Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Ketemu Camer


__ADS_3

Kebesokan malam nya seperti keinginan Beni,Reno membawa David menghadap calom mertua lelaki itu.


" Bang,gue bakal selamat kan ?? Tanya David sedikit ngeri.


Reno tertawa dan mengangguk kecil.


" Tenang aja,Ayah Cila baik kok cuma ya agak garang lah " Kata Reno terkekeh.


David tak tenang,tangan nya berkeringat dingin karna takut,apalagi sebelum nya Reno sudah menceritakan secara gadis besar kepada David tentang Ayah Cila.


Flasback On


David sedang bekerja dengan serius di toko bahan kue,pria itu tanpa lelah mengangkut karung2 besar di punggung nya,karna memang itulah tugas nya menjadi kuli pikul bersama Rehan,sahabat nya.


Tanpa sepengetahuan David,Reno sudah memperhatikan dia sejak tadi,pria itu duduk diam di dalam mobil sedannya yang terparkir di seberang toko yang menghadap langsung kearah David yang mengangkut karung dari mobil pick up.


Reno hanya diam saja memperhatikan setiap gerak gerik pria itu.


" Ternyata kamu memang pekerja kerad Vid " Gumam Reno lirih.


Pria itu sengaja ingin melihat langsung David bekerja,karna selama ini Reno hanya menerima laporan dari bawahan nya saja tentang pekerjaan David.


Karna ingin membawa David menghadap Beni,maka dari itu Reno rela menjadi pengintai hari ini untuk memastikan bahwa pria itu memang layak dengan Cila agar Reno tak menyesal di kemudian hari.


" Saya akan turun dulu Pak " Kata Reno kepada supir nya.


" Biar saya saja Tuan,jika Tuan ingin membeli sesuatu " Kata supir Reno tak enak.


" Ngak usah,ini untuk istri saya "


Pria itu langsung turun saat pintu mobilnya dibuka oleh supir.


Reno melangkah dengan sangat elegant masuk kedalam ruko terbilang besar dan ramai pengunjung itu.


" Selamat datang Tuan,ada yang bisa saya bantu ?? Tanya Pelayan toko itu ramah.


Reno melepas kaca mata hitam dan dan menyampirkan di jas mahal yang dia pakai.


" Tolong bungkuskan ini semua " Titah Reno memberi kertas yang sudah penuh coretan tangan sang istri.


" Siap Tuan " Kata perempuan itu patuh.


Reno melihat2 ruko tempat David bekerja dengan seksama,hingga maniknya melihat David yang sedikit berlari membawa bungkusan gula di tangan nya.


" Ini gula nya " Kata David menyerahkan kepada perempuan tadi.


" David " Panggil Reno .


Pria itu menoleh.


Deg...


David terkejut dan langsung menunduk hormat.


" Kok Abang bisa ada disini ?


" Iya,Abang kebetulan lewat "


" Oh,ya udah saya bekerja dulu Bang " Pamit David berbalik.


" Ada yang ingin saya bicarakan "

__ADS_1


David kembali melihat Reno dan mengernyit bingung.


" Ada apa Bang ?


" Mari ikut saya " Titah Reno tegas.


" Saya ngak bisa Bang,saya sedang kerja." Tolak David tegas.


" Nanti orang saya akan meminta izin kamu " Kata Reno tegas.


David menegang,tak lama datang seorang pria yang juga memakai pakaian formal.


" Urus semua nya " Titah Reno,langsung berjalan keluar.


" Silahkan Tuan " Kata pria itu menunduk hormat kepada David.


David menoleh kebelakang,terlihat disana Rehan bertanya dengan gerakan bibir,dibalas David dengan gerakan bibir juga dan menujuk Reno.


Kini mereka sudah berada di depan ruko milik Rendi.


" Kita mau apa Bang ? Tanya David heran.


" Ayo masuk " Titah Reno tegas.


Pria itu menghela nafas dan mengikuti Reno lagi masuk ke ruko yang terlihat sedikit mewah,menjual perlengkapan pria.


Pri yang sedang bermain dengan anak nya itu pun kaget saat melihat Reno masuk kedalam.


Mereka bertegur sapa,Reno meminta Rendi untuk memilihkan pakaian yang bagus untuk David.


Meski sama2 canggung dan Rendi kebingungan,pria itu pun terjun langsung memilih barang2 yang bagus untuk David, yang pastinya Rendi memberi yang terbaik untuk pria yang dibawa Reno itu.


Reno bercanda ria dengan Zaiva yang kebetulan mengikuti sang Papa bekerja.


David pun sedikit risih karna malas memakai aksesoris2 ditubuhnya meski itu hanya jam dan sepatu mahal.


" Bang,maaf ini buat apa ya gue ngak punya jiwa model kalo mau difoto " Kata David lirih.


Reno tertawa renyah dan mengusap pundak pria itu.


" Lo bakal ketemu calon mertua bukan jadi model pakaian "


" Astaga " Pekik David kaget.


Rendi hanya diam saja tak enak bertanya meski mulut nya sudah gatal,Zaiva pun demikian,gadis itu hanya melihat saja dengan mulut penuh makanan yang dibeli Reno untuk nya.


" Bang gue ngak punya duit,gue belum gajian " Bisik David lagi.


Reno cuek saja dan memberi kartunya kepada Rendi.


" Dihitung semua nya Ren " Kata Reno tegas.


" Ngak usah Bang " Kata Rendi menolak.


" Ck,udah loe juga butuh uang buat beli susu Zaiva,cepetan Abang banyak kerjaan ini " Kata Reno memaksa.


Rendi cengengesan dan melihat kearah putri nya yang sibuk memakan snack2 sehat yang dibeli Reno.


Pria beranak 1 itu pun berjalan kekasir dan mengambil tagihan Reno,tak lupa Rendi memberi diskon yang besar,hingga Reno hanya membayar separuh saja dan itu tanpa sepengatahuan pria itu,karna sudah dipastikan Reno akan marah jika tau.


Flashback Off.

__ADS_1


Kini mereka sudah berada didepan rumah sederhana berlantai beton biasa ber cat biru cerah.


David mengernyit bingung mereka sedang berada di rumah siapa.


" Ini rumah calon mertua kamu " Kata Reno menjawab kebingungan pria itu.


Deg....


David terkejut bukan main.


" Kok bisa Bang ? Tanya David heran.


" Ya bisa lah,ini memang rumah ny,ayo turun kita sudah ditunggu " Ajak Reno trun dari mobil.


David mengangguk meski kebingungan terus berputar di otak nya.


" Assalamualaikum " Salam Reno masuk kerumah itu.


" Waalaikumsalam " Jawab Mereka serempak.


Beni keluar dari rumah menyambut Reno,David masuk dengan langkah gemetar.


Pria itu menyalami tangan sang calon mertua.


" Ayo duduk " Titah Beni tegas.


David mengangguk kecil.


Sintia dan Nisa keluar dari dapur ikut duduk disana.


David menunduk takut melihat tatapan Beni yang seolah menghunus bola.mata nya.


" Siapa kamu ? Tanya Beni tajam.


" S saya Da David Om " Kata David gemetar.


" Yah,ngak usah gitu napa,kasihan tu dia takut " Kata Sintia menepuk paha pria itu.


Beni terkekeh pelan melihat expresi wajah mereka yang tegang,Beni memang sengaja mengerjai David.


" Hehe maafin saya ya,saya cuma bercanda " Kata Beni tersenyum.


David menghela nafas lega dan mengangguk kecil.


Cila keluar dari kamar sudah dengan riasan yang cantik.


Gadis itu seketika takjub melihat pria yang menjadi calon suami nya itu.


" Astaga ganteng bangeeeeetttt " Batin Cila ingin berteriak.


" Oh my God " Pekik Ana ikut kaget melihat David yang sangat tampan.


" Ya ampun Kak,Abang David biar nikah sama aku aja ya,Kakak ngalah ya sama Ana pleasseee " Kata Ana memelas.


" Heh enak aja,dia milik Kakak,ngak lihat nih " Kata Cila tak terima dan menunjukkan cincin nya.


Ana mengkrucut kesal karna kalah saing dengan Kakak nya itu.


" Kalo liat dia begini mah,aku rela jadi istri nya meski dia belum menyukai ku,aku akan berusaha merebut hati nya " Gumam Cila tertawa jahat.


Entah mengapa hati nya merasa deg degan melihat senyum pria itu,meski terlihat canggung tapi Cila suka,apalagi perempuan itu juga melihat senyum Ayah dan Bunda nya,Cila semakin yakin mau menikah dengan pria sederhana itu.

__ADS_1


" Tunggu aku David,aku akan membuat mu bertekuk lutut kepada ku waahaha " Batin Cila mempunyai target yang harus ia capai.


__ADS_2