Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Hm


__ADS_3

Tak terasa waktu liburan habis,semua orang balik ke kota untuk melanjutkan kehidupan yg nyata.


Lambaian tangan menjadi penanda bahwa mereka semua harus berpisah.


Sintia merasa sedih,wanita itu merasa sangat terhibur hari ini dengan kedatangan para keluarganya.


Sintia ingat,menjadi seperti sekarang bukanlah hal yg mudah.


Mereka lewati dengan mengeyam pahit asam manis kehidupan,dimana semuanya bermula saat keadaan sedang tak baik2 saja.


Mobil2 mewah itu semakin jauh meninggalkan rumah,Sintia menarik nafas panjang dan melihat suaminya.


" Nanti kita main kesana " Ucap Beni mengusap punggung Sintia.


" Aku belum merasa puas " Jawab Sintia.


" Ya,semua punya waktu " Balas Beni tersenyum.


Sintia mengangguk,pasangan itu pun masuk kedalam rumah.


Jika diingat lagi,waktu sungguh merubah segalanya..


Sintia tak menyangka kehidupan mereka akan sebahagia ini mengingat banyaknya luka yg telah mereka lalui bersama.


Benar kata pepatah bahwa bertahan dan mengobati luka itu lebih baik daripada membiarkannya begitu saja.


Beni pria yg bertanggung jawab meski dulu pria itu juga punya masa kelam yg dianggap sebagian orang tak punya masa depan.


Dan dengan kerja keras itu mereka bisa mendidik anak2 yg luar biasa.


Dijalan,Cila banyak diam wanita itu melihat kebelakang dan mendapati Vero sedang melihat keluar sambil memeluk putrinya.


Kali ini David yg berkendara yg nantinya akan diganti oleh Vero agar pria tua itu bisa istirahat.


Ntah apa yg ada dalam otak putranya Cila tak tau.


" Kamu baik2 saja ?" tanya Cila pelan.


" Hah em ya aku baik2 saja Ma " Jawab Vero tersentak.


" Kenapa saat pulang dari rumah Bunda kita selalu gini ya ?" Tanya Cila heran.


" Merasa gimana ?" tanya David menoleh.


" Kayak ada yg kurang aja " jawab Cila.


" Ya,aku bahkan pengen kembali kecil lagi " Celetuk Vero.


" Kenapa ?" Tanya Cila.


" Gak tau Ma,sepertinya jadi Sofia enak aja gitu,capek ya tidur,laper tinggal makan,kayak gak ada beban gitu " Jawab Vero terkekeh.


" Haha namanya juga anak kecil " Balas Cila tertawa.


Vero ikut tertawa,lelaki itu rindu masa kecilnya yg sangat bahagia..


" Kasihan sekali putra ku ini,dia pasti merasa terpuruk sekarang " Batin Cila sedih.


Sebagai seorang ibu,Cila tau perasaan anaknya yg sedang berduka.


Menjadi duda anak satu diusia muda mungkin membuat Vero sedikit malu dan minder,apalagi tadi keluarga Reno begitu lengkap.

__ADS_1


Tapi jika Cila ingat lagi,menjadi anggota keluarga Reno pun tidak lah mudah karna setiap anak mengalami masalahnya masing2.


Seperti Nisa harus kehilangan Putranya Andrew membuat Lulu menjanda dengan kondisi hamil anak kembar,lalu Aktam yg harus meneruskan tanggung jawab sang kembaran,diikuti Ana dengan likaliku percintaan meski akhirnya tetap bersatu dan Bara,kesalahpaham yg membuat lelaki itu harus menikahi sang keponakan.


Semua punya jalan sendiri dan Cila tak ingin berkecil hati disana,wanita itu yakin anaknya bisa melewati semua masalah dengan kepala dingin.


Malam hari mereka sampai,Vero menitipkan anaknya dirumah sang Mama karna besok ia harus meeting pagi dan tak ssmpat membantu sang putri bersiap2 sekolah.


Vero pergi keluar untuk mencari makan,pria itu merasa lapar bedahal dengan Cila dan David yg sudah kenyang.


Dengan mengendarai mobilnya pria itu mencari warung.


" Yahh udah habis ya Bu ?" Tanya Vero saat datang kewarung langganannya.


" Iya Pak,udah habis " Jawab si Ibu lesu.


" ya udah deh " kata Vero mundur.


Pria itu celingak celinguk didepan,perutnya keroncongan.


Disebrang jalan sebuah cafe seolah melambaikan tangan.


Pria itu diam sejenak dan memutuskan untuk pergi kesana.


Dengan gaya santai,Vero duduk disebuah kursi Vip.


Pria itu memesankan makanan dan menunggu.


Asik bermain ponsel tiba2 ruangan itu terbuka,masuklah seorang wanita sambil mendorong kereta bayi.


Vero cuek saja dan melanjutkan lagi bermain ponsel.


Tak lama pintu terbuka lagi dan nampaklah seorang pria sedang membawa tas susu sang bayi.


Pria asing itu melihat Vero juga dan tak kalah terkejutnya.


" Astaga,bukannya ini mantan Hani ?" Batin Daniel pelan.


" Loh ini pria yg bersama Hani dipantai itu bukan ?" Batin Vero mengernyit.


Keduanya saling melihat dengan isi pikiran masing2 hingga suara wanita membawa anak itu terdengar.


" Ayo Yank,dia udah haus " Ucap si wanita menegur.


Deg...


Vero seketika melotot begitupun Daniel yg juga terkejut.


" I ya " Jawab Daniel langsung berlalu.


Vero diam saja,pria itu melepas hapeny dan mulai memperhatikan Daniel.


Daniel tau dirinya diperhatikan,lelaki itu bersikap biasa saja.


Nial mengeluarkan bayi kecil itu dalam kereta dan menggendongnya.


" Dia mau sama kamu deh Yank " Ucap Nial terkekeh.


" Benarkah ?" tanya Daniel pelan.


Nial mengangguk,wanita itu menyerahkan anaknya kepada sang suami dan diterima baik oleh Daniel dnegan hati2.

__ADS_1


" Pria itu sudah beristri dan punya anak ? apa Hani sebagai selingkuhan ?" Gumam Vero berdecih..


Pesanan datang,Vero mulai makan dan bersikap cuek terhadap pasangan didepannya.


Ntah apa isi kepala pria itu membuat Vero sesekali tersenyum smirk.


Selesai makan Vero langsung pulang,lelaki itu melewati jalan rumah Hani dengan pelan.


Meski cuek dan terkesan tak perduli,tapi pria itu sebenarnya masih mencari informasi tentang sang mantan apalagi Vero baru menyadari bahwa sejak berpisah dengan Hani,David ternyata masih memperdulikan gadis kecil tersebut.


" Rumahnya sepi " Ucap Vero pelan.


Pria itu kembali melaju,dari belakang ternyata gadis yg ia intai sedang berada dibelakang mobil tersebut sambil menenteng keresk.


" Bukannya itu mobil Vero ?" Gumam Hani menyelisik mobil yg melaju.


" Iya aku yakin itu mobil Vero,kenapa bisa lewat sini " Lanjut Hani heran.


Gadis itu diam sejenak berpikir.


" Ahh mungkin cuma lewat aja " Kata Hani membuang pemikirannya.


Gadis itu kembali berjalan membawa nasi bungkus yg ia beli diwarung depan.


Beberapa hari setelah itu kehidupan berjalan normal.


Hani melalui harinya dengan baik dan tanpa kendala.


Seperti hari ini ia dijemput oleh Reka,keduanya memang sering menghabiskan waktu bersama.


" Jadi kamu mau nikahin cewek itu Rek ?" tanya Hani terkejut.


" Iya Han,aku merasa nyaman sama dia " Jawab Reka malu.


" Terus aku gimana ?" tanya Hani mengkrucut.


" Hehe kamu kan ada Ridho sama Daniel " Goda Reka.


" Ah gak bisa diarepin itu mah " Kata Hani merajuk.


Ting...


Lip terbuka,keduanya langsung terdiam saat melihat seorang pria berdiri disana seorang diri.


" Vero " Batin Hani pelan.


Vero diam melihat gadis tersebut malah mematung melihatnya.


Lift akan segera tertutup,Reka langsung menahan dan mendorong Hani masuk.


" Ehh Rek " Ucap Hani terkejut.


" Nanti aku nyusul " kata Reka cepat dan memencet tombol tutup.


" Ap....


Lift tertutup rapat,Reka menghela nafas panjang dan mundur perlahan.


" Mungkin dia orang yg akan lindungin kamu Han " Ucap Reka pelan.


Pria itu berjalan keluar dari bioskop tersebut dan menunggu beberapa saat.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2