
Vero membuka pintu kamarnya dan benar saja Cila berdiri didepan pintu kamar sambil menguap lebar.
" Hoaaam,napa Ma ?" Tanya Vero pura2 bangun tidur.
" Baru bangun ?" Tanya Cila menyelisik.
" Hm " Jawab Vero mengusap wajahnya.
Cila mengangguk dan masuk kedalam.
" Mau ngapain ?" Tanya Vero melarang wanita itu masuk.
" Ada yang Mama cari " jawab Cila.
" Cari apa ?"Tanya Vero heran.
" Daster Mama hilang " Kata Cila kesal.
Deg...
Vero menelan ludah kasar,Cila menatap lelaki itu dengan tatapan menyilisik.
" Kamu yang ambil ya ?" Tuduh Cila.
" Ehh enak aja,buat apa aku ambil daster Mama " Jawab Vero tak terima.
" Ya siapa tau aja kamu males pake celana " Kata Cila tajam.
Vero memutar mata malas mendengar ocehan emaknya.
" Beneran ngak ada ?" Tanya Cila memastikan.
" Ngak ada Mama astaga,pawangnya mana lagi ini " Kata Vero mengusap kasar kepalanya.
" Lagi tidur,keenakan semalam " Kata Cila tersenyum malu.
" Idihhhh ngak sadar tua,tobat nyonya " Cibir Vero malas.
Plak...
Kepala lelaki itu langsung ditampar Cila gemas membuat Vero kembali menggerutu.
" Makanya cepet kawin biar ada yang kasih jatah !" Kata Cila prontal.
" Ntar aku kawin beneran,nanges " Cibir Vero.
" Ya harus nikah dulu lah,jangan dijajanin burungnya " Kata Cila gemas.
" Udah ah,aku cape punya Mama kayak gini " Kata Vero menghela nafas.
" Eh kalo ngak ada Mama kamu ngak bisa nginep dihotel sekarang,tempat kamu di pembuangan air " Hujat Cila.
" Iya2 Mama pahlawan ku,surga ku " Kata Vero mencubit gemas pipi wanita itu.
Cila tertawa geli dengan tingkah anaknya.
" Dah sana mandi,nanti sarapan bareng di resto kamu ada pertemuan hari ini sama Papa " Kata Cila kembali serius.
" Iya " Jawab Vero mengangguk patuh.
Wanita itu kembali kekamarnya.
Vero menghela nafas lega memutup pintu kamar lagi dan menguncinya.
Vero mendekati lemari pakaian dan membuka dengan cepat.
Deg...
__ADS_1
Terlihat gadis yang mengenakan baju Mamanya duduk memeluk tubuhnya dipojokan lemari.
" Kau tidak apa2 ?" Tanya Vero membantu gadis itu berdiri.
" Apa sudah pergi ?" Tanya Gadis itu pelan
" Iya itu Mama ku,mereka dikamar sebelah " Jawab Vero.
" Mama ?" Tanya gadis itu.
" Iya,kau tau kan ?" Tanya Vero menyelisik.
" Hm,tapi aku tidak mempunyainya " Jawab gadis itu menunduk.
Deg....
Vero tersentak kaget,lelaki itu menganjak si gadis duduk di sofa.
" Aku tidak tau harus memanggil mu apa " Kata Vero menatap gadis itu lembut.
" Mereka memanggil ku ****** " Ucap gadis itu pelan.
" Apa !!" Pekik Vero kaget.
" Aku pikir itu sebuah nama " Ucap gadis pelan.
Vero sangat terkejut bahkan mulut lelaki itu sampai menganga.
" Bukan,itu bukan nama yang bagus kau tidak usah menyebutnya lagi " Kata Vero berusaha tenang.
" Dulu saat kecil aku sudah dibilang begitu " Kata gadis itu pelan.
" Sekarang aku mengganti nama mu " Kata Vero tegas.
" Em siapa ya ?" Gumam Vero mengingat ingat.
" Oh bagaimana dengan Hani ?" Tanya Vero memainkan alis.
" Ya kau gadis yang lembut,aku pikir itu sopan untuk mu " Jawab Vero.
Gadis itu mengangguk setuju dan memeluk Vero.
Deg...
Vero tersentak kaget tapi membalas pelukannya dengan canggung.
" Oh iya Hani,berapa umur mu ?" Tanya Vero.
" Aku tidak tau,mungkin 16 17 " Jawab Hani mengingat.
" Darimana kau berasal ?" Tanya Vero lagi.
" Aku tidak tau,saat itu aku tidur dikamar lalu kebesokan paginya aku berada dikamar lain dan ada seorang pria " Kata Hani mengingat.
" Apa !" Pekik Vero kaget.
" Lalu ?" Tanya Vero penasaran.
" Pria itu mau menangkap ku,dia bilang aku dijual ayah ku yang memang seorang pemabuk " Kata Hani menghela nafas.
" Lalu ?" tanya Vero semakin penasaran.
" Aku dengar setelah itu Ayah ku mati overdosis,aku disuruh pake baju sexy " Ucap Hany.
" Apa tempatnya seperti club ?" Tanya Vero menyelisik.
" Hm aku tidak tau itu apa,ada musik keras dan orang2 berjoget dengan lampu kerlap kerlip " Kata Hany mengingat.
__ADS_1
" Lalu ?" Tanya Vero lagi.
" Aku disuruh melayani seorang pria " Jawab Hany.
Deg....
Vero melotot kaget.
" Kau melakukannya ?" Tanya Vero menelan ludah kasar.
" Aku menangis " Jawab gadis itu.
Vero menepuk jidat,pria itu sudah sangat serius mendengar cerita Hani,tapi gadis itu seolah melawak saat ini.
" Setelah menangis dia apain kamu ?" Tanya Vero mulai memahami bahwa gadis itu akan bercerita detail.
" Aku memukul kepalanya dengan gelas,karna dia menyentuh dada ku seperti ini " Kata Hani memperaktekkan ke Vero.
" Aakhhh " Pekik Vero kaget dan sakit.
" Astaga kau menyentuh ku " Kata Vero menyilang dadanya.
" Hm,aku benci kepada pria itu,dia menampar ku lalu mencambuk ku dengan tali pinggangnya " Kata Hani berkaca kaca.
" Jadi karna itu tubuh mu penuh luka ?" Tanya Vero mulai mengerti.
" Hm,dia menendang ku,menarik rambut ku dan menyuruh ku minum alkohol " Ucap Hani mulai menangis.
Vero mengusap lembut punggung gadis itu tak bisa membayangkan apa yang terjadi.
" Tenang lah " Ucap Vero lembut.
" Ak ak u tidak mau huhuhu " Kata Hani terisak.
Vero menghela nafas,pria itu menarik hati kedalam pelukan.
" Sekarang kamu aman " Ucap lelaki itu lembut.
Hani terus menangis menumpahkan kesedihannya,setelah gadis itu mulai baikan Vero melepas pelukan dan mengusap air mata gadis asing itu.
Vero sangat kasihan,pria itu bisa menebak bahwa Hani terperangkap di rumah bordil tempat para gadis2 disuruh melayani para lelaki hidung belang.
Hani masih sangat muda dan belia,gadis itu tak tau masalah besar yang sedang ia hadapi.
" Bisa kau lanjutkan ?" Tanya Vero lembut.
" Beberapa orang menarik ku keluar,aku tak bisa mengingat jelas aku terus berontak hingga pria itu membawa ku masuk mobil dan membuang ku dijalan karna tubuh ku penuh luka "
" Mereka pasti akan mencari mu " Kata Vero menghela nafas.
" Aku tidak mau kembali,aku mohon jangan bawa aku kesana,hidupku sudah sangat hancur,Ayah angkat ku selalu menyiksa ku dulu bahkan dia tak pernah memberi aku makanan yang layak,aku mohon kasihani aku Tuan " Ucap gadis itu bersimpuh dikaki Vero.
" Bagaimana cara aku menolong mu ?" Tanya Vero pusing.
" Tolong bawa aku pergi dari kota ini,aku tidak mau lagi tinggal di kota ini,mereka menghukum ku setiap hari,aku mohon " Ucap gadis itu tersedu sedu.
Vero menarik nafas panjang mencoba mencari jalan keluar.
" Jangan bersimpuh seperti ini,aku bukan bapak mu " Kata Vero mengangkat tubuh gadis itu mendudukkannya di sofa.
Gadis itu menurut dengan manik melas menatap Vero seolah benar2 meminta pertolongan lelaki baik itu.
Vero ikut menatap dan merasa nyeri melihat wajah Hani penuh luka,bukan hanya di wajah saja tapi tangan kaki Hani juga penuh bekas sabetan benda tumpul.
" Gue harus gimana nih masa bawa pulang ? kalo ketahuan Mama gimana ?" Batin Vero mulai bimbang.
Hany menunduk dalam melihat Vero seperti akan meninggalkannya sendirian.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.