif menaruh makanan..


" Ayo dimakan " Tegur Cila kepada Hani.


" Hah iya Ma "Jawab Hani tersentak.


Gadis malang itu mulai menyendokkan makanannya seraya melirik Rania dan Dinda yg seperti kucing kehabisan asi.


Siang harinya,David pulang kerumah.


Lelaki itu terlihat sedikit kotor dengan parang dipinggang.


Rania,Dinda dan Hani yg sedang menonton film hantu terlihat bersembunyi ditubuh Cila yg duduk paling depan.


" Haistt kalo takut kenapa nonton ini sih !" Kata Cila gemas.


" Filmnya seru Bi tapi serem " Jawab Rania bersembunyi di ketek Cila.


" Ck aduhhh Bibi gerah dehh,dah sana nonton yg benarrr,ini jugaa katanya berani tapi malah nutup mata " Kata Cila menggeleng melihat Dinda yg mengintip disela jari.


" Aku berani Bi,tapi suara musiknya bikin kagetan " kata Dinda menoleh ke Cila.


" Astagaaa " Cila menarik nafas berusaha tenang.


Dari awal wanita itu tidak mau menonton film hantu disiang bolong karna kurang menantang,tapi kedua remaja itu merengek membuat Cila sakit kepala.


" Ganti aja Ma,hantunya muncul gak bilang2 " Kata Hani ngeri.


" Lah namanya juga hantu,masa dia keluar harus lapor dulu " Kata Cila terkekeh.


Cila menepuk jidat,sungguh wanita pemberani itu kehabisan akal dengan ulah 3 remaja beranjak dewasa.


Musik film makin menggelegar membuat suasana hening seketika.


" Pasti bentar lagi keluar " Ucap Rania ngeri2 sedap.


" Iya,aduhh itu bayangannya udah muncul " Kata Dinda mengintip sedikit.


Gedar geder suara musik membuat jantung mereka berpacu,Cila melihat Hani,gadis malang itu mulai mengangkat daster Cila yg menganggur.


" Gak usah pegang2 " kata Cila menarik bajunya.


" Mau sembunyi Ma " Kata Hani melas.


" Ck gak bisa " kata Cila tak memberikan sisa kain bajunya.


Hani mengkrucut dan mendekatkan diri bersembunyi dibahu Rania.


" Daarrrrrr....." Pekik seseorang dari belakang.


" Aaaaaaaaaaaaa " pekik Mereka ber4 kaget bukan main.


Cila menoleh dan terkejut melihat David berdiri menjulang dibelakang mereka.


" Ihhh Paman ngagetin !" Pekik Rania dengan jantung hampir lepas


" Iya Paman nih,untung aja aku gak ada asma " Kata Dinda mengusap dadanya.


" Hahahaa kalian ngapain ?" Tanya David tertawa ngakak.


" Nnton upin ipin Mas " Jawab Cila asal.


" Wkwkwkwkwkw " David kembali tertawa dengan jawaban asal Cila.


" Papa " Ucap Hani tersenyum manis melihat David.

__ADS_1


" Loh ada Hani juga ?" tanya David tak mengenali gadis itu.


" Hehe iya Pa,apa kabar ?" tanya Hani bangkit dan menyalami David.


" Jangan,tangan Papa kotor habis bersihin kandang " Jawab David tak memberikan tangannya.


" ihhh ueekkk tangan Paman bekas tai " Kata Rania mual.


" Ya enggak lah enak aja " Kata David tak terima.


Cila melihat layar tv,tiba2 otaknya mendapatkan ide cemerlang.


David yg melihat gelagat sang istri sudah bisa membaca isi kepala wanita tersebut.


Cila memberi kode kepada suaminya dan...


" Aaaaaa hantuuuuuuuu " Teriak Rania,Dinda dan Hani bersamaan saat badan mereka dihadapkan ke tv yg begitu besar.


" Aaaaaaaa " Rania meloncat2 ditempat dengan manik tertutup sedangkan Dinda ingin berlari tapi David menahannya agar tetap disana.


" Mama gak mauuuu aaaaaaa tolonhhhh " Teriak Hani kelabakan sendiri.


" Wahahahahahahhahaa " Cila dan David tertawa ngakak.


Pasangan itu begitu kompak menjahili gadis dengan mental cetek tersebut.


David melepaskan Dinda dan berjalan kedapur.


Cila langsung menyusul setelah mendapat teriakan dari para anak remaja tersebut..


" Bakal kebawa mimpi tuh " Kata David disela tawanya.


" Iya gak bisa tidur sendirian mereka nanti " Sahut Cila girang.


" Kamu nakal banget " Colek David ke dagu sang istri.


" Hehe kamu juga " Balas Cila mencolek pinggang David.


Pasangan gesrek itu kembali tertawa geli.


David membuka bajunya dan masuk kamar mandi.


" Yankk " Panggil David cengengesan.


" Handukkk " Sambung Cila sudah bisa menebak..


" Ishhh pinter banget ayanknya mas David " Goda David terkekeh.


Brug.....


Handuk melesat sempurna diwajah pria itu,David mengkrucut dan masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


" Uhh dah mau jam 2 mending aku siap2 dulu buat makan siang " Ucap Cila teringat.


Wanita itu berjalan cepat membasuh wajahnya ke wastafel dan berlari kekamar.


" Bibi mau kemana ?" Tanya Rania heran melihat Cila buru2.


" Makan siang diluar " Jawab Cila cepat.


" Hah makan siang ? ikutttt " Pekik Rania dan Dinda bersamaan.


" aduhh kecoplosan lagi " Gumam Cila berhenti didepan pintu kamar..


Wanita itu menoleh kebelakang dan menghela nafas melihat raut wajah 2 keponakannya yg seperti bayi kucing memelas..


" Ikut ya Biii,janji gak makan banyak " Ucap Rania malu2.


Cila menghela nafas panjang sebelum mengangguk pasrah.


❤❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2