
Ditempat David bekerja pria itu terburu buru mengambil kunci motornya.
" Mau kemana lo ?" Tanya Rehan bingung.
" Pulang,mertua gue ngamuk dirumah " Kata David jujur.
Rehan melotot dan langsung mengangguk mengerti,karna Rehan tau bagaimana mertua David itu.
" Bu,saya izin pulang ya sbentar nanti saya balik lagi " Kata David kepada bosnya.
" Memang ada apa Vid ?" Tanya wanita itu penasaran.
" Istri saya ada masalah Bu,makanya saya harus kembali "
" Ya sudah,tapi abis itu balik ya " Pinta wanita itu mengizinkan.
David mengangguk dan keluar dari sana.
Bisik2 pun mulai terdengar karyawan disana sedikit kesal kepada David karna sering keluar..
" Enak banget ya jadi dia,setiap izin dikasih terus " Kata seorang gadis memegang ganggang sapu.
" Iya,sejak dia menikah sering banget izin,kayak punya nenek monyang nya toko ini " Kata gadis satu lagi mengisi gula dalam plastik.
" Sok sibuk banget ya,padahal kerjaan cuma ini doang yang dia punya,huh makin geli gue lihat tingkahnya " Kata gadis itu merinding..
" Iya,apalagi bini nya tuh yang ngak tau waktu,sok2an "
2 gadis itu terus mengungkapkan kebencian nya kepada David dan Cila.
Dijalan David tak tenang,dirinya bingung kenapa Beni pagi2 datang kerumahnya..
Beberapa menit mengendara akhirnya David sampai dirumah sederhana nya.
Pria itu langsung masuk kedalam dan kaget melihat wajah mertuanya..
" Ada apa Yah ?" Tanya David duduk didepan mereka..
" Astaga " Gumam Sintia kaget melihat menantunya.
" Kamu kenapa bonyok gini ?" Tanya Sintia merangkak kearah menantunya.
David memegang bibirnya yang terluka dan tersenyum simpul..
" Ngak papa Bun,cuma luka dikit " Kata David pelan.
Sintia mengusap wajah menantunya dengan sayang,terlihat jelas kekhawatiran di wajah renta wanita itu.
" Ada apa dengan kalian,kenapa kalian terluka semua ?" Tanya Beni bingung.
Awal nya lelaki itu ingin marah kepada David karna membuat Cila terluka,tapi tak jadi saat dirinya melihat langsung David juga tak kalah parahnya.
" Kami kemarin kerumah Tante aku Yah,terus debat disana dan ujung2 berkelahi " Kata David menunduk.
" Kenapa Cila ikutan terluka ?" Tanya Beni garang.
" Anak Tante ngak sengaja menghajar Cila saat Cila mau lerai " Kata David menunduk.
" Kurang ajar,jadi kamu juga dihajar sama dia ?" Tanya Beni emosi.
__ADS_1
" Iya Yah "
" Ini ngak bisa dibiarkan,kita harus tuntut mereka " Kata Beni tajam.
" Iya Yah,aku mau rebut semua harta orang tua aku,tapi Tante aku ngak sendiri Yah,semua Kakak2 nya Ayah aku dulu terlibat " Adu David.
" Ada berapa saudara Ayah kamu ?"
" 9 Yah,Ayah aku yang paling bungsu " Kata David menunduk.
Beni tersenyum miring,mencoba mencari cara.
" Kamu yakin mereka mengambil semuanya ?" Tanya Beni lagi.
" Aku dulu punya Yah,tapi udah habis buat bayar hutang Ayah dibank,terus buat kehidupan aku dulu "
" Sekarang masih ada sangkut paut hutang ?"
" Masih Yah,selama ini aku nyicil dari uang gaji "
Sintia menangis memeluk pria itu,Wanita itu tak menyangka menantu nya akan semalang ini.
" Kamu yang sabar ya,Ayah pasti bantu kamu " Kata Sintia mendekap David.
" Iya Bunda huhu maafkan David Bunda,David belum bisa membahagiakan Cila " Kata David menangis pilu dipelukan mertuanya.
" Ngak papa sayang,Cila bahagia hidup bersama kamu " Kata Sintia mengusap punggung bergetar menantunya.
Beni menghela nafas,dia juga sangat kasihan melihat David yang malang,Beni tak menyangka keluarga David akan tega berbuat seperti itu kepada menantu nya yang sudah yatim piatu.
David masih memeluk Sintia,pria itu sudah lama tak mendapat kasih sayang seorang Ibu,David sangat merindukannya.
" Maafkan aku Cila hiks " Kata David tersedu sedu.
" Baiklah,Ayah akan turun tangan untuk bantu kamu ambil semua hak kamu sebagai anak " Kata Beni tegas..
" Gimana caranya Yah ?" Tanya David mengusap air matanya.
Sintia masih mengusap punggung kekar menantu nya itu.
David kembali duduk tegak menghadap Beni.
" Kamu siapkan berkas seperti kartu keluarga yang dulu,foto mungkin,apa pun yang masih tersisa saat bersama orang tua mu" Titah Beni tegas.
" Nanti aku carikan dulu Yah,karna aku ngak pernah lagi lihat barang2 itu,kalo Foto masih ada " Kata David mengingat2.
" Ada Mas,aku pernah lihat didompet kamu " Kata Cila bangkit mengambil dompet suaminya di kamar.
" Ini Yah " Kata Cila memberi selembar gambar yang sudah usang.
Terlihat disana foto David kecil menggenggam tangan adik perempuannya,dibelakang itu ada gambar kedua orang tua David yang tersenyum cerah menghadap kamera.
" Ini bisa jadi bukti,besok kita pergi kesana " Kata Beni tersenyum dan menyerahkan lagi foto itu kepada Cila.
" Iya Yah,aku ikut " Kata David mantap.
Beni mengangguk dan berjalan keluar.
" Bunda,Cila aku berangkat kerja lagi ya karna aku tadi cuma izin sebentar " Kata David pamit.
__ADS_1
" Iya Mas,kamu hati2 ya " Kata Cila tersenyum lembut.
" Oh iya,ini sekalian bawa buat makan siang " Kata Cila sudah menyiapkan makanan untuk suaminya.
" Makasih sayang " Kata David mengambil bungkusan itu.
Sintia tersenyum haru melihat anak dan menantunya akur.
David pun langsung keluar dari rumah itu setelah menyalami Beni di teras.
Saat sampai ditempat bekerja David kembali mendengar bisik2 karyawan disana yang membicarakan dirinya.
" Kadang gue ngak terima banget perlakuan Bos ke David ngak sama kayak kita,pilih kasih banget,lo ngerasa gitu ngak ?"
" Iya,gue gedeg banget lihatnya,padahal si David hoby banget ngutang ke bos,tapi kok ya dikasih terus "
" Jangan2 David punya guna2 lagi buat mulusin kerjaannya dan bikin si bos nurut sama dia "
" Bisa jadi itu,ngeri gue,pantesan cuma Rehan yang tahan sama dia,gue mah ogah mending cari kawan lain "
Bisik2 terus menjelekkan David,pria itu hanya menghela nafas dan berbalik arah,tak jadi masuk ke gudang tempat istirahat itu.
" Gue harus sabar,ngak boleh marah hanya ini pekerjaan gue satu2nya,gue ngak boleh ngecewain Cila " Gumam David pelan mencoba menenangkan rasa sesak didadanya.
Memang David tak dekat dengan yang lainnya,hanya Rehan teman seperjuangan David,karna hanya pria itu yang mau menerima diri apa ada nya.
" Huh,mending gue anter barang dari pada pusing mikirin omongan orang ngak punya otak itu " Gerutu David.
Pria itu pun masuk kedalam menemui sang Bos dan mengambil Bon pengantaran barang.
Dengan bismillah,David mulai bekerja mencari rupiah untuk menghidupi istrinya.
Kebesokan paginya,David dan Cila sudah bersiap begitu pun orang tua Cila.
Meski David tak dapat izin hari ini,tapi pria itu tetap nekad untuk mengambil hak nya.
David mau merubah hidupnya,David ingin mengambil apa yang memang sudah menjadi milik nya dan orang tuanya.
" Kamu bisa Mas,aku akan selalu ada disamping kamu,jangan lemah okey " Bisik Cila pelan dan mencuri ciuman dipipi pria itu.
" Kalo berhasil ntar aku kasih jatah yang banyak " Kata Cila pelan.
David tertawa dan mengangguk semangat.
Sintia yang tak sengaja mendengar obrolan mereka pun terkekeh geli dan menyenggol Beni yang serius menatap jalan raya.
Kini mereka sudah berada di bis,menuju rumah Tante David.
" Kenapa Yank ?" Tanya Beni bingung melihat Sintia cekikikan sendiri.
" Ngak papa " Kata Sinta tersenyum menggeleng.
Beni kembali serius menatap jalan raya yang mulai padat.
" Ya Tuhan bahagiakan Putri dan menantu ku ini " Batin Sintia mengulum senyum mendengar Cila dan David berbisik2 hal vulgar.
❤❤❤❤
Hay guysss jangan lupa terus dukung author ya,dengan cara VOTE,LIKE,COMENT YANG BANYAK.
__ADS_1