
Seharian dirumah bersama Hani membuat Vero canggung.
Lelaki itu bingung harus melakukan apa karna ia sudah lama tak berduaan dengan perempuan apalagi dirumah itu hanya ada mereka saja.
Sofia ikut neneknya karna memang sedang masuk waktu libur.
Malam ini,keduanya diam didepan Tv dengan keheningan masing2.
Hani bersikap biasa meski merasa deg degan.
Walaupun dulu mereka sempat pacaran dan sekarang menikah.
Kondisinya sangatlah berbeda,Vero yg dulu juga berubah tak seperti yg lampau.
Lelaki itu kini banyak diam begitupun Hani yg memang gadis pendiam.
" Ehem " Dehem Vero sejenak.
Hani menoleh sebentar dan menelan ludah kasar.
" Kamu gak makan ?" tanya Vero membuka obrolan.
" Kamu mau makan ?" tanya Hani balik.
" Aku masih kenyang " Jawab Vero.
Hani mengangguk mengerti.
Keduanya kembali diam dengan isi pikiran masing2.
" Maaf kalo aku nyusahin kamu " Kata Vero serius.
" Gak kok " Balas Hani.
Pria itu tersenyum,Hani menggeser bokongnya mendekati Vero.
" Kamu nyaman kayak gini ?" tanya Hani.
" Aku ingin ke kamar " Jawab Vero.
Deg...
Jantung Hani seketika berdetak kencang mendengar permintaan Vero.
" Kenapa ?" Tanya Vero melihat Hani pucat.
" Hm gak papa " Jawanb Hani mencoba tenang.
" Ayo " Ajak Vero lagi.
Deg deg deg...
Jantung Hani makin tak karuan,wanita itu terlihat gemetar dan takut dengan ajakan sang suami.
Vero terkekeh geli,ia tau apa yg sedang Hani pikirkan saat ini.
Lelaki itu bangun dan langsung memegang kepalanya.
" Vero " Panggil Hani panik.
" Gak papa " Kata Vero mengibas sedikit tangannya.
" Hati2 " Kata Hani takut.
Vero mengangguk pelan,Hani membantu lelaki itu berjalan karna kondisi Vero masih belum stabil.
Keduanya menuju kamar mereka,Hani membaringkan Vero diranjang dengan perlahan.
" Mau kemana ?" tanya Vero saat dirinya sudah menyentuh kasur.
Hani yg ingin pergi tertahan oleh lelaki itu.
" Mau matiin Tv " Jawab Hani mengingat.
Vero diam sejenak dan melepas tangan Hani.
" Jangan lama lama " Kata Vero membenarkan tidurnya
Hani mengangguk pelan dan mundur.
Wanita itu terlihat belum siap dan Vero bisa mengetahuinya meski sang istri tak bicara.
" Sabar ya Jon,belum saatnya kamu tampil " Ucap Vero terkekeh sambil mengusap lembut miliknya.
__ADS_1
Lelaki itu menarik selimut dan mematikan lampu kamar.
Vero merasa lelah,kepalanya masih sakit dan perutnya terasa pedih.
Ntah apa yg para napi itu makan sampai bisa membuat mereka keracunan tapi Vero merasa bersykur juga karna dengan kejadian itu dirinya bisa pulang kerumah meski sedikit kecewa lantaran sang anak tak ada.
Didapur,Hani sudah meminum 2 gelas air putih.
Rasa canggung dan bingungnya membuat gadis itu gelisah.
Ntah mengapa Hani merasa tak nyaman padahal ia sudah menunggu moment ini sangat lama apalagi Vero akan pergi lagi nanti.
" Duhhh Hannnnn,tenang napaa Vero gak ngapai2n kok,dia aja lagi sakit " Gumam Hani menyadarkan dirinya.
Seperti ada 2 malaikat yg membisiki gadis itu.
Hani terus mengambil air digalon hingga suara Vero terdengar.
" Iyaaaa " Jawab Hani buru2 berlari.
Mau tak mau Hani harus masuk kekamar tersebut
Terlihat lampu kamar sudah mati hanya menyisakan 1 lampu tidur disebelah Vero.
" Udah mau tidur ?" tanya Hani basa basi.
" Emang mau ngapain lagi ?" Tanya Vero balik.
Deg...
Hani tersentak dan memilih diam.
" Sini " Kata Vero melambaikan tangan
Hani mendekat meski sedikit ragu.
Wanita itu naik keatas ranjang dan bebaring dengan hati2.
" kamu takut ya ?" Tanya Vero membaringkan badannya kesbelah Hani.
" Takut kenapa ?" tanya Hani melihat ke atap2 kamar.
" Takut aku serang " Jawab Vero terkekeh.
Deg...
" Kita udah halal kan,jadi aku berhak atas kamu " Lanjut Vero.
Hani diam tak bisa ber wordword.
Hening...
Keduanya kembali diam,Vero terus melihat wajah Hani yg enggan melihatnya.
Perlahan tangan Vero terangkat mengambil tangan Hani yg belum tertutup selimut.
Hani tersentak dan seketika menoleh.
Blush....
Wajah Hani bersemu melihat Vero tersenyum manis kepadanya.
" Rileks " Ucap Vero lembut.
" Maaf " Kata Hani merasa bersalah.
" Kenapa ?" tanya Vero tersenyum.
" Aku masih belum siap " Jawab Hani
" Siap apa ?" Tanya Vero lagi.
Hani tak menjawab.
Vero mendekatkan kepalanya dan menyatukan ke kepala Hani.
" Kau takut ?" Tanya Vero
" Aku merasa masih trauma " Jawab Hani.
" Dengan ku ?"
" Bukan,aku merasa ngga pantas buat kamu " Kata Hani sedih.
__ADS_1
" Hei sayang " Panggil Vero lembut.
Wajah gadis itu ditolehkan kearah Vero,Hani diam menatap wajah tenang istrinya.
" Kita sudah sejauh ini dan aku gak mau lagi kamu ingat2 yg sudah karam !" Kata Vero tegas
" Maaf " Ucap Hani menunduk.
Vero menghela nafas,tangan keduanya bertaut dan Hani menyenderkan tubuhnya ke tubuh pria tersebut.
" Terima kasih sudah memilih aku " Kata Hani bersyukur.
" Harusnya aku yg berterima kasih karna sudah bertahan sejauh ini " Balas Vero.
Hani tersenyum,wanita itu dengan berani memeluk Vero membuat Vero menahan tawanya.
" Kamu sangat mudah dikelabuhi " Ucap Vero menyentil kening Hani.
" Hah " Kata Hani kaget.
" Baru diginiin aja kamu udah luluh,ohh aku padahal belum mengeluarkan jurus yg asli " kata Vero menggeleng pelan.
" Apa maksud mu ?" Tanya Hani bingung.
" Aku pikir kau akan jual mahal kepada ku,atau menolak ajakan ku " Kata Vero tertawa.
" Hei itu dosa !" Kata Hani menampar lengan Vero.
" Heii,kau berani memukul suami mu " Kata Vero melotot.
Pletak...
Hani makin menjadi dengan menjitak kepala pria itu.
" Kau benar2 ya !" kata Vero terkejut.
" Hahah,aku ingin membalaskan dendam ku " Kata Hani tertawa jahat.
" Kau dendam kepada suami mu sendiri ckck " Decak Vero tak percaya.
Hani menaiki tubuh Vero dan duduk diperut lelaki itu.
" Hani aaakk beratt " Pekik Vero kelabakan.
Hani malah berjinjit membuat Vero panik.
" Hanii aku akan mati jika kau seperti ini " Kata Vero menampar lengan wanita itu.
Hani makin girang,gadis itu mencubit2 perut Vero membuat Vero kegelian dan sulit melawan.
" Rasakan ini hiyaa hiyaaa " kata Hani seperti menunggangi kuda.
Vero tak sanggup dengan tingkah istrinya,wanita itu terasa berat karna bobot Hani cukup berisi.
Tak tahan lagi,dengan kekuatan yg tersisa lelaki itu membalikkan posisi membuat Hani syok.
" aaaaaa " pekik Hani heboh.
Gadis itu berontak tapi Vero menaiki badannya dan bertumpu dengan tangan.
" Vero lepas !" kata Hani mengibas tangannya.
" Nggak,aku harus membalaskan apa yg kamu lakukan barusan " Kata Vero tajam
" Hei aku bisa mati " kata Hani melotot.
" Maka matilah bersama " Balas Vero tertawa jahat.
" Nooo aku masih mudaa,aku gak mau mati duluaannn " pekik Hani.
" Oh jadi kalo aku mati duluan kamu bisa kawin lagi gitu !" Kata Vero tajam
" Iya lah,ngapain nungguin kamu " Balas Hani
Darah Vero mendididh,lelaki itu mencekal tangan Hani dengan erat membuat Hani makin berontak.
" Sebelum aku mati,aku pastikan kamu bakal punya banyak anak untuk mengurusi mayatku nanti !" Bisik Vero berdesis.
" Apa !" Pekik Hani terdiam seketika.
Vero tersenyum smirk,detik berikutnya suara gaduh kembali terdengar.
" Veroooohh aakhhhh "
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.