
Dirumah,keadaan Yuna terlihat memperihatinkan.
Wanita hamil itu mulai merasakan menjadi wanita hamil yg sesungguhnya.
Sejak kejadian kemarin membuat ia sangat menyesal karna bukan hanya bayinya yg berbahaya tapi dirinya juga.
Memasuki usia kandungan 8 bulan membuat ia kesulitan mengerjakan aktifitas,bahkan sekarang Yuna sudah jarang keluar lantaran kakinya sering keram dan bengkak.
Seperti saat ini,wanita itu duduk selonjoran dengan wajah datar melihat Cila habis memberi makan ayam.
" Ayo sini gabung sama para jagoan Mama " Ajak Cila melambaikan tangan.
" Ih ogah " Kata Yuna menolak.
" Ck ya udah,ngerem aja disana " kata Cila santai.
" Mama ihh,aku aduin Vero nih " Ancam Yuna kesal.
" Bodo,mau aduin presiden juga bodo amat " Balas Cila memutar mata.
Yuna mengkrucut,kadang mertuanya sangatlah rese tapi Yuna tak bisa apapun saat ini untuk melawan karna Cila lebih kuat tahtanya dari pada dia.
Cila berjalan angkuh mendekati wanita itu.
Yuna diam memperhatikan.
" Dulu,Mama pas ngandung Vero sakitnya lebih dari kamu " Kata Cila tenang.
" Emang Vero nyusahin ?" Tanya Yuna menoleh.
" Hm bisa dibilang begitu " Jawab Cila.
" Terus ?" tanya Yuna penasaran.
" Ya mau gimana lagi,barang dah diperut ya kudu dikeluarin " Jawab Cila.
Yuna terkejut dengan mata melotot.
" Jadi ceritanya gak ikhlas nih ?" tanya Yuna menebak.
" Ya ikhlas lah,untung aja tuh anak gak nyusahin pas gedenya " Jawab Cila.
Yuna diam dengan senyum kecil.
" Tapi..." Ucap Cila menggantung.
" Tapi apa ?" tanya Yuna menunggu.
" Pas dah kawin malah bininya yg nyusahin,mana gak guna lagi " Jawab Cila malas.
" Apa !" Pekik Yuna seperti tersambar petir.
Cila bangun dari duduknya dan berjalan menjauh.
Wanita itu terlihat sangat santai dan tak apa pikir mengatai menantunya barusan.
Yuna masih melotot dengan mulut sedikit terbuka.
Sungguh ia tak menyangka Cila dengan tega mengucapkan semua itu kepadanya.
" Kamu gak usah baper,dirumah ini dilarang begituan " Kata Cila sambil menunggu air dari galon.
" Kenapa Mama ngomong gitu sama aku ?" tanya Yuna bangun dari duduknya.
" Terus apa yg mau dibanggain ?" tanya Cila balik.
__ADS_1
Yuna kembali diam.
" Aku menghargai kamu disini karna kamu istrinya Vero,kalo bukan dah lama aku tendang " Kata Cila serius.
" Ma !" bentak Yuna geram.
" Kenapa ? kamu gak suka ?" Tanya Cila terkekeh.
" Aku ini menantu Mama harusnya Mama menerima aku dong " Kata Yuna mengepalkan tangannya.
" Harusnya begitu,tapi makin kesini Mama lihat kamu makin melunjak,its oke karna mungkin sedang hamil,tapi Mama lihat wanita hamil lainnya gak ada yg modelan kamu " Kata Cila heran.
" Aku harus gimana Ma ?" tanya Yuna merasa sangat sakit hati.
" Ntah lah,Mama juga gak tau karna Vero sayang kamu " Jawab Cila.
Yuna kembali diam,manik wanita itu menatap mertuanya dengan wajah emosi.
Jika bukan Cila itu ibu Vero mungkin Yuna sudah lama menjambak rambutnya.
" Mama gak mau bandingin kamu sama yg lainnya,tapi jujur aja Yuna Mama iri,Mama cemburu lihat menantu teman2 Mama pada menghormati mertua mereka " Kata Cila menghela nafas.
" Aku sudah berusaha bersikap baik Ma " kata Yuna berkaca kaca.
" Kapan ?? saat kamu beli makanan enak ?" tanya Cila.
" Mama bisa aja beli apapun yg Mama mau,tapi kami disini memilih hidup sederhana,begitupun Vero,Mama bukan perhitungan sama kamu hanya saja kadang Mama lihat kamu sangat keterlaluan memeras Vero " Kata Cila tajam.
" Itu kar....
" Karna bayi yg kamu kandung ?? Mama rasa ia belum waktunya tau beli barang mewah dengan harga fastastis " Sambut Cila.
Yuna semakin mengepal tangannya,Cila terkekeh pelan..
Ia tau sang menantu sangat panas mendengar uneg2nya tapi Cila memang tipe orang yg bicara blak blakan apalagi menyangkut masalah hati..
Wanita itu menutup pintu kamar dengan sangat kuat membuat Cila ikut tersentak.
" Huhhh " Helaan nafas terdengar panjang.
Cila merasa puas sudah mengutarakan isi hatinya meski rasa gedek masih ia rasakan,setidaknya beban hatinya sedikit berkurang.
" Aku gak perduli lagi kalau Vero harus membenci ku " Gumam Cila pasrah.
Sebenarnya David sangat melarang Cila untuk bicara serius dengan Yuna karna lelaki itu tau sifat sang istri.
Tapi makin dipendam,Cila merasa dirinya tak sehat badan.
Wanita parubaya itu tak mau menambah beban pikir yg akhirnya menyakiti dirinya sendiri.
Malam hari Vero dan David pulang.
Seperti biasa,Cila memasang tampang santai sambil menonton tv.
" Yank " Panggil David menegur.
Cila menoleh,terlihat ada kresek hitam ditangan suaminya.
" Ayo tebak apa ini ?" Goda David.
" Apa itu Yank ?" tanya Cila balik.
" Tebak dulu dong " kata David ingin memberi supries.
" Males ah,gak mood " Jawab Cila berbaring lagi.
__ADS_1
" Yaaaahhh " kata David lesu..
Lelaki itu duduk disamping istrinya yg masih fokus menonton drama.
Keduanya saling diam,Cila melirik sang suami yg terlihat lelah.
" Apa ini Yank ?" tanya Cila merasa penasaran dengan bungkusan suaminya.
" Lihat aja " Jawab David tenang.
Cila bangun dan duduk dengan benar.
Wanita dewasa itu membuka bungkusan dan mengernyit bingung.
" Kamu beli emas ?" tanya Cila mengrtnyit.
" Iya kamu suka gak ?" tanya David.
" Kamu tanya aku ?" Tanya Cila balik.
David mengangguk polos.
" Tadi nemenin Vero ke toko perhiasan beliin Yuna kalung,jadi ya sekalian lah aku beliin buat kamu juga " kata David terkekeh.
Deg...
Manik Cila yg awalnya berbinar langsung melotot.
" Vero beli kalung lagi ?" Tanya Cila dengan suara kerasnya.
" Shuuttttt pelan2 " jawab David kelabakan.
Cila diam melihat David datar.
" Ia,Yuna minta beli kalung katanya " Jawab David menghela nafas.
" Yank,aku rasa kita lagi dirampok sama menantu sendiri deh " kata Cila kesal.
" Hei kenapa ngomong gitu " Kata David terkejut.
" Ya gimana,Yuna itu mau buka toko perhiasan apa gimana sih ? aku makin gemes sama dia Mas " Kata Cila emosi.
" Biarin lah Yank,toh itu duitnya Vero " kata David menenangkan.
" Bukan masalah duitnya Mas,cuma cara dianya kurang baik,aku aja gak pernah loh minta dibeliin Vero atau kamu tiap bulan " kata Cila geram..
David menghela nafas,ucapan Cila memang benar.
ia pun merasa Yuna sedikit keterlaluan,bagaimana tidak setiap bulan selalu ada laporan bahwa Vero membeli perhiasan.
Dan yg membuat Cila ingin meledak adalah,sang menantu tak pernah memakai barang2 tersebut.
Pasangan itu sama2 diam hingga suara pintu terdengar.
Cila melihat siapa yg keluar,ternyata itu putranya sendiri.
" Kenapa Ma ?" tanya Vero mengrnyit melihat wajah Cila aneh menatapnya.
" Aku masuk kamar dulu " kata David tak ingin ikut2an.
Vero makin bingung,detik berikutnya Cila mematikan tv dan menysul David.
" Mereka kenapa ? aneh banget " Ucap Vero heran.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.