
Sore hari David pulang kerumah dan mengernyit melihat cucu lelakinya sedang bermain seorang diri diteras rumah.
" Kakekk " Panggil Boy melambaikan tangan.
David tersenyum dan ikut melambaikan tangan.
" Kok kamu disini ?" Tanya David mendekat.
" Iya Kek,sama Mama " Jawab Boy.
" Mama disini ?" Tanya David mengernyit.
" Iya,udah izin sama Papa " Jawab Boy.
David mengangguk dan masuk kedalam.
" Sofia " Panggil David melihat cucunya membawa baskom berisi air.
" Kakek " Pekik Sofia heboh.
" Ehh jangan lari2 " Tahan David ngeri.
Sofia berhenti dan melihat air dibaskomnya tumpah sedikit.
" Kamu mau kemana ?" Tanya David bingung.
" Oh mau obatin Tante Kek " Jawab Sofia polos.
" Hah Tante siapa ?" tanya David terkejut.
" Em siapa ya tadi namanya ?" Gumam Sofia mengingat.
David langsung menuju kamar yg jarang tersentuh,pria itu terkejut disana ada Vero dan Laura.
" Siapa yg sakit ?" tanya David mendekat.
" Papa " Ucap Laura berbalik badan.
" Siapa yg....Hani " Kata David melotot.
" Iya Pa,Mama bawa Hani kesini,tadi dia pingsan " Kata Laura menghela nafas.
" Kenapa ?" tanya David mendekat.
Pria itu melihat Hani dan diam saat maniknya menatap punggung tangan Hani yg membiru.
" Dia habis dirawat dari rumah sakit Pa,tadi ketemu sama Mama dihalte dan dibawa kerumah,mungkin keadaannya masih lemah dan tadi mandi hujan juga " Kata Laura menjelaskan.
David diam lagi sambil melihat wajah Hani yg memang pucat.
" Sudah lama dia pingsan ?" tanya David.
" Lumayan Pa,mau dibawa kerumah sakit lagi kalo dia gak bangun sampe malam " Jawab Laura.
" Mama mana ?" tanya David tak melihat Cila.
" Masak " Jawab Laura menunduk.
David mengangguk kecil dan keluar dari ruangan.
Laura menghela nafas panjang,ia pikir lelaki tua itu akan memarahi mereka karna membawa Hani masuk kerumah,apalagi disana ada Vero dan Sofia yg mungkin akan membuncang emosi dan perasaan masing2.
" Kamu jaga Hani,Kakak mau telfon Kak Justin dulu " ucap Laura kepada Vero.
" Iya Kak " Jawab Vero mengangguk.
" Jangan diapa2in,awas kamu !" Ancam Laura tajam.
" Ck suuzon mulu sama aku,heran !" kata Vero kesal.
Laura tak mengubris dan keluar dari kamar.
Bukan tanpa alasan mereka tak mempercayai Vero perilah Hani,Laura sangat tau watak adiknya yg sering jahil.
Kini tinggallah Vero dan Hani diruangan itu.
__ADS_1
Vero diam melihat Hani yg terbaring lemah,hatinya terenyuh melihat sosok gadis malang tersebut.
" Apa kamu selama ini hidup bahagia Han ?" Tanya Vero lembut.
" Maaf aku gak bisa jaga kamu sperti janji ku dulu,aku tau kamu gadis yg kuat dan ceria " Lanjut Vero lagi.
Dengan berani,Vero mengambil tangan Hani dan mengusapnya lembut.
" Aku gak tau pelet apa yg kamu pake buat keluarga aku hingga mereka selalu peka sama kamu,padahal aku sendiri berusaha dengan keras lupain kamu " Kata Vero lemah.
" Cepat sembuh ya Han,kamu harus lanjutin hidup seperti yg kamu inginkan " Sambung Vero tersenyum.
Cekrek,,
Pintu kamar terbuka,Vero yg tersadar dirinya menggenggam Hani langsung melepas tangan gadis itu.
" Haiiisttt nih bocah bikin kaget aja !" Ucap Vero terkejut melihat anaknya sendiri.
" Papa lagi ngapain ?" tanya Sofia sambil membawa air yg disuruh Laura tadi.
" Gak ngapa ngapain " Jawab Vero gugup.
Sofia mendekat dan menyerahkan air tersebut.
" Buat apa ini ?" tanya Vero bingung.
" Mandiin Tante " Jawab Sofia polos.
" Apa !" Pekik Vero melotot.
" Ya aku gak tau buat apaan,tadi tante belum mandi " Kata Sofia mengingat.
" Hahaha mana mungkin Papa yg mandiin,bisa rontok iman Papa nanti " Kata Vero terkekeh.
" Emang kenapa bisa rontok ?" tanya Sofia lugu.
" Hmm kenapa ya ? pokoknya gak boleh " Jawab Vero mengusap kepala anaknya.
" Dulu Papa sama Mama mandi berdua gak rontok tuh " Kata Sofia bersedekap dada.
" Gak sih,cuma berisik aja dikamar mandi " Jawab Sofia santai.
Glek.....
Vero menelan ludah kasar,pria itu mencoba mengingat kejadian apa yg diucap anaknya.
" Dah ah,Papa gak inget " kata Vero mengalihkan.
Sofia mengangkat bahu acuh dan duduk melihat Hani.
" Kasihan ya Papa Tante ini,tadi aku sama Nenek ketemu dia dihalte bawa tas gede " Kata Sofia iba.
" Bawa Tas ?" tanya Vero terkejut.
" Iya,tasnya dikamar Nenek " Jawab Sofia.
" Dia pindah ?" tanya Vero deg degan.
" Gak tau,kita gak sempet ngobrol " Jawab Sofia polos.
Vero mangut2 mengerti,tak lama Laura dan Cila masuk lagi.
Vero langsung menyuruh anaknya untuk diam.
" Gimana Yank ? bawa rumah sakit gak ?" Tanya Cila kepada David.
" Suruh Dokter aja kesini " jawab David santai.
" Gak perlu kita yg kesana ?" Tanya Cila mengernyit.
" Ck gak perlu,nanti bayar lebih aja " Jawab David.
Cila melihat Laura,wanita itu memasang senyum mesem2 membuat David berlalu dari kamar.
" Tuh lihat,banyak kan duit Papa kalian " Kata Cila bangga.
__ADS_1
Laura terkekeh geli,Cila masih sempat2nya membuat situasi menjadi humor.
" Gak perlu kita yg kesana,Dokternya yg kesini " Kata Cila mengulang lagi ucapan David.
" elehh sombong " Cibir Vero.
" Ya apa gunanya duit coba kalo bukan buat dihabisin " Kata Cila terkekeh.
" Serahhh " Kata Vero malas.
Cila tertawa ngakak dan ajaib tawa wanita itu membuat tubuh Hani merespon.
" Eh eh Ma diem " kata Laura melihat respon Hani.
Gadis itu bergerak perlahan dan membuka matanya.
" Wahhh Hani udah bangun " Kata Cila takjub.
" Aku dimana ?" Gumam Hani melihat sekeliling sambil meraba kepalanya yg masih pusinh.
" Yankkkkk yankkk,gak jadi panggil Dokter " Teriak Cila berjalan keluar.
" Hani kamu udah sadar ?" tanya Laura mendekat.
" Kakak " Gumam Hani pelan.
" Iya,kamu dirumah Mama sekarang " Kata Laura tersenyum.
Hani melihat kesebelahnya dan kaget mendapati wajah Vero yg ikut tersenyum.
" Jangan senyum Pa,Tante takut,senyum Papa jelek " Kata Sofia memperhatikan Vero.
" Ck,iya gak senyum " Kata Vero berubah datar lagi.
Sofia terkekeh geli menutup mulutnya yg ingin tertawa ngakak.
" Syukurlah kamu sudah sadar,tadi kita mau bawa kerumah sakit " Kata Vero membuka suara.
" Maaf menyusahkan " kata Hani mencoba bangun.
Vero langsung sigap menolong,gadis itu tersentak saat tangan Vero merangkul pinggangnya.
Deg....
Jantung keduanya langsung berpacu,Laura yg melihat aksi tersebut terdiam dan melihat Sofia.
Bocah kecil itu masih menunggu kelanjutkan dengan mulut sedikit terbuka dan wajah polos.
" Duh ayo keluar " Kata Laura menyeret Sofia.
" Ehh mau kemana Bi ?" pekik Sofia terkejut.
" Temenin Boy main robot " Jawab Laura asal.
Brakkj....
Pintu tertutup rapat,Vero langsung tersadar dan melepas tangannya membuat Hani terjatuh dan menghantam bantal dibawahnya.
" Aduhhh " Ringis Hani kembali pusing.
" Duh maaf,aku gak sengaja " kata Vero kelabakan.
Hani mengusap wajahnya dan melihat lelaki itu kesal.
Ia ingin marah dengan kecerobohan Vero,tapi ia juga merasa tak tega melihat wajah aneh lelaki itu.
" Maaf Han,tadi aku kelepasan " kata Vero salah tingkah.
Hani menghela nafas panjang dan mengangguk pelan.
Tangan pria itu seketika tremor setelah memegang sebagian tubuh mantan kekasihnya tersebut.
" Astaga Ver,lo lemah bangett cuma gitu doang langsung baper njirrr,sadarr dongg !" Hujat Vero kepada dirinya sendiri.
❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.