
Ditempat lain,seorang pria terlihat jatuh sakit setelah mendengar bahwa pujaan hatinya menikah dengan orang lain.
Yap,Daniel tak enak badan setelah mendapat kabar bahwa Hani sudah menikah dengan Vero dalam waktu yg begitu singkat.
Lelaki itu mendapat kabar tersebut dari adiknya sendiri yg kebetulan teman Ridho menjadi tukang foto diacara tersebut.
" Daniel " Panggil sang ibu memasuki kamar anaknya.
Daniel menoleh dan diam menatap wanita itu tersenyum kecil sambil membawa semangkuk bubur.
" Udah enakan ?" tanya sang ibu khwatir.
" Udah Bu " Jawab Daniel berbohong.
" Ini ibu buatkan bubur buat kamu,cepat sehat ya Nak " kata Wanita itu lembut.
" Iya Bu,gimana dengan Zini ?" tanya Daniel teringat anaknya.
" Zini gak pulang,dia dibawa Ridho malam tadi " Jawab Wanita tersebut.
" Kemana ?" tanya Daniel mengernyit.
" Jalan2,Kakeknya mau Zini ikut mereka tapi Ridho gak ngasih " Jawab wanita bernama Jumilah tersebut.
" Jangan Bu,keadaan lagi gak mendukung " Balas Daniel terkejut.
" iya makanya Ridho gak mau,mantan mertua kamu lagi di slidik sama orang2 mereka "Kata Jamilah ngeri.
" ya semua orang lagi berkasus saat ini,Nial juga lagi dicari sama polisi " Jelas Daniel.
" Huhhh sebenarnya Ibu menyesalkan ini terjadi Nak,tapi ya apa boleh buat kamu juga ingin punya pilihan sendiri " Kata Jamilah menghela nafas.
" Maafin Daniel Bu,semua karna aku " Kata Daniel merasa bersalah.
" Gak papa,kita mulai lagi semuanya dari Nol,kamu juga harus bisa jadi Ayah yg baik untuk Zini " Kata Jamilah menyemangati anaknya.
" Iya Bu " Balas Daniel paham.
Lelaki itu pun disuruh makan,Daniel yg sedang kacau belum sepenuhnya bisa berfikir positif,rasa sakit ditinggal kawin oleh Hani masih menyayat.
" Aku harus bertemu Hani dan meminta semua penjelasan ini " Batin Daniel tegas.
Siang harinya,Zini pulang kerumah.
Seperti ucapan sang ibu,bocah itu dibawa pamannya bermain tak kenal waktu.
" Papaa " Panggil Zini melihat Daniel sedang main laptop.
Daniel menoleh dan melepas pekerjaannya sejenak.
" Halo anak Papa " Sapa Daniel merentangkan tangan.
Gadis kecil itu berlari dengan hati2 dan menangkap tubuh tegap Daniel.
" Kamu dari mana aja sayang ?" tanya Daniel penuh ceria.
" ain " Jawab Zini tersenyum.
" Kamu bawa Zini kemana ?" tanya Daniel melihat sang adik.
" Ke puncak,kasian kalo dirumah nanti setres " jawab Ridho sambil membuka jaketnya.
Daniel memeriksa kening sang anak untuk memastikan Zini baik2 saja.
" Aman Bang,gue pakein dia jaket tebal " Kata Ridho jengah
" Dia masih kecil Do,kamu harus hati2 " kata Daniel khawatir.
" Iyaaa " Jawab Ridho berlalu.
__ADS_1
Daniel menghela nafas dan kembali melihat anaknya.
Gadis kecil itu tumbuh dengan sehat,Zini sangat ceria seperti tak punya beban apapun.
" Udah makan ?" tanya Daniel menganjak putrinya ngobrol..
" Dah " Jawab Zini mengangguk.
" Makan apa ?" tanya Daniel lagi.
" Bubui " Jawab Zini mengingat.
" Bubui ?" Ulang Daniel.
Zini mengangguk cepat.
" Waah hebatnya anak Papa udah pinter ya " kata Daniel gemas.
Zini tersenyum malu dan kembali memeluk gadis itu.
Meski dulu Daniel sempat kesal dengan kehamilan Nial tapi kini setelah bayi itu lahir dan tumbuh besar,Daniel sangat menyayangi gadis itu.
" Nanti kita jalan2 ya,mau gak ?" tanya Daniel lagi.
" au Pa " Jawab Zini mengangguk.
Daniel kembali tersenyum dan melayangkan banyak kecupan diwajah gadis kecil tersebut.
Dari jauh,sang ibu menatap anak cucunya dengan wajah sedih bahagia.
" Semoga kalian selalu sehat dan saling melengkapi Nak,Doa ibu selalu menyertai kalian " Ucap wanita itu menahan tangis.
Jika diflashback lagi,kehidupan mereka banyak berubah apalagi sejak Daniel dengan berani menentang bapaknya.
Wanita itu baru sekarang melihat Daniel benar2 menjadi dirinya sendiri dan terlihat tak ada kekangan.
Putra sulungnya tersebut sudah banyak mengalami hal2 yg diluar dugaan tapi Daniel begitu tegar menghadapi semuanya sendirian.
Lelaki itu merasa bersalah dengan apa yg telah ia lakukan.
" Huhhh semoga ini akhir segalanya " Gumam Ridho berharap.
Lelaki itu melakukan hal yg diluar perkiraan,dengan berani Ridho membawa Zini bertemu Nial tanpa sepengetahuan keluarganya.
Yap,Ridho tau dimana Nial berada dan dengan beraninya wanita itu meminta Ridho untuk membawa putrinya.
Flashback On.
Malam hari saat Ridho dan Zini sedang bermain api unggun bersama teman2 Ridho,tiba2 Nial datang menghampiri lelaki itu.
Ridho kaget bukan main karna sebelumnya ia sudah menolak untuk bertemu.
" Aku ingin anak ku " Ucap Nial menggendong Zini.
Semua orang melihat kearah wanita bertopi tersebut dengan wajah aneh.
" Lo gak berhak atas Zini " Kata Ridho tajam
" Kamu yg gak berhak ! Zini anak ku dan aku ibunya " Balas Nial sengit.
" Ya Zini memang anak mu tapi kau sudah menelantarkan dia " Lawan Ridho geram
" Mama " Ucap Zini mengenali Nial.
" Iya sayang,ini Mama kamu pulang sama Mama ya " kata Nial merengkuh anaknya.
Zini mengangguk meski ia belum mengerti apa maksud Nial.
" Jangan bawa Zini kemana pun !" Ucap Ridho tegas.
__ADS_1
" Jangan menghalangi ku " Kata Nial tajam.
" Lo benar2 kelewatan ya,kemarin lo yg bilang sama Kakak gue kalo lo mau taruh Zini di panti asuhan !" kata Ridho emosi.
Nial diam,semua teman Ridho kaget dengan ucapan lelaki itu.
" Jadi dia istri abang lo Do ?" tanya seorang gadis seumuran mereka.
" Mantan " Jawab Ridho malas.
Gadis itu melihat Nial dengan manik menyelisik,wajah tak suka tertampang jelas disana.
" Aku gak perduli dengan semua bacotan kalian,aku mau bawa Zini pulang bersama ku " Kata Nial santai.
" Lo gakk sadar sekarang jadi buronan ?" tanya Ridho heran.
Nial diam sejenak.
" Emang dia buron kenapa ?" tanya Teman Ridho terkejut.
" Penculikan dan menganiayaan,pasal berlapis dia " jawab Ridho.
" tutup mulut mu !" Teriak Nial tak suka.
" Kenapa ? Marah ? Emang kenyataannya gitu,gara2 lo juga Bokap lo jadi tersangka " Kata Ridho menggeleng
" Apa !" Pekik Nial terbelalak.
" Lo gak bisa kabur lagi Nial,polisi bakal nangkap lo dan bapak lo " Kata Ridho terkekeh.
Seketika Nial melepas putrinya membuat gadis kecil itu sedikit terempas ke tanah.
" Ehh jangan main banting dong " Kata teman Ridho geram sambil mengangkat tubuh gadis kecil itu.
Nial mundur perlahan masih dengan wajah syoknya.
" Semua penyebabnya adalah lo,kebencian dihati lo itu membuat keluarga lo hancur tak tersisa " Kata Ridho makin memojokkan Nial.
" Papa " Ucap Nial berkaca kaca.
" Sekarang lo mau ambil Zini,ambil tuh anak,bawa dia ikut sama lo " Kata Ridho santai.
Nial melihat Zini lagi,gadis kecil itu memperhatikan dirinya dengan manik yg begitu polos.
" Ngak " Ucap Nial menggeleng.
" Kenapa Nga,bawa dia itu anak lo dan terserah lo mau apain dia " kata Ridho lagi.
" Apa Daniel tidak perduli dengan Zini ?" Tanya Nial berkaca kaca.
" Gak ada yg perduli sama anak lo " Jawab Ridho asal.
Seketika Nial meneteskan air mata,wanita itu langsung berlari meninggalkan semua orang.
" Woiiii anak lo ketinggalan !" Teriak Ridho.
" Mama huaaaaa huaaaaa " Zini langsung menangis ditinggal lagi oleh ibunya.
" Cup cup sayang " Kata Teman Ridho menenangkan gadis malang tersebut.
" Emang bresngsk tuh cewekkk anaknya main tinggal aja,gak ada rasa kasihan2 nya !" Gerutu Ridho kesal.
" huaaaa huaaaaaa " tangis Zini makin kencang.
Ridho menatap keponakannya dan menghela nafas panjang.
" Paman gak akan biarin kamu sama Ibu gila mu itu sayang " Ucap Ridho mencoba menenangkan Zini.
Flashback Off...
__ADS_1
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.