Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Baby


__ADS_3

Disebuah sekolah dasar seorang pria dewasa terlihat serius berbicara dengan kepala sekolah.


Hari ini Justin menemani calon adiknya mencari sekolahan baru di kota.


Lelaki itu mendapat perintah langsung dari Abraham untuk memindahkan Amat dari kampung ke kota karna bocah itu akan tinggal bersama mereka.


Awalnya Justin menolak karna tak ingin kemana pun,tapi iming2 sang Daddy membuat lelaki itu melemah dan menerima kesepakatan.


Nita belum tinggal dirumah pria itu,janda satu anak tersebut tinggal di kontrakan untuk menghindari fitnah karna keduanya belum sah menjadi suami istri.


Abraham meminta Justin mencari sekolah untuk Amat sebagai gantinya lelaki tua itu mengambil alih pekerjaan Justin yaitu membersihkan rumah.


Justin tak memakai jasa pembantu karna Laura tak mau ada orang asing masuk kerumah mereka.


Wanita itu sudah bertekad akan mengurus rumah tangganya sendiri,ditambah sebentar lagi akan ada Ibu sambung yang membantunya.


" Jadi kapan dia bisa masuk ?" tanya Justin tenang.


" Semester depan Pak " jawab kepala sekolah.


" Kamu mau gak Mat sekolah disini ?" tanya Justin melihat bocah dengan pakaian rapi tersebut.


" Mau Bang,banyak cewek cakep disini " Jawab Amat polos.


" Mau sekolah apa mau pacaran kamu Mat ?" tanya Justin melotot.


" hehe sambilan Bang " jawab Amat malu.


Justin menjitak kepala Amat membuat bocah itu mengkrucut.


" Aku bercanda lah Bang " kata Amat kesal.


" Awas kamu ya aneh2 disni " Kata Justin tajam.


Amat mengangguk dengan kepala tertunduk.


Kepala sekolah melihat keduanya dengan wajah bingung.


Lelaki tua itu mengira Justin Ayah Amat,tapi melihat kedekatan yang sedikit berbeda membuat pria tersebut berubah pikiran.


" Berapa semuanya ?" tanya Justin kembali fokus.


" Ini semua biaya yang harus dibayar,sekalian sama buku dan seragam " Jawab kepala sekolah menyodorkan kertas.


Justin mangut2 melihat semua kata yang tertulis disana.


" Saya bayar debit " kata Justin tak punya uang cash.


" Baiklah " jawab Kepala sekolah tenang.


Amat diam memperhatikan transaksi tersebut.


Setelah selesai keduanya keluar dengan beriringan.


" Bang emang duit bisa keluar dari kartu itu ya ?" Tanya Amat polos.


" Kartu apa ?" tanya Justin.


" Kartu tadi yang abang kasih ke pak kepala sekolah" Jawab Amat.


" Oh itu non tunai " Jawab Justin paham


" Aku mau Bang punya kartu gitu,kan enak belanja diwarung gak perlu bawa duit " Kata Amat semangat.


" Hah mana bisa Mat " Kata Justin kaget.

__ADS_1


" itu tadi bisa " Kata Amat polos.


Justin tertawa mengacak rambut bocah itu gemas.


Baru 1 hari berkenalan Justin sudah banyak dibuat terpingkal oleh bocah lelaki tersebut.


Amat sangatlah katrok dan banyak tanya soal apapun yang ia lihat,tapi Justin tak menghujat lelaki itu mencoba mengerti karna Amat mungkin belum terbiasa hidup dikota.


" Dah nanti kalo dah gede bisa kerja baru boleh pake kartu tadi " kata Justin tenang.


" Emang harus gede dulu ya Bang ?" tanya Amat.


" Iya lah,kalo bocah gini mana bisa punya kartu " Jawab Justin.


" Aku banyak kartu dirumah,ada gambarnya lagi " Kata Amat serius.


" Itu beda Amattttt " kata Justin gemas.


" Kan sama2 kartu " Gumam Amat pelan.


" Huh nih bocah gue makan juga nanti " Kata Justin geregetan.


Keduanya pun berjalan keluar,Justin menaiki mobil mahalnya sedangkan Amat masih menunggu didepan.


" Apa lagi,cepetan masuk " Kata Justin melihat jam.


" Bang aku laper,beli mie ayam yuk " Ajak Amat semangat.


" Mana ada orang jual mie ayam ?" tanya Justin.


" itu ada grobaknya " Kata Amat menunjuk grobak diseberang jalan.


Justin diam memperhatikan grobak tersebut,sebenarnya Justin tidak pernah mau makan begituan tapi sejak Laura hamil lelaki itu sering dipaksa makan pinggir jalan bahkan dulu Justin pernah mengejar orang jualan bakso lewat rumahnya.


" Kamu sendiri aja sana " Kata Justin merinding.


" Buat apa ?" tanya Justin mengernyit.


" Buat bayar lah,kan uang bisa keluar dari sana " Jawab Amat.


" hah " kata Justin melotot.


" Cepetan Bang " Rengek Amat tak sabaran.


" Mana bisa Mat,mau gesek dimana kartunya jidat kamu ?" Tanya Justin menggaruk kepala.


" Emang bisa ?" tanya Amat polos.


" Astagfirullah nih bocah " Kata Justin tak habis pikir.


Amat mengkrucut dan masuk kedalam mobil.


" Woi bocah,malah merajuk lagi " kata Justin melongo.


Amat menatap lelaki itu dengan wajah mendengus.


" Haissstttt ntar ngadu lagi sama bapak tiri !" kata Justin kesal.


" Cepetan Bang,panas nih " Teriak Amat.


" Iye2 sabar " jawab Justin buru2 masuk.


" Kebangetan ya nih bocah belum jadi adik aja udah merajalela " gerutu Justin sambil menghidupkan mobilnya.


Amat bersedekap dada seperti layaknya gadis2 yang sedang merajuk.

__ADS_1


" Dah gak usah sok2 marah,kita beli ayam crispy " kata Justin malas.


" Gak selera " jawab Amat.


" Bodo gue laper " kata Justin cuek.


Amat menatap Justin kesal hingga akhirnya luluh juga karna Justin berjanji akan memberinya uang 10 ribu untuk jajan disekolah setiap hari.


Keduanya pun melaju dijalan raya menuju tempat makanan cepat saji.


Dirumah seorang pria tua terlihat sibuk mengganti popok cucunya.


Laura mandi sangat lama membuat bayi kecil itu lelah menunggu dan akhirnya menangis.


Abraham yang sedang mengepel lantai pun melepas pekerjaannya dan memperhatikan bocah itu dengan seksama.


" Sabar ya cucu eyang,Mama kamu lagi mandi " Kata Abraham menepuk pelan bokong bayi lelaki itu.


" Oeeek ooeekkkk " Si bayi kembali menangis membuat Abraham bingung.


" Duh gimana ini " Kata Abraham melihat kiri kanan.


Saat ingin menggendong bayi tersebut tiba2 seseorang mengetuk pintu dari luar.


Abraham menoleh dan mendapati calon istrinya berdiri disana dengan rantang makanan.


" Kenapa nangis ?" tanya Nita mendekat.


" Gak tau nih,kangen Mama nya mungkin " Jawab Abraham asal.


Nita mengambil alih menimang bayi itu dengan sayang.


" Cup2 kenapa sayang ? laper ya " Kata Nita lembut.


Si bayi mulai diam memperhatikan calon nenek barunya.


" Dia diem ya sama kamu " Kata Abraham tersenyum memeluk pegangan pel.


" Mau ditimang gini " Kata Nita merasa malu.


" Iya rasanya aku juga mau ditimang gitu " Kata Abraham terkekeh.


" Hah " pekik Nita kaget.


" Eh maksudnya em nimang gitu " Ralat Abraham tersadar.


Nita tersenyum geli,wanita itu sengaja datang membawa makan siang karna ia pikir Laura tidak akan sempat memasak untuk 2 lelaki dirumah.


Sebagai calon istri yang baik,Nita dituntut untuk melancarkan aksi yang mendapat perintah langsung dari Mak comblangnya siapa lagi kalau bukan Cila.


Cila sudah mengajarkan banyak jurus untuk Nita supaya berhasil menggaet hati Abraham dan Justin salah satunya dengan sikap perhatian.


Tak lama pintu kamar mandi terbuka dan bersamaan dengan kedatangan Justin Amat yang baru pulang.


Semuanya terdiam melihat kedekatan Nita dan Abraham seperti layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara.


" Ehmmmm " Dehem Justin sekuat2nya.


Calon pasangan itu menoleh dan kaget melihat Justin datang.


" Waah rasanya aku pengen ada Adek deh Bang " Kata Amat melihat Justin.


" Noooooooooo " Pekik Justin tidak mau.


Laura tertawa renyah,Justin pasti akan menolak keras jika membicarakan adik baru.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2