
Vero mendekati seorang pria yg sedang sibuk melihat mesin motornya.
Lelaki muda itu terlihat kesal dengan rambut sedikit acak.
" Arsyad " Panggil Vero mendekat.
Arsyad menoleh dan menghela nafas panjang.
" Bang Vero " Tegur Arshad mendongak.
" Iya,kenapa motor lo ?" tanya Vero.
" Gak tau Bang,mogok tiba2 " Jawab Arsyad.
" Kenapa gak bawa bengkel ?" tanya Vero lagi.
" Gak ada duit Bang " Jawab Arsyad.
" Eh lo kan anak....
" Bang tolongin dong " Potong Arsyad cepat.
Vero melirik gadis yg duduk depan ruko dengan tangan berpangku di dagu.
" Emang kalian berdua sama2 gak bawa duit ?" tanya Vero sedikit berbisik.
" Gak tau dia,aku gak tanya " Jawab Arshad melirik.
" Astaga Syadd,bikin malu bapak lo doang " Cibir Vero.
" Mama gak kasih,aku lagi dihukum " kata Arshad kesal.
" Pasti ketahuan pacaran ya ?" Tebak Vero.
" Gak,karna gak jemput Angel " Jawab Arshad malas.
" Beh kalo itu mah kamu dalam masalah besar " Kata Vero ngeri.
" Iya,tau sendiri Angel gimana " kata Arshad ketus.
Vero mengangguk paham,anak Bibinya satu itu memang ajaib,Angel seperti punya kekuatan sendiri dikeluarga besar.
" Terus cewek itu gimana ?" tanya Vero melihat gadis yg masih diam melihat mereka.
" Pinjem uang Bang,dia naik taxi aja " Jawab Arshad.
" Itu pacar apa temen ?" tanya Vero penasaran.
" Awalnya gebetan,tapi kayaknya gak jadi " Jawab Arshad pelan.
" Lah kenapa ?" tanya Vero lagi.
" Gak btuh " Jawab Arshad ambigu.
" Hadeeehhhhh,kamu sih ada mobil mau bawa motor,mana mogok lagi,cewek mana yg mau " Kata Vero heran.
Arshad diam tak menjawab.
Awalnya pria muda itu memang ingin membawa mobil saat kuliah,tapi berhubung ia ingin kerumah temannya jadilah pria itu membawa motor saja.
Vero mengeluarkan dompetnya dan menyerahkan beberapa uang lembar merah.
" Segini cukup ?" tanya Vero.
" Iya Bang,nanti di tf Papa ya " Jawab Arshad terkekeh.
" Ambil aja " Balas Vero santai.
" Mana bisa gitu Bang,gak mau utang " Kata Arshad kaget.
" Bapak lo ngasih lebih dari ini,udah anggap aja Abang sedekah " kata Vero menepuk bahu pria itu.
__ADS_1
Arshad mengangguk tersenyum,pria itu pun mendekati gadis tadi.
" Kamu pulang sendiri ya,aku gak bisa anter " Kata Arshad menyerahkan uang 100 ribu.
" Terus kamu gimana ?" tanya gadis itu menerima uang.
" Aku mau kebengkel dulu " Jawab Arshad.
" Oh ya udah,aku pulang duluan ya,ada acara juga dirumah " Balas si gadis.
Arshad mengangguk,gadis itu pun merapikan dirinya dan berlalu.
Saat melewati Vero,gadis itu tersenyum manis apalagi Vero terlihat tampan dengan setelan kerjanya.
Arshad yg melihat pemandangan itu berdecih pelan,ia merasa salah sasaran.
Setelah gadis itu pergi,Vero mendekati Arshad lagi.
" Wah2 Syad,dapat dimana gadis cakep kayk gitu ?" tanya Vero menggoda.
" Banyak Bang dikampus " Jawab Arshad sambil mencoba lagi menghidupi motornya.
" Hati2 lo milih pasangan,ntar gak direstuin Tuan besar " kata Vero menasehati.
Arshad terkekeh pelan.
" Ya udah,ayok Abang anter " Kata Vero tenang.
" Gak usah Bang,aku dorong aja disitu ada bengkel " Kata Arsyad menunjuk sebrang.
" Lah kenapa gak dianterin dari tadi ?" tanya Vero kaget.
" Kan gak ada duitnya,malu lah " Jawab Arshad.
" Astaga nih anak " Gumam Vero menepuk jidat.
Arshad tertawa dan mulai mendorong motor.
" Baru kali ini lihat anak orang kaya tapi gak ada duitnya " Gumam Vero takjub.
Karna Arshad tak butuh pertolongan lagi,Vero pergi dari sana melanjutkan acara menjemput sang putri sebelum Sofia mengamuk.
Arshad terus mendorong motornya,lelaki itu terlihat sangat tenang.
Beberapa pungguna jalan melihat kearah lelaki itu dengan wajah takjub,bagaimana tidak Arsyad begitu tampan dan dari segi pakaiannya juga bisa diancungi jempol.
Diseberang jalan,seorang gadis terlihat menggendong tas besar.
Seorang wanita parubaya menemani gadis itu dengan wajah takjubnya.
Yap,Sania datang ke kota bersama sang ibu untuk pertama kalinya.
" San,rame banget ya " Ucap sang ibu terlihat udik.
" Iya Bu,kota emang gini,rame gak kayak dikampung " Balas Sania tersenyum.
" Terus ini kita mau kemana ?" tanya Sang ibu bingung.
" Kita jalan aja kesana buat cari angkot " Jawab Sania menunjuk kejalan keluar pangkalan bis.
Si Ibu mengangguk dan mulai berjalan.
Sania terlihat memegangi tangan ibunya karna gadis itu takut sang ibu hilang.
Setelah keluar,Ibu Sania kembali dibuat takjub dengan pemandangan sekitar.
motor mobil terlihat sangat teratur dijalan raya.
Manik Sania terus melihat kiri kanan,saat keduanya akan menyebrang jalan,dari arah yg cukup dekat manik gadis itu melihat seorang pria sedang duduk dibengkel sambil bermain ponsel.
" Hah itu kan abang yg dulu " Ucap Sania mencoba mengingat.
__ADS_1
" Ehh mau kemana ?" tanya Sang Ibu kaget saat Sania akan berjalan kedepan.
" Ibu tunggu disini ya,Sania kesana dulu " Jawab Sania melepas tangan Ibunya.
" Kemana San ? ibu takut sendiri " Balas wanita tua itu menggeleng.
" Gak kok Bu,cuma kebengkel situ tanya jalan " Kata Sania beralibi.
Sang ibu melihat telunjuk anaknya dan melepas tangan gadis itu.
" Jangan lama ya " Kata Ibu Sania mengizinkan.
Sania mengangguk kecil,gadis itu mulai berjalan mendekati bengkel yg kebetulan sedikit ramai.
" Bang " Panggil Sania langsung menegur.
Pria yg ditegur mendongak dan terkejut melihat seorang gadis didepannya.
" Iya ?" Jawab Arshad mengernyit.
" Kita ketemu lagi " Kata Sania tersenyum.
Arshad makin mengernyit tak mengenali gadis itu.
" Em Abang ngapain disini ?" tanya Sania tanpa malu.
" Kamu siapa ?" Tanya Arshad berdiri.
Semua orang menoleh kearah keduanya,Sania melihat sekeliling dan tatapan orang2 melihat kearah dirinya.
" Em aku Sania,Abang udah lupa ya ?" tanya Sania menggaruk kepala malu.
" Apa kita pernah kenal ?" tanya Arshad tak mengingat gadis itu.
" hm gak juga sih " jawab Sania.
Bisik2 mulai terdengar mengatai Sania sok kenal sok dekat dengan orang,apalagi penampilan gadis itu berbeda jauh dengan penampilan Arshad yg khas anak kota.
" Hm ya udah,em aku kesana dulu " Kata Sania tak enak hati.
Arshad mengangguk pelan,pria itu masih mencoba mikir siapa gadis yg menegur dirinya.
Sania kembali melangkah,gadis itu terlihat malu karna Arshad tak mengenal dirinya padahal Sania begitu ingat wajah lelaki yg telah menolongnya tempo dulu.
" Gimana ?" tanya Ibu Sania tak sabaran.
" Hm mereka bilang kita naik angkot aja " Jawab Sania menunduk.
" Ya udah ayok,Ibu juga udah capek pengen istirahat " Balas sang Ibu tersenyum kecil.
Sania menghela nafas dan mengangguk pelan.
Keduanya pun menyebrang jalan,dari kejauhan Arshad melihat gadis dan ibunya tersebut dengan tatapan bingung.
Ia masih berusaha mengingat,tapi Arshad seperti lupa bahwa ia pernah menolong gadis remaja tersebut.
Beberapa saat menunggu,Sania dan ibunya naik angkot yg berhenti didepan mereka.
Keduanya langsung menuju ke lokasi dimana Histi berada.
" Sudah Bang " ucap si pmilik bengkel menegur Arshad yg terlihat melamun.
" Oh ya berapa ?" tanya Arshad mengambil uang disaku.
" 100 ribu " Jawab pemilik bengkel.
Arshad mengangguk dan memberikan 1 lembar duit merah.
Lelaki itu langsung pulang kerumahnya sambil memikirkan gadis asing tadi.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.